SINOPSIS MOHABBATEIN episode 443 “RAMAN TERJEBAK DENGAN KEJUTANNYA SENDIRI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 443 “RAMAN TERJEBAK DENGAN KEJUTANNYA SENDIRI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 443 “RAMAN TERJEBAK DENGAN KEJUTANNYA SENDIRI” by. Sally Diandra Sementara itu Raman telah kembali pulang dan sudah sampai di Delhi, saat itu Raman sedang sibuk dengan ponselnya “Tidak ada seorangpun dirumah yang tahu, aku akan mengejutkan mereka” ujar Raman sambil memikirkan Ishita, Adi dan Ruhi sedang ngobrol berdua, sedangkan Simmi sangat merindukan Raman “Sebenatar lagi Raman pulang, dia akan sampai disini besok” semua orang merasa senang mendengar kabar dari Ishita “Kalau begitu, kita buat pestanya besok untuk Raman”, “Ibu, besok kan ada acara makan malam resmi dengan keluarga Subbu” sela Ishita “Oh iyaa, orang Madrasi mulai semakin berkembang dalam keluarga ini” ujar nyonya Bhalla, Mihir lalu mengajak semua orang untuk ikut pergi bersamanya, 

Saat itu Raman sudah sampai di pelataran parkir apartemen tempat tinggalnya dan dilihatnya keluarganya sedang bersiap siap untuk pergi, Raman tersenyum senang begitu melihat Ishita sudah mulai berjalan dengan kakinya sendiri dan berkata “Paling tidak dengan mengatakan aku mencintaimu bisa dengan memandang matanya sejajar, aku akan masuk ke dalam lemari dan tidak ada seorangpun yang akan tahu” Raman tersenyum membayangkan rencananya “Pasti akan menyenangkan, dia akan membuka lemari untuk mengambil tasnya dan akan menjadi sebuah kejutan ketika dia melihat aku berada disana” gumam Raman, 

Namun rupanya Amma melihat Raman dari kejauhan, Amma langsung berteriak “Ramaaaan !” Raman memberikan kode ke Amma untuk diam karena Raman ingin memberikan kejutan untuk Ishita “Dia datang, tenang, Raman”, “Hanya aku yang tahu tentang hal ini” ujar Amma, Raman pun bergumam “Tidak ada yang berubah, semua wanita Madrasi memang masih saja sinting !” gumam Raman 

Nyonya Bhalla meminta Ishita untuk memanggil Neelu untuk mengambilkan tasnya, Ishita lalu memanggil Neelu, Raman bergegas masuk ke dalam rumah dan melempar sebuah sendok untuk mengalihkan perhatian Neelu dan bergegas masuk ke dalam kamarnya sendiri “Jika aku menaruh tasku disini, Ishita pasti akan melihatnya” Raman bergegas menyembunyikan tasnya dibalik korden “Dimana aku harus menyembunyikannya ?” bathin Raman cemas, Raman lalu masuk ke dalam lemari dan mendengar langkah kaki mendekat, ternyata itu Neelu “Sekarang dia pasti akan membuka lemarinya” bathin Raman, 

Neelu lalu mengambil tas diatas tempat tidur dan berjalan mendekat kearah lemari, dilihatnya kunci lemari Ishita masih tergantung dilobang kunci, dalam hati Neelu berkata “Nyonya Ishita pasti lupa tidak menguncinya, aku akan menguncinya saja, kalau tidak nanti dia pasti akan memarahi aku” bathin Neelu sambil mengunci lemari tersebut, Raman panik, saat itu Neelu kembali mendapat panggilan dari Ishita “Iyaaa, aku datang, aku sudah mengambil tas dan kunci lemarinya juga” teriak Neelu sambil berjalan keluar, Raman bergegas memanggil Neelu dan mengetuk ngetuk pintu lemari dengan keras namun tidak ada seorangpun yang mendengarnya “Ooh aku terjebak disini untuk Ishita” ujar Raman cemas, begitu Neelu turun ke bawah, Amma bertanya pada Neelu “Neelu, apakah kamu mendapat panggilan dari Raman ?”, “Kenapa aku harus mendapat panggilan dari tuan Raman ?” tanya Neelu heran “Neelu, lebih baik kamu pergi ke rumah saudaramu dulu” ujar nyonya Bhalla 

Di dalam lemari, Raman berteriak minta tolong namun tetap saja tidak ada yang mendengar, Raman segera melepas jasnya karena merasa kepanasan, sementara itu semua orang sedang menikmati makan malam mereka, Simmi berkata “Seharusnya kak Raman ada disini karena Ishita tidak bisa makan apapun” ujar Simmi sedih, di rumah Raman berteriak meminta siapapun untuk membukakan pintu lemari, di restauran mereka masih membahas soal Raman “Raman pasti akan terkejut begitu melihat Ishita sudah bisa berjalan dengan kakinya sendiri” Amma tersenyum mendengar ucapan nyonya Bhalla “Kak Raman sendiri selalu merencanakan sebuah kejutan yang bagus, apa yang sedang kamu pikirkan, kak Ishita ?” sela Rinki 

“Itu pasti akan menjadi sesuatu yang besar, aku punya rahasia” Mihika langsung menyela Amma “Bibi, ada apa ? Katakan padaku” Amma menggeleng “Aku tidak bisa mengatakannya” mereka semua meminta Amma untuk mengatakannya “Aku sudah berjanji, aku tidak akan mengatakannya”, “Ayooolah, Madhu ,,, katakanlah” bujuk Appa “Sudah habiskan saja dulu makannya, aku akan menyiapkan ladu buatanku sendiri dirumah nanti, disini sangat panas, sepertinya AC - nya rusak” ujar Amma, nyonya Bhalla langsung menyela “Ishita, kamu harus membawa ibumu ini ke dokter, sepertinya dia sedang sakit”, “Aku baik baik saja, ketika Raman pulang besok, semuanya akan menjadi sangat baik” Ishita hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya 

Di dalam lemari dirumah keluarga Bhalla, Raman menemukan beberapa alat didalam lemari, Raman mencoba untuk membukanya dengan alat itu namun alat itu malah rusak “Mereka semua sedang pergi makan malam dan aku tidak akan pernah bisa memberikan kejutan untuk Ishita” gumam Raman kesal, saat itu Raman mendengar suara mereka yang baru pulang dari makan malam “Masukkan makanannya ke dalam lemari es” ujar nyonya Bhalla, Raman yang mendengar suara mereka, langsung berteriak memanggil Simmi dan ibunya, Mihika lalu mengajak Amma untuk pulang “Tunggu dulu, Mihika”, “Siapa yang bibi cari ?” tanya Mihika heran “Ayooo kita minum kopi bersama” Ishita merasa heran dengan sikap ibunya “Ibu, apakah ibu yakin baik baik saja ?” tanya Ishita cemas 

“Kapan ayah pulang ? Aku kangen sama ayah” sela Ruhi “Ibu Ishi juga sayang”, “Aku juga sangat merindukannya, aku rasa pesawatnya akan segera mendarat” sahut Simmi, saat itu Raman berteriak memanggil Ishita, Amma lalu meminta semua orang untuk ikut kerumahnya agar tidak mendengar pembicaraan Ishita dan Raman “Ishita, lebih baik kamu istirahat di kamarmu saja sana” pinta Amma, Ishita bergegas pergi ke kamarnya sambil bergumam “Aku sangat merindukan Raman” gumam Ishita, Raman saat itu berteriak memangggil Ishita, Ishita kaget karena Ishita merasa seperti mendengar suara Raman sambil berkata “Ramaaan ,,,” ujar Ishita heran SINOPSIS MOHABBATEIN episode 444 by. Sally Diandra

Bagikan :