SINOPSIS MOHABBATEIN episode 439 “PEMBICARAAN DUA KELUARGA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 439 “PEMBICARAAN DUA KELUARGA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 439 “PEMBICARAAN DUA KELUARGA” by. Sally Diandra Bala sedang ngobrol sama Subbu “Kak Bala, aku minta maaf untuk mengatakan soal ini, aku ingin bertanya sesuatu, jika aku memiliki sebuah perasaan yang baru, ini benar atau tidak maka ,,,” Bala langsung menyela “Apa ?”, “Kak, aku ini sendirian setelah Karthik pergi tapi aku terhubung lagi dengan Ananya dan aku ingin memberikan semua kebahagiaan padanya, Parmeet memperlakukan Simmi dengan tidak baik dan aku merasa marah, Simmi juga seorang perempuan yang baik, dia sendirian, aku tahu rasanya kesepian, itu adalah sebuah penyakit dimana tidak ada seorang pun dokter yang bisa mengobatinya, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan ?” tanya Subbu gelisah, 

Saat itu Vandu datang dan berdiri dibelakang mereka, Subbu sedang ngobrol dengan Bala soal Ananya dan Simmi dan meminta pada Bala untuk tidak mengatakannya pada Ishita tentang hal ini “Aku ingin memahami dulu tentang perasaanku ini, aku merasa nyaman bila bersamanya tapi hidupnya itu sangat rumit” ujar Subbu, Vandu mendengar pembicaraan mereka berdua “Kalian semua tahu tentang hubunganku dengan Ishita, apakah dia bisa menerima ini semua ?” Vandu mulai curiga sambil berfikir dalam hati “Jadi dia masih memikirkan tentang Ishita” bathin Vandu

“Subbu, kamu harus sering sering menghabiskan waktu dengannya, baru kemudian kamu bisa mengambil keputusan” ujar Bala “Aku harus melakukan hal ini, aku harus mencari alasan untuk pergi kesana, aku tidak tahu apa yang Ishita pikirkan nanti ? Aku ingin keluarga kita semua pergi berpiknik, bagaimana ?” ujar Subbu lagi “Maka dengan begitu aku bisa punya waktu untuk bicara jika anak anak ada disana”, “Aku akan mencobanya” ujar Bala “Terima kasih, kak Bala ,,, aku akan memahami perasaanku pada Simmi dulu” timpal Subbu kemudian pergi dari sana, 

Vandu sangat marah, Bala segera menghampirinya, Vandu langsung memarahi suaminya “Bala, kenapa kamu membawa bawa Subbu kembali dalam kehidupan Ishita dan Raman ? Apakah kamu akan mengkhianati Raman ?” bentak Vandu sambil memperingati Bala kalau dirinya akan membuat hidup Bala menjadi hancur kalau Bala membuat kehancuran dalam kehidupan Ishita “Vandu, dengarkan aku dulu” pinta Bala namun Vandu tidak mau mendengar penjelasan Bala “Aku harus bicara dengan Ishita !” Vandu bergegas pergi dari sana 

Sementara itu Ishita sedang ngobrol dengan gurunya Adi dan Ruhi “Bu guru, aku tidak begitu yakin dengan mengirimkan anak anakku kesana”, “Tapi ini rencana yang sangat penting, nyonya ,,, coba saja, lalu dimana paspor anak anak ?” Ishita segera memberikan paspor itu ke guru tersebut “Kami akan mulai memproses visanya” ujar bu guru sambil tersenyum dan melirik ke arah OB gadungan bayaran Ashok, saat itu Vandu marah dan ingin mengatakannya pada Ishita, Bala segera menelfon Amma dan berkata kalau Vandu itu salah paham “Dia telah menolak semua telfonku, ibu ,,, apakah dia harus bersikap seperti itu dengan kehamilannya ?” ujar Bala cemas

“Sudah, jangan khawatir, Bala” hibur Amma “Aku rasa dia mungkin pergi ke sekolahnya Shravan, kalau ada apa apa, telfon aku, ibu ,,, aku akan ke sana dan bicara dengannya” ujar Bala panik, saat itu Ishita yang tidak puas dengan jawaban guru, berusaha menemui kepala sekolah, OB sekolah segera memberitahu ke guru tersebut dan mereka mulai cemas, kebetulan Vandu melihat Ishita dari kejauhan namun tiba tiba Vandu terjatuh karena kakinya tersandung oleh ujung kursi yang berada didekatnya, Vandu berteriak kesakitan, Ishita bergegas menuju ke arah Vandu, guru itu juga membantu Ishita untuk keluar menemui Vandu 

Sujata sedang ngobrol dengan nyonya Bhalla soal Ananya dan menunjukkan surat perintah dari pengadilan kalau Parmeet tidak boleh datang ke rumah mereka sampai kasus hak asuh Ananya ditentukan, nyonya Bhalla berterima kasih pada Sujata “Parmeet memang suka sekali memperlakukan perempuan dengan tidak baik dan suka berkelahi, terima kasih, nyonya Sujata ,,, awalnya aku memang tidak menyukai Subbu“, “Sudah, lupakan saja, Subbu itu laki laki yang baik, dia mendedikasikan hidupnya untukku setelah Laksmi dan Karthik meninggal, dia merasa kesepian”, “Iyaa kesepian itu memang sangat buruk, aku juga merasa sedih melihat Simmi sendirian, hidupnya masih panjang, bagaimana dia akan menghabiskan hidupnya ?” ujar nyonya Bhalla sedih “Aku bahkan juga memikirkan hal yang sama tentang Subbu, mungkin ,,,” ujar Sujata, saat itu Simmi datang dan memberitahu mereka kalau Vandu jatuh di sekolah “Ayooo, ibu ,,, kita harus cepat kesana” ujar Simmi 

Saat itu Ishita membawa Vandu pulang kerumah dan memberitahu mereka kalau dokter mengatakan Vandu dan bayinya baik baik saja “Vandu, relax saja, santai” hibur Bala, nyonya Bhalla, Subbu, Simmi dan Sujata datang kesana, Subbu memberikan laporannya “Terima kasih, Subbu ,,, karena kebetulan sekali kamu juga berada disana” ujar Bala “Kak Vandu, bagaimana bisa kakak sangat ceroboh tadi ? Kalau kakak tidak bisa perhatian pada diri sendiri, bagaimana bisa kakak melahirkan nanti ? Kenapa juga bayinya yang harus menderita ?” tanya Subbu, Vandu hanya diam saja “Kenapa kakak tergesa gesa ke sekolah ? Jika ada sesuatu yang terjadi pada bayimu karena aku, kami pasti tidak akan bisa mengampuni diri kami sendiri” ujar Subbu yang tiba tiba menangis dan berkata 

“Itu adalah tugas orangtua untuk membuat anak anaknya aman, ini adalah kesalahanku”, “Subbu, apa yang kamu katakan ? Semuanya baik baik saja” sela Bala, Sujata juga berusaha menenangkan Subbu “Tidak apa apa, dia hanya butuh istirahat saja”, “Maafkan aku” ujar Subbu yang kemudian bergegas pergi dari sana, dalam hati Ishita merasa heran “Ada apa dengan Subbu ? Sepertinya dia bertanggung jawab pada semua kejadian ini sendiri, Karthik meninggal karena kecelakaan pesawat, bagaimana bisa dia bertanggung jawab atas kematiannya ?” bathin Ishita cemas 

Ashok dan Shagun sedang membicarakan soal kecelakaan yang dialami Vandu ”Insiden itu menyelamatkan kita dari Ishita”, “Aku akan membawa anak anak ke Australia, dengan begitu Raman dan Ishita tidak akan bisa berbuat apa apa” ujar Shagun sinis “Iyaaa, Ishita pasti akan sibuk dengan Vandu” sahut Ashok, mereka berdua kemudian minum bersama dan merasa senang, sementara itu Ishita sedang ngobrol dengan Raman via telfon “Vandu dan bayinya baik baik saja dan aku sudah memberikan paspor anak anak tapi aku sebenarnya tidak ingin mengirimkan anak anak ke sana” ujar Ishita, semua orang tersenyum sambil memperhatikannya “Aku rasa kita semua seharusnya meninggalkannya sendirian” goda Simmi sambil menyindir Ishita yang sedang ngobrol berduaan dengan Raman, Ishita lalu bertanya pada Ruhi “Ruhi, apa baris terakhir dari ujianmu ?”, “Aku mencintaimu ayah” ujar Ruhi, tanpa sadar Ishita mengulang ucapan Ruhi, Simmi semakin menggoda Ishita dan mereka semua tertawa bersama sama melihat Ishita yang tersipu malu 

Setelah selesai makan malam, nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan suaminya “Aku tadi bisa melihat bagaimana ekspresi wajah Simmi ketika Ishita ngobrol dengan Raman, bagaimana bisa Simmi akan sendirian sepanjang hidupnya ?”, “Nyonya Sujata itu orangnya fleksibel tapi ibu kandungnya Subbu” sahut tuan Bhalla “Memangnya ada apa dengannya ? Subbu kan tinggal bersama Sujata dan aku berharap hal ini akan baik untuk keduanya, baik Simmi maupun Rinki” ujar nyonya Bhalla sedih 

Keesokan harinya, Rinki sedang ngobrol ditelfon “Aku sudah membawakan bekal makanan untuk Mihir, aku rasa ini akan menjadi baik” ujar Rinki, saat itu Rinki mendengar ada beberapa gadis yang sedang mencari Mihir yang imut dan mereka bahkan dibela belain mengambil kelas untuknya yaitu kelas memasak dan berharap dinikahi oleh Mihir, Rinki sangat marah dan para gadis itupun pergi, Rinki bergumam pada dirinya sendiri “Kak Ishita benar, aku tidak boleh menyerah dengan mudah” gumam Rinki, sementara itu Sujata berfikir untuk meyakinkan tentang Subbu dan Simmi, 

Nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan Ishita tentang Subbu dan Simmi “Ibu, perceraian Simmi belum terjadi sampai sekarang”, “Tapi kamu harus memikirkan tentang Ananya juga, Ananya akan mendapatkan seorang ayah” sahut nyonya Bhalla “Tapi, ibu ,,, Simmi dan Subbu itu belum saling mengenal satu sama lain, kita tidak tahu apa yang ada di dalam hati Subbu, Raman juga tidak ada disini” ujar Ishita, tanpa mereka sadari ternyata Sujata datang ke rumah mereka dan berkata “Aku sudah mendengar semuanya, maaf ,,, tadi aku lihat pintunya terbuka jadi aku masuk saja untuk meyakinkan kalian tentang mereka, mereka berdua itu sama sama sendirian”, “Aku akan bicara dengan Simmi” sela Ishita “Aku tahu dia pasti akan mengatakan iya juga” sahut nyonya Bhalla 

Rinki bergumam pada dirinya sendiri “Apa yang terjadi padaku ? Kenapa aku merasa gelisah ? Mihir tidak mengangkat telfonku ! Aku akan mematahkan kakinya Kharisma, aku akan melihat bagaimana kalau aku menyatakan perasaanku padanya” gumam Rinki, sementara itu Simmi sedang ngobrol dengan Ishita “Bagaimana bisa begitu ? Subbu itu orang yang baik tapi aku adalah ibunya Ananya dan Parmeet selalu menganiaya diriku”, “Ketika semua badai ini berakhir maka kamu akan menemukan dirimu sendirian, apa yang akan kamu lakukan, Simmi ?” tanya Ishita “Aku tidak bisa mengambil resiko siapapun, Ishita ,,, Subbu menyayangi Ananya, jika perhatiannya hanya dengan Ananya, maka ,,,” nyonya Bhalla memperhatikan mereka berdua dari kejauhan “Aku tidak mau menjadi beban untuk siapapun, aku bisa membesarkan putriku sendirian, aku tidak bisa tertarik dengan seseorang jika aku takut merasa kesepian” ujar Simmi SINOPSIS MOHABBATEIN episode 440 by. Sally Diandra

Bagikan :