SINOPSIS MOHABBATEIN episode 432 “KOMPETISI PASANGAN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 432 “KOMPETISI PASANGAN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 432 “KOMPETISI PASANGAN” by. Sally Diandra Keesokan harinya, semua orang datang di kontes pasangan, dimana Subbu memberitahu peraturannya dan memulai permainan itu, Subbu mulai memanggil para peserta, yaitu Mihir dan Rinki, Raman dan Ishita juga disebut ikut lomba bersama pasangan yang lain, Ishita kaget dan tidak percaya, nyonya Bhalla juga merasa heran “Raman dan Ishita juga ikutan ?”, “Bukannya itu bagus, bu ?” tanya Simmi, Adi dan Ruhi bertepuk tangan untuk Raman dan Ishita, sementara itu mereka berdua kembali berdebat satu sama lain “Lebih baik kamu pulang saja !”, “Baik, aku akan pulang !” ketika Ishita dan Raman hendak pergi, Ruhi dan Adi segera menghampiri mereka “Ayah, ibu Ishi ,,, kalian harus ikut lomba ini, kami yang mendaftarkan nama kalian berdua untuk mengawasi bibi Rinki dan paman Mihir, kalian berdua kan bisa mengalah agar mereka bisa menang” ujar Ruhi dan Adi dengan penuh semangat “Apakah kalian berdua belajar kepintaran ini dari ayah kalian ?” sela Ishita “Itu karena ibu mereka tidak punya otak !” sindir Raman, kemudian mereka berdua berlalu dari sana, Ruhi dan Adi hanya bisa menepuk kening mereka melihat kedua orang tuanya bertengkar 

Ronde pertama akhirnya dimulai, Raman dan Ishita masih terus bertengkar “Bagaimana aku bisa memakannya, apakah aku akan makan telur ?” tanya Ishita cemas, saat itu kedua mata Ishita ditutup, sedangkan Ruhi merasa cemas kalau kedua orangtuanya akan bertengkar lagi, saat itu Subbu memberitahu peraturannya “Peraturannya nanti para istri akan menyuapkan roti ke suaminya dengan mata tertutup, dengan penuh cinta dan tidak boleh jatuh, sedangkan para suami hanya boleh mengarahkan saja dengan tangannya yang diikat” semua orang bertepuk tangan menyambut permainan di ronde pertama, Mihir memberikan arahan ke Rinki untuk menyuapkan kue itu ke mulutnya, sedang Raman selalu salah memberikan arahan ke Ishita dengan sengaja untuk menggodanya dan kemudian memakan kue yang disuapkan oleh Ishita “Ibu Ishi pasti akan menang !” Shravan langsung menyela ucapan Ruhi “Jika ibuku tidak sedang mengandung saat ini, aku yakin ayah dan ibuku yang akan menang !” Shravan tidak mau kalah, 

Di tempat pertandingan, Ishita meminta Raman untuk tidak makan kue lagi “Raman, kita ini harus kalah, jadi jangan makan kuenya lagi, aku tidak akan menyuapkan kamu lagi ! Kamu sendiri bilang tidak ada seorang pun dirumah yang boleh mengkonsumsi gula, iya kan ?” Raman sangat kesal karena Ishita berhenti menyuapkan kue itu padanya, dari tempat duduknya nyonya Bhalla merasa kalau Raman dan Ishita itu memang sengaja mengalah karena Ishita tidak mau menyupkan kue itu lagi ke Raman “Itu artinya bagus, Rinki dan Mihirlah yang akan menang” sahut Simmi, Shravan juga mengatakan hal yang sama pada Ruhi “Ruhi, ayahmu akan kalah”, “Iyaaa memang sengaja” sahut Ruhi, akhirnya yang menang untuk ronde pertama adalah Rinki dan Mihir 

Subbu memberitahu permainan di ronde kedua "Sekarang kita menuju ke ronde ke dua, peraturannya, para suami akan ditutup matanya dan harus bisa mengenali istri mereka dengan menyentuh tangan para istri satu per satu" ujar Subbu, ronde kedua pun dimulai, untuk giliran nomer satu langsung kalah mengenali istrinya, istrinya segera menjewer telinga sang suami, kemudian giliran berikutnya adalah Mihir dan Mihir akhirnya sampai di depan Rinki dengan memegang tangannya, dari kejauhan Mihika berdoa untuk Mihir “Ayooo Mihir, kamu pasti bisa” gumam Mihika, kemudian Mihir kembali lagi ke tempat Rinki, Mihir memegang tangan Rinki dan merasakan dengan mata bathinnya dan berkata “Ini istriku !” ujar Mihir sambil membuka penutup matanya dan ternyata benar, didepannya ada Rinki, Rinki hanya menatap ke arah Mihir dan teringat pada ucapannya, 

Tak lama kemudian tiba giliran Raman, sama seperti Mihir, Raman akhirnya tiba di depan Ishita dan memegang tangannya namun sedetik kemudian Raman mengibaskan tangan Ishita begitu saja, Ishita merasa dongkol dengan sikap Raman, dari kejauhan Adi berkata pada Ruhi “Lihat itu ayah, dia sengaja menggoda bibi Ishita” ujar Adi sambil tertawa kecil, Raman pun kemudian beralih ke istri berikutnya sambil tersenyum nakal dengan mata tertutupnya, lalu memegang tangan perempuan disebelah Ishita sambil berkata “Inilah tangan yang sangat lembut didunia, gadis Madrasiku !” ujar Raman lantang, Ishita sangat marah dengan sikap Raman, kemudian Raman membuka penutup matanya dan dilihatnya istri tetangganya sambil berkta “Nyonya Sharma, tanganmu memang sangat lembut, sabun apa yang kamu pakai ? Ishita, kamu harus bertanya pada nyonya Sharma ini, apa tipsnya” goda Raman pada Ishita yang hanya terdiam dengan perasaan jengkel 

Subbu kemudian memberitahu ronde ketiga akan segera dimulai “Pemenangnya akan di dinyatakan dengan permainan ke tiga ini, semua orang pasti tahu dengan cita rasa masakan istrinya, para istri diberi waktu 20 menit untuk membuat makanan yang biasa yaitu Chole dan para suami harus mengatakan yang mana masakan buatan istrinya” ujar Subbu, tak lama kemudian para istri mulai sibuk memasak Chole, setelah selesai, para suami mulai merasakan satu per satu masakan para istri, hingga tiba giliran Raman, sementara Mihir sudah menang karena bisa mengenali masakan Rinki, sedangkan Raman, Raman sedang menciumi masakan itu dengan mata tertutup, Raman sudah bisa mengenali masakan buatan Ishita sambil berkata 

“Dari baunya sangat enak, tapi istriku pasti tidak bisa memasak makanan seperti ini, mana itu Chole yang baunya tidak enak” ujar Raman yang memang sengaja mengalah, dari kejauhan nyonya Bhalla merasa heran merasa heran dengan sikap Raman “Kenapa Raman bersikap seperti itu ?” tanya nyonya Bhalla heran, saat itu Raman sedang mengutarakan sebuah lelucon hingga semua orang tertawa begitu mendengarnya namun tidak bagi Ishita, Ishita sangat marah dan bergegas mendorong kursi rodanya sendiri pulang menuju ke rumah, ketika Raman membuka penutup matanya, dilihatnya Ishita sudah tidak ada disana, Raman hanya tersenyum nakal 

Ishita sampai di apartemen, di lihatnya rumah Amma dan Appa terkunci “Ayah dan ibu pasti masih berada dibawah” gumam Ishita, kemudian Ishita masuk ke rumah keluarga Bhalla dan dilihatnya lantainya sangat basah “Nyonya Ishita, aku sedang mengepel lantai, lebih baik nyonya ke kamar nyonya saja” ujar Neelu, kemudian Neelu membawa Ishita ke kamarnya, begitu sampai di dalam kamarnya, Ishita tertegun melihat dekorasi kamarnya dan Raman yang berisi balon balon berbentuk buah berwarna pink dan bunga mawar juga lilin “Wooow ,,, apa ini semua ?” ujar Ishita sambil mengambil bunga mawar yang ada disana “Apa yang terjadi pada otak Ravan Kumar ?” gumam Ishita sambil tersenyum senang, 

Saat itu Raman datang dan menghampirinya “Apakah kamu masih marah denganku ?”, “Kamu membuat masalah denganku didepan semua orang ! Dan kamu tidak bisa mengenali aku sebagai istrimu, aku tidak tahu harus berkata apa ?” ujar Ishita ketus sambil menunjukkan sikap marahnya “Apakah kamu ingin mendengar sesuatu ?”, “Tidak !” balas Ishita ketus “Kamu harus mendengarkannya, kenapa aku harus mengatakannya didepan semua orang ? Aku akan mengatakannya ketika kita berdua sendirian seperti ini dan tidak ada orang disekitar kita” Ishita hanya terdiam dan tidak memberikan reaksi apapun “Aku memang tidak mempunyai keberanian untuk mengatakannya tapi kamu telah melihatnya melalui kedua bola mataku ini, aku ,,,” saat itu ponsel Raman berdering, Ishita merasa kesal “Ini selalu saja terjadi !”, “Aku tinggalkan ponselku dan kompetisi, itu bukan untuk kita, kita mengambil bagian agar Mihir dan Rinki seharusnya tahu apa itu sebuah hubungan ?” ujar Raman sambil menatap ke arah Ishita yang masih terlihat marah padanya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 433 by. Sally Diandra

Bagikan :