SINOPSIS MOHABBATEIN episode 425 “KENCAN BISU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 425 “KENCAN BISU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 425 “KENCAN BISU” by. Sally Diandra Ishita dan Subbu sedang ngobrol dengan beberapa orang “Akhirnya semuanya berjalan dengan baik” ujar Ishita “Apakah aku boleh mengantar kamu, Ishita ?” pinta Subbu, saat itu sopir Raman menghampiri mereka “Maaf, tuan Raman sudah mengirimkan mobil untuk nyonya Ishita”, “Iyaaa, Raman sedang merencanakan makan malam, mungkin ingin membuat sebuah kejutan” ujar Ishita “Dia telah melepaskan giginya untuk kamu, itu adalah kejutan terbesar, semuanya untuk kamu, aku sangat bahagia untuk kamu, Ishita ,,, karena kamu memiliki suami seperti Raman” puji Subbu 

Ishita akhirnya sampai disebuah restauran dan manajer restaurant memberitahu Ishita kalau tempatnya di pesan semuanya untuk Ishita “Waah, aku sangat terkesan” ujar Ishita sambil memegang bunga yang diterimanya dan mendapat telfon dari Amma”Iyaa ibu, konferensinya berjalan dengan baik, aku akan bicara lagi sama ibu nanti, aku sedang diluar, mau makan malam sama Raman” kemudian Ishita menutup telfonnya dan Raman menghampiri Ishita sambil tersenyum senang menatap kearah Ishita dan musik pun mengiringi kebersamaan mereka berdua, Raman memegangi pipinya dimana giginya yang baru dicabut tadi “Kamu terlihat sangat tampan, Raman” Ishita berusaha menghiburnya, Raman hanya terdiam sambil tersenyum dan meminta tangan Ishita, Raman lalu meminta Ishita duduk di kursi dari kursi rodanya “Raman, apakah gigimu masih sakit ?” tanya Ishita cemas, 

Raman cuma bergumam “Hmmm ,,,”, “Raman, kamu telah menyelesaikan semuanya dan kemudian semua ini, ini pasti sesuatu yang special” ujar Ishita, Raman lalu menunjuk ke arah Ishita dengan bahasa tubuhnya tanpa bicara sepatah katapun, Ishita bingung “Jadi kamu ingin mengatakan sesuatu ?” tanya Ishita bingung, Raman memegang tangan Ishita sambil berkata dengan bergumam menahan sakit giginya “Aku mencintaimu, yang mungkin tidak bisa dimengerti dengan baik”, “Apa ?” Ishita merasa bingung karena tidak bisa mengerti apa yang dikatakan oleh Raman “Apakah aku boleh memberikan obat untukmu ?” Raman menggeleng dan mengulangi lagi ucapannya “Apa yang kamu katakan ?” Ishita benar benar tidak bisa mengerti ucapan Raman, Raman meminta Ishita diam dengan gerakkan tangannya dan kembali mengucapkan “Aku mencintaimu” tapi lagi lagi Ishita tidak mengerti karena Ishita tidak bisa mendengarnya dengan baik, 

Raman mencoba menjelaskannya dengan bahasa tubuhnya, Ishita mulai berpura pura dan berkata “Apakah aku boleh mengambil kertas dan pena ? Aku suka musiknya, kamu telah merencanakannya dengan sangat baik” ujar Ishita santai, Raman lalu memanggil pelayan untuk menyediakan minuman “Aku tidak minum, Raman ,,, kamu tahu kan” Raman menyuruh Ishita berhenti bicara dan memintanya untuk minum dengan menyorongkan gelas itu ke mulut Ishita “Kamu seharusnya bilang dulu ke aku sebelumnya kalau ini jus anggur, aku minta maaf untuk sakit gigimu itu tapi kamu telah menyelamatkan presentasiku, terima kasih banyak, jika anak anak ada disini, maka semua ini pasti akan membaik” Ishita terus mengoceh sementara Raman meminta Ishita untuk meminumnya “Apakah kita tidak memesan makanan ? Bagaimana kalau kita memesannya ?” tanya Ishita lagi, Raman kemudian menyuruh pelayan restauran itu pergi dan memaksa Ishita untuk meminum jus anggur itu sambil menyorongkan ke mulut Ishita 

Sementara itu Rinki membaringkan Mihir di tempat tidur dan memintanya untuk minum air putih “Aku minta maaf” ujar Mihir, Rinki meminta Mihir untuk tidur sambil teringat pada ucapan Mihir tadi, Rinki pun menangis, di restauran Raman masih terus memaksa Ishita untuk minum dan berkata “Dasar perempuan Madrasi, kamu meminum hadiahnya juga rupanya” ujar Raman, tepat pada saat itu nyonya Bhalla, Simmi, Adi dan Ruhi keluar dari persembunyian mereka sambil berkata “Apa ? sedari tadi dia hanya diam saja dan menyuruh Ishita meminum liontin berlian ?” Ishita kaget mendengarnya dan berkata “Oooohhh aku akan mati” Raman masih terdiam sambil menahan sakit giginya dengan memegangi pipinya, sedangkan mereka berempat merasa cemas memikirkan Ishita yang telah menelan liontin berlian SINOPSIS MOHABBATEIN episode 426 by. Sally Diandra

Bagikan :