SINOPSIS MOHABBATEIN episode 420 “PELAJARAN CINTA ALA ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 420 “PELAJARAN CINTA ALA ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 420 “PELAJARAN CINTA ALA ISHITA” by. Sally Diandra Mihir memberitahu Rinki kalau mereka pasti akan terganggu bila tinggal dirumah orangtuanya Rinki “Nanti kamu akan sendirian, Mihir”, “Aku sedang banyak pekerjaan, jadi aku tidak akan tinggal dirumah cukup lama, tidak usah cemas, Rinki” hibur Mihir, Ishita memperhatikan mereka, nyonya Bhalla lalu menyela “Baiklah, kemudian kalian bisa pergi untuk liburan”, “Apa ?” Mihir merasa heran “Kalian sudah merencanakannya bukan ?”, “Liburan yaaa” Ishita segera menyela pembicaraan mereka “Bagaimana kabarmu, Mihir ?”, “Masih sama seperti biasa selalu sibuk di kantor” ujar Mihir “Kamu ini memang bodoh, Mihir ,,, bagaimana aku bisa menyadarkan kamu, kamu ini kurang romantis” sindir Ishita lirih “Romantis ? Apa yang kamu katakan ?”, “Rinki itu ingin menghabiskan waktunya bersama kamu tapi kamu malah meninggalkannya disini” ujar Ishita “Aku hanya memikirkan tentang kenyamanannya” bela Mihir, 

Saat itu Romi datang sambil memberikan padanya laporan kesehatan keluarga, kemudian meninggalkan mereka “Baiklah, aku setuju denganmu, kami ini bersahabat tapi tidak romantis”, “Dia itu istrimu” Mihir mengingatkan saat Raman dan Ishita menikah dulu dan sekarang mereka berdua tidak dapat dipisahkan “Berikan aku waktu, aku rasa semua akan baik baik saja, berikan aku beberapa tips”, “Cinta itu unik untuk setiap pasangan, beberapa orang menunjukkan cinta mereka dengan cara yang mewah dan beberapa menunjukkannya dengan cara yang sederhana, kamu harus bisa menumbuhkan rasa cintamu padanya” ujar Ishita, kemudian mereka melihat gula darahnya Raman sangat tinggi, kebetulan saat itu Raman datang dan bertanya “Laporan kesehatannya siapa ini ?”, ”Itu punyaku, level gulaku tinggi, tapi jangan khawatir, aku ini kan dokter, aku bisa mengatasinya dengan baik” ujar Ishita santai

“Kamu ini dokter gigi, jangan merasa senang dengan mengatakan kalau kamu ini dokter” Mihir menyela ucapan Raman “Ishita, kenapa kamu bilang kalau kamu punya gula, itu kan hasil laporan kesehatannya Raman”, “Mihir, kalau begitu buang semua manisan dan tidak ada seorangpun yang akan makan manisan sekarang” ujar Raman kesal, Ishita hanya tersenyum dan bertanya “Apakah kamu mengerti ?” Raman segera pergi meninggalkannya, kemudian Ishita menjelaskannya pada Mihir “Mihir, inilah yang disebut cinta, kalau aku bilang Raman mengidap diabetes, dia pasti tidak akan mau mengontrol konsumsi gulanya, tapi sekarang dia membuat semua orang melakukan diet gula untukku”, “Kamu memang sangat pintar, Ishita” Ishita tersenyum mendengar pujian Mihir “Itulah cinta, dia tidak akan melakukan apapun untuk dirinya sendiri tapi dia akan melakukan apapun untukku dan anak anak”, “Aku melakukannya, guru kesayanganku jika aku membutuhkan bantuan” Ishita tertawa mendengar pujian Mihir 

Malam harinya, Ishita sedang ngobrol dengan salah satu temannya yang juga dokter gigi “Bagaimana aku bisa melakukannya ? Aku saat ini sedang berada di kursi roda”, “Aku tahu, dokter Ishita ,,, tapi kamu tetap harus melakukan seminar itu, kamu yang terbaik untuk itu” ujar dokter tersebut “Aku akan mengirimkan email padamu dan pada dokter Subramanium, dia juga terlibat dalam seminar ini, bicaralah padanya dan ambillah semua ide yang ada, dia merekomendasikan namamu, aku sudah mengkonfirmasi padanya kalau kamu akan datang” Ishita langsung menutup telfonnya dengan perasaan yang sangat marah “Omong kosong apa ini ! Kenapa dia merekomendasikan namaku dalam hal ini ?” gumam Ishita kesal, 

Raman yang saat itu juga berada dikamar mulai penasaran dengan sikap Ishita “Ada apa Ishita ?”, “Subbu merekomendasikan namaku di konferensi dokter gigi, aku tidak mau bicara dengannya ! Biarkan saja dia terus merasa bersalah, aku tidak peduli !” ujar Ishita kesal, tiba tiba gigi Ishita sakit lagi “Mulai lagi kan ? Bagaimana kamu akan duduk seperti kalau dokter Batra tidak datang ?” tanya Raman cemas “Aku akan baik baik saja, nanti juga sembuh” Ishita masih saja keras kepala “Aku akan pergi dan menemui Subbu” gumam Raman 

Di rumah Subbu, pelayan meminta Raman untuk duduk dulu karena Subbu sedang sibuk dengan pemujaan “Tolong katakan padanya, ini darurat” ujar Raman pada pelayan itu “Aku peduli pada Ishita dan hanya Subbu yang bisa menolongnya” gumam Raman, ketika Raman masuk kedalam rumah, dilihatnya Subbu dan Sujata sedang berdoa dan melakukan pemujaan, Raman juga melihat foto seorang perempuan dan bayinya dengan kalungan bunga, kemudian Raman mendengar suara pendeta “Semoga saja istri dan anakmu mendapatkan kedamaian” Raman terkejut mendengarnya, saat itu Subbu dan Sujata melihat Raman yang berdiri disana “Maafkan aku, aku tidak tahu” ujar Raman kikuk

“Aku kehilangan mereka di kecelakaan pesawat terbang, pesawatku berubah pada menit terkahir, seperti kata pepatah apa yang kamu tabur itulah yang kamu tuai, aku telah meninggalkan Ishita karena dia tidak bisa memberikan aku seorang anak tapi kemudian aku kehilangan istri dan anakku, mungkin ini memang sudah hukumanku” ujar Subbu sedih “Aku tidak bisa mengubah masa laluku, tapi aku bahagia aku bisa menyatukan Ishita dengan Ruhi, aku hanya ingin dia memaafkan aku” Raman ikut terharu dengan cerita Subbu dan berfikir “Subbu memang telah melakukan kesalahan tapi dia juga sangat menderita, dan sekarang tidak akan lagi” bathin Raman 

Sementara itu Ishita bertanya pada Bala dirumah keluarga Iyer “Kakak, kenapa kamu mengembalikan Subbu dalam kehidupanku lagi ?”, “Kami tidak bisa melihat perpisahanmu dengan Ruhi, Ishu ,,, Subbu dan bibi Sujata meyakinkan aku kalau mereka akan menyatukan kamu dan Ruhi” bela Bala “Kamu telah mengkhianati aku dengan menyembunyikan semua ini, kamu tahu apa yang dia lakukan padaku ? Dia merekomendasikan aku untuk asosiasi dokter gigi” Bala tertegun “Aku tidak tahu mengenai hal itu, Ishu”, “Subbu ingin masuk kembali dalam kehidupanku, kenapa ? Aku tidak ingin dia berada disekitarku ! Katakan padanya langsung kalau aku tidak membutuhkan belas kasihannya !” Ishita segera berbalik dan dilihatnya Raman sudah berdiri disana mendengar semua pembicaraan mereka berdua, Ishita segera pergi dari rumah Amma SINOPSIS MOHABBATEIN episode 421 by. Sally Diandra

Bagikan :