SINOPSIS MOHABBATEIN episode 413 “HAK ASUH RUHI KEMBALI DI BUKA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 413 “HAK ASUH RUHI KEMBALI DI BUKA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 413 “HAK ASUH RUHI KEMBALI DI BUKA” by. Sally Diandra Nyonya Bhalla sedang ngobrol bareng Rinki membahas soal film yang dia tonton dengan Mihir “Bagaimana,Rinki ? Apakah kamu sudah menonton filmnya ? Apakah terjadi sesuatu ?”, “Kami sudah melihatnya dan tidak terjadi apapun, ibu” ujar Rinki heran “Kalau begitu kamu ajak saja Mihir ke dokter”, “Apa yang ibu katakan ? Mihir baik baik saja !” Rinki langsung menutup telfonnya, saat itu Mihir menghampiri Rinki “Riniki, aku akan membuat sarapan”, “Jangan ! Aku saja yang akan membuatnya” ujar Rinki dan bergegas ke dapur, sementara itu di rumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang berfikir “Apakah aku memberikan film yang salah ?” bathin nyonya Bhalla, 

Sementara itu Pathak memberitahu Ishita kalau pengadilan telah mengeluarkan perintah penahanan yang dikirim oleh Shagun, jadi Ishita tidak bisa bertemu dengan Ruhi sekarang, Ishita tidak terima dengan berita ini dan mulai bertengkar dengan Raman lagi, Ishita meminta Raman untuk menangani hal ini, Ishita meminta Ishita untuk tenang dan sabar “Kalian semua memang tidak mau menemukan solusi apapun, aku bisa melihat kalau Shagun memanfaatkan Ruhi !”, “Kita semua peduli dan sayang sama Ruhi” ujar Raman, namun mereka berdua kembali bertengkar, saat itu Amma datang dan hanya menatap nanar kearah mereka berdua “Pathak, kamu harus bicara dengan hakimnya, mulai prosesnya dan aku ingin hak asuh Ruhi, katakan padaku kalau kamu bisa melakukan hal ini, kalau tidak aku akan membayar pengacara yang lain !”, “Baiklah, nyonya Ishita ,,, kami akan menangani kasus ini” ujar Pathak 

Mereka kemudian bertemu di pengadilan untuk membahas tentang hak asuh Ruhi, Shagun langsung angkat bicara dengan melawan Ishita yang telah melarikan Ruhi “Dia itu sangat terobsesi dengan Ruhi” Ishita langsung menyela “Aku tidak terobsesi, aku mencintainya, aku ini tidak seperti kamu yang meninggalkannya ketika dia masih bayi berusia 6 bulan ! Kamu itu yang terobsesi padanya !” bentak Ishita “Aku tidak mendapat dukungan dari siapapun pada waktu itu, aku tidak punya sumber penghasilan, aku ini wanita yang terhormat”, “Kalau kamu benar wanita yang terhormat lalu kenapa kamu meninggalkan suamimu untuk seorang pria kaya, apakah pria kaya itu tidak mempunyai sumber penghasilan ? Lalu bagaimana juga dengan Aditya ? Yang mengalami gangguan kejiwaan karena perilaku kamu, kamu juga membuat Ruhi bekerja, dengan memaksanya menjadi seorang model untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri !” ujar Ishita kesal 

“Ini semua karena kamu ! Kamu menyuruh suamimu untuk berhenti mengirimi tunjangan bulananku lagi, sedangkan Ruhi, dia merasa senang melakukan pekerjaannya sebagai seorang model”, “Apa yang ada didalam hatimu, Shagun ?” sela Ishita miris, Shagun langsung mendebatnya dan menghina Ishita yang terlalu kekanak kanakan dengan membawa Ruhi pergi dari rumah “Aku memang telah membuat sebuah keputusan secara emosi karena ada ketegangan di dalam rumah dan aku membawa Ruhi ketempat yang aman”, “Tapi Ruhi ketakutan dan menelfon Raman !” bentak Shagun, hakim langsung menyela “Kalian berdua ini ibunya Ruhi, tapi nyonya Shagun memiliki hak asuh utamanya, nyonya Ishita seharusnya tahu apa yang terbaik untuk Ruhi seperti yang diketahui oleh nyonya Shagun” ujar hakim, 

Sujata masuk ke ruangan tersebut dengan Mihika “Maaf, aku ikut campur, aku adalah Sujata Kumar dari kesejahteraan perempuan dan anak anak dan aku ingin menunjukkan beberapa fakta penting tentang nyonya Ishita Bhalla” Ishita menyela ucapan Sujata “Nyonya Sujata yang kali ini akan mengurusi kasusku” ujar Ishita “Hak asuh Ruhi yang utama dulu ada di pihak tuan Raman dan nyonya Ishita, lalu bagaimana nyonya Shagun bisa mendapatkannya ?” pengacara Shagun langsung menyela ucapan Sujata “Hal ini telah dipindahkan oleh tuan Raman ke nyonya Shagun” Sujata juga tidak mau kalah dengan pengacara Shagun “Tapi dulu nyonya Ishita juga berhak dalam hak asuh tersebut, ijinnya juga dibutuhkan untuk memindah hak asuh anak, Ruhi berada dipihak nyonya Ishita, lalu dia dipindah tanpa tanda tangan dari nyonya Ishita, maka hak asuh tersebut batal demi hukum !” mereka semua merasa senang dan lega, 

Shagun mulai khawatir, hakim mulai angkat bicara “Baiklah, pengadilan akan membaca dulu tentan semua fakta yang sebenarnya kembali dan akan memutuskan pada sidang berikutnya, selama itu nyonya Shagun masih memiliki hak asuh Ruhi dan perintah penahanan pada nyonya Ishita akan ditangguhkan” Ishita tersenyum mendengar ucapan hakim, kemudian hakim meminta mereka untuk membawa semua dokumen dalam persidangan berikutnya Ishita sangat berterima kasih pada Sujata, Ishita menyebutnya sebagai penyelamatnya “Aku hanya mendukung kebenaran dan aku akan selalu bersama kamu, kirimkan semua berkas yang berhubungan dengan kasus ini ke kantorku” ujar Sujata, 

Saat itu Shagun menghampiri mereka dan Shagun langsung memarahi Ishita “Ini tidak adil ! Hanya Ruhi satu satunya yang mendukungku !”, “Pengadilan menganggap kalau kamu tidak bisa membesarkan anak anak dengan baik, biarkan anak anak itu bersama Ishita, dia memiliki sumber penghasilan” sela Sujata “Kamu tidak akan mendapatkan Ruhiku, Ishita !”, “Ingat, Shagun ! Aku akan menggunakan kata katamu untuk melawan dirimu sendiri !” Shagun langsung pergi dengan perasaan marah begitu mendengar ancaman Sujata, 

Raman dan Ishita juga merasa kesal dengan perilaku Shagun “Raman, berhati hatilah, semua ini terjadi karena kamu, aku bisa mengerti semua orang pasti emosi ketika berkaitan dengan anak anak tapi pikirkan secara baik baik dan ceritakan semuanya dengan Ishita, dia itu istrimu dan dia mempunyai hak untuk itu !” Raman langsung pergi begitu selesai mendengar ucapan Sujata “Ishita, jangan lupa kirimkan surat suratnya” ujar Sujata, Ishita meminta Sujata untuk mampir ke rumahnya dan bertemu dengan seluruh keluarganya, Sujata pun setuju 

Seluruh keluarga Bhalla berterima kasih pada Sujata karena telah menangani kasus Ruhi, Sujata kemudian bertanya tentang kasusnya Mihika “Aku sudah mendapatkan tanggal sidangnya, nyonya Sujata”, “Diksusikan semua fakta yang sebenarnya dengan pengacaramu, Mihika” Appa menyela “Seharusnya kita pertimbangkan lagi kasus ini”, “Tuan Iyer, Ashok telah melakukan tindak kejahatan dan dia seharusnya dihukum !” Amma menimpali ucapan Sujata “Tapi apa gunanya ?”, “Untuk kehormatan diri kita sendiri, apakah hal itu tidak ada harganya ? Jangan khawatir karena kasus Mihika ini sangat kuat, dia harus memberi contoh” Ishita menyela ucapan Sujata “Biar Ashok kena batunya !”, “Iyaa dia memang harus di hukum !” sela Simmi, seluruh keluarga Bhalla mendukung Mihika, Raman hanya menjadi pendengar saja dan bergegas pergi dari sana 

Raman dan Ishita sedang mengecek beberapa dokumen “Raman, apakah kamu masih marah padaku ? Aku minta maaf”, “Kamu yang selalu menyalahkan aku untuk semua hal, kamu ini memang sempurna sedangkan aku memiliki semua kekurangan, aku tidak bisa berubah dan aku akan selalu melakukan apa yang bisa aku lakukan untuk anak anakku” ujar Raman, saat itu Amma mendengar perdebatan mereka dan Amma kembali khawatir, Amma segera memberitahu Appa tentang hal ini “Sudahlah, Madhu ,,, tidak usah cemas, jika kita ikut campur dalam masalah mereka, maka semuanya akan bertambah buruk” ujar Appa “Tapi ini adalah tanggung jawab kita juga, bagaimana kita bisa kita bahagia kalau mereka sedang bersedih ?” ujar Amma cemas 

Nyonya dan tuan Bhalla juga sedang membicarakan soal Mihir dan Rinki “Mereka berdua itu masih malu malu, kita yang seharusnya menjelaskan pada mereka”, “Mereka pasti akan merasa tidak suka, Toshi” ujar tuan Bhalla “Kenapa ? Kita ini juga punya hak untuk ikut campur dalam kehidupan mereka”, “Sudahlah, suatu saat nanti mereka akan mengerti juga, tidak usah cemas” tuan Bhalla tetap menolak permintaan istrinya “Kamu tahu kan kalau Ishita tidak bisa menjadi seorang ibu, Romi juga tidak bisa menjadi seorang ayah dan Rinki selalu sibuk dengan buku bukunya, aku ini ingin seorang cucu !” nyonya Bhalla mulai merajuk 

Mihika sedang ngobrol dengan Vandu dan Bala “Aku ingin tahu bagaimana caranya Ashok bisa menghadapi semua orang”, “Dia pasti akan dipukuli dan tidak mempunyai tempat untuk menutupi wajahnya” ujar Bala “Ayooo, Mihika ,,, aku antar kamu pulang”, “Tunggu dulu ! Kita minum kopi dulu” pinta Vandu, Mihika tersenyum dan menyetujui permintaan kakak sepupunya, sementara itu Ishita sedang marah sama Raman dan kursi rodanya terjebak dikarpet, 

Shravan datang dan berkata “Aku juga sedang marah, bibi”, “Sama siapa ?” tanya Ishita heran “Sama semua perempuan !”, “Memangnya kenapa, Shavu ?” tanya Ishita lagi “Aku tidak mengerti kenapa ibu selalu mengejar ngejar aku untuk belajar dan Ruhi juga bilang apakah aku tidak boleh punya pilihan untuk bermain dengan yang lain ? Bibi pasti tidak akan bisa mengerti, hanya paman Raman yang bisa mengerti aku karena dia bisa mengatasi bibi dan Ruhi”, “Aku tidak memerlukan itu” balas Ishita “Bibi itu selalu saja memarahi paman Raman lalu menangis” ujar Shravan “Apa ? Sungguhkah itu ? Apakah bibi sudah bertindak tidak adil pada paman Raman ?” tanya Ishita 

Bala akhirnya mengantar Mihika pulang ke rumah “Minum kopi dulu, kak”, “Aku harus membeli ice cream untuk Vandu kalau tidak dia tidak akan mengampuni aku” ujar Bala “Ya sudahlah, pergilah sana dan selamatkan dirimu” ujar Mihika, tak lama kemudian Bala sedang membeli ice cream dan sebuah mobil menghalangi jalannya, Bala bergegas hendak memarahi orang yang mengendarai mobil itu, kemudian seorang pria keluar dari kursi bagian belakang mobil, Bala sangat terkejut menatapnya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 414 by. Sally Diandra

Bagikan :