SINOPSIS MOHABBATEIN episode 410 “SUJATHA MENDUKUNG MIHIKA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 410 “SUJATHA MENDUKUNG MIHIKA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 410 “SUJATHA MENDUKUNG MIHIKA” by. Sally Diandra Raman berusaha meyakinkan Ruhi “Ruhi, apakah kamu marah sama ibu Ishi ?” Ruhi mengangguk “Iyaa”, “Apakah Muttu marah padamu ?” Ruhi menggeleng dan menyahut pertanyaan Raman “Tidak, aku menyayanginya, anak baik tidak boleh marah sama ibunya”, “Ibu Ishi juga sangat menyayangi kamu” balas Raman “Tapi aku tidak meninggalkan Muttu, sedangkan ibu Ishi meninggalkan aku karena dia tidak menyayangi aku, ibu Ishi tidak baik” Ishita menangis mendengar ucapan Ruhi, Raman kemudian menjelaskan ke Ruhi “Ruhi, kamu juga seharusnya menjadi anak yang baik dan ganti pakaianmu” akhirnya Ruhi setuju mengganti pakaiannya dan pergi bersama Rinki, 

Ruhi datang dengan baju barunya yang dibelikan oleh Ishita, semua orang senang melihatnya namun Ruhi menolak melakukan pemujaan “Sayang, semua anak ada disini, ayooo ikutlah” pinta nyonya Bhalla, Shravan juga mengajak Ruhi untuk ikut, Simmi meminta Shravan untuk meyakinkan Ruhi “Ruhi, ayoolah ikut dengan kami” Ruhi akhirnya setuju “Simmi, minta Ruhi untuk mengenakan gelangnya dan perhiasan” pinta Ishita, Simmi akhirnya membantu Ruhi mengenakan semua itu, Ishita tersenyum melihat Ruhi dari kejauhan, Raman kemudian membasuh kaki Ruhi sambil tersenyum, Ishita sangat bahagia bisa melakukan pemujaan, Ishita lalu memegang wajah Ruhi namun tapi Ruhi mundur ke belakang, Ishita mencoba tersenyum sambil menatap ke arah Ruhi 

Tak lama kemudian, Shagun membawa Ruhi pulang “Kamu capek kan setelah syuting seharian ?”, “Aku sangat bahagia bisa menghabiskan waktuku dengan Muttu Swami, dia sudah besar sekarang, ibu Ishi bahkan membelikan aku baju baru, aku mengenakannya dan bersenang senang disana, ibu Ishi juga memasak Halwa Puri untukku tapi aku tidak makan dari tangannya” Shagun hanya terdiam mendengar ucapan Ruhi “Aku mulai belajar kalau seorang anak tidak boleh marah pada orangtuanya, ayah mengajarkannya padaku karena Muttu tidak marah padaku” Shagun tertegun dan mulai berfikir kalau dia tidak akan membiarkan Raman membawa Ruhi lebih dekat dengan Ishita 

Ashok sedang mengadakan pertemuan dengan Mihika dan Pathak, Ashok berusaha membela dirinya didepan mereka “Menyentuh istriku sendiri itu bukan perkosaan”, “Iyaa memang ! Tapi menyentuhnya tanpa ada ijin darinya itu namanya perkosaan, apa yang kamu sebut kalau kamu memukulnya ?” bela Pathak “Lebih baik kamu membaca buku buku tentang cinta” sindir Ashok, Pathak langsung memarahinya dan menyebutnya sebagai orang yang jahat karena telah menyentuh seorang wanita tanpa ijin darinya “Itu bukan cinta namanya, tuan Ashok” bela Pathak, Ashok segera memegang tangan Mihika “Ashok, lepaskan aku !”, “Aku ini suamimu ! Ini adalah hakku !” bentak Ashok “Tuan Ashok, lepaskan dia !” sela Pathak “Aku bisa mendapatkan pengacara manapun !” ujar Ashok pongah, 

Tiba tiba seorang perempuan datang dan menyela pembicaraan mereka kemudian langsung menampar Ashok tanpa bertanya apapun, mereka semua terkejut terutama Ashok “Apakah kamu tidak mendengar ? Dia sudah bilang tidak ! Dia ini istrimu bukan pembantumu ! Kamu harus mengerti kata tidaknya kalau tidak aku akan memberikan kamu hukuman sehingga kamu tidak bisa berkata iya !” bentak perempuan setengah baya tersebut “Nyonya, pernyataan apa yang akan kamu lakukan ? Hukum dia ! Jangan takut pada setan seperti dia ! Pengacaraku akan menyelesaikan masalah ini dengan baik karena aku akan mendukung kasus kamu sekarang !” ujar perempuan misterius tersebut yang kemudian berlalu meninggalkan mereka, Mihika segera memarahi Ashok dan merasa kasihan padanya, 

Mihika pun pergi meninggalkan Ashok yang terlihat sangat marah, Mihika segera bertanya pada salah seorang perempuan yang berada disana tentang perempuan setengah baya yang baru saja membantunya tadi “Namanya Sujatha, dia adalah pekerja sosial dan telah melakukan banyak pekerjaan untuk semua perempuan yang sedang mendapatkan masalah, polisi dan pengacara semuanya takut padanya, dia memiliki keadilan untuk banyak perempuan, dia itu orangnya sangat tegas dan tidak mendukung orang yang bersalah” ujar perempuan tersebut “Aku harus bisa menemuinya, dia bisa memberikan pelajaran pada Ashok dan juga bisa mengatasi Shagun, aku akan membuat kak Ishita bertemu dengannya” ujar Mihika senang 

Dirumah keluarga Bhalla, Ishita bertanya ke Raman “Raman apakah kamu takut karena tidak ada siapapun dirumah kecuali kita ?” goda Ishita “Ini adalah kemenangan diatas ketakutan, apa tujuan kamu ?”, “Bagus juga dan terima kasih karena kamu sudah membawa Ruhi kesini, aku mempunyai sesuatu yang special untuk kamu hari ini” Raman tertegun “Sekarang kamu duduk karena perayaan hari Navratri sudah berakhir maka sekarang saatnya untuk minum sesuatu yang special denganmu”, “Ouuw aku kira aku mendapatkan istri baru” goda Raman, Ishita lalu menyajikan wine untuk Raman dan Raman meletakkan es batu ke dalamnya, Ishita juga menunjukkan makanan yang terbuat dari ayam “Aku memesan makanan ini”, “Bagaimana bisa kamu memesan ayam ini ? Ayyoo kamu juga makan” Ishita menggeleng 

“Aku hanya bisa melihat saja, tidak bisa memakan” ujar Ishita, saat itu Raman mendapat telfon dari Shagun, Raman berusaha tidak mengangkatnya “Angkat saja telfonnya, siapa tahu itu Ruhi” ujar Ishita, akhirnya Raman mengangkat telfonnya dan ternyata Shagun yang menelfonnya “Maafkan aku, Raman ,,, aku sudah mengganggu kamu, aku hanya berfikir bagaimana kalau kita pergi makan malam bareng Ruhi” Raman merasa senang mendengarnya “Ruhi sangat merindukan kamu” Raman pun setuju “Kamu bisa menjemput kami tapi jangan bawa Ishita, Ruhi masih kesal dengannya”, “Baiklah” ujar Raman 

Dilihatnya Ishita sedang bersiap siap, Ishita bertanya tentang kain saree yang hendak dipakainya yang merupakan pilihan Ruhi “Ishita, Ruhi masih marah sama kamu, jadi Ruhi hanya ingin aku saja yang datang” ujar Raman cemas “Baiklah, kamu bawa saja dia, dia pasti sangat senang, sudah santai, relax saja, semuanya akan baik baik saja”, “Kamu ingin oleh oleh apa ?” tanya Raman “Senyuman putriku”, “Ruhi akan tersenyum sampai ibu Ishinya tersenyum, aku pasti akan segera kembali” hibur Raman 

Mihika akhirnya pulang ke rumah, dia melihat keluarga Bhalla baru saja datang, nyonya Bhalla melirik ke arah Mihika dan teringat kebersamaan Mihika dan Mihir “Aku akan bicara dengannya” gumam nyonya Bhalla, Mihika lalu menyapa nyonya Bhalla yang menghampirinya “Kamu dari mana, Mihika ?”, “Aku baru saja menemui pengacaraku” ujar Mihika “Tidak akan terjadi apa apa, Mihika ,,, karena Ashok tidak mungkin berubah”, “Iyaa, nyonya Bhalla ,,, Ashok memang perlu diberi pelajaran, aku ingin dia itu dihukum !” ujar Mihika sengit “Tapi ada baiknya kamu kembali lagi ke Ashok, karena kalau tidak dia tidak akan mengampuni kamu, seorang perempuan itu lebih baik bersama dengan suaminya, kalau tidak mereka biasanya mengganggu suami orang lain” Mihika menangis mendengar sindiran nyonya Bhalla dan bergegas pergi meninggalkannya, 

Nyonya Bhalla merasa bingung “Memangnya apa yang aku katakan ?” gumam nyonya Bhalla pada dirinya sendiri, kemudian nyonya Bhalla menemui Mihika dan meminta maaf padanya karena telah menyakiti perasaan Mihika “Tidak apa apa, nyonya Bhalla”, “Aku seharusnya berfikir dulu sebelum berkata kata, bahkan Simmi juga masih tinggal bersamaku, aku lupa, Mihika ,,, aku minta maaf” ujar nyonya Bhalla sedih “Aku bisa mengerti, nyonya Bhalla”, “Terima kasih, Mihika ,,, kami semua mendukungmu, kita akan membuat Ashok mendapatkan pelajaran, sekarang lebih baik kamu istirahat saja” Mihika lalu pergi ke kamarnya, Amma yang memperhatikan sedari tadi segera mencegat nyonya Bhalla yang hendak pulang ke rumahnya sendiri, Amma sangat marah 

Sementara itu Raman sangat sedih karena tidak bisa mengajak Ishita untuk makan malam bersama Ruhi, kebetulan Raman lupa membawa kunci mobil, saat itu di dalam kamar Ishita sedang menonton videonya Ruhi, Raman menghampirinyya dan mengajaknya untuk ikut “Jangan, Raman ,,, nanti Ruhi bisa marah”, “Jika kamu sampai disana sebelum aku datang, aku bisa membantu” Ishita tersenyum “Kita buat saja seolah olah sebuah kebetulan” akhirnya Ishita setuju dengan rencana Raman “Cepatlah datang kesana, aku akan menyusul nanti” ujar Raman dengan senyum manisnya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 411 by. Sally Diandra

Bagikan :