SINOPSIS MOHABBATEIN episode 406 “ASHOK KEMBALI BERKICAU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 406 “ASHOK KEMBALI BERKICAU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 406 “ASHOK KEMBALI BERKICAU” by. Sally Diandra Pagi itu ketika hendak melakukan persembahan untuk Ruhi, Ruhi menolak “Tidak ! Aku datang kesini untuk mengambil barang barangku yang lain yang masih tertinggal” Ruhi segera berlari menuju ke kamarnya, Ishita menangis melihat sikap Ruhi yang menolak dirinya, Raman juga merasa sedih melihat kondisi Ishita dan meminta maaf pada Ishita atas sikap Ruhi yang marah padanya “Dia mencintai aku dan dia merindukan rumah ini, ini adalah kesalahanku” ujar Ishita sambil menangis, Raman menatap ke arah patung Dewa dan mulai berdoa “Yaa Dewa, semoga saja hubungan Ishita dan Ruhi akan membaik, mereka tidak seharusnya membayar ini semua” doa Raman, 

Ruhi sedang menunjukkan foto pemujaannya setahun yang lalu bersama Ishita dan seluruh keluarga Bhalla “Kalian semua bahkan tidak mengundang aku, ibu Shagun benar, kalian semua hanya menyayangi kak Adi”, “Kami semua menyayangi kamu sayang” ujar Ishita dan nyonya Bhalla “Maafkan aku Dewi Rani karena tidak ada seorangpun yang menyayangi aku disini, jadi aku tidak bisa tinggal disini” ujar Ruhi sambil berdoa pada patung Dewi, saat itu Shagun sedang menunggu Ruhi diluar, kemudian Ruhi bergegas pergi bersama Shagun, mereka semua menangis melihat kepergian Ruhi 

Suraj akhirnya bisa membawa Ashok pulang ke rumah dan meminta pelayannya untuk menelfon dokter sambil mengambil kotak P3K “Seharusnya aku memberikan jaminan untukmu kemarin dan Raman juga tidak mengangkat telfonku, sekarang media mengejar ngejar kita” ujar Suraj kesal “Aku akan menghancurkan Mihika, Ishita dan keluarga Raman ! Aku akan memanfaatkan Ruhi agar melawan mereka !” ujar Ashoka kesal, lalu Ashok menelfon seseorang dan meminta syutingnya dimajukan “Suruh Ruhi bekerja keras !” ujar Ashok “Ruhi adalah kelemahan Ishita, aku tahu cara memanfaatkannya” Ashok merasa senang 

Ishita bertanya pada Raman “Raman, apakah Shagun tidak malu dengan meminta Ruhi yang bekerja ?”, “Apa yang bisa kita lakukan ?” sahut Raman “Ruhi itu masih anak anak, pendidikannya bisa terganggu nanti, aku akan bicara dengan Shagun” ujar Ishita kesal “Jangan, Ishita”, “Kita harus buru buru, Raman” pinta Ishita “Aku sudah berjanji pada Ruhi kalau dia tidak akan melakukan iklan apapun” ujar Raman geram, saat itu Mihir datang menyapa nyonya Bhalla dan berkata “Rinki nanti akan datang setelah pulang kuliah” ujar Mihir sambil mengambil persembahan untuk Mihika, dilihatnya Mihika sedang duduk sambil bersedih, Mihir lalu memberikan persembahan Navratri “Aku akan mengambilnya nanti” Mihika mencoba menolak tapi Mihir bersikeras memberikannya, 

Saat itu Rinki pulang kerumah setelah selesai kuliah dan bertanya tentang Mihir pada ibunya “Apakah Mihir sudah datang ?” Neelu langsung menyela “Dia sudah datang tadi dan pergi lagi untuk memberikan persembahan”, “Rinki, bersiaplah dulu dan lakukan puja bersama Mihir nanti” pinta nyonya Bhalla, Ishita bisa melihat gelagat Rinki yang sangat sedih, Mihir rupanya sedang menyuapkan persembahan ke Mihika, Rinki menatap mereka dengan perasaan sedih, Mihir lalu berkata “Kita akan melakukan puja, kamu juga harus melakukan doa, agar permasalahanmu bisa segera berakhir” ujar Mihir, Rinki sangat sedih melihat kebersamaan Mihir dan Mihika, Rinki langsung berbalik, Ishita menatapnya, tanpa berkata apa apa Rinki segera berlalu dari sana, Ishita mencoba menemui Rinki “Kakak, aku sedih ketika mengetahui hubungan Mihir dan Mihika merusak kesalahpahamanku dan sekarang mereka menjauh karena aku” Ishita mencoba menghibur Rinki 

“Rinki, hubungan itu memang sangat rumit, kalau tidak hidup ini akan membosankan, contohnya seperti Raman dan Shagun, mereka dulu saling mencintai satu sama lain, kemudian hubungan mereka putus kemudian aku datang dalam kehidupan Raman, kami mempunyai hal hal yang lebih baik sekarang dengan kepercayaan dan waktu, hubungan itu butuh waktu, Mihika adalah masa lalu Mihir dan kamu adalah masa sekarang, Mihir itu masih sadar dan dia juga mengetahui di mana tempatnya masa lalu dan masa sekarang” hibur Ishita “Saat ini Mihir sedang membantu Mihika sebagai seorang teman, dia tahu istrinya adalah prioritas utamanya, dia itu sangat menyadari semua ini“ saat Mihir datang dan bertanya “Apakah kamu sedang memujiku, Ishita ?”, “Kenapa kamu meninggalkan Rinki sendirian ?” balas Ishita “Aku sudah bilang sama Rinki kalau aku akan menjemputnya dan dia menolak, kenapa dia berbohong ?”, “Dia tidak mengeluh, Mihir” Rinki tersenyum mendengar ucapan Ishita, nyonya Bhalla lalu memanggil mereka untuk melakukan pemujaan, Ishita kemudian berdoa untuk Rinki 

Shagun tersenyum melihat test penampilan untuk Ruhi “Anakku ini sudah di fix, kenapa harus pakai test penampilan segala ?”, “Ini hanya prosedurnya, nyonya” ujar orang itu, Shagun lalu menunjukkan kemurkaannya, namun akhirnya Ruhi lalu berpose untuk berbagai macam baju, Ruhi terlihat murung “Ada apa, Ruhi ?” , “Aku capek, aku ingin tidur” ujar Ruhi lirih “Sayang kamu tidak bisa tidur ditengah tengah pekerjaan seperti ini, ibu akan memesan milshake coklat untukmu yaa” bujuk Shagun, saat Shagun mendapat sms dari Ashok yang mengabarkan kalau ceknya telah dibuat “Aku akan pergi ke bank dulu” ujar Shagun senang, kemudian Shagun meminta Ruhi untuk mengurusi dirinya sendiri dulu karena dia ada urusan penting, Shagun juga meminta pada seorang perempuan yanng ada disana untuk menjaga Ruhi, kemudian Shagun pergi begitu saja, Ruhi merasa sedih dan berkata “Aku merindukanmu, ibu Ishi” ujar Ruhi sedih, Ishita juga berkata “Ruhi ,,,” sambil mencari Ruhi kemana mana 

Mihika lalu datang untuk melakukan pemujaan, Ishita berdoa untuk kebahagiaan Ruhi dan keselamatannnya “Untung saja Mihika datang” ujar nyonya Bhalla sambil mengutuk Ashok, tiba tiba terdengar suara Ashok “Jika kamu memikirkan aku dengan penuh cinta, bibi ,,, maka aku juga harus datang kesini” mereka tercengang dan melihat ke arah Ashok yang tersenyum tidak tahu malu, dalam hati Ishita berfikir “Aku tidak akan mengampuni dia” bathin Ishita “Ashok, keluar kamu !” bentak Mihir “Aku datang kesini tidak untuk bertengkar, kalau Raman tahu bossnya datang kesini, maka dia pasti tidak akan merasa nyaman”, “Apakah kamu sudah kehilangan akalmu setelah dipukuli oleh para polisi itu ?” sindir Mihir “Heiii rendahkan suaramu kalau bicara ! Kalau tidak aku akan memecat Raman” ancam Ashok ketus “Dia memang membutuhkan seoarang ahli jiwa karena dia mengira kalau dirinya adalah bossnya Raman” Ashok langsung menyela ucapan Ishita 

“Kamu yang membutuhkannya, Ishita ,,, bagaimana hubunganmu dengannya, apakah Raman tidak memberitahu kamu tentang hal ini ? Mihika juga menyembunyikan hal ini” semua orang nampak terkejut mendengarnya “Cukup sudah omong kosong ini !”, “Tugasku sudah selesai dan aku hanya ingin memberitahu kabar baik sama kalian kalau Raman telah menjadi budakku dan sekarang putrinya juga telah menjadi budakku karena Ruhi Bhalla akan melakukan syuting untuk perusahaanku, dia itu sangat berbakat dan akan memenangkan hati seluruh orang didunia” sindir Ashok, kemudian Ashok memanggil seseorang dan berkata 

“Seharusnya AC disini berjalan dengan baik, karena udaranya terasa sangat panas sekali, aku sudah mengatakan pada ibunya kalau syutingnya akan berlangsung selama 3 hari, tidak ada kemurkaan karena aku sudah memberikan uang padanya, seharusnya dia tahu bagaimana caranya membuat putrinya tersenyum” sindir Ashok sinis, mereka semua mengkhawatirkan Ruhi “Jayalah Dewi Rani” ujar Ashok dan menyapa semua orang untuk berpamitan dan bergegas pergi dari sana, Ishita kembali menangis memikirkan Ruhi dan Raman SINOPSIS MOHABBATEIN episode 407 by. Sally Diandra

Bagikan :