SINOPSIS MOHABBATEIN episode 403 “RAYUAN SHAGUN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 403 “RAYUAN SHAGUN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 403 “RAYUAN SHAGUN” by. Sally Diandra Pagi itu Shagun mengajak Ruhi ke kantor Ashok “Ruhi, duduklah disini” pinta Shagun kemudian bergegas menemui Ashok “Kamu hanya punya waktu lima menit, Shagun ,,, ada apa ?”, “Bagaimana kabarmu, Ashok ?” Shagun berusaha berbasa basi dengan Ashok “Kalau kamu hanya ingin menyapa aku, kamu bisa melakukannya di telfon, kenapa kamu datang kesini ?” tanya Ashok kesal “Aku datang kesini hanya untuk bertemu denganmu”, “Langsung to the point saja, aku tahu kamu, Shagun” sindir Ashok “Raman bilang tentang kamu sedang mencari seorang model anak anak dan kamu tertarik dengan Ruhi, aku rasa itu sangat bagus, wajahnya sangat polos dan penampilannya juga manis, putriku itu sangat ekspresif dan pengalaman ini akan sangat bagus untuknya, kami akan mengurusnya, jadi aku rasa seharusnya kamu benar benar memikirkan tentang hal ini” ujar Shagun 

Raman datang ke kantor dan langsung berhenti dan berbalik ketika dilihatnya Ruhi sedang duduk sendirian, Raman langsung memeluk Ruhi, mereka berdua saling tersenyum “Kenapa Ruhi ada disini ?”, “Ibu Shagun yang mengajak aku kesini” Raman langsung menghilangkan lipstick dibibir Ruhi “Siapa yang mengoleskan lipstick ini ?”, “Ibu Shagun” Raman tertegun “Kamu nggak berangkat sekolah ?”, “Aku mau ke sekolah tapi ibu Shagun membawaku kesini” ujar Ruhi polos “Kita akan berbagi coklat campur, Ruhi mau ? Ini kantor ayah, ucapkan salam pada paman itu” Ruhi menuruti permintaan ayahnya dan mengajaknya ke ruangannya, salah satu pegawai kantor memuji Ruhi dan memintanya untuk ikut bersamanya “Putrimu sangat ramah, tuan Raman”, “Terima kasih” kemudian Raman menyuruh Ruhi ke ruang kerja Raman dan memintanya untuk minum milkshake disana, sementara Raman hendak menemui Shagun “Aku harus bicara dengan Shagun, dia pasti akan menciptakan masalah lagi” ujar Raman geram 

Shagun masih berada diruangan Ashok dan berusaha meyakinkan Ashok kalau Ruhi bisa menjadi model anak anak iklan tersebut “Ashok, aku rasa hal ini akan menjadi hal yang terbaik untuk Ruhi, aku akan mengurusi soal sekolahnya, aku akan membicarakan hal ini dengan kepala sekolah”, “Coba kamu buat portofolio foto fotonya secara profesional, nanti akan aku ajukan ke koordinator modelku” sahut Ashok “Ashok, Ruhi ini sangat ekspresif, apakah aku boleh memanggilnya ? Kamu bisa mengaudisi dia sekali saja, Ashok”, “Sebentar, Shagun” Ashok kemudian meminta sekretarisnya untuk menyuruh Raman datang ke ruang kerjanya “Apa yang Raman lakukan disini ? Dan kenapa kamu memanggil dia ?” tanya Shagun heran, saat itu Raman masuk ke ruang kerja Ashok 

Vandu sedang mengkhawatirkan Mihika karena sejak kemarin ponsel Mihika mati “Aku harap tidak terjadi sesuatu pada Mihika, apakah aku harus bertanya pada Ishita ?” tanya Vandu cemas, 

Di kantor Ashok, Shagun melihat Raman masuk ke ruang kerja Ashok “Raman ?”, “Shagun, kenalkan CEO baruku tuan Raman Kumar Bhalla” Shagun terkejut begitu mendengar ucapan Ashok “Bahkan aku juga terkejut ketika aku tahu dia menjadi pengangguran, jadi aku mengajaknya untuk bergabung dengan perusahaanku jadi aku bisa melihat melihatnya dimana mana” sindir Ashok “Raman, apakah kamu mengatakan hal ini pada Ishita ?”, “Itu bukan urusanmu, Shagun !” Ashok lalu menyela ucapan Raman “Shagun datang kesini mau membahas soal Ruhi yang akan dijadikan model iklan T & C, Raman”, “Aku sudah bilang kan kalau Ruhi tidak akan bekerja untuk iklan !” sela Raman kesal “Kami belum final soal ini, Raman” sahut Ashok, 

Saat itu Ruhi masuk ke ruang kerja Ashok, Shagun meminta Ruhi untuk menyapa Ashok “Dia sangat manis”, “Ruhi, pergilah dulu” Raman menimpali ucapan Ashok, namun Shagun menyela “Dia tidak akan pergi ! Ruhi coba bacakan puisi untuk paman Ashok sayang”, “Shagun, aku mohon, dia tidak merasa nyaman” Raman menyela perintah Shagun “Memangnya apa salahnya, Raman ? Ayoo Ruhi !” Ruhi hanya diam saja dan merasa bingung “Kenapa kamu jadi malu malu begini ?”, “Baiklah, aku rasa dia memang tidak bisa” sela Ashok “Tidak !” Shagun mulai marah dan meminta Ruhi untuk menunjukkan beberapa gerakan tariannya “Cukup, Shagun ! Kamu membuat masalah dengannya !” Ashok menyela ucapan Raman “Raman, benar, dia ini masih anak anak, jangan paksa dia” Raman lalu memarahi Shagun “Hentikan ! Ini kantorku ! Jangan bertengkar disini !” bentak Ashok, 

Raman segera membawa Ruhi ke ruang kerjanya, Shagun mengikutinya dibelakang kemudian Raman memarahi Shagun “Kamu ini memalukan menjadi ibunya”, “Ruhi hanya gugup, aku ini ibunya, aku yang akan memutuskan tentang karirnya !” balas Shagun kesal “Kamu hanya memanfaatkan dia untuk kehidupan mewahmu, kamu ini perempuan yang menjijikkan yang hidup dengan memperkerjakan putrimu sendiri ! Katakan padaku apa yang kamu butuhkan ? Aku akan memberikannya !”, “Aku tidak mau ! Aku akan mengasah karir Ruhi !” Ashok lalu masuk ke ruang kerja Raman dan menyuruh mereka berhenti bertengkar “Aku sudah memutuskannya ! Kamu juga ingin membawa Ruhi kan ?” Ashoka menyela ucapan Shagun “Ini belum final, Shagun ! Aku belum bisa mengatakannya” ujar Ashok santai

“Beri dia kesempatan, Ashok” Raman menyela ucapan Shagun “Ini adalah keputusan terakhirku, Ruhi tidak akan melakukan promosi iklan apapun !”, “Ruhi akan bekerja ! Ini adalah keputusanku dan ini sudah final !” ujar Shagun dan bergegas pergi dari sana bersama Ruhi “Ashok, kamu harus mengatakan pada Kapadia kalau Ruhi tidak akan melakukan promosi iklan”, “Aku yang membayar kamu, jangan perintah aku, Raman !” ujar Ashok marah “Dia itu putriku, tolong jangan seret dia dalam hal ini”, “Ini belum final, Raman” ujar Ashok dengan senyum sinisnya “Putriku tetap tidak akan bekerja !” ujar Raman kemudian pergi dari sana, Ashok tersenyum senang sambil berkata “Drama Shagun memang sangat bagus dan rencana terakhirku, aku yakin aku akan menang” ujar Ashok senang 

Vandu memberitahu Mihika kalau Mihika tidak mengangkat telfonnya “Kita tahu kan bagaimana Ashok ?”, “Aku merasa gelisah, apakah dia menganiaya Mihika ?” ujar Ishita cemas, Simmi menemui mereka “Kamu disini rupanya” sela Simmi yang kemudian menghampiri mereka “Bagaimana Ishita, apakah kamu mau ikut ?”, “Aku akan ikut, kak” Simmi kemudian menyela ucapan mereka “Aku akan menjaga Ishita”, “Iyaa kita akan mengatasinya bersama” Simmi mengangguk membenarkan ucapan Ishita yang saat itu sedang memikirkan Ruhi sepanjang hari “Mungkin dia merasa baikkan saat ini” bathin Ishita, Vandu berterima kasih pada Ishita karena Ishita mau membantunya 

Ruhi bertanya pada Shagun “Ibu Shagun, kenapa ayah marah ?”, “Kenapa kamu tidak membaca puisi tadi ? Paman Ashok tadi akan akan memberikan iklan untukmu, ayah juga menginginkan hal ini, kamu tahu, ayah bekerja di perusahaan paman Ashok dan jika kamu tidak melakukan akting, maka paman Ashok akan memecat ayah dari pekerjaannya dan jika ayah tidak punya pekerjaan, bagaimana bisa ayah mengurusi rumahnya tanpa uang ?” Ruhi teringat ketika Ashok mengatakan kalau Raman adalah pegawainya, begitu mendengar bujukkan Shagun, Ruhi akhirnya berkata “Baiklah, aku akan melakukannya” Shagun sangat senang mendengarnya “Kamu ini memang anak yang baik sayang” Shagun kemudian memeluk Ruhi 

Ashok bertanya pada Ruhi ketika Ruhi dan Shagun menemuinya “Apakah kamu yakin, Ruhi ?”, “Iyaaa, aku tahu semuanya” ujar Ruhi polos “Aku yakin itu”, “Terima kasih, paman Ashok ,,, tapi tolong jangan bilang sama ayah, ayah pasti akan marah” ujar Ruhi cemas “Jangan khawatir” ujar Ashok sambil tersenyum penuh arti, Shagun segera membawa Ruhi pergi dari sana “Sungguh keluarga yang luar biasa, sangat dramatis” ujar Ashok begitu Shagun dan Ruhi pergi meninggalkannya Ishita dan Vandu sedang dalam perjalanan, Ishita terus menerus menelfon Mihika tapi tidak ada jawaban apapun darinya “Mihika tidak juga mengangkat telfonnya” ujar Ishita cemas, 

Sementara itu Raman melihat Shagun dan Ruhi “Apa yang bisa aku harapkan dari Shagun, ini sungguh menjijikkan” gumam Raman, Shagun sedang mencegat bajaj, Raman segera menawari tumpangan “Aku akan mengantar kamu, cuacanya panas, Ruhi juga berkeringat, dia bisa sakit nanti”, “Baiklah, hanya untuk Ruhi” ujar Shagun kesal, sementara itu Ishita mencoba mengirimkan sms untuk Mihika, Ashok merasa kesal melihat sms dan telfon itu “Apakah saudara saudara Mihika ini sudah gila ? Mereka mengirimkan begitu banyak sms dan juga miskol” Ashok lalu membalas sms mereka sebagai Mihika kalau Mihika saat ini sedang sibuk dan dia akan membalasnya setelah pulang ke rumah karena saat ini baterai ponselnya sudah hampir habis, 

Ishita dan Vandu yang membaca sms itu merasa lega “Pak supir, kita putar balik dan kembali ke rumah saja” ujar Ishita Raman lalu mengajak Ruhi untuk ikut beli ice cream, Shagun menyela “Tidak usah buang buang waktu, Raman ,,, kami harus pergi” namun Raman tetap mengajak Ruhi, saat itu Ishita melihat Raman bersama Ruhi “Apa yang Ruhi lakukan disini ? Aku akan menemuinya” bathin Ishita “Pak supir berhenti !” pinta Ishita “Ishita, kamu mau kemana ?” tanya Vandu heran, Ishita segera keluar dari mobil dan menyebrang jalan dengan satu kakinya sambil mencoba menjaga keseimbangan, hingga akhirnya Ishita terjatuh, Ruhi yang melihatnya segera berlari ke arah Ishita dan memberikan tangannya ke Ishita secara spontan, Ishita tersenyum senang, saat itu Raman dan Shagun juga berlari kesana dan melihat mereka SINOPSIS MOHABBATEIN episode 404 by. Sally Diandra

Bagikan :