SINOPSIS MOHABBATEIN episode 399 “RUHI ANGKAT BICARA” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 399 “RUHI ANGKAT BICARA” by. Sally Diandra Hakim akhirnya memberikan hak asuh utama Ruhi pada Shagun, sampai kedua belah pihak saling setuju begitu pula sebaliknya, Ruhi meminta Raman untuk mengajaknya pulang sambil menatapnya penuh harap, mereka semua lalu pergi meninggalkan ruang sidang, Ruhi menangis melihat kepergian mereka, sesampainya dirumah, Simmi meminta Ishita untuk minum, Raman lalu menemuinya dan Ishita langsung berkata “Aku telah menyelamatkan Adi dan menghancurkan kepercayaan Ruhi padaku, Ruhi tadi datang ke ruang sidang dengan kopernya, aku tidak bisa melihat matanya, dia terus menatap kearahku sambil menangis, aku telah mengecewakan dirinya” Raman merasa sedih mendengar ucapan Ishita, 

Raman segera memeluknya erat dan berkata “Aku berjanji, aku akan mendapatkan Ruhi kembali, kedua anak anak kita akan bersama dengan kita segera, semua ini terjadi karena aku, aku akan membuat semuanya membaik”, “Tidak, tidak sendirian, kita akan berjuang bersama sama” ujar Ishita haru “Kita telah mengambil sebuah keputusan yang sangat sulit untuk anak anak, mereka masih kecil dan mereka belum bisa mengerti, tapi aku yakin Ruhiku akan mengerti kalau aku tidak pernah berpikiran buruk tentangnya, ngomong ngomong dimana Adi ? Aku belum bertemu dengannya” tanya Ishita heran “Dia sedang bersama ayah dan ibu, kita harus menghabiskan waktu yang banyak bersamanya, dia seharusnya tidak merasa kalau dia tidak diinginkan atau tidak ada seorangpun yang menyayanginya” ujar Raman sedih “Bawa aku menemuinya, Raman” ujar Ishita sambil menyeka airmatanya “Ayooo” Raman kemudian mendorong kursi roda Ishita 

Semua orang sedang memanjakan Adi, Adi sangat bahagia, Simmi lalu bicara tentang Ruhi dan mereka menjadi sedih, nyonya Bhalla lalu meminta Ishita untuk bergabung dengan mereka dan makan bersama mereka, dalam hati Ishita berfikir “Apakah Ruhi sudah makan atau belum ?” bathin Ishita sedih, sementara itu Shagun sedang meminta Ruhi untuk makan “Ruhi, lihat ,,, ibu sudah memesan semuanya, jangan marah sayang, jangan pikirkan orang orang yang tidak peduli padamu, ibu sudah bilang sama kamu kan kalau ibu Ishimu itu tidak akan datang” Ruhi hanya diam saja tidak menggubris ucapan Shagun kemudian pergi meninggalkan Shagun, Shagun kemudian bergumam “Tidak ada seorangpun yang peduli padamu, Ruhi ,,, sampai kapan kamu akan marah, kamu harus menerimanya kalau kamu harus tinggal bersamaku” gumam Shagun senang 

Dirumah keluarga Bhalla, Raman bertanya pada Ishita “Apakah kamu merasa kedinginan ? Kamu sudah minum obat kan ?”, “Aku tidak ingin minum obat, aku hanya ingin istirahat saja lalu tidur” ujar Ishita “Aku tadi baru saja bermain bersama Adi, dia kelihatan sangat bahagia, dia pasti akan segera membaik, aku juga memikirkan Ruhi” ujar Raman sambil memegang tubuh Ishita yang terasa panas, Raman panik karena Ishita demam lagi, Raman segera memanggil semua orang, Ishita mulai meracau memanggil nama Ruh, tak lama kemudian dokter mulai mengecek kondisi Ishita “Tekanan darahnya sangat tinggi dan dia menderita demam juga, sepertinya nyonya Ishita sedang setres, aku bisa saja memberinya obat tapi ingin melihat Ruhi” nyonya Bhalla menangis begitu mendengar kabar dari dokter “Shagun pasti tidak akan mau mengirimnya kesini” ujar nyonya Bhalla sedih “Tidak, ini tidak boleh terjadi !” sela Raman kemudian bergegas berlalu dari sana 

Raman akhirnya menemui Shagun dikamar hotelnya “Shagun, aku datang kesini untuk Ruhi karena Ishita sedang sakit dan dia ingin bertemu dengan Ruhi”, “Raman, hentikan drama ini, kamu sudah kalah dan sekarang membuat alasan seperti ini ?” Raman langsung menghentikan langkah Shagun dan mengatupkan kedua tangannya didepan dada “Aku memohon pada Shagun, ijinkan Ruhi menemui Ishita” Shagun menatap kearah Raman sinis “Sekarang kamu memohon, maka memohonlah yang benar dengan berlutut !” Raman memenuhi permintaan Shagun, Raman segera berlutut didepan Shagun sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada sambil menangis, Shagun merasa senang sambil berkata “Relax, tenang saja, aku hanya ingin melihat seberapa besar cintamu pada Ishita, kamu bisa membawa Ruhi tapi aku juga akan ikut denganmu !”, “Baiklah, terima kasih, Shagun” ujar Raman sedih 

Raman lalu membawa Ruhi dan Shagun ke rumahnya, nyonya Bhalla segera memeluk Ruhi dengan perasaan bahagia “Dia sedang tertidur, makanya dia tidak merespon, ibu” ujar Raman, kemudian Ruhi terbangun “Temui ibu Ishimu ya naak” pinta nyonya Bhalla, Raman segera membawa Ruhi menemui Ishita, didalam kamar Simmi meminta Ishita untuk bangun “Ishita, bangun, lihat Ruhi sudah datang” Ishita terbangun dan melihat kearah Ruhi dan meminta Ruhi mendekat, Raman meminta Ruhi untuk pergi menemui Ishita, Ruhi teringat kenangan indahnya bersama Ishita dan juga teringat ketika Ishita lebih memilih Adi daripada dia di pengadilan, Ruhi lalu mendorong tangan Ishita dan berkata “Tidak mau !” ujar Ruhi sambil menangis dan segera berlari dari sana “Ada apa dengannya ?” Raman segera menyusulnya dan bertanya pada Ruhi “Aku tidak mau bicara dengan ibu Ishi ! Dia bukan ibuku dan dia telah membuatku menjauh ! Aku tidak mau bertemu dan bicara dengannya” bentak Ruhi kesal, 

Shagun melihatnya sambil tersenyum senang, Raman segera menghentikan Ruhi “Bagaimana ibu Ishi akan sembuh ?”, “Ibu Ishi sendiri yang bilang kalau ini bukan rumahku ! Aku tidak akan tinggal disini ! Ibu Shagun, aku tidak mau tinggal disini !” sela Ruhi kesal “Ruhi, temuilah dulu semua orang sayang” pinta Shagun dengan wajahnya yang pura pura, Ruhi pun menolak “Aku minta maaf, Raman ,,, aku sudah mencobanya” ujar Shagun dengan wajahnya yang pura pura baik, Raman berusaha membujuk Ruhi namun Ishita menghentikannya “Raman, biarkan, dia sedang marah saat ini, itu artinya dia menyayangi aku, biarkan dia pergi, aku sangat menyayangi Ruhi” sela Ishita “Tidak ada seorangpun yang menyayangi aku !” nyonya Bhalla menyela ucapan Ruhi “Tidak sayang, semua orang menyayangi kamu, ayooo temui ibu Ishi” pinta nyonya Bhalla

“Tidak mau ! Ibu Shagun bawa aku pergi ! Kalian semua hanya menginginkan kak Adi ! Kenapa kalian ingin Ruhi sekarang ? Kenapa kalian tidak datang untuk mengambil aku ? Tidak ada seorangpun yang berjuang untuk aku ! Bahkan ibu Ishi juga tidak !” ucapan Ruhi membuat seluruh keluarga Bhalla sedih “Aku tidak mau bicara dengan siapapun ! Aku sudah mengemasi barang barangku tapi ayah dan ibu Ishi meninggalkan aku dipengadilan ! Ibu bilang kalau kami sedang bermain sebuah permainan dan membawa aku keluar untuk mengantar aku kesana ! Jadi aku tidak akan datang kesini lagi !” nyonya Bhalla menyela ucapan Ruhi “Jangan membuat nenekmu patah hati sayang” Raman hanya menangis mendengar keluh kesah Ruhi, Shagun tersenyum senang melihat seluruh keluarga Bhalla menderita dan segera menggendong Ruhi lalu bergegas pergi dari sana, nyonya Bhalla hendak mencegahnya namun Simmi melarang ibunya, 

Raman lalu meminta Ruhi berhenti ketika mereka sudah berada dipelataran parkir “Jangan paksa dia, Raman ! Dia ini putriku !”, “Sampai kapan kamu akan bersandiwara ?” sela Raman kesal “Ruhi sudah melihat seberapa besar perhatian kalian padanya” ujar Shagun sinis, namun Raman tetap menghentikannya dan berkata “Baiklah, aku akan melihat bagaimana kamu membesarkannya dengan caramu sendiri dan bagaimana kamu mengurusi kelompok sosialitamu yang tinggi itu, aku tidak akan ikut campur tapi begitu kamu membuat masalah dengannya, aku akan menyeretmu ke pengadilan dan membuktikan kalau kamu adalah ibu yang buruk, aku akan membawa pulang putriku dan meninggalkan kamu dijalan ! Sekarang pergi kamu dari sini !” ujar Raman kesal, Shagun segera pergi dari sana bersama Ruhi 

Nyonya Bhalla meminta Raman untuk menyuapi makanan untuk Ishita, Ishita sedang teringat pada ucapan Ruhi dan merasa sedih, Raman menemui Ishita dan meminta Ishita untuk makan kalau tidak Raman juga tidak mau makan, akhirnya Raman bisa menyuapi makanan ke Ishita, Ishita hanya bisa menangis, lalu setelah selesai makan, Raman memintanya untuk istirahat SINOPSIS MOHABBATEIN episode 400 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top