SINOPSIS MOHABBATEIN episode 398 “DILEMA ISHITA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 398 “DILEMA ISHITA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 398 “DILEMA ISHITA” by. Sally Diandra Ishita memberitahu seluruh keluarganya kalau surat yang diberikan oleh Vohra menghilang, dia sudah mengeceknya kemana mana tapi tetap saja tidak menemukannya “Toshi, Simmi coba periksa lagi kamar Ishita, siapa tahu terselip disuatu tempat” pinta tuan Bhalla, saat itu Abhishek, pengacara Ishita datang, Ishita segera memberitahu kalau surat dari Vohra menghilang “Aku akan bertanya sama Raman” ujar Ishita, saat itu Raman sedang berada dikamar Adi dan meminta Adi untuk tidak mengemasi barang barangnya “Ayah tidak akan membiarkan kamu pergi kemana mana, ini semua bukan karena kamu, ayah tidak bisa hidup tanpa kamu”, “Tapi ayah, bibi Ishita sangat gelisah tanpa Ruhi” sela Adi “Bibi Ishita akan gelisah juga kalau kamu tidak ada disini, ayah janji ayah akan mengambil Ruhi kembali” Raman berusaha meyakinkan Adi 

Sementara itu Ishita sedang menelfon asisten Vohra dan bertanya tentang Vohra “Dia pergi ke New York, nyonya ,,, dan maaf, kami tidak punya salinannya” Ishita semakin cemas begitu mendengar kabar dari asisten Vohra tersebut, semua orang bergegas mencari surat tersebut tapi tetap saja tidak menemukannya, saat Raman datang dan bergabung dengan mereka dengan perasaan tegang, Ishita segera bertanya ke Raman tentang surat tersebut “Raman ,,, Raman, kamu ingatkan dengan surat dari tuan Vohra yang aku tunjukkan semalam padamu, apakah kamu tau dimana surat itu ?” sesaat Raman terdiam tidak menjawab pertanyaan Ishita, lalu berkata 

“Adi tidak akan kembali lagi ke Shagun !” ujar Raman lantang “Iyaa kita akan dapatkan Ruhi dulu, baru setelah itu kita ajukan hak asuh Adi dipengadilan, aku sudah bilang sama tuan Vohra tentang hal ini, bagaimana kita bisa mendapatkan Ruhi jika Adi tidak kembali ke Shagun dulu ?” Ishita merasa heran dengan sikap Raman, Raman lalu menangis “Ruhi tidak akan pulang kesini, kita akan mengajukan permohona hak asuh Ruhi yang baru”, “Lalu selama itu Ruhi akan tinggal bersama Shagun ?” Raman mengangguk membenarkan ucapan Ishita “Kenapa ?” tanya Ishita lantang 

Saat itu, di kamar hotel Shagun, Ruhi sangat senang sekali dan mengecek bajunya sambil berkata “Ibu Ishi akan mengambilku hari ini !” Shagun menghampirinya, Ruhi langsung mengejek Shagun “Ibu Ishi akan membawa aku pulang hari ini karena waktu 48 jamnya telah berakhir, kita akan pergi ke pengadilan, aku sudah mengemasi barang barangku dan aku akan pulang ke rumah dari sana”, “Ruhi, makanlah dulu” pinta Shagun yang terlihat cemas “Tidak mau ! Aku akan makan dirumahku saja !” Ruhi sudah tidak sabar ingin kembali pulang ke rumahnya, Shagun merasa kesal dan memarahinya “Ini adalah terakhir kalinya ibu Shagun berteriak padaku !” ujar Ruhi lantang 

Dirumah keluarga Bhalla, Ishita bertanya pada Raman “Raman, apa yang sedang kamu pikirkan ? Apa yang ada dalam benakmu ?”, “Aku tidak akan menjawab semua pertanyaan dan tidak ada yang akan berubah !” Ishita kaget mendengar keputusan Raman, begitu pula seluruh keluarga Bhalla “Bagaimana bisa kamu memutuskan seperti itu, Raman ? Apakah kamu pernah membahasnya denganku ? Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini ? Kamu memang mencintai Adi tapi bagaimana bisa kamu mengorbankan Ruhi ? Dulu Ruhi yang membuat kamu menyadari kalau kamu ini adalah seorang ayah ! Jawab pertanyaanku !” ujar Ishita kesal, Ishita baru menyadari kalau semalam Raman telah mengambil surat itu “Raman, apakah kamu mencuri surat itu ?” tanya Ishita sambil menangis, seluruh keluarga Bhalla juga ikut menangis “Beraninya kamu, Raman ! Semua itu ada alasannya ! Ini bukan cintamu, kamu sengaja melakukannya, kamu telah mengkhianati aku untuk mendapatkan surat itu, aku tidak percaya padamu ! Kamu ini seorang ayah atau bukan ?” Ishita benar benar kesal dengan keputusan Raman 

“Lupakan menjadi seorang suami, kamu ini memang seorang pembohong besar ! Katakan pada semua orang !” Raman langsung menyela ucapan Ishita “Iyaaa, aku memang telah menyobek surat itu dengan tanganku sendiri !” mereka semua terkejut “Raman, apa yang kamu lakukan ?” sela tuan Bhalla “Bagaimana bisa kamu melakukan hal itu, Raman ? Aku benci kamu, Raman !” Simmi berusaha menenangkan Ishita “Kamu memang tidak pernah memikirkan tentang aku ! Aku datang ke rumah ini hanya demi Ruhi ! Dia adalah cinta pertamaku ! Aku ingin putriku kembali ! Kembalikan Ruhi padaku !” bentak Ishita, Raman bergegas pergi dari sana, Ishita mulai menangis sambil berkata “Apa yang akan terjadi pada Ruhi ? Bagaimana bisa kamu mengkhianati Ruhi, Raman ?” Ishita masi terus mengoceh, saat itu Raman datang lagi ke ruang tengah sambil membawa surat itu, Ishita melihat surat Vohra ditangan Raman “Aku ini memang pembohong ! Tapi aku tidak bisa berbohong dengan baik, aku tidak bisa memilih salah satu dari anakku sampai saat ini, aku memang telah mencuri surat itu tapi aku tetap tidak bisa memutuskannya, sekarang kamu saja yang memutuskannya” semua orang tercengang mendengar ucapan Raman 

“Aku tidak bisa memilih karena mereka berdua adalah anak anakku, aku minta maaf karena aku telah memalukan kamu dan cintamu, aku adalah seorang ayah dan Ruhi yang membuat aku menyadari kalau adalah seorang ayah tapi Adi juga anakku, kamu saja yang memilih siapa yang akan berada dirumah ini” ujar Raman sedih sambil menangis “Adi telah mengambil sebuah langkah yang besar yang membuat aku terkejut, dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya dengan mencoba bunuh diri” seluruh keluarga Bhalla kembali terkejut mendengarnya “Adi memang baru berusia 12 tahun, tapi pikirkan bagaimana kondisi kejiwaannya, dia merasa kalau tidak ada seorangpun yang menyayanginya, ibunya, ayah dan semua orang tidak menyayanginya, kemarin dia membaca koran tentang seorang anak yang bunuh diri dan dia berfikir untuk mengakhiri hidupnya sehingga permasalahan kita bisa berakhir, aku minta maaf, aku hanya berusaha membantunya” ujar Raman sambil mengatupkan tangannya didepan dada “Aku tidak bisa melihat kondisi putraku seperti ini, tapi aku juga tidak bisa memutuskan untuk mengambil putriku, aku hanya butuh waktu tapi aku tidak bisa melihat kamu menangis, Ishita ,,, aku tidak bisa melakukan apapun, jadi kamu saja yang memutuskan, siapa yang kamu pilih Ruhi atau Adi ?” tanya Raman cemas 

Mihir dan Rinki sudah berada dipengadilan, mereka menunggu Raman dan Ishita, pengacara bertanya pada mereka karena dia membutuhkan surat Vohra tersebut “Tidak ada seorangpun yang mengangkat telfon kami dari tadi” ujar Mihir heran, saat itu Ruhi sudah datang, Ruhi segera memeluk Rinki dan bertanya tentang ayah dan ibunya “Bibi Rinki, aku sudah mengemasi barangku dan aku akan ikut pulang kerumah dengan kalian semua” ujar Ruhi senang, sementara itu Ishita masih berkumpul dengan keluarganya dirumah “Raman, kita selalu membahas kalau kita harus mengatakan yang sejujurnya satu sama lain dan tidak menyembunyikan apapun tapi hal ini tidak pernah terjadi, kamu selalu saja berbohong dan ini tentang Ruhi dimana aku selalu mengatakan yang hal sejujurnya padanya, dia sedang menunggu aku, aku selalu menjaga janjiku padanya, aku tidak akan mengkhianati putriku, seperti yang bagaimana orang orang lakukan” sahut Ishita lirih, Raman hanya bisa menangis mendengarnya 

Sementara itu Shagun merasa kesal dengan Vohra “Bagaimana bisa Vohra meninggalkan kasus seperti ini, dia seharusnya memberitahu aku dulu” asisten Vohra menyahut “Aku ada disini, nyonya ,,, jangan khawatir”, “Aku akan komplain padanya !” bentak Shagun kesal, saat itu Mihir dan Rinki sedang menunggu semua orang, hakim sudah akan memulai sidangnya, Mihir pun menyela “Mereka sedang dalam perjalanan, Yang Mulia ,,, kami minta maaf kami membuang buang waktu sidang” ujar Mihir, saat itu Simmi masuk membawa Ishita dengan kursi rodanya, Ruhi sangat senang melihat ibu Ishinya sudah datang, Ruhi tersenyum senang “Ishita, dimana Raman ?”, “Dia mungkin tidak datang, Mihir” ujar Ishita sedih, tiba tiba Ruhi nyeletuk “Ayaah ,,,” ujar Ruhi, Ishita melirik ke arah Raman dengan perasaan marah, Raman lalu meminta maaf karena datang terlambat, 

Hakim akhirnya membuka sidang banding untuk kasus hak asuh Ruhi, Abhishek, pengacara Ishita berkata “Dokumen yang sudah di sahkan itu adalah sebuah penipuan, Yang Mulia ,,, nyonya Ishita mana suratnya ?” Ishita hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Abhishek, kemudian Ishita berkata “Aku adalah Ishita Bhalla, ibu tirinya Ruhi, sebelumnya aku telah diberikan hak asuh Ruhi, tidak ada seorangpun uang meragukan aku adalah ibunya, Ruhi lalu terjebak dalam masalah ini dan aku ingin mengakhiri permasalahan ini, aku datang kesini untuk mengambil putriku tapi kami memutuskan kalau Ruhi akan bersama ibu kandungnya, Shagun Arora” senyum Ruhi yang sedari mengembang sambil melihat kearah Ishita, tiba tiba menghilang, sedang Raman merasa tidak berdaya, Ishita lalu menangis “Apa alasan anda, nyonya ?”, “Sebuah kompromi selalu dibuat dalam kehidupan, kami sudah mempunyai Aditya jadi kami ingin Ruhi tinggal bersama ibu kandungnya, Shagun ,,, kami tidak memiliki sengketa apapun” ujar Ishita sedih

Hakim langsung menyela “Nyonya Ishita, apakah anda berada dibawah tekanan seseorang ?” Ishita menggeleng “Tidak” Shagun tersenyum senang mendengarnya, Ruhi langsung berteriak, sedangkan Ishita memalingkan wajahnya agar tidak melihat Ruhi “Aku ingin bersama ibu Ishi ! Ibu Ishi sudah janji padaku dan ibu Ishi tidak boleh melanggarnya ! Aku ini bukan anak yang nakal” ujar Ruhi sambil menangis sedih “Nyonya Ishita, apakah anda yakin dengan keputusan anda ini ?” Ishita mengangguk “Iyaaa, pak hakim” Abhishek meminta maaf pada hakim “Kami akan menunda banding ini“ ujar hakim, Ishita meminta maaf dan meminta Simmi untuk segera membawanya pergi “Ibu Ishi, bawa aku juga !” teriak Ruhi lantang sambil menangis, Ishita meminta Simmi untuk segera membawanya pergi sambil tidak melihat ke arah Ruhi dan pergi dari sana, Ruhi menangis melihat kepergian ibu Ishinya SINOPSIS MOHABBATEIN episode 399 by. Sally Diandra

Bagikan :