SINOPSIS MOHABBATEIN episode 394 "BERSATUNYA TIGA KAKAK BERADIK IYER" by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 394 "BERSATUNYA TIGA KAKAK BERADIK IYER" by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 394 "BERSATUNYA TIGA KAKAK BERADIK IYER" by. Sally Diandra Di rumah keluarga Bhalla, semua orang sedang menangis untuk Ruhi, Adi bisa melihat seluruh keluarganya sedang bersedih dan menangis “Raman, bawa aku segera, kita harus melihat Ruhi” pinta Ishita ketus “Apakah kamu yakin ? Karena Shagun pasti akan menciptakan masalah baru”, “Biarkan saja dia, aku harus menemui putriku” Raman akhirnya membawa Ishita pergi menemui Ruhi, sementara itu Ruhi sedang menangis di dalam kamar hotel, Shagun membuatkan milkshake coklat kesukaan Ruhi, namun Ruhi menolaknya dan melemparkan gelas itu “Aku ingin pulang ke rumah !”, “Ruhi, kamu ini malaikat ibu” hibur Shagun “Bukan ! Aku ini malaikatnya ibu Ishi”, “Ruhi, aku ini ibu kandungmu, tinggalah bersama ibu beberapa hari” pinta Shagun menimpali ucapan Ruhi “Tidak mau ! Ibu Shagun selalu bertengkar dengan semua orang !” ujar Ruhi lantang, 

Saat itu bel di kamarnya berdering, Shagun segera membuka pintu kamarnya dan dilihatnya Ishita dan Raman sudah berdiri disana untuk menemui Ruhi “Apa yang kalian lakukan disini ?” bentak Shagun “Ibu Ishi !” Ruhi segera berlari dan memeluk Ishita erat “Aku tidak mau tinggal disini !” ujar Ruhi sedih “Apa yang terjadi ini ?”, “Kami datang kesini untuk bertemu dengan Ruhi untuk melihat apakah kamu bisa merawat Ruhi dengan baik atau tidak” sela Raman “Ini baru beberapa jam ! Dan kalian datang untuk melihat !” ujar Shagun, Shagun segera memanggil penjaga hotel dan mereka berusaha mengeluarkan Raman “Dia itu anakku ! Lepaskan aku !” bentak Raman, Ishita yang saat itu juga hendak dikeluarkan dari sana, tiba tiba kakinya merasa kesakitan, Raman sendiri mencoba membebaskan dirinya dari para penjaga, 

Ruhi langsung memukul penjaga itu, penjaga mendorong Ruhi dengan keras, Ishita segera mendorong orang itu berupaya menolong Ruhi dan bertanya pada Ruhi “Ruhi, apakah kamu sakit ?” ujar Ishita, Shagun segera melaporkan pada manager hotel “Mereka datang kesini untuk mengambil anakku, aku akan menelfon polisi !”, “Dia ini bukan harta benda  atau desainer baju, dia ini putriku, hal ini tidak akan terjadi, aku minta maaf karena aku harus mengatakan kalau kamu tidak bisa menjadi seorang ibu, mempunyai dua orang anak, tapi kamu hanya tahu cara membuat drama saja dan aku tahu biarkan anakku mempelajari hal ini” ujar Ishita geram 

“Ruhi, percayalah pada ibu Ishi, ibu pasti akan segera mengambil kamu” ujar Ishita sambil mencium Ruhi, Shagun segera menarik Ruhi dari Ishita, Ruhi sangat marah pada Shagun “Aku ini masih kecil dan ibu Shagun menarik aku begitu saja !” ujar Ruhi kesal, Ishita lalu menyela “Aku akan mengambil Ruhi dalam waktu 2 hari atau 48 jam, ini janjiku pada putriiku” ujar Ishita sambil menatap ke arah Ruhi yang masih dipegang oleh Shagun sambil menangis “Keluar !” bentak Shagun sengit, Raman dan Ishita bergegas pergi dari sana 

Amma sedang menangis, Vandu mencoba untuk menghibur ibunya, saat itu Shravan hanya memperhatikan mereka “Raman mencoba membawa Adi kerumahnya dan Shagun mengkhianatinya dengan mengambil Ruhi” ujar Amma sedih, Shravan kemudian bergumam pada dirinya sendiri “Ruhi telah pergi selamanya” gumam Shravan sedih, sementara itu Adi keluar dari apartemen dan bertemu Shravan di depan, Shravan bersikap kasar ke Ruhi “Aku tidak mempunyai siapapun yang bisa aku ajak bermain, bahkan Ruhi juga tidak ada, apakah kamu mau ikut bermain denganku, Shravan ?”, “Aku tidak ingin bermain denganmu, kamu ini seperti ibumu ! Semua orang menangis karena kamu dan ibumu, Ruhi juga pergi, semua orang dulu bahagia ketika kamu tidak ada disini, pergilah dari sini !” ujar Shravan kesal, Adi hanya bisa menangis kemudian Shravan pergi meninggalkan Adi “Itu artinya semua ini terjadi karena aku, tidak ada seorangpun yang menyayangi aku, tidak ada seorangpun yang peduli padaku” ujar Adi sedih 

Nyonya Bhalla mencoba menghibur Adi “Aku sudah menolak untuk datang kesini dan ibu tidak akan membawa Ruhi” nyonya Bhalla menyela ucapan Adi “Adi, kamu adalah salah satu mata nenek dan Ruhi adalah mata nenek yang satunya, nenek tidak bisa hidup tanpa kalian berdua” ujar nyonya Bhalla sambil memeluk Adi ”Nenek jika aku kembali ke ibu maka Ruhi pasti akan kembali kesini lagi”, “Tidak usah memikirkan hal itu, Adi ,,, tanyakan pada kakekmu tentang keadaan nenek ketika kamu pergi dari sini” ujar nyonya Bhalla sedih “Iya betul, Adi ,,, tidak usah bilang kalau kamu akan meninggalkan nenekmu, kalau tidak nenekmu bisa sakit lagi nanti, sekarang kamu bersiap siap, paman Romi yang akan mengantar kamu berlatih sepakbola” sela tuan Bhalla, Adi bergegas pergi dari sana 

Di rumah Ashok, Suraj sedang ngobro tentang perkembangan Raman yang tidak pernah masuk kantor “Sudahlah biarkan saja, bahkan meskipun dia tidak masuk kantor 10 hari, aku tidak peduli, Shagun telah melakukan sesuatu dengan mengambil hak asuh Ruhi, Raman dan keluarganya sedang bersedih”, “Bagaimana bisa Shagun melakukan hal ini ?” tanya Suraj heran, Ashok lalu menceritakan soal pengacaranya yang bernama Vohra “Dia itu bisa melakukan apa saja demi uang” dari kejauhan Mihika mendengar pembicaraan mereka, Mihika langsung mengambil buku agenda Ashok untuk mencari nomer telfon pengacara itu, Mihika segera menelfonnya 

Ishita sedang bersama Raman dan bertanya padanya “Biarkan aku mengobati lukamu dulu, Raman”, “Tidak apa apa, ini hanya luka kecil” ujar Raman menimpali ucapan Ishita, saat itu Ruhi menelfon mereka, Ishita yang mengangkatnya, Ruhi lalu bertanya tentang Raman “Ayah baik baik saja sayang”, “Aku merindukan ibu dan ayah” ujar Ruhi sedih, Shagun segera mengambil telfon tersebut dan memarahi Ishita “Ruhi yang menelfon aku, bukan aku yang menelfonnya tapi bagaimanapun juga aku bisa menelfonnya kapan saja aku mau, kamu tidak bisa menghentikan aku, Shagun ! Pengadilan memang memberikan kamu hak asuhnya tapi bukan hak asuh perasaan dan emosinya” ujar Ishita kesal, Ruhi lalu menelfon Adi, Adi mengangkat telfonnya dan mendengar suara Ruhi yang mengatakan kalau Shagun sangat jahat, Adi lalu meminta bicara dengan Shagun “Ibu, aku sangat merindukanmu”, “Aku juga sangat merindukanmu sayang, Ruhi selalu membuat masalah dengan ibu, apakah ibu boleh ngobrol denganmu atau menemui kamu ?” tanya Shagun 

Dirumah keluarga Bhalla, Adi sedang merasa sedih ketika dia mendengar pembicaraan antara Simmi dan tuan Bhalla yang sedang membahas apa yang terjadi dirumah mereka hari ini “Ini semua salah kita, ayah ,,, kita seharusnya tidak mengatakan pada kak Raman untuk membawa Adi kesini, jika kita tahu hak asuh mereka ditukar maka lebih baik kita tidak usah menginginkan Adi dan ini semua tidak akan terjadi, Adi sudah terbiasa tinggal dengan Shagun, dia tahu sisi buruk dan baiknya Shagun tapi Ruhi tidak terbiasa tinggal bersamanya, bagaimana dia bisa mengurusi Ruhi ?” ujar Simmi sambil menangis sedih 

“Shagun pasti akan mendapatkan mereka berdua suatu hari nanti” Adi menangis mendengarnya “Lihat semua orang ini, mereka sedang berduka, kita tidak bisa mengambil resiko semua orang hanya untuk Adi”, “Sudah, sekarang berikan obat ini pada ibumu, Simmi” pinta tuan Bhalla, dengan perasaan sedih Adi memasuki kamarnya dan menangis sambil teringat pada ucapan Shravan dan Simmi “Tidak ada seorangpun yang menyayangi aku, tidak juga ayah, buat apa aku datang kesini ? kenapa aku datang di dunia ini ? Aku adalah masalah yang terbesar” ujar Adi sedih 

Vandu menemui Ishita dan bertanya tentang keadaannya, Ishita memegang tangan kakaknya dan meminta maaf padanya “Dulu ketika kamu dan Mihika datang menemui aku, aku bersikap sangat kasar”, “Tidak apa apa, sekarang ada seseorang yang ingin bertemu denganmu” Ishita tertegun “Siapa ?”, “Berjanjilah padaku kalau kalian berdua akan bicara” pinta Vandu “Baiklah” saat itu Mihika masuk dan menemui Ishita, Mihika menangis dan meminta maaf pada Ishita sambil berlutut di depan Ishita yang sedang duduk dikursi roda “Aku tadi seharusnya aku tidak datang dalam situasi seperti ini tapi kemarin kakak pergi begitu saja tanpa berkata apa apa padaku, aku sangat khawatir” ujar Mihika sedih “Tadi aku mendengar pembicaraan Ashok dan Suraj tentang Shagun yang telah mengambil Ruhi, aku minta maaf, kak ,,, aku benar benar setrees memikirkan tentang kecemasanmu dan Ruhi, aku seharusnya tidak datang tapi aku tidak bisa menghentikan diriku sendiri” ujar Mihika

“Kenapa kamu minta maaf ? Aku yang bersikap tidak baik dan marah padamu sebelumnya tapi kamu tetap menolong aku dan Ruhi, kamu telah menyembunyikan kami di rumahmu, sekarang aku tidak marah lagi padamu, Mihika ,,, kamu akan selalu menjadi adikku, apapun yang terjadi” Mihika sangat senang mendengarnya dan langsung memeluk Ishita “Semuanya akan baik baik saja sekarang karena tiga orang kakak beradik telah bertemu” sela Vandu “Aku memberikan waktu 2 hari pada Shagun, aku tidak bisa melihat Ruhi seperti itu, aku harus bisa mengembalikan dia ke rumah ini bagaimanapun caranya”, “Apa yang akan kamu lakukan, Ishu ?” tanya Vandu heran 

“Aku mempunyai sebuah ide” ujar Mihika yang kemudian menceritakan tentang pengacara Shagun yang bernama Vohra “Kita akan menakuti nakuti dia kalau dia bisa masuk ke penjara karena telah menipu kak Raman”, “Tapi, Mihika ,,, ini tidak akan mudah, bagaimana caranya kita melakukan hal ini ?” tanya Ishita cemas “Kamu tahu kan, kak ,,, kalau tidak ada seorangpun yang akan selamat kalau kita bertiga bersama sama”, “Benar ! Shagun, kami kakak beradik keluarga Iyer akan menggagalkan kamu !” sela Vandu lalu mereka bertiga menggabungkan tangan mereka bersama sama sambil tersenyum senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 395 by. Sally Diandra

Bagikan :