SINOPSIS MOHABBATEIN episode 388 “SHAGUN DIATAS ANGIN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 388 “SHAGUN DIATAS ANGIN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 388 “SHAGUN DIATAS ANGIN” by. Sally Diandra Di rumah keluarga Bhalla, Shagun meminta pada semua orang yang berada di rumah keluarga Bhalla untuk bertanya Raman, saat itu Ishita berlari turun menghampiri Shagun dan bertanya “Shagun, apa ini ? Katakan padaku !”, “Apa yang tertulis disitu ?” Shagun malah balik bertanya “Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan hal ini !” bentak Ishita sambil menangis “Jika kamu bisa melakukan hal ini, kenapa aku tidak bisa ?”, “Aku tidak akan memberikan Ruhi padamu !” ujar Ishita lantang “Jika aku saja bisa memberikan Adi, lalu kenapa kamu tidak bisa memberikan Ruhi padaku ? Dia itu anakku ! Aku ibu kandungnya ! Dan aku mempunyai perasaan padanya, baca perjanjian itu lagi ! Ruhi diberikan padaku demi Adi !” sindir Shagun sinis, Ishita segera melemparkan kertas itu dan berkata “Tidak ada seorangpun yang akan memberikan Ruhi padamu !” Shagun tertawa dan berkata 

“Kamu ini orang yang berpendidikan kan ? Raman menandatangani surat yang bersegel dan jika kalian melanggar perjanjian ini maka aku akan menyeret kalain ke pengadilan !” ucapan Shagun yang ketus membuat semua orang terkejut “Aku mohon, Shagun ,,, jangan bawa Ruhi” Ishita mengiba pada Shagun dengan wajahnya yang memelas “Kamulah yang memulainya, sekarang pergilah dan jelaskan pada Raman kalau dia seharusnya berfikir dulu sebelum melakukan ini !”, “Raman tidak tahu bagaimana perasaan antara ibu dan anak, jangan bawa Ruhi, Shagun ,,, aku tidak punya apapun kecuali dia” Shagun langsung menyela “Tapi kamu punya seluruh keluarga Bhalla, apakah itu menjadi masalah kalau aku membawa Ruhi ? Aku hanya punya Adi dan kalian semua tidak bisakah melihat ? Kalian semua mempunyai satu tujuan untuk menghancurkan aku, aku akan melihat apa yang akan kamu lakukan sekarang ?” ujar Shagun ketus, 

Nyonya Bhalla segera bertanya pada Raman tentang hal ini “Apa ini, Raman ? Kita tidak bisa memberikan Ruhi padanya” Shagun langsung menyela ucapan nyonya Bhalla “Ramanlah yang membuat perjanjian ini, kesepakatan telah berakhir, Adi menjadi milik kalian dan Ruhi menjadi milikku” ujar Shagun sambil teringat ketika dia membuat surat yang berbeda dan memberikan kertas yang keliru untuk di cek oleh pengacara Raman, Shagun tersenyum senang membayangkannya “Aku sudah memberikan surat itu ke Raman, kalau dia tidak membacanya, tanyakan padanya”, “Jangan hukum Ruhi ! Aku tidak bisa hidup tanpa Ruhi !” ujar Ishita sedih “Bahkan aku juga tidak bisa hidup tanpa Adi !” bentak Shagun “Jangan tidak berperasaan, Shagun”, “Aku telah mengandung anakku selama 9 bulan, mereka adalah anak anakku dan kamu bilang kalau aku ini tidak berperasaan ?” Ishita kembali menyela ucapan Shagun 

“Aku mohon, Shagun ,,, jangan lakukan ini”, “Kalau begitu lahirkan sendiri anakmu, jika kamu sangat menginginkannya” sindir Shagun sengit, Ishita langsung berteriak pada semua orang dan meminta mereka semua untuk mengatakan pada Shagun “Ini bukan cara untuk mengambil Ruhi, aku tidak akan membiarkan dia pergi” ujar Ishita sambil menangis sedih, nyonya Bhalla langsung memarahi Shagun “Shagun, jangan lakukan ini pada kami !” Shagun langsung mengingatkan mereka bagaimana mereka telah mengusirnya keluar “Aku ini tidak bodoh !”, “Kalau begitu bunuh saja aku ! Tapi jangan lakukan hal ini pada Ruhi” sahut nyonya Bhalla gelisah, Simmi juga memohon pada Shagun “Simmi, tidak usah ikut campur !” Romi sangat kesal dengan ucapan Shagun dan berkata “Aku akan menghajar kamu, Shagun !” nyonya Bhalla segera mencegah tindakan Romi 

Raman yang sedari tadi hanya terdiam akhirnya buka suara sambil menangis “Cukup ! Apa yang kamu lakukan ini adalah penipuan, Shagun !”, “Kamulah yang membuat surat itu dan menandatanganinya” sindir Shagun sinis “Aku tahu surat apa yang aku tandatangani” Raman merasa yakin dengan surat yang ditandatanganinya “Aku telah mengajukan surat suratnya kepengadilan dan mendapat persetujuan ini, aku ini tidak bodoh ! Dan jika kamu tidak mengirimkan putriku padaku maka aku akan ke pengadilan untuk memberikan jaminan padamu ! Ishita, siapkan Ruhi dan kirimkan dia ke rumahku” ujar Shagun lantang “Ruhi tidak akan bisa hidup tanpa aku, Shagun” ujar Ishita sambil berlutut dan memohon pada Shagun sambil memegang kaki Shagun, Raman mencoba menyuruh Ishita bangun 

“Sudah cukup sekarang, bangun Ishita” ujar Raman sambil meminta Ishita berdiri “Aku akan memeriksa dulu apa yang tertulis di dalam surat itu, aku butuh waktu untuk berfikir”, “Cepatlah segera ! Egomu bisa menghilang nanti, aku tidak berperasaan seperti kamu jadi kamu hanya mempunyai waktu 24 jam, kalau kamu tidak bisa memutarbalikkan kertas itu, maka Ruhi akan tetap menjadi milikmu dan Adi akan menjadi milikku atau Ruhi menjadi milikku dan kalian bisa mengambil Adi” ujar Shagun sinis, Raman memeluk Ishita yang tidak berdaya dengan erat sambil menatap marah ke Shagun 

Sementara itu Adi sangat menyukai kamar Ruhi “Sebentar ya, kak ,,, aku akan menolong ibu Ishi dulu” Adi lalu mencium kening Ruhi dan berterima kasih padanya “Nanti kita akan mengadakan sebuah pesta karena kita akan bersama sama lagi sekarang” ujar Ruhi senang, Adi langsung memeluk adiknya ini sambil berkata “Aku menyayangi kamu, Ruhi” Ruhi pun membalas “Aku juga menyayangi kamu, kak” dari kejauhan tuan Bhalla melihat kebersamaan mereka sambil menangis lalu berkata “Adi, ibumu memanggilmu, nak”, “Tapi aku sudah membawa semua barang barangku, kek” ujar Adi namun tuan Bhalla tetap meminta Adi untuk menemui ibunya dan tuan Bhalla juga mengajak Ruhi keluar, tuan Bhalla membuat Ruhi sibuk Adi bisa melihat semua orang yang ada disana semuanya sedang bersedih dan bertanya pada neneknya “Nenek, ada apa ? Apa yang terjadi ?” nyonya Bhalla hanya bisa menangis dan memeluknya erat “Adi, kita harus pergi ! Kita akan datang lagi kesini besok !” ujar Shagun sambil menggeret Adi bersamanya, semua orang pun menangis 

Shagun dan Adi akhirnya sampai di hotel, Adi merasa heran “Ibu, kenapa kita kembali lagi kesini ? Kenapa nenek menangis tadi ?”, “Sudah diam kamu, Adi ! Tinggalkan ibu sendirian, aku tidak ingin berbohong !” bentak Shagun marah “Ibu, katakanlah padaku !” akhirnya Shagun menceritakan tentang kesepakatan yang dibuatnya dengan Raman pada Adi “Jika ibu bisa mengijinkan kamu bersama ayahmu, maka ayahmu juga harus mengijinkan Ruhi bersama ibu” Adi langsung menangis begitu mendengar cerita Shagun “Apakah kamu menyetujuinya ? Ibu tidak menyayangi aku ! Ibu hanya menyayangi Ruhi, dia sangat penting untuk ibu” ujar Adi sambil menangis 

“Adi, cobalah untuk mengerti, ayahmu dan Ishita telah sangat menyakiti ibu, kalau aku ini ibu yang buruk, ibu selalu salah, mereka juga membuat putriku sendiri menentangku, dia tidak menganggap aku sebagai ibunya, mereka hanya ingin menghancurkan ibu !” Adi hanya terdiam mendengar semua ucapan ibunya “Aku berjanji kalau aku akan menyakiti mereka maka mereka akan menyadari penderitaanku, aku tidak akan mengampuni mereka ! Adi, kamu adalah hidupku, kamu bisa mendapatkan banyak hal di rumah itu yang tidak bisa ibu berikan pada kamu, hanya kamu yang ibu sayangi didunia ini” ujar Shagun sambil memeluk Adi 

Raman sedang ngobrol dengan Abhishek, pengacaranya “Berkas yang ada pada Shagun itu ternyata dia mengkhianati kita”, “Kita membutuhkan bukti, tuan” ujar Abhishek yang kemudian memberitahu Raman tentang pengacara yang bernama Baseen, seorang pengacara terbaik di India, akhirnya Bala dan Raman sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan Baseen dan mereka pun bertemu dengan pengacara itu, Raman akhirnya pulang ke rumah dan memberitahu keluarganya kalau Baseen pun tidak bisa membantu karena pengadilan telah tutup dan hal ini tidak bisa terjadi sebelum hari Senin, 

Amma dan Vandu mencoba menghibur Ishita “Aku tidak bisa hidup tanpa Ruhi, aku akan menelfon hakim yang memberikan hak asuh Ruhi, dia bisa mengerti aku” ternyata ketika Ishita menelfonnya ibu hakim itu sedang keluar kota selama 10 hari, Ishita kembali menangis “Dia itu putriku dan dia akan dirampas dariku, aku bisa mati tanpanya, aku tidak bisa hidup tanpanya” ujar Ishita sambil terus menangis “Ishu, Ruhi sedang ke taman bersama ayahmu dan tuan Bhalla” hibur Amma “Kita harus menemukan jalan keluarnya, ibu” ujar Ishita sedih 

Raman sedang ngobrol dengan Bala “Aku tidak bisa melihat Ishita seperti ini”, “Bahkan aku juga tidak bisa melihat Ishu seperti ini, Raman ,,, tapi ini masih lama dan kita tidak bisa terburu buru” sahut Bala “Kita hanya punya waktu selama 24 jam, hakim juga tidak ada disana yang mendukung Ishita” Raman merasa tidak berdaya “Ada satu solusi, apakah kamu kenal dengan seorang politisi ?”, “Ada satu tapi dia juga sedang pergi” ujar Raman geram, sementara itu Ishita meminta Mihir untuk melakukan sesuatu dan mulai panik, sementara itu Romi sedang ngobrol dengan Bunty, Romi juga mencoba semaksimal mungkin untuk menolong Ishita, Romi juga mencoba menghibur nyonya Bhalla 

Shagun sedang ngobrol dengan pengacaranya “Aku memang sengaja datang kesana dengan terlambat sehingga mereka tidak punya pilihan lain dan aku bisa mendapatkan hak asuh Ruhi”, “Mudah mudahan tidak ada masalah apapun dan kamu bisa menjemput Ruhi besok pagi, nyonya ,,, tapi jika mereka mengkasuskan keresmian perkara ini, mereka akan menghadapi konsekwensinya” ujar pengacara Shagun “Sekarang Raman dan Ishita akan tahu penderitaan seperti apa jika jauh dari anaknya” ujar Shagun senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 389 by. Sally Diandra

Bagikan :