SINOPSIS MOHABBATEIN episode 348 & 349 “RUHI MENGGAGALKAN RENCANA ADI” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 348 & 349 “RUHI MENGGAGALKAN RENCANA ADI” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 348 & 349 “RUHI MENGGAGALKAN RENCANA ADI” by. Sally Diandra Di tempat perayaan Lohri, Adi meminta Raman untuk memulai pemujaannya “Ayooo ayah, kita lakukan pemujaannya sekarang karena kata nenek, waktu terbaiknya akan segera berlalu”, “Iyaa, sebentar ,,, ayah sedang mencari bibi Ishita” ujar Raman yang menimpali ucapan Adi yang merengek “Kalau begitu lakukan pemujaannya dengan ibu” semua orang yang berada disana terkejut mendengar ucapan Adi “Adi, jangan keras kepala”, “Tapi ayah, kata nenek, dulu ayah selalu melakukan pemujaan dengan ibu, lalu apa masalahnya hari ini, jawab aku, ayah ?” Shagun tersenyum senang melihat Adi merengek ke Raman dan pura pura di depan semua orang “Adi, apa ini ? Bibi Ishita itu istrinya ayahmu, dia yang akan melakukan pemujaannya dengan ayahmu” ujar Shagun pura pura bersikap lugu di depan semua orang, 

Simmi segera mencari Ishita “Ibuku yang akan melakukan pemujaan karena bibi Ishita melakukan pemujaan ala India Selatan dan ayah melakukan pemujaan Lohri sekarang” Vandu dan Mihika yang berada disana merasa jengkel dengan sikap Adi, Adi pun bersikeras meminta ibunya melakukan pemujaan, sementara Raman sedang memikirkan Ishita “Kemana Ishita pergi ?” Raman teringat ketika Ishita melakukan banyak pengorbanan untuk Adi dan juga teringat ucapan Ishita “Apakah Ishita melakukan hal ini dengan sengaja ? maka dengan begitu dia ingin agar aku melakukan pemujaan dengan Shagun ? Dia telah kelewatan” bathin Raman, akhirnya Raman menyetujui permintaan Adi, semua orang semakin terkejut mendengarnya “Baiklah, ayah akan melakukan pemujaan dengan ibumu” ujar Raman datar, 

Adi sangat senang mendengarnya, kemudian Adi menggandeng tangan Raman dan Shagun untuk melakukan pemujaan Lohri, Adi segera mengajak mereka ke tengah area pemujaan, saat itu Ishita berhasil melepaskan diri dari gangguan para bencong, Ishita berlari ke area pemujaan dan terkejut melihat Raman dan Shagun yang sedang bersiap siap hendak melakukan pemujaan Lohri, pop corn yang dibawanya pun terlepas dari tangannya dan jatuh ke tanah, Ishita menangis melihat mereka dari kejauhan, sementara Raman berfikir dalam hati “Dimana Ishita ? Jika dia marah, dia seharusnya mengatakan padaku, tapi apa yang dia lakukan ini padaku adalah tidak benar, kenapa dia melakukan hal ini ?” bathin Raman, dalam hati Ishita juga berkata “Kenapa Raman memberikan hakku pada Shagun ? Jika dia marah padaku, dia seharusnya mengatakan padaku” bathin Ishita, 

Ketika Shagun sudah mulai memegang piring aarti, Ruhi menyeruak masuk ke area pemujaan dan langsung melepaskan pegangan tangan Raman dan Adi juga Adi dan Shagun, Ruhi langsung memarahi Shagun di depan orang banyak “Kenapa ibu Shagun yang melakukan pemujaan ? Kenapa bukan ibu Ishi ? Ibu Shagun tidak bisa mengambil tempat ibu Ishi ! Ibu Ishi akan melakukan pemujaan dengan ayah, pergi saja sana !” bentak Ruhi, Shagun dan Adi terkejut dan tidak suka dengan sikap Ruhi, sementara semua orang yang berada disana merasa senang karena Ruhi melakukan hal yang benar “Apakah kalian tidak bisa mengerti mana yang benar dan mana yang salah ? Kalian itu sudah dewasa dan ibu Ishi adalah istrinya ayah ! Ibu Shagun telah meninggalkan kami 6 tahun yang lalu, dia tidak pernah merayakan festival apapun, dia sudah melupakan kami, bagaimana bisa semua orang lupa pada semua ini ? Ibu Ishilah yang memberikan kami kebahagiaan !” bentak Ruhi marah 

“Ayah juga ! Hanya ibu Ishi yang akan melakukan pemujaan, kita tidak bisa mengubah apapun demi waktu terbaik, waktu itu akan datang ketika ibu Ishi datang !” bentak Ruhi “Tunggu, Ruhi ,,, ayah akan ikut denganmu” sela Raman, saat itu Ishita menangis mendengar semua ucapan Ruhi, Ishita lalu beralih menjauh dan duduk disebuah bangku sambil memikirkan Raman dan Shagun yang akan melakukan pemujaan, Ishita teringat pada ucapan Raman kalau tangisannya ini akan menjadi kebahagiaannya dan dia akan selalu berjuang untuk kebahagiaannya, saat itu Mihika melihat Ishita sedang menangis dan berusaha mendekatinya namun Mihika berhenti dan berkata “Aku akan memanggil kak Raman saja” Mihika segera berlalu dari sana, 

Sementara Ishita masih menangis “Tidak ada seorangpun yang peduli padaku kecuali Ruhi” ujar Ishita, saat itu Adi sedang bicara dengan Shagun “Ibu, Ruhi telah merusak semuanya” ujar Adi kesal, Mihika bertemu dengan Raman dan rombongan yang mencari Ishita “Kak Raman, kak Ishita ada di dekat gerbang” ujar Mihika, Raman dan seluruh keluarga bergegas menemui Ishita, ketika sampai disana, dilihatnya Ishita sedang bersedih, Raman meminta mereka semua berhenti “Tunggu, biar aku yang bicara dengannya” Raman bergegas menghampiri Ishita dan bertanya “Ishita, ada apa ?” Ishita hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Raman, 

Ruhi ikut menghampiri Ishita dan memeluknya erat, mereka berdua menangis bersama, kemudian seluruh keluarga juga ikut menghampiri Ishita dan bertanya “Ada apa, Ishita ?”, “Bahkan aku juga bertanya tadi, bagaimana bisa kamu kesini ?” ujar Raman menimpali pertanyaan seluruh keluarganya, Ishita hanya menangis dan terdiam “Ibu Ishi, ada apa ? Ayooo cepat, ibu Ishi harus melakukan pemujaan”, “Iyaa, Ishita ,,, kenapa kamu malah berhenti disini ketika kamu mencari brondong jagung ?” tanya nyonya Bhalla “Iyaa, aku sudah mengambilnya lalu para waria itu menghentikanku” Raman segera menyela “Romi, pergilah dan bawa waria itu kemari !” ujar Raman geram, Romi merasa bingung “Kakak, aku tidak mau, mereka pasti akan mencolek pipiku dan menggodaku” Raman sangat kesal mendengar ucapan Romi “Sudahlah pergilah sana, Romi !” bentak Raman, semua orang meminta Ishita untuk melakukan pemujaan, Adi dan Shagun nampak tidak suka melihat semua ini 

Tak lama kemudian Raman dan Ishita mulai melakukan pemujaan, namun Ishita terlihat sangat kesal sambil melakukan pemujaan tersebut, hingga Raman berkali kali mengingatkan Ishita, sedangkan Adi nampak kesal dan kecewa melihat ayahnya, Mihika dan Vandu sedang ngobrol bersama, Rinki meminta Mihir untuk melakukan pemujaan dan menggoda Romi soal para waria tersebut, Romi dan Rinki juga ngobrol soal pergi ke Dubai, ketika semua orang sedang berputar putar merayakan Lohri, Raman mengajak Ishita keluar dari kerumunan dan mencoba mengajaknya bicara “Ishita, ini bukan saatnya untuk marah” ujar Raman, Raman mencoba menjelaskan duduk permasalahannya, 

Sedangkan Shagun juga mencoba sedang menghibur Adi “Adi, ibu tahu kalau kamu tidak bisa melihat ibu menderita tapi jangan bersedih sayang”, “Ayah itu memang pembohong ! Dia bilang kalau dia itu sangat peduli pada kita tapi dia bohong !” ujar Adi kesal, saat itu Raman dan Ishita masih ngobrol bersama “Raman, apakah kamu tidak memikirkan aku ? Bagaimana bisa kamu melakukan pemujaan dengan Shagun ?” tanya Ishita kesal “Ini memang aneh, waktu terbaiknya tadi hampir saja berlalu, aku kira kamu memang ingin agar aku melakukan pemujaan dengan Shagun, padahal aku ingin menghabiskan seluruh hidupku denganmu, aku minta maaf, Ishita” Ishita menangis mendengar ucapan Raman sambil berfikir dalam hati “Semua ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan, aku harus segera mencari tahu” bathin Ishita geram 

Malam itu ketika semua orang sedang menikmati perayaan Lohri, Ishita masih saja memikirkan tentang apa yang terjadi padanya yang dirasa bukan sebuah kiebetulan belaka “Kenapa aku harus marah sama Raman untuk semua kejadian tadi ?” bathin Ishita geram, saat itu Tandon datang dengan menyamar menggunakan jenggot dan mengganggu Ishita, Ishita panik dan menjerit jerit, dari kejauhan Raman melihat Ishita diganggu oleh seseorang, Raman segera menyelamatkan Ishita dari gangguan orang tidak dikenal itu, namun Tandon tertawa terbahak bahak sambil melepas semua atribut jenggot dan sorbannya dan menunjukkan wajah aslinya pada Ishita dan Raman “Lihat ! Ini aku, aku sengaja datang kesini untuk memberikan kejutan pada kalian” ujar Tandon penuh semangat

Raman dan Ishita benar benar tidak percaya kalau orang itu adalah Tandon, pimpinan Raman yang tinggal di London, Neil Pathak kemudian menghampiri mereka “Ketika aku datang yang terakhir kalinya, kalian berdua terlihat saling kesal jadi aku datang kesini untuk mengecek tahun ini, aku merasa kalau kalian berdua bahkan sampai saat ini sepertinya masih terjadi ketegangan diantara kalian” sindir Tandon “Tidak, bukan begitu” sela Ishita “Kalian berdua ini saling mencintai, dimana cinta itu ? Ada pertengkaran juga disana” sindir Tandon “Heeeiiii Romi, mainkan musiknya, supaya Raman dan Ishita bisa menari bersama” teriak Tandon lantang kemudian membawa Raman dan Ishita menari bersama, akhirnya semua orang menari bersama sambil mengitari api Lohri, 

Sementara Raman dan Ishita saling memandang satu sama lain dari kejauhan, sedangkan Shagun hanya melihat mereka dari kejauhan dengan perasaan kesal, Raman lalu mengajak Mihir masuk dalam kerumunan orang orang untuk menari bersama, kemudian Raman memberikan pesan pada Romi agar disampaikan pada Ishita melalui beberapa orang, Romi lalu menyampaikan pesan itu ke Mihir, Mihir menyampaikannya ke keluarga yang lain hingga terus begitu sampai pada Simmi yang menyampaikannya pada Ishita, Ishita kebingungan dari mencari cari Raman sambil melihat ke arah bangku, Simmi memberinya kode agar Ishita bergegas ke arah bangku, 

Akhirnya Ishita sampai di bangku tersebut dan melihat ada sebuah kertas catatan yang tertempel di sana dengan tulisan “Aku minta maaf, Ravan Kumar” Ishita tersenyum membacanya sambil mengambil catatan itu dan duduk dibangku tersebut, tiba tiba tanpa Ishita sadari rupanya Raman sudah duduk disampingnya sambil tersenyum manis padanya, Ishita membalas senyuman Raman, kemudian Raman memeluk Ishita, Ishita segera merebahkan kepalanya di bahu Raman, mereka berdua tertawa bersama sambil melihat catatan itu, ketegangan diantara mereka pun berakhir malam itu, Shagun yang berdiri dari kejauhan, melihat kemesraan Raman dan Ishita dengan perasaan cemburu SINOPSIS MOHABBATEIN episode 349 by. Sally Diandra

Bagikan :