SINOPSIS MOHABBATEIN episode 342 “RAAVAN KUMAR IS BACK” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 342 “RAAVAN KUMAR IS BACK” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 342 “RAAVAN KUMAR IS BACK” by. Sally Diandra Shagun sedang bicara dengan ibunya via telfon dan mengabarkan semua perkembangan yang terjadi dirumah Raman “Kata Mihir, dia mau pindah ke Singapura, untuk melupakan semua penderitaannya, tapi aku sangat tahu Mihir dengan baik, dia tidak bisa berada jauh dari orang yang disayanginya itu”, “Jangan khawatir, ibu” kemudian Shagun menutup telfonnya “Raman memberikan dia promosi kenaikan jabatan tapi mengapa Mihir mau pergi ke Singapura ?” bathin Shagun heran, 

Saat itu Ishita sudah bersiap hendak pergi, Raman memuji penampilannya, mereka berdua kemudian saling menggoda dan mengejek satu sama lain, tiba tiba Shagun menghentikan kemesraan mereka berdua dengan bertanya “Raman, kenapa Mihir mau pergi ke Singapura ? Ketika kamu mempromosikan dirinya”, “Aku tidak mengirim Mihir kesana” ujar Raman heran “Mihir yang ingin pergi ke sana” sela Ishita “Jadi kamu tahu tentang hal ini ?” Ishita mengangguk “Iyaaa, dia tadi datang untuk meminta saranku, dia ingin pergi kesana untuk menjauh dari Mihika” sahut Ishita “Tapi aku mempromosikan dirinya dan dia tidak mengatakan hal ini padaku”, “Memang tidak” Raman merasa kesal “Aku tidak akan membiarkan dia pergi kesana dan tinggal disana sendirian, dia akan bekerja disini”, “Raman, aku hanya memikirkan tentang perasaannya, dia itu sedang patah hati, dia mendapatkan kesempatan untuk pergi jauh dan memulai sesuatu yang baru, kamu seharusnya menghargai keinginannya” bela Ishita “Aku sangat tahu Mihir ! Aku yang akan memutuskan kemana dia pergi” namun Ishita membantah ucapan Raman 

“Raman, Mihir akan pergi kemanapun dia inginkan”, “Kenapa Mihir harus melarikan diri ? Ketika seluruh keluarganya ada disini, ini pernikahan adikmu, dia seharusnya tidak boleh melarikan diri” Ishita langsung menyela “Kamu sendiri dulu juga akan pergi melarikan diri, meninggalkan Ruhi dan keluarga untuk menjauh dari semua kenanganmu”, “Iyaa, aku pernah melarikan diri saat itu karena aku patah hati, aku dikhianati, ketika Shagun bersama orang lain dan aku tidak bisa menghadapinya, aku merasa tidak berdaya tapi penderitaanku akhirnya berkurang ketika kamu datang dalam kehidupanku, waktu itu aku pergi ke Mumbai untuk membuat karirku semakin membaik, aku melakukan ini semua untuk Mihir” Ishita kembali mendebat ucapan Raman 

“Aku ingin Mihir menemui Ashok dan Mihika, Ashok harus melihat Mihir sukses”, “Kamu yang menginginkan ini, Raman” Shagun tersenyum senang melihat Raman dan Ishita berdebat satu sama lain didepannya “Sudah, sudah ,,, jangan bertengkar”, “Kami ini sedang berbicara bukan bertengkar” ujar Ishita kesal “Raman memang punya kebiasaan berteriak, jika anak anak melihat hal ini maka mereka akan merasa kalau kalian berdua sedang bermasalah”, “Shagun, pikirkan urusanmu sendiri !” ujar Ishita dan Raman “Baiklah, biarkan Adi melihat bagaimana ayahnya berteriak” sela Shagun “Adi ada dirumah ? Kenapa kamu mengajak aku berdebat ? Adi akan melihat aku seperti ini” ujar Raman cemas “Adi sedang tidak ada dirumah, dia sedang pergi bersama ayah, aku juga tidak bodoh dengan bertengkar di depan anak anak, pergilah sendirian, aku tidak akan ikut”, “Ishita, kamu tidak bisa selamanya merasa benar !” ujar Raman kesal “Tapi aku benar kali ini”, “Mihir tidak akan pergi kemanapun !” bentak Raman, Ishita segera pergi ke kamarnya, Shagun tersenyum senang 

Ishita sedang berada dikamarnya, Ishita sangat marah sama Raman, Shagun lalu menemui Ishita dikamarnya “Ishita, aku minta maaf, tadi soalnya ibu yang mengatakan padaku tentang Mihir, aku merasa cemas karena dia itu adikku dan aku tidak ingin dia pergi”, “Sudah Shagun, sudah tidak usah dibahas lagi soal ini” ujar Ishita dingin “Raman memang tidak pernah peduli pada siapun kalau dia sedang marah, tapi dia itu membuktikan kalau dia benar”, “Aku sangat tahu tentang suamiku dengan baik, seseorang dengan siapa kamu tinggal adalah orang lain dan Raman Bhalla adalah orang lain, Raman telah berubah dengan berlalunya waktu, kami tidak bertengkar tapi pemikiran kami hanya berbeda, aku tahu kebiasaannya dengan baik dan aku juga sudah terbiasa dengan kebiasaannya ini” jelas Ishita kesal “Aku hanya memberikan kamu beberapa tips saja, aku kenal dia sejak beberapa tahun, aku hanya ingin membaginya saja” ujar Shagun dengan wajahnya yang penuh kepura puraan

“Terima kasih” ujar Ishita dingin, Shagun kemudian berbalik dan dilihatnya Vandu sedang berdiri disana, Shagun bergegas pergi meninggalkan mereka “Ishu, kenapa dia bicara diantara kamu dan Raman ?”, “Sudahlah, kak ,,, lupakan saja” ujar Ishita “Kamu tahu kan kalau dia bisa melakukan sesuatu dengan beberapa rencananya, jangan berikan dia kesempatan untuk bicara diantara kalian berdua, dia itu tidak mempunyai hak, dia sudah meninggalkan Raman, lebih baik dia mengurusi urusannnya sendiri”, “Iya, kamu benar, kak ,,, apakah ada yang lain ?” Vandu mengangguk dan menunjukkan hasil USG, Ishita tersenyum senang melihat bayi Vandu melalui hasil USG tersebut, 

Sementara itu Raman menemui Mihir dirumahnya dan mengajaknya bicara “Aku baru saja bertengkar lagi dengan Ishita karena dia berada dipihakmu ,,, Mihir, kamu tidak akan pergi ke Singapura, jika kamu membantah, aku akan menampar kamu ! Apakah ini pilihannya ? Apakah kamu ingin melupakan Mihika ? bahkan aku juga berusaha melarikan diri tapi Ishita memukuli aku, aku sadar kalau penderitaan itu harus dihadapi” Mihir hanya terdiam “Ambil promosi jabatan ini, alihkan pikiranmu ke pekerjaan, maka kamu akan melupakan semuanya, bagiku kamu ini melebihi adikku sendiri bahkan aku sendiri ingin kamu bisa mengurangi penderitaanmu, hadapilah ! Hadapi ketakutan dan penderitaan itu, bangkitlah !” Raman berusaha membakar semangat Mihir “Aku harus pergi dan bicara dengan Ishita” Raman kemudian berlalu dari sana, begitu Raman, Mihir merasa kasihan sama Ishita “Mereka berdua bertengkar lagi gara gara aku” ujar Mihir 

Keesokan harinya, Suraj sedang ngobrol dengan Ashok dan bertanya tentang Mihika “Seperti biasa, dia melakukan dramanya lagi, muntah, muntah dan muntah lagi, aku sudah bilang padanya untuk pergi ke dokter” ujar Ashok, saat itu Ashok menerima sebuah paket dokumen, Mihika langsung menyela “Itu hasil laporanku” Mihika segera mengeceknya “Ada apa ? Apakah asam lambungmu naik ?“ tanya Ashok heran, Mihika terkejut dan berkata “Oooh tidak, aku hamil ?”, “Apa ?” Ashok penasaran dan langsung mengecek hasil laporan itu “Kamu sudah dua bulan hamil ?” tiba tiba Ashok terkulai lemas dan pingsan, Suraj segera memegangnya dan bertanya “Apa ini ?” tanya Suraj heran, dalam hati Mihika berkata “Lihat saja drama terbaruku” bathin Mihika, 

Dirumah Raman, Raman sedang bersiap siap, Ishita melihat tempat tidurnya berantakan, Ishita mulai menyindir Raman, Raman mendebatnya dan berkata “Aku sudah bicara dengan Mihir, dia tidak akan pergi ke Singapura, terima saja kesalahanmu” Ishita tertegun “Bagaimana ini bisa menjadi kesalahanku ? Kamu berteriak dan mengubah keputusannya, lalu kamu juga tahu kan kalau Adi itu bukan anakku, tapi aku tahu kalau Adi tidak ada dirumah jadi aku bicara seperti itu sama kamu”, “Lalu apa masalahmu ?” tanya Raman heran “Kenapa kamu berteriak padaku didepan orang lain ?”, “Siapa itu orang lain, Shagun ?” Raman semakin heran “Iyaaa, bagaimana bisa kamu berteriak padaku seperti ini, apakah ini benar ?”, “Kamu yang membawa dia dan Adi ke rumah ini, kamu memang melakukan hal yang benar pada Adi tapi kenapa kamu juga membawa Shagun kesini ?” tanya Raman kesal “Aku hanya peduli pada kebahagiaan Adi, kita ini suami dan istri” mereka kembali bertengkar seperti biasa “Aku tidak mau bicara denganmu !” saat itu Romi menelfon Raman, Raman bergegas pergi dari sana, begitu Raman pergi, Ishita bergumam sendiri “Raman Kumar kembali lagi menjadi Raavan Kumar, dia memang tidak bisa berubah” ujar Ishita kesal 

Mihika dan Suraj sedang berusaha membangunkan Ashok dari pingsannya “Ashok, ada apa denganmu ? Aku yang hamil, kenapa kamu yang pingsan ?” tanya Mihika heran “Lihat apa ini ?”, “Ini hasil laporan test kehamilan” ujar Mihika santai “Bagaimana bisa kamu hamil ?”, “Ini benar benar sangat memalukan, apakah kamu tidak belajar pelajaran biology waktu disekolah dulu ?” sindir Mihika “Tapi aku tidak menyentuhmu sedikitpun !”, “Iyaaa ini anaknya Mihir, kami telah berkencan selama beberapa tahun dan kami telah berhubungan” ujar Mihika tenang “Tapi kamu adalah istriku, bagaimana kamu bisa menerima ini adalah anaknya ?” bentak Ashok cemburu “Jangan berteriak, itu akan berpengaruh buruk pada bayinya, ayoo kita pergi dan katakan pada semua orang”, “Apakah kamu ini sudah tidak waras ? Pergi dan istirahatlah” Mihika segera pergi meninggalkan Ashok sambil tersenyum senang 

Di rumah keluarga Bhalla, seluruh keluarga Bhalla sedang menikmati kebersamaan mereka bersama sama, saat itu tuan Bhalla dan Romi sedang beradu panco, Raman datang kesana sambil bergumam dan melihat kearah mereka, Adi juga tersenyum melihat seluruh keluarganya sedang berbahagia bersama sama, Raman lalu duduk dan mencoba adu panco dengan Romi “Aku ini sedang marah” ujar Raman sambil melirik ke arah Ishita “Aku harus bisa mengeluarkan kemarahanku dengan cara yang lain” ujar Raman kesal, Ishita hanya terdiam sambil memperhatikan Raman, tuan Bhalla mendukung Romi, Adi datang kesana dan melihat mereka, tiba tiba Shagun mendukung Raman dengan memegangi tangan Raman agar menang, Adi sangat senang melihatnya, sementara yang lainnya terkejut, sedangkan Ishita hanya berdiri disana sambil memperhatikan mereka SINOPSIS MOHABBATEIN episode 343 by. Sally Diandra

Bagikan :