SINOPSIS MOHABBATEIN episode 339 “ADI CEMBURU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 339 “ADI CEMBURU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 339 “ADI CEMBURU” by. Sally Diandra Raman sedang bermain catur dengan Adi, Romi meminta Adi untuk mengalahkan Raman, Ishita melihat kebersamaan mereka dari luar kamar kemudian bergegas menyiapkan makanan untuk Adi, Ishita teringat semua peristiwa tersebut ketika Adi menceritakan tentang ibu tiri dan ketika ibu mertuanya memarahinya atas kecerobohannya, Simmi saat itu datang kesana dan Ishita bergegas meminta Simmi untuk memberikan makanan itu untuk Adi “Ishita, lebih baik kamu saja yang memberikan padanya”, “Tidak, Simmi ,,, kamu saja” Raman melihat kearah Ishita dan Simmi dan kembali berfikir “Ishita pasti menyalahkan dirinya sendiri atas keadaan Adi saat ini” bathin Raman sedih 

Di rumah keluarga Iyer, Amma sangat khawatir dan merasa kasihan dengan Ishita “Santhosi telah menyalahkan Ishu atas keadaan Adi”, “Tidak ada seorang perempuan pun yang mau melakukan apa yang telah Ishita lakukan dengan membawa mantan istri suaminya ke rumahnya dan merawat anak suaminya, Ishu itu unik dan lagi Madhu, tidak usah membahas masalah ini dengan nyonya Bhalla” hibur Appa, saat itu Ishita masuk kesana meminta masakan Amma “Ishu, tinggallah disini sebentar, ibu ingin bicara denganmu” kebetulan saat itu Raman mengikuti Ishita ke rumah keluarga Iyer, Appa segera menyela ucapan Amma “Heiii Raman, ada pemujaan di kuil, dimana kamu bisa meminta keinginanmu” ujar Appa 

Saat itu Raman dan Adi sedang bermain video game dan Adi memenangkan permainan itu, Adi segera melompat dengan semangatnya, tiba tiba Raman berkata “Aku harus pergi ke kuil”, “Kuil apa ayah ?” tanya Adi penasaran “Raman kemudian menjelaskan kalau ada pemujaan dan Raman akan meminta sebuah keinginan, dalam hati Adi berkata “Keinginan ini untukku” bathin Adi, Adi lalu berkata “Aku juga ingin ikut, ayah” ujar Adi penuh semangat “Tapi kita harus mengenakan pakaian ala Tamil” ujar Raman, saat itu Raman mendapat telfon dari Mihir “Mihir, hari ini aku tidak akan berangkat ke kantor”, “Tapi Ashok ada disini dan bertanya tentang kontrak, Raman” ujar Mihir “Baiklah, aku akan datang” ujar Raman 

Di kantor, Ashok meminta Mihir untuk duduk dan ngobrol bersamanya “Apakah kamu tidak memberi kopi pada tamumu ?”, “Tidak ada yang perlu dibicarakan, sebentar lagi Raman datang dan kopimu sebentar lagi datang” ujar Mihir sinis, tak lama kemudian di ruang meeting, semua orang sudah berkumpul, ada Raman, Mihir, Pathak, Suraj dan Ashok “Ini dia kontrakmu, Ashok” ujar Raman “Tapi sebelum kamu tanda tangani file ini, Pathak akan menjelaskannya padamu” Pathak segera menimpali ucapan Raman “File ini berisi tentang kalau Adi bukan anakmu lagi dan kamu tidak akan mengambil keputusan apapun dalam kehidupan Adi” ujar Pathak “Tapi kalian berjanji kalau kalian akan memberikan kontrak itu ?” tanya Ashok penuh selidik “Kami tidak seperti kamu yang tidak pernah menepati janji sejak lahir seperti meninggalkan Shagun dan lain sebagainya” sindir Raman “Jika kamu menandatanganinya maka kamu akan mendapatkan kontrak itu tapi jika kamu tidak menandatanganinya maka kamu juga tidak akan mendapatkan kontrak itu” ujar Raman, 

Saat itu Adi menelfon Raman “Baik, ayah akan segera datang kesana” ketika Raman hendak meninggalkan mereka, tiba tiba Suraj berkata “Kami akan menandatanganinya tapi kami membutuhkan satu kontrak lagi”, “Apalagi Raman memohonnya, maka kami akan memberikannya” Ashok menimpali ucapan Suraj “Aku mempunyai banyak kontrak untuk kamu untuk anakku, apakah kamu tahu tentang hubungan kasih sayang ? Setelah kamu bekerja di kantor ketika kamu pulang kerumah dan anak anakmu memelukmu maka hari harimu akan berakhir bahagia juga ketika istrimu yanga sangat mencintaimu mengajakmu ngobrol tentang berbagai macam hal dengan penuh cinta, itu juga sangat menyenangkan” sindir Raman “Tapi bagaimana kamu bisa tahu tentang semua ini ? Karena kamu mendapatkan semua bekasku, mulai dari Shagun, Adi, Ruhi dan Mihikanya Mihir” Ashok segera menandatangani berkas tersebut, kemudian Raman meninggalkan mereka 

Nyonya Bhalla sedang membeli sayuran, Pammi menelfon nyonya Bhalla dan bertanya tentang Adi “Ishita memberikan obat yang salah” saat itu Amma kesana untuk mengundang nyonya Bhalla ke kuil tapi setelah mendengar kalau nyonya Bhalla menyalahkan Ishita, Amma tidak terima dan mereka berdua pun bertengkar, Ruhi melihat hal ini dan berkata dalam hati “Ibu Ishi pasti akan merasa sedih” Ruhi segera pergi dari sana, Appa dan tuan Bhalla segera merelai istri istri mereka Saat itu Ruhi memasuki kamarnya dan menulis obat Adi di wadahnya, nyonya Bhalla datang kesana dan bertanya “Apa yang kamu lakukan, Ruhi ?”, “Aku hanya ingin membantu ibu Ishi agar kak Adi tidak masuk ke rumah sakit lagi” nyonya Bhalla memuji tindakan Ruhi, 

Kemudian Raman menghampiri Adi sambil membawa pakaian ala Tamil untuk Adi, Raman membantu Adi memakai pakaian itu kemudian Raman juga menyisir rambut Adi, Adi sangat senang sambil melihat kearah Raman, mereka berdua tertawa bersama sama 

Hingga akhirnya mereka sampai juga di kuil, nyonya Bhalla merasa tidak terbiasa dengan kain saree yang dikenakannya “Kain saree ini, aku tidak bisa mengurusinya” Amma segera membantu nyonya Bhalla merapikan kain sareenya “Sudah berapa lama kita tidak saling bersikap lembut satu sama lain ?” ujar nyonya Bhalla pada Amma, Amma kemudian memberikan bunga untuk nyonya Bhalla, mereka berdua menaruh bunga di kepala mereka satu sama lain, 

Raman dan Adi juga datang kesana dan bertemu dengan Ishita disana, Adi merasa tidak suka dengan adanya Ishita di kuil itu “Apa yang di lakukannya di kuil ini ? Hari ini Ishita akan tahu setelah pemujaan nanti siapa yang paling penting untuk ayah” bathin Adi kesal, Ishita memuji penampilan Adi, tak lama kemudian pemujaan dimulai, pendeta meminta Raman untuk mengundang salah satu keluarganya untuk melakukan pemujaan, Adi mengira kalau dirinyalah yang akan di pilih oleh Raman untuk melakukan pemujaan “Ruhi, jangan lupa nanti kamu memotret ayah ketika melakukan pemujaannya” ujar Adi optimistis, Ruhi bertanya tanya, kemudian Adi mengulurkan tangannya ke arah Raman namun Raman meminta Ishita untuk ikut pemujaan, wajah Adi langsung berubah cemberut SINOPSIS MOHABBATEIN episode 340 by. Sally Diandra

Bagikan :