SINOPSIS MOHABBATEIN episode 334 “FAMILY TIME TANPA SHAGUN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 334 “FAMILY TIME TANPA SHAGUN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 334 “FAMILY TIME TANPA SHAGUN” by. Sally Diandra Masih di pesta tahun baru 2015, setelah Shagun mengenakan anting anting pemberian Raman dan Ishita, Shagun berkata “Raman, aku telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat besar dengan meninggalkanmu 6 tahun yang lalu tapi aku sangat bahagia untuk kamu dan Ishita karena Ishita benar benar baik” ujar Shagun sambil mengenakan kedua anting anting itu kedua telinganya, Adi tersenyum senang melihat ibunya bahagia, dari kejauhan dari tempatnya duduk, nyonya Bhalla berkata “Adiku sangat bahagia” ujar nyonya Bhalla haru, dalam hati Shagun berkata “Pada hari ulang tahun pernikahan berikutnya, aku dan Raman pasti akan bersama” bathin Shagun dengan senyum liciknya 

Di pelataran parkir, Raman berkata pada Mihir “Mihir, biar aku yang mengantarmu pulang ke rumah karena kamu ini mabuk”, “Tidak apa apa, Raman ,,, aku baik baik saja, aku akan pulang sendiri” ujar Mihir, sementara Shagun berterima kasih pada Ishita atas pesta tahun barunya kali ini “Aku senang akhirnya Adi tersenyum” ujar Ishita, saat itu Shagun mendapat telfon dari seseorang “Apa ? Iyaa Mihir bersamaku, jangan khawatir, kami pasti akan kesana, bibi ,,, jangan khawatir, kami akan kesana” ujar Shagun panik “Ada apa, Shagun ?” tanya Ishita cemas “Ibuku pergi ke Australia untuk pelatihan dan ternyata ibu terkena serangan jantung, saat ini dia harus menjalani operasi dengan cepat” Mihir terkejut mendengarnya “Aku tidak bisa pergi, Shagun ,,, pasportku sedang diperpanjang untuk keperluan kantor” sahut Mihir “Apa ? Kenapa harus sekarang ?”, “Apakah aku mengimpikan hal ini akan terjadi ?” ujar Mihir kesal “Tapi bagaimana dengan Adi ?” ujar Shagun cemas “Pergilah, biar kami yang akan mengurusi Adi” ujar Raman, Ishita juga mengiyakan ucapan Raman “Baiklah, kalian benar” akhirnya Shagun setuju untuk pergi 

Malam harinya di kamar, Raman nampak kesal dan mulai berdebat dengan Ishita tentang Adi dan ucapan psikolog “Kenapa kamu memberikan perayaan tahun barumu pada Shagun ? Aku tidak akan mendengarkan kamu hari ini, bicaramu memang luar biasa, kamu telah menyesatkan Adi dan memberikan padanya harapan palsu ! Aku tahu kalau dia itu butuh bantuan dan menginginkan kedua orangtuanya tapi itu tidak berarti kami bisa seperti sebelumnya, kami telah bercerai dan ini sudah 6 tahun sekarang !” Ishita mencoba mendengarkan keluh kesah Raman “Adi memang kelemahanku tapi kenyataannya adalah Shagun itu tidak berarti apa apa lagi bagiku dan Adi harus menerima hal itu ! Apakah kamu mengira ketika Adi melihat kenyataan yang sebenarnya, dia bisa mengerti ? Atau dia akan sangat terluka ? Aku harus membuatnya merasa aman dan dia harus bisa menerima kalau kedua orangtuanya tidak bisa bersatu kembali” ujar Raman kesal 

“Kenapa kamu tidak bisa mengerti tentang hal ini ?”, “Aku tahu tapi sejak kapan kamu mulai memberikan ceramah seperti aku ?” Raman semakin kesal “Apakah kamu sudah gila dengan bergurau seperti ini ?” Ishita tersenyum dan berkata “Kamu memang sepenuhnya benar, aku tidak ingin memberikan harapan palsu ke Adi, Adi seharusnya menyadari kalau kamu bisa melakukan apa saja untuk kebahagiaannya”, “Iyaaa, itu benar ! Tapi aku tidak bisa pergi menjauh dari kamu demi Adi” sahut Raman menimpali ucapan Ishita “Ini salah, Raman ,,, jangan ucapkan kata kata romantis dalam permasalahan yang serius” ujar Ishita sambil tersenyum dan berkata “Adi tahu kalau aku ini sangat penting dalam kehidupanmu, aku akan berusaha untuk tidak memberikan harapan palsu padanya” Raman dan Ishita saling tersenyum satu sama lain karena Ishita telah membuat Raman lega akan kekhawatirannya, kemudian Ishita memeluk Raman dengan perasaan senang, Raman pun membalas pelukkannya 

Shagun sedang mengemasi barang barangnya, Adi menemui ibunya sambil memamerkan sekotak coklat pada Shagun “Apakah ayahmu yang memberikannya ?”, “Iyaaa, bagaimana mereka tahu kalau coklat ini adalah kesukaanku, bibi Ishita membelinya untukku dengan mencarinya di pasar” ujar Adi senang “Kamu ini memang terlalu lugu dan polos dengan merasa senang setelah mendapat coklat itu, dengar yaaa ,,, ibu akan pergi karena nenekmu sedang sakit yang sangat serius, ibu tidak tahu bagaimana nanti sikap Ishita padamu” Adi menyela ucapan Shagun “Bibi Ishita telah merayakan hari ulang tahun pernikahan ibu dan ayah dan memberikan anting anting itu sebagai hadiah bukan ? Dia itu sangat baik, ibu” ujar Adi polos

Shagun tidak terima anaknya memuji Ishita di depannya, Shagun segera meracuni kembali pikiran Adi “Ingat yaaa, meskipun paman Ashok juga melakukan hal seperti ini pada ibu, dia juga tetap saja mengusir kita keluar dari rumahnya, kita ini tidak punya siapa siapa, Ishita adalah istrinya Raman, ayahmu, ibu tirimu dan dia tidak akan bisa menjadi milikmu ! Dia berpura pura berbuat seperti itu untuk menjadi hebat, ini adalah sandiwaranya untuk membuat ibu meninggalkan kehidupan ayahmu dan rumah ini” Shagun terus memprovokasi Adi 

“Aku tidak akan pernah meninggalkan ibu”, “Kamu juga harus melakukan permainan seperti yang dilakukan oleh Ishita, bersikaplah baik padanya dan peduli padanya, maka dia kan membelikan sekotak coklat untukmu tapi berhati hatilah terhadap Ishita, rumah ini adalah milik ibu yang telah dirampas oleh Ishita” ujar Shagun penuh dengan nada kebencian “Bibi Ishita itu sangat berbahaya, aku akan memberikan sebuah pelajaran padanya” ujar Adi yang mulai terprovokasi oleh ibunya, Simmi datang dan memberitahu Shagun kalau Mihir akan mengantarnya sampai di bandara, Shagun meminta Simmi untuk membawa Adi “Bawalah Adi bersamamu, kalau tidak aku tidak akan bisa pergi”, “Ibu, aku akan sangat merindukanmu” ujar Adi kemudian berlalu dari sana, Shagun lalu menangis dan berkata “Apa yang tidak bisa aku lakukan, anakkulah yang akan melakukannya” bathin Shagun senang 

Ishita memberitahu Shagun kalau dirinya telah ingat semuanya tentang keperluan Adi “Aku akan mengurusnya dan memberikan obat padanya tepat waktu”, “Dia mempunyai alergi pada musim dingin, aku tidak bisa tinggal tanpa dirinya” nyonya Bhalla langsung menyela ucapan Shagun dengan mengingatkan padanya kalau dulu Shagun pernah mengirimkan Adi ke asrama dan memarahi Shagun, Mihir segera menyela dan memintanya untuk berangkat cepat cepat “Aku juga akan menelfon Rinki untuk segera kembali” ujar nyonya Bhalla, setelah Shagun pergi, Ishita meminta Raman untuk mengajak Adi nonton film, kebetulan Ishita sudah memesannya “Pikiranmu bekerja juga, kalau begitu ayooo ikut bersama kami”, “Tidak, Raman ,,, aku tidak suka film science fiksi” Raman langsung menyahut ucapan Ishita “Apakah kamu suka film Rona Dhona ?”, 

“Tidak, tapi film yang menceritakan tentang si pelaku utama pria dan pelaku utama wanita bertemu di bandara pada klimaks ceritanya” ujar Ishita sambil tersenyum senang dan memintanya untuk makan siang dirumah, kemudian Ishita memasak makanan, nyonya Bhalla ikut tersenyum senang “Ibu, aku akan membuat masakan Italia untuk Adi, itu makanan kesukaannya, Shagun mengatakannya padaku tapi jangan bilang kalau aku yang membuatnya yaa karena aku ingin dia menikmati makanannya kalau tidak nanti dia akan berfikiran yang macam macam” ujar Ishita tulus “Kamu memang luar biasa, Ishita ,,, Adi pasti akan tahu kalau kamu juga sangat menyayanginya”, “Aku hanya ingin dia bahagia dan merasa senang berada di rumah ini” ujar Ishita “Aku rasa dia akan lengket dengan kamu selama Shagun tidak berada dirumah karena Shagun itu selalu saja mempengaruhi hal hal yang buruk pada Adi” ujar nyonya Bhalla kesal 

Di rumah Ashok, Ashok memberitahu Mihika kalau dia telah memesan sebuah kamar di hotel “Memangnya kamu bertanya pada siapa ?” sindir Mihika “Aku ini suami kamu”, “Aku tidak mau ikut !” ujar Mihika kesal “Jika kamu tidak mau ikut maka ,,,” Mihika langsung menyela ucapan Ashok “Apa yang akan kamu lakukan ? Apakah kamu akan memaksaku dan memukulku ? Ayooo lakukan saja ! Ayooo pukul aku !” bentak Mihika “Pergilah ke neraka sana !”, “Tidak ! Aku mau belanja, kamu bilang sendiri kan kalau kamu bisa memberikan semuanya padaku dimana Mihir tidak bisa memberikan, resolusi atau keinginan tahun baruku adalah aku ingin menghabiskan uangmu, jika kamu memblokir kartu kreditmu, kamu akan masuk ke penjara karena kasus kekerasan dalam rumah tangga” ancam Mihika serius “Aku akan mengawasi kamu” Ashok kemudian berlalu dari kamar Mihika, saat itu Mihika mendapat telfon dari temannya “Okeee, aku akan tiba disana” ujar Mihika 

Dirumah keluarga Iyer, Vandu sedang ngemil kudapan ringan sambil berkata “Aku menjadi gendut sekarang” Amma dan Ishita tersenyum mendengarnya “Kakak, aku tahu permasalahanmu, ayooo kita pergi belanja”, “Ishu, tidak akan ada yang cocok dengan ukuranku ini” ujar Vandu sedih “Kamu akan membeli baju hamil kalau begitu, saat ini sedang ada penjualan baju hamil, ayooo kita pergi” akhirnya Vandu setuju dengan ajakan Ishita 

Ketika siang hari, semua orang sedang menikmati makan siang, nyonya Bhalla tidak memberitahu pada keluarganya kalau Ishita yang memasak makanannya kali ini namun Raman bisa menebak kalau masakan itu buatan Ishita “Aku tahu kalau Ishita yang membuat makanan ini, tapi dimana dia ?” tanya Raman penasaran “Bibi Ishu sedang pergi belanja sama ibuku dan meninggalkan aku disini, aku sudah mulai bosan” sahut Shravan “Tadi Adi dan paman baru saja pergi nonton film, apakah kita bisa bermain permainan yang lain ?”, “Bagaimana kalau kita bermain karambol ?” pinta Bala, akhirnya mereka semua duduk di ruang tamu dan mulai bermain karambol “Aku ingin satu tim dengan pak Bala” ujar Adi senang “Baiklah, aku akan satu tim dengan Shravan” sahut Raman, 

Kemudian mereka mulai bermain karambol dan Adi sangat menikmati waktunya bersama keluarga saat itu, Raman tersenyum melihat kebahagiaan Adi “Sangat bagus, Adi ! Kita pasti akan menang !” puji Bala, akhirnya tim Bala dan Adi menang, semua orang bertepuk tangan “Paman Raman memang sengaja membuat ayahku menang”, “Bukan Shravan, tapi Adi memang bermain dengan sangat baik” Raman menimpali ucapan Shravan, mereka saling bergurau dan tertawa bersama sama “Baiklah, menang dan kalah itu hal yang biasa, jangan bertengkar” ujar Adi senang, Raman kemudian meminta tukar pasangan “Baiklah, Adi akan bermain bersama kamu, Raman ,,, dan Shravan sama ayah” sela Bala, mereka melanjutkan permainan kembali, dalam hati Raman berkata “Lihat, Ishita ,,, anakku bermain karambol bersamaku, dia terlihat sangat bahagia bersama seluruh keluarganya” bathin Raman senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 335 by. Sally Diandra

Bagikan :