SINOPSIS MOHABBATEIN episode 327 “ASHOK TAKLUK DI DEPAN MIHIKA ” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 327 “ASHOK TAKLUK DI DEPAN MIHIKA ” by. Sally Diandra Dirumah keluarga Bhalla, nyonya Bhalla sedang ngobrol dengan Rinki via telfon dan memintanya untuk segera pulang, tuan menyela “Aku sudah memesan tiket dari Sydney, Australia untuk Rinki dan sepasang tiket ke Dubai untuk Raman dan Ishita, ini hadiah dari kita untuk mereka, agar Raman dan Ishita bisa merayakan tahun baru disana berdua” nyonya Bhalla menyela ucapan suaminya “Ini akan menjadi bulan madu untuk mereka berdua” Simmi meminta mereka untuk bermesraan, namun Ishita malu dan berlalu dari sana, Romi juga menggoda Raman “Romi, diam kamu !” bentak Raman, saat itu Adi melihat Neelu membawa pakaian yang baru dilaundry dan bergegas menghampirinya lalu mengendus bau seprei, Ishita menghampiri Adi dan bertanya “Adi, ada apa ?”, “Waktu itu aku menjatuhkan obat sirup diatas seprei jadi aku mau mengeceknya” Ishita tersenyum mendengar ucapan Adi 

“Sudah bersih semuanya, ayooo kita sarapan dulu” nyonya Bhalla kemudian menyiapkan sarapan pagi untuk Adi, Ishita juga meminta Shagun untuk ikut makan bersama mereka “Aku harus pergi, ada interview lamaran pekerjaan” Shagun berusaha menolak ajakan Ishita, saat itu Amma masuk ke rumah mereka dan berkata “Lihat aku membuat Daal wada untuk kalian semua” Raman langsung menyela ucapan Amma “Aku sudah selesai makan, ibu mertua ,,, aku sudah keyang” Ishita menyela ucapan Raman “Aku dan Adi yang belum makan sampai sekarang ,,, Adi, ayoo ikut dengan bibi, kita makan Daal wada”, “Iyaa, Adi ,,, ayo ke rumah nenek dan makan disana, kamu juga menyukai makanan ala India Selatan kan ?” Amma menimpali ucapan Ishita “Tidak, terima kasih !” Shagun yang masih ada disana menyela ucapan Adi “Iyaa, Adi menyukainya, pergilah sana, Adi ,,, ibu akan pergi, doakan aku, Ishita” ujar Shagun kemudian berlalu dari sana 

Ashok sedang bersiap siap dan bertanya pada pelayan tentang Mihika “Nyonya Mihika sudah pergi dari tadi dan akan makan diluar”, “Ashok, bilang sama istrimu itu untuk tidak melakukan hal ini lagi, kalau tidak aku tidak akan mengampuninya” ujar Suraj menimpali ucapan pembantu tadi “Biarkan saja, Suraj ,,, biarkan saja Mihika bahagia” bela Ashok, saat itu Ashok dapat telfon dan merasa geram “Rupanya dia belanja dengan kartu kreditku, aku tidak tahu kalau dia akan belanja sampai 10 lakhs dalam sehari” Suraj menyela ucapan Ashok “Sudahlah, biarkan saja, biar perasaannya senang, aku sudah menjelaskan padamu kan, kalau kamu harus bisa mengendalikan dia, Ashok” Ashok mengangguk dan berkata “Aku akan menunjukkan pada Mihika, dimana tempatnya” ujar Ashok, kemudian Ashok membatalkan keberangkatannya ke kantor 

Adi tersenyum senang melihat ikatan yang terjalin antara Bala dan Shravan, Adi teringat ketika Ashok mencegahnya makan mentega dan Shagun malah menyuruhnya makan, Adi juga teringat ketika Ashok memintanya untuk tidak memanggilnya ayah, saat itu Ishita sedang melayani Adi sambil berkata “Ruhi sekarang menjadi burung yang malas, bibi akan pergi dan melihatnya” ujar Ishita lalu pergi meninggalkan Adi, Adi kembali tersenyum ketika melihat perbincangan yang menyenangkan dan penuh kasih sayang antara Bala dan Shravan, sementara itu Shagun datang menemui temannya dan menolak minuman yang diberikan “Maaf, aku tidak bisa minum, mantan ibu mertuaku itu peminum berat dan dia bisa mengenali apakah aku ini mabuk atau tidak” ujar Shagun sedih “Begini, aku rasa aku ingin mencari pekerjaan dan akan meninggalkan rumah itu, jangan minum, makan saja” ujar Shagun “Shagun, Ishita itu seharusnya di hukum atas apa yang telah dia lakukan”, “Lihat saja nanti, Ishita akan pergi, aku akan mencari pekerjaan” ujar Shagun “Aku yakin kamu akan kembali dalam kehidupan Raman dan Ashok akan mendapat tamparan keras diwajahnya” ujar teman Shagun, Shagun tersenyum senang 

Mihika pulang ke rumah dengan barang belanjaan yang cukup banyak, Ashok melihat pada barang belanjaan Mihika ”Bukankah kita mempunyai TV dan lemari es ?”, “Shagun telah membeli semuanya disini, aku ini istrimu dan ini seharusnya menjadi pilihanku” ujar Mihika santai “Tapi kamu menghabiskan banyak uang, Mihika”, “Ashok, kamu telah menikahi aku dan kamu juga telah memberikan pin kartu kreditmu padaku, apakah kamu tidak ingin melihat aku bahagia ? Apakah kamu marah padaku ? Apakah kamu akan memukul aku ? Kamu ingin menghajar aku ? Ayyoooo silahkan !”, “Apakah kamu sudah gila ? Untuk apa aku memukul kamu ?” Ashok malah terlihat bingung di depan Mihika 

“Aku bisa melihat darah di dalam matamu, kamu sepertinya ingin membunuhku, aku ini tidak aman disini”, “Mihika, aku hanya bilang saja” bela Ashok menimpali ucapan Mihika “Aku akan memberitahu pelayanan bantuan pengaduan perempuan”, “Baiklah, kamu bisa belanja tapi semuanya kenapa double ? Kita tidak makan semua tapi okelah, kita akan memberikannya ke pembantu, kamu juga bisa mendekorasi rumah sesuai keinginanmu, tidak usah khawatir” ujar Ashok kemudian berlalu dari sana, begitu Ashok pergi, Mihika tertawa geli “Suamiku, ini baru permulaannya saja, lihat saja apa yang terjadi nanti” ujar Mihika geram 

Di sekolah, Ishita melihat Adi yang sepertinya sedang mencari cari Shagun “Adi, ibumu saat ini sedang sibuk, bibi yang akan menjemputmu pulang hari ini” Adi tidak menanggapi ucapan Ishita dan langsung lari menuju ke mobil, Ishita kemudian membawa Ruhi dan Shravan “Hallooo ,,, aku sangat merindukan kalian” kemudian Ishita mengajak mereka berdua menuju ke mobil, dalam perjalanan pulang ke rumah, anak anak menceritakan tentang kegiatan mereka disekolah dengan penuh semangat, namun Adi hanya diam saja, hingga akhirnya mereka sampai dirumah, Adi langsung berlari ke arah apartemen keluarga Bhalla, Ruhi meminta Shravan untuk ganti baju dan ikut bersamanya bermain, mereka berdua ingin nonton TV bersama 

“Ibu Ishi, aku ingin bicara sama ibu soal kak Adi, tadi kak Adi ngompol di celana waktu di sekolah, dia menyembunyikannya tapi teman temannya mengolok olok kak Adi karena kak Adi sudah besar tapi masih saja ngompol” Ishita kaget “Apa ? Ruhi, mungkin saja waktu itu kak Adi mau ke kamar mandi tapi ada orang di dalam kamar mandi dan kak Adi sudah tidak bisa menahannya lagi, makanya dia pipis di celana, apakah kamu juga mengejeknya ?” ujar Ishita “Aku merasa kasihan pada kak Adi, aku mengajaknya bicara tapi dia malah memarahi aku”, “Iyaaa, kak Adi tadi menangis dan dia memarahi semua anak anak, kata ibu guru kak Adi sedang punya masalah” ujar Shravan menimpali ucapan Ruhi “Nanti biar ibu membicarakannya dengan gurunya kak Adi, tapi ingat jangan katakan pada siapapun tentang hal ini yaaa dan juga jangan katakan pada kak Adi kalau ibu Ishi tahu tentang hal ini, oke ?”, “Oke, ibu Ishi !” ujar Ruhi 

Ishita akhirnya sampai dirumah dan langsung menuju ke kamarnya lalu menyingkap bed cover yang menutupi tempat tidurnya, dilihatnya ada taburan bedak diatasnya dan beberapa koran yang menutupi sesuatu, Ishita baru sadar kalau Adi semalam mengompol, Ishita semakin cemas memikirkan Adi terutama pada sikapnya, Ishita menangis sedih “Jadi Adi berteriak padaku waktu itu karena dia kaget, panik dan dia ingin menyembunyikan ini semua, rupanya dia malu, Adi selalu saja marah pada semua orang, dia begitu kesal, jadi ini alasannya, dia begitu setres, semua kejadian ini sudah mempengaruhinya secara psikologis, dia butuh bantuan, aku harus membicarakan hal ini dengan Raman karena Adi membutuhhkan kasih sayang, dukungan dan bimbingan mental, dia membutuhkan kami semua” ujar Ishita haru 

Adi dan Shravan sedang bertengkar setelah bermain bersama, Shravan mengejek Adi dan Adi langsung memukulnya, Ishita datang dan melihat Shravan mengejek Adi “Shravan ! Bagaimana bisa kamu bicara seperti itu ? Bibi benar benar kecewa sama kamu”, “Bibi, coba bibi bicara sama kak Adi, dia yang nakal !” Shravan membela diri “Shravan, ayooo minta maaf” Shravan menolak permintaan Ishita dan langsung pergi dari sana, Adi juga pergi meninggalkan Ishita, Ishita merasa bingung “Aku harus bisa menyelesaikan permasalahan Adi segera” bathin Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN episode 328 by. Sally Diandra 

                        PREV         NEXT

Bagikan :