SINOPSIS MOHABBATEIN episode 324 “MIHIR YANG MALANG” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 324 “MIHIR YANG MALANG” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 324 “MIHIR YANG MALANG” by. Sally Diandra Mihir mulai minum minuman keras dan berterima kasih untuk kedatangan Raman, Pathak dan Romi “Sekarang aku sudah bebas dan pertama minumlah dulu” ujar Mihir mabuk “Mihir, kenapa kamu mengadakan pesta ?”, “Aku adalah burung yang bebas sekarang, Raman ,,, aku akan pesta terus setiap hari sekarang, yang ini buat pernikahan Mihika, aku bahagia sekarang, selamat untuk kebebasanku !” Raman tertegun melihat tingkah Mihir “Mihir, kamu yakin kamu baik baik saja ?”, “Iyaaa, tentu saja !” saat itu Ishita menelfon Raman “Raman, bagaimana keadaan Mihir ?”, “Aku sedang mencobanya, dia akan baik baik saja, katakan pada Adi kalau aku akan segera pulang ke rumah” ujar Raman sambil menjauh dari Mihir yang mulai meracau 


“Jangan khawatir, Adi sedang bermain dengan Ruhi dan aku juga sudah membuat masakan ayam untuknya karena dia sangat menyukainya” Raman tersenyum, saat itu Mihir masih ditemani oleh Pathak dan Romi “Aku akan pulang telat nanti”, “Kenapa ?” tanya Ishita heran “Kenapa kamu bertanya seperti seorang istri ?”, “Apakah aku harus bertanya seperti seorang tetangga ?” tanya Ishita kesal “Bukan begitu maksudku, kamu seharusnya bertanya seperti seorang pacar” goda Raman, Ishita hanya tersenyum dan bertanya “Memangnya pesta siapa ini ?” tanya Ishita penuh selidik ketika didengarnya suara mereka berkata cheers “Raman, apakah kamu minum lagi ? Jangan kamu kira kalau aku ini masih lugu dan tidak tahu yaa”, “Kamu memang tidak seperti itu” goda Raman “Ya sudah, pulanglah segera dan jangan minum banyak banyak” pinta Ishita “Baiklah”, “Bye tampan” Ishita kemudian mengakhiri telfonnya, 

Mihir tiba tiba menghampiri Raman dan berkata “Raman, aku juga ingin bicara dengan kakak ipar” pinta Mihir namun Raman memberitahu kalau Ishita sudah menutup telfonnya “Kalau begitu, Raman ,,, bukalah sampanye yang sangat special ini”, “Apanya yang special ?” tanya Raman “Mihika biasanya selalu mencegahku untuk minum dan aku pikir aku akan membukanya setelah pernikahan tapi sekarang tidak ada seorangpun yang akan mencegahku disini, karena Mihika telah menikah dan aku tidak akan mendukungnya dalam skandalnya ini, aku ini memang lemah” ujar Mihir sambil mabuk “Semuanya terjadi untuk kebaikan, Mihir” Romi lalu mengajak mereka untuk bersenang senang, mereka pun mulai minum minum bersama sama 

Sementara itu, dirumah keluarga Bhalla, Adi sedang ngobrol dengan Shagun “Ibu, apakah mereka kan menyuruh kita untuk meninggalkan rumah ini ?”, “Adi, kamu harus berhati hati, kamu tahu kan bagaimana kemarahan ayahmu dan kita harus berada disini karena ini jalan terbaik” saat itu Simmi datang dan bertanya “Shagun, kenapa Adi bersedih ?”, “Dia baik baik saja, Simmi” ujar Shagun sambil minum wine “Shagun, apa yang kamu lakukan ?”, “Aku tidak bisa tidur, Simmi ,,, hanya minuman ini satu satunya cara, aku merasa tidak enak badan memikirkan tentang Adi, aku ini masih sendirian dan hanya bisa hidup dari belas kasihan orang lain, apa lagi yang bisa aku lakukan ?” ujar Shagun dengan nada memelas “Adi tidak sendirian, kami ada bersamanya” ujar Simmi, Shagun tersenyum sambil berkata dalam hati “Kami tidak punya tempat yang lain kecuali rumah yang ini, sekarang akan aku ambil kembali !” bathin Shagun geram 

Ishita sedang ngobrol dengan nyonya Bhalla “Ibu, aku akan memberikan susu ini untuk Adi dan melihatnya apakah dia baik baik saja” nyonya Bhalla segera mencegah Ishita “Ishita, biar aku saja yang memberinya, dia sudah tertidur sekarang” ujar nyonya Bhalla, kemudian nyonya Bhalla mengajak Ishita ngobrol “Ishita, aku harap agar kamu menjauh dari Adi dulu karena dia baru saja mengalami banyak hal dan dia juga masih merasa ketakutan tinggal disini, aku bisa melihatnya kalau dia kesal dengan dirimu”, “Ibu benar, aku akan jaga jarak dengannya” ujar Ishita “Suatu saat nanti, Adi akan mengerti”, 

“Iyaa luka bisa disembuhkan dengan kesabaran dan kasih sayang” nyonya Bhalla kemudian mencium keningnya dan memberikan restu pada menantunya ini “Terima kasih, Ishita ,,, kamu bisa mengerti” ujar nyonya Bhalla kemudian berlalu dari sana, tak lama kemudian Ishita pergi ke kamar Ruhi untuk melihat Adi, dilihatnya Adi sudah tertidur, Ishita tersenyum melihatnya dan ditutupinya tubuh Adi dengan selimut kemudian Ishita keluar dari kamar Ruhi dan meninggalkan segelas susu di sana SINOPSIS MOHABBATEIN episode 324 by. Sally Diandra 

PREV   NEXT 

Bagikan :