SINOPSIS MOHABBATEIN episode 323 “SHAGUN MENGATUR RENCANA” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 323 “SHAGUN MENGATUR RENCANA” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 323 “SHAGUN MENGATUR RENCANA” by. Sally Diandra Ketika Ashok sampai di pelataran parkir, Ashok melihat Adi sedang berdiri di dekat mobilnya dengan tas kopernya “Ayah, kamu mau pergi kemana ? Aku tahu kalau kamu datang untuk menjemput kami, aku tahu kalau kamu pasti merindukan kami, ibu sangat merindukan dan mencintai kamu” ujar Adi polos namun Ashok segera bertindak kasar pada Adi dan membentaknya “Jangan panggil aku ayah lagi !” bentak Ashok, dari kejauhan Ishita memperhatikan Ashok dan Adi 

“Aku sudah bilang pada ibumu kalau dia adalah sampah ! Selesai di gunakan lalu dibuang !” saat itu Shagun datang memarahi Ashok “Aku masih mempunyai seorang ayah dan rumah ! Dia tidak membutuhkan kamu ! Pergilah sana !” bentak Shagun “Terserah kamu saja !” bentak Ashok dan berlalu dari sana, begitu Ashok pergi Adi merasa sedih dan berkata pada Shagun “Maafkan aku, ibu ,,, aku kira dia datang untuk menjemput kita” Adi menangis dan memeluk Shagun “Tenang, tenang, Adi ,,, ibu selalu bersamamu” ujar Shagun 

Begitu Raman pulang, Ishita menceritakan semuanya ke Raman, Raman sangat kesal dan hendak pergi menemui Ashok namun Ishita mencegahnya “Raman, lebih baik jangan pergi ke rumah Ashok, yang harus kamu pikirkan sekarang adalah Adi, dia berada di lingkungan yang aman, semua yang ada disini baik baik saja, dia mempunyai rumahnya sendiri” Raman terdiam mendengar ucapan Ishita “Raman, aku ingin kamu melakukan sesuatu, pergilah dan bicaralah dengan Adi, dia membutuhkan ayahnya”, “Baiklah, aku akan bicara dengannya” Raman lalu bergegas pergi menemui Adi 

Di rumah keluarga Iyer, Amma memberitahu Ishita kalau dirinya tidak akan menemui Mihika di rumahnya Ashok “Kenapa kamu berfikiran seperti itu, Madhu ?”, “Kita harus pergi kesana untuk melindungi Mihika, aku tadi meihat sendiri bagaimana Ashok berlaku kasar dengan anak berusia 12 tahun yaitu Adi, orang yang sudah hidup bersamanya selama 6 tahun” Amma dan Appa tertegun “Dia bilang sendiri kan kalau kita tidak datang ke tempat Mihika maka Mihika akan merasa sendirian, kita harus pergi kesana, Mihika memang telah sangat melukai perasaan kita, aku terluka dengan caranya bicara denganku kemarin tapi bagaimanapun juga dia adalah saudara kita, apakah kita akan meninggalkannya untuk Ashok dan Suraj ?” ujar Ishita sedih 

“Mereka berdua bisa saja berlaku buruk pada Mihika begitu mereka mengetahui kalau tidak ada seorangpun yang mendukungnya, aku rasa kalian semua harus pergi dan nanti kita akan mendapatkan keuntungannya” Amma dan Appa tertegun “Jika kalian pergi dan melihat Mihika disana, kita mungkin bisa tahu apa alasannya dia melakukan hal ini, aku benar benar tidak percaya kalau Mihika melakukan ini semua demi uang, kita semua kenal dengan Mihika dan dia tidak seperti itu, aku merasa ada alasan yang lain yang membuatnya menikahi Ashok, kita harus mencari tahu” Appa menyela ucapan Ishita “Aku rasa Ishu benar, kita seharusnya pergi kesana” ujar Appa 

Sementara itu dikamar, Shagun sedang menenangkan Adi “Adi, sudah jangan menangis, kenapa kamu bicara dengan Ashok ?”, “Aku menemuinya untuk ibu” ujar Adi sambil menangis “Kita tidak punya hubungan apa apa lagi dengan Ashok sekarang, Adi” ujar Shagun, saat itu Raman datang “Apa yang kamu katakan padanya sekarang, Shagun ?”, “Apa yang aku katakan ini salah ? Aku dan Adi adalah satu keluarga, kamu dan Ashok selalu sibuk saling membalas dendam, siapa yang akan mengurusi Adi ? Aku adalah ibunya, tidak ada orang lain ! Aku juga tidak akan tinggal disini lebih lama, kami akan segera pergi ! Atau kalau tidak kami akan selalu berada di sebuah ilusi, aku tidak ingin Adi hanya melihat mimpi mimpi indah” ujar Shagun lantang “Aku akan memenuhi semua impiannya, ketika kamu pergi dari sini, aku ada disini untuk Adi, aku akan selalu bersamanya selamanya” kemudian Raman berkata pada Adi “Adi, apapun yang kamu butuhkan, ayah akan selalu ada untukmu” saat itu Raman mendapat telfon dari Pathak 

“Baik, aku datang” kemudian Raman berlalu dari sana, begitu Raman pergi, Adi berkata pada Shagun “Lihat kan, bu ,,, aku sudah bilang sama ibu kan kalau ayah bersama kita”, “Hentikan, Adi ! Maksudnya itu dia mau membantu kita, kita ini hanya pengemis, ayahmu itu selalu memperlakukan kita dengan salah, ini hanya perbuatan amalnya saja, kita tidak mempunyai arti lagi, mereka tidak peduli dengan kita” ujar Shagun kesal sambil berkata dalam hati “Ketika kami bersedih, mereka jadi baik sama kami, aku harus merasa tidak aman dan aku bisa tinggal disini, aku akan masuk lagi dalam kehidupan Raman dan menendang keluar Ishita” Shagun tersenyum senang SINOPSIS MOHABBATEIN episode 324 by. Sally Diandra 

PREV     NEXT

Bagikan :