SINOPSIS MOHABBATEIN episode 318 "KEJUTAN UNTUK ISHITA" by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 318 "KEJUTAN UNTUK ISHITA" by. Sally Diandra Pagi itu setelah selesai mandi dan berdandan, Ishita turun ke bawah menuju dapur, rupanya ibu mertuanya sudah ada disana, Ishita segera belajar memasak makanan Punjabi lainnya yaitu Sarson ka saag, Simmi juga bergabung dengan mereka dan tak lama kemudian Ruhi turun dari lantai atas dan berkata pada Ishita “Ibu Ishi, ayah mencari ibu Ishi, ibu Ishi di suruh ke kamar” ujar Ruhi dengan rambutnya yang acak acakkan karena baru bangun tidur, Simmi mulai menggoda Ishita, Ishita nampak malu malu namun akhirnya Ishita bergegas menemui Raman di kamarnya, sementara itu di dalam kamar, Raman sedang mengeluarkan semua pakaiannya dari dalam koper sehingga tempat tidur mereka jadi berantakan, 

Ishita masuk ke dalam kamar dan dilihatnya Raman sedang marah karena tidak bisa menemukan kemeja putihnya, Ishita bergegas membantu Raman dengan mencarinya di dalam koper tersebut, sedangkan Raman yang tadinya marah, tiba tiba tersenyum nakal dibelakang Ishita yang masih sibuk mencari cari kemeja Raman, rupanya Raman sengaja mengerjai Ishita, akhirnya Ishita bisa menemukan kemeja putih Raman, kemudian dengan gaya marahnya Raman kembali menyuruh Ishita untuk mencari sabuknya, mereka berdua saling menyindir satu sama lain seperti biasa, semuanya terlihat normal dianatara mereka karena mereka berdua kembali saling menyindir dan berdebat satu sama lain, kemudian Raman melembutkan nada bicaranya dan berdiri sangat dekat disebelah Ishita setelah Ishita bisa menemukan sabuknya Raman 

“Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan kemarin ?”, “Apakah aku akan mengatakannya ?” balas Ishita “Bukankah kamu sendiri juga ingin mendengarnya, aku juga ingin mendengarnya” Raman terus memaksa Ishita “Apakah kamu tidak tahu ?”, “Kalau begitu kamu yang mengatakannya padaku, apa itu ?” Raman pura pura tidak tahu “Aku tidak akan mengatakannya” goda Ishita “Aku akan membuat kamu mengatakannya” ujar Raman sambil memegangi lengan Ishita, Ishita pura pura kesakitan, Raman pun segera melepaskan cengkaraman tangannya, Ishita akhirnya berlari ke arah pintu kamar, Raman bingung dan merasa bersalah “Ishu, ada apa ?” Ishita berbalik menengok ke arah Raman dan balik bertanya pada Raman “Memangnya ada apa, Raman ?” goda Ishita 

“Kamu harus belajar banyak dariku dan jangan lupa masukkan semua pakaianmu itu ke dalam lemari kalau tidak, kamu tahu kan tidak ada seorangpun yang lebih berbahaya daripada aku ?” ujar Ishita sambil mengedipkan matanya ke arah Raman dengan senyum manisnya kemudian segera pergi dari sana, Raman juga tersenyum dan berkata “Baiklah, aku akan mengatur ini semua tapi aku akan membuat kamu mengakuinya, Ishu ,,, tunggu saja gayaku nanti malam dan kamu bisa melihatnya” gumam Raman 

Ketika Ishita turun ke bawah, nyonya Bhalla menyuruh Ishita untuk ikut sarapan pagi bersama mereka di meja makan “Iyaa, ibu nanti saja sarapannya”, “Apakah kamu menunggu Raman ?” goda nyonya Bhalla, kemudian Ishita menceritakan semuanya pada nyonya Bhalla tentang Raman yang menyalahkan dirinya karena tidak menyiapkan perlengkapannya pagi ini, Simmi ikut menggoda Ishita, mereka pun tertawa bersama sama “Ishita, seharusnya kalian berdua ini pergi berlibur berdua”, “Tidak ayah mertua, apa yang akan aku lakukan bersamanya kalau liburan berdua ? Aku lebih suka berada disini” sahut Ishita “Ya sudah, Romi ,,, cepat panggil kakakmu itu” Romi bergegas pergi menuruti perintah ibunya, 

Sementara itu di dalam kamar, rupanya Raman sedang memesan meja untuk makan malam berdua, Raman minta pihak hotel untuk menyiapkan semuanya, Romi yang saat itu baru mau masuk ke kamar Raman, mendengar semua pembicaraan Raman tentang rencana kencan romantisnya “Oooh kakak merencanakan ini semua untuk kakak ipar rupanya, sinetron banget sih, kak Raman” gumam Romi, saat itu Raman masih ngobrol dengan pihak hotel “Iyaa, betul ini sebuah kejutan untuk istriku, kirimkan konfirmasinya ke ponselku ya” Romi tersenyum penuh arti sambil berkata “Aku harus menggoda kak Raman” Romi bergegas pergi dari sana, sedangkan Raman berkata pada dirinya sendiri “Sekarang aku akan menunjukkan padanya bagaimana romantisnya diriku, aku akan memberikan sebuah kejutan padanya kemudian dia akan tahu kalau aku juga mencintainya” gumam Raman senang , 

Shagun sangat marah begitu mengetahui kalau keanggotaan klubnya di batalkan, bahkan Shagun juga mengalami masalah keuangan “Aku akan bilang sama Ashok” ujar Shagun kemudian Shagun juga memarahi orang itu, saat itu Adi menghampirinya dan bertanya “Ibu, kenapa ibu bersedih ?”, “Tidak apa apa, lebih baik kamu sarapan pagi dulu yaa” ujar Shagun “Ibu, bagaimana dengan SPP nya ?” belum juga Shagun menjawab pertanyaan Adi, Shagun mendapat telfon dari Ashok “Shagun, aku ingin bertemu denganmu”, “Iyaa, tentu saja, katakan padaku, dimana kita bertemu ? Aku akan kesana” ujar Shagun penuh harap 

“Tidak sekarang”, “Oh iya, Ashok ,,, bagaimana dengan SPP nya Adi ?” tanya Shagun lagi “Nanti malam, aku akan sms kamu” ujar Ashok kemudian menutup telfonnya “Akhirnya beres sudah, jangan khawatir, Adi ,,, nanti malam semuanya akan baik baik saja dan akhirnya aku akan menjadi Nyonya Ashok Khanna !” ujar Shagun senang “Sekarang kamu berangkat sekolah yaa” Adi merasa senang melihat ibunya juga senang 

Di rumah keluarga Bhalla, Ishita sedang merapikan kamarnya Ruhi sambil menggerutu pada dirinya sendiri, Raman menemuinya dan Ishita tersenyum manis sambil memanggilnya “Sadu Kumar” panggilan kesayangan Ishita yang terbaru untuk Raman “Ishu, bersiaplah untuk nanti malam”, “Kenapa memangnya ? Apakah ada sesuatu yang special ?” tanya Ishita dengan senyum manisnya “Jangan senang dulu, kita akan makan malam di tempat bosku”, “Baiklah” kemudian Raman berlalu dari sana, begitu Raman pergi, Ishita berbalik dan menjerit dengan perasaan senang seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta “Sikapku ini seperti gadis remaja saja yang, aku benar benar bahagia” ujar Ishita dengan perasaan gembira yang tiada tara SINOPSIS MOHABBATEIN episode 318 by. Sally Diandra

PREV    NEXT
Bagikan :
Back To Top