SINOPSIS MOHABBATEIN episode 309 “SURAT CINTA NEELU” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 309 “SURAT CINTA NEELU” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 309 “SURAT CINTA NEELU” by. Sally Diandra Mihika kemudian memasuki kamarnya dan mulai menangis setelah menutup pintu kamarnya, Mihika teringat pada kisah cintanya dengan Mihir “Meskipun aku sedang berada dalam masalah apapun, aku selalu memanggil kamu dan meminta bantuan darimu tapi kali ini aku tidak mempunyai keberanian karena semua ini terjadi karena aku” ujar Mihika sedih, saat itu Mihir juga sedang memikirkan Mihika “Kenapa Mihika mengambil langkah seperti ini, seharusnya dia mengatakannya padaku meskipun hanya sekali” ujar Mihir sedih 

Anak anak sedang makan sandwich, nyonya Bhalla bertanya pada mereka kenapa mereka pulang terlambat, Raman langsung menyahut “Tadi ada pelajaran tambahan disekolah” saat Ishita datang dan menyapa mereka, kemudian Ishita mengajak Raman ke kamar karena ada sesuatu yang penting ingin dibicarakan, begitu sampai dikamar, Ishita bertanya “Kenapa kamu mengenakan kemeja yang berwarna biru ?”, “Iyaa, apakah itu warna yang dilarang ?“ sahut Raman “Apakah ada orang lain yang menyukainya ?” Raman heran “Bagaimana aku bisa tahu ?” Ishita kemudian meminta Raman untuk mengingat ingat lagi “Ada apa sih ini sebenarnya ? Katakan dengan jelas ?”, 

“Apakah ada seseorang yang memuji kamu ketika kamu mengenakan kemeja berwarna biru ?” tanya Ishita lagi “Apakah kamu baik baik saja ? Aku ini sedang mencari cari dokumenku dan kamu mengejar ngejar aku soal kemeja biru !” Ishita langsung memberikan surat cinta dan bunga mawar itu “Ini ! Seseorang mengirimkannya untuk kamu, bacalah !” Raman langsung membacanya dan berkata “Apakah kamu sudah gila ? Kenapa ada seseorang yang mengirimkan surat cinta untukku ?” Ishita mengendikkan bahu dan berkata “Aku juga tidak tahu, mungkin karena kamu kelihatan cakep mengenakan kemeja biru, tampan, itulah sebabnya dia menulis surat cinta ini” ujar Ishita dengan nada cemburu 

“Permisi, nyonya ,,, kamu menemukan ketampanan Raavan Kumar ? Dia punya dua anak dan apakah dia akan bermain mata dengan para perempuan di usianya seperti ini ?” bela Raman “Aaah aku tahu siapa yang menulis surat cinta ini dan untuk siapa”, “Sungguh ?” Ishita sangat bersemangat “Buang keteganganmu, surat ini bukan untukku, kamu aman sekarang” Ishita tersenyum mendengar sindiran Raman yang manis 

Raman kemudian memberitahu semua orang kalau surat cinta itu untuk Neelu, mereka langsung bertanya pada Neelu tentang baju warna biru “Iyaa, aku memang punya pakaian warna biru dan supir itu melihat kearahku terus, nyonya ,,, aku minta maaf, nyonya Bhalla” ujar Neelu polos “Ya sudah aku putuskan kamu hanya mengenakan baju yang berwarna biru saja !” semua orang langsung tertawa, Ishita lalu menyela “Raman, bagaimana kamu bisa mengetahuinya kalau surat itu untuk Neelu ?” tanya Ishita penasaran “Aku mencium bau rokok pada surat ini dan hanya supir atau pembantu lainnya yang bisa melakukan hal itu”, “Oooh ternyata kamu detektif juga yaaa ?” sindir Ishita, semua orang tertawa kembali, Raman juga tersenyum manis 

Malam harinya, Raman mengatakan pada Ruhi kalau dia akan membuat semuanya kembali membaik, Ishita penasaran “Apa yang kalian rencanakan untuk melawan aku ?” Ruhi langsung menyela “Ibu Ishi, bisakah ibu Ishi menceritakan sebuah dongeng untukku ?” Ishita akhirnya menceritakan sebuah dongeng untuk Ruhi, Raman berbalik membelakangi mereka dan ikut mendengarkan dongeng Ishita, tiba tiba matanya berkaca kaca dan teringat kejadian tadi siang ketika dirinya berkelahi dengan seorang pria didepan Ruhi 

“Apakah aku seharusnya mengatakan pada Ishita apa yang sebenarnya terjadi di sekolah tadi ? Jika hakim menelfon Ishita dan mengatakan padanya, apa yang harus aku lakukan ? Haruskah aku mengatakannya ?” ketika Raman berbalik lagi, dilihatnya Ishita dan Ruhi sudah tertidur pulas, kemudian Raman memegang tangan Ishita dan Ruhi sambil berkata “Aku ingin meliihat kalian berdua bahagia dan aku berjanji kalau aku tidak akan membiarkan terluka karena aku” Raman kemudian duduk sambil memikirkan sesuatu dan menyeka airmatanya, kemudian tersenyum manis melihat istri dan anaknya yang sedang tertidur lelap “Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kali ini, apa yang akan hakim lakukan sekarang ?” Raman merasa was was SINOPSIS MOHABBATEIN episode 309  by. Sally Diandra

Bagikan :