SINOPSIS MOHABBATEIN episode 301 “MIHIKA MASIH VIRGIN” by. Sally Diandra | Sinopsis Mohabattein Antv

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 301 “MIHIKA MASIH VIRGIN” by. Sally Diandra

Loading...
SINOPSIS MOHABBATEIN episode 301 “MIHIKA MASIH VIRGIN” by. Sally Diandra Amma bertanya pada Ishita tentang kondisi Mihika “Ishu, apa yang dikatakan oleh dokter ?”, “Ibu mertua, semuanya akan baik baik saja, jangan terlalu tegang” hibur Raman, Ishita bergegas mengambil segelas air dan meminta Simmi untuk membawa Amma pulang, Simmi kemudian mengajak Amma dan nyonya Bhalla untuk minum kopi, nyonya Bhalla menolak dan menyuruh Simmi pergi “Jika ibu khawatir terus seperti ini, siapa nanti yang akan memberikan kekuatan pada Mihir ?”, “Iyaa, kalian betul, jika kita sakit, pastinya akan lebih buruk lagi” akhirnya nyonya Bhalla dan Amma mengikuti permintaan Simmi, Amma juga meminta Mihir ikut bersama mereka, awalnya Mihir tidak mau tapi Raman menyuruh Mihir ikut, akhirnya Mihir ikut pergi bersama mereka, kemudian Ishita menghampiri Raman 

“Aku menyuruh mereka ke kantin dulu, untuk melepas penat disana”, “Baguslah, aku juga berharap aku bisa melakukan sesuatu dan mengambil semua beban penderitaan mereka dipundakku karena mereka tidak bisa menangani ini semua, aku berharap aku bisa menyelamatkan ibu dari awak media, aku tidak tahu mengapa mereka juga mendapatkan hukuman” ujar Ishita sedih, saat itu dokter memanggil Ishita, Ishita bergegas pergi menemui dokter, begitu Ishita pergi, Raman merasa sangat sedih “Ishita selalu menghadapi berbagai macam masalah karena aku, aku telah membuat sebuah kesalahan dengan membawanya kedalam kehidupanku, Ashok dan Shagun selalu membuat masalah dengannya, bahkan Adi juga membencinya, aku mempunyai satu cara, aku akan mengeluarkan kamu dari semua permasalahan ini, jika kamu terhubung denganku maka kamu akan selalu dikelilingi oleh penderitaan, Ishita” gumam Raman sedih 

Di dalam kamar, dokter memberitahu Ishita kalau keadaa Mihika sudah membaik, Mihika menangis “Aku minta maaf, aku tahu aku tidak bisa diampuni” Ishita merasa iba dengan kondisi Mihika “Mihika, aku kira kamu ini kuat, bagaimana kamu bisa menjadi seorang pengecut seperti ini ? Apa yang Ashok lakukan itu sangatlah buruk dan ini adalah sebuah kesalahan yang terbesar, kamu tidak mempercayai keluargamu bahwa kami tidak akan mendukung kamu, apakah kamu tidak menyayangi mereka ? Jika kamu memang menyayangi mereka maka cintailah dirimu sendiri, kami semua menyayangi kamu, Mihika ,,, dan ini bukan solusi yang benar, jangan lakukan hal seperti ini lagi” Ishita dan Mihika menangis bersama 

“Sekarang kita tidak akan melakukan kesalahan apapun dan percayalah pada keluarga kita, kita harus itu ! Kita akan melupakan semuanya sekarang dan mulailah tersenyum” hibur Ishita, kemudian Ishita meminta dokter untuk memastikan kesehatan Mihika secepatnya “Anda harus segera menyembuhkannya, dokter ,,, karena dia sangat suka dengan Rasam buatan ibuku, dia pasti semakin membaik setelah memakannya”, “Tenang saja, dokter Ishita ,,, nona Mihika akan cepat sembuh segera, dia hanya harus selalu tersenyum, oh iya bisakah anda ikut denganku ? Ada yang harus kita bicarakan” pinta dokter

Ishita kemudian meninggalkan Mihika dan ngobrol berdua dengan dokter diruangannya “Bagaimana dokter, apakah ada komplikasi pada Mihika ?”, “Mihika saat ini sedang dalam tahap penyembuhan dan aku tadi mendengar kalau Mihika meminta maaf pada semua orang ketika dia dibawa kesini, ketika aku mendengar kabar tentang dirinya, aku bisa mengerti apa yang terjadi, itulah mengapa aku melakukan pengecekkan untuk mengetahui apakah dia diperkosa atau diserang”, “Lalu apa yang anda temukan, dok ?” tanya Ishita penasaran “Anda kan juga seorang dokter, jadi anda bisa mengerti apa maksudku kalau Mihika tidak mendapatkan serangan dari siapa siapa, dia benar, dia tidak tidur dengan siapapun” Ishita merasa lega bergitu mendengarnya dan berterima kasih pada dokter tersebut namun tanpa Ishita sadari rupanya Ashok mendengar pembicaraan mereka, 

Kebetulan saat itu Ashok sedang melintas di depan ruangan dokter tersebut “Aku masih mempercayai Mihika, kalau dia masih perawan, aku tahu semua kabar yang tersebar di media itu keliru, Mihika juga salah menyalahkan dirinya sendiri, itulah mengapa dia ingin mengakhiri hidupnya”, “Terima dokter, hal ini membuktikan kalau Mihika itu benar, Ashoklah yang berbohong ke Shagun karena dia tidak ingin menikahi Shagun, kemudian dia melakukan permainan yang besar seperti ini, aku merasa senang, sekali terima kasih, dokter ,,, anda telah melakukan sebuah bantuan yang sangat besar untuk kami” ujar Ishita lega, dari balik pintu diluar ruangan dokter, Ashok berkata dalam hati “Jadi Ishita sudah tahu kalau aku tidak melakukan apa apa dengan Mihika, dia pasti akan menghancurkan permainanku, aku harus melakukan sesuatu” bathin Ashok geram, sedangkan di dalam ruangan dokter “Dokter Ishita aku ingin seluruh keluarga Mihika percaya padanya dan mereka seharusnya mendukung Mihika”, “Iyaa dokter, aku akan selalu bersamanya, sekali lagi terima kasih” ujar Ishita 

Ashok kemudian masuk ke kamar Mihika “Mau apa kamu kesini ?” bentak Mihika “Aku datang kesini untuk bertemu denganmu, apa yang bisa aku lakukan ? Apakah kamu ingin menunjukkan padaku kalau kamu sebenarnya tertarik padaku ? Lupakan ini semua dan menikahlah denganku” ujar Ashok santai “Aku hanya mencintai Mihir, bagaimana bisa kamu berfikir aku mau menikah denganmu ?”, “Apakah kamu pikir Mihir mau menikahimu ? Dia tidak bisa mengendalikan citra keluarganya yang tinggi dan keluargamu sendiri menyembunyikan ini semua dari ibu kandungmu kan ? Berita itu akan segera sampai pada ibumu, bagaimana kamu bisa mengatasinya nanti ? Maka pada akhirnya kamu harus menikah denganku” Ashok kembali memaksa Mihika “Keluar kamu dari sini, Ashok !” Mihika segera minta tolong dengan berteriak memanggil keluarganya, nyonya Bhalla, Amma, Vandu dan Simmi masuk ke dalam kamar tersebut dan dilihatnya Ashok ada disana “Ashok, lebih baik kamu pergi dari sini !” bentak nyonya Bhalla “Telfon saja polisi” sela Amma, nyonya Bhalla segera mendorong Ashok untuk keluar, Mihika menangis sedih dan Vandu mencoba menenangkannya 

Ishita dalam perjalanan menuju ke kamar Mihika sambil berkata pada dirinya sendiri “Aku harus mengatakan pada Mihika kalau ternyata tidak terjadi apa apa padanya” saat itu Ashok tiba tiba Ashok muncul di depan Ishita dan mulai menyindir Ishita seperti biasa “Permainanmu sudah berakhir, Ashok ! Kamu sama sekali tidak menyentuh Mihika ! Kamu melakukan semua ini untuk menghindari pernikahanmu dengan Shagun, kami mempunyai buktinya, karena dokter sendiri yang mengatakan tentang hal ini, jadi permainanmu telah berakhir, Ashok !” ujar Ishita geram “Baiklah, Mihika memang ingin menjebak aku dan dia terjebak sendiri, tapi aku ini bukan Raman Bhalla dimana Mihika bisa menang atas diriku” sindir Ashok “Aku tidak akan diam !”, “Silahkan, lakukanlah sesuatu tapi reputasi Mihika akan pudar, siapa yang akan mau menikahinya ? Mihir pasti tidak mau menikahinya, Mihika hanya mempunyai aku sebagai pilihannya” Ishita sangat kesal dengan ucapan Ashok, 

Ishita sangat marah “Ingat, media press sedang berada disini, jika mereka melihat kamu berteriak, apa yang akan mereka pikirkan ? Pergilah dan jelaskan pada Mihika kalau aku adalah satu satunya orang yang cocok untuknya” Ishita semakin kesal dengan ucapan Ashok yang tidak tahu malu “Ini tahun 2014, Mihika tidak akan mengampuni kamu, Ashok !”, “Kita lihat saja nanti” Ashok bergegas pergi dari sana, saat itu salah satu perawat menghampiri Ishita dan memberitahunya untuk membeli beberapa obat untuk Mihika 

Raman keluar dari rumah sakit dan melihat Adi sedang menangis sambil memukul mukul mobil, Raman segera menghampiri “Adi, siapa yang mengajak kamu kesini ?”, “Pergi ! Aku tidak ingin bicara denganmu ! Semua ini terjadi karena istri barumu itu !” Adi sangat marah “Ayah tahu kalau kamu jadi bermasalah karena perpisahan ibumu dan ayah, tapi ada baiknya kalau kamu menjauh dari Ashok” Raman berusaha menjelaskan ke Adi, saat itu Shagun datang dan berkata “Kenapa kamu meracuni pikirannya untuk melawan Ashok ? Adi, lebih baik kamu pulang sama supir” Adi bergegas pergi dari sana menuruti perintah Shagun, 

Begitu Adi pergi, Shagun kembali bertengkar dengan Raman “Shagun, ada baiknya kamu gunakan pikiranmu !”, “Kamu ini memang hebat, Raman ,,, kamu menikahi Ishita untuk merebut Ruhi dari aku dan sekarang kamu menyulut api permusuhan antara aku dan Ashok kemudian kamu juga ingin mengambil Adi dari aku, kamu ini sebenarnya ingin balas dendam bukan ? Untuk membuat aku tidak berdaya menjadi seorang tuna wisma yang tidak mempunyai rumah dan sendirian” Raman hanya terdiam “Kamu ini meremehkan aku, Raman ! Aku tidak akan gagal, istrimu dan adiknya itu harus membayar mahal atas semua ini, kamu tidak akan bahagia dengan memberikan aku penderitaan, tidak akan pernah !” bentak Shagun, 

Saat itu Ishita menghampiri mereka dan menyela pembicaraan mereka “Asal kamu tahu saja, kami tidak tertarik untuk memberikan kamu penderitaan, Ashoklah yang melakukan ini semua, buka matamu, Shagun ! Dan lihat”, “Tidak usah memberikan aku ceramah, pergilah kamu, Ishita !” ujar Shagun kesal namun Ishita tetap bersikeras “Ayooo ikut denganku dan dengarkan fakta yang sebenarnya !”, “Aku tidak mau !” Shagun menolak ajakan Ishita “Kamu harus melihat kenyataan yang sebenarnya, Ashok itu ingin meninggalkan kamu”, “Ashok tidak seperti itu !” Shagun masih tidak percaya “Buktikan kalau aku salah, ikutlah denganku !” Ishita segera menggeret lengan Shagun masuk ke dalam rumah sakit 

Pada saat yang bersamaan nyonya Bhalla sedang memberikan air ke Amma, Amma nampak sangat mengkhawatirkan Mihika, nyonya Bhalla mencoba menghiburnya “Kita harus segera menyelesaikan permasalahan Mihika ini, dengan menangis saja, itu tidak akan membantu”, “Soumya bilang padaku kalau Mihika adalah tanggung jawabku dan aku mengijinkan dia bekerja untuk Ashok” nyonya Bhalla menyela ucapan Amma “Romi, anakku juga melakukan banyak sekali kesalahan, tapi aku berusaha untuk menerimanya dan ini bukan kesalahan Mihika, Ashok ingin kasus ini menjadi senjata baginya untuk menghindari pernikahannya dengan Shagun, makanya dia memanfaatkan Mihika, Amma masih merasa sedih “Seluruh media menyalahkan Mihika”, “Semua orang akan melupakan berita ini dalam beberapa hari” hibur nyonya Bhalla “Kita tidak bisa mengubah semua ini” nyonya Bhalla mengangguk “Iyaa tapi kita bisa berfikir tentang masa depan, ini adalah permintaanku” Amma menyeka airmatanya dan tersenyum begitu mendengar ucapan besannya itu 

Ishita segera mengajak Shagun menemui dokter yang memeriksa Mihika, Raman mengikutinya dibelakang “Sekarang kamu akan tahu kalau Ashoklah yang telah mengkhianati kamu bukan Mihika” ujar Ishita dongkol, kemudian Ishita meminta pada dokter untuk mengatakan pada Shagun atas apa yang terjadi pada Mihika “Sebenarnya ada masalah apa, Ishu ?” sela Raman heran, Ashok yang ada disana hanya terdiam dan memperhatikan mereka “Dokter Ishita, aku tidak tahu apa yang anda maksudkan ?” Ishita tertegun “Tadi kamu sendiri kan yang bilang padaku kalau tidak terjadi apapun pada Mihika setelah kamu mengeceknya”, “Kapan aku mengatakannya ? Kami tidak punya waktu, hanya kasus pemerkosaan saja yang bisa membuatnya seperti ini” Ishita terkejut mendengar ucapan dokter itu “Dokter kenapa anda berbohong ?” Ishita kemudian menjelaskan ke Shagun tentang apa yang dikatakan oleh dokter tadi “Ini semua hanyalah drama yang dibuat oleh Ashok, Shagun !” jelas Ishita

“Cukup, Ishita ! Hentikan !” ujar Shagun kesal kemudian bergegas berlalu dari sana, Ishita berusaha mengejar Shagun namun Raman mencegahnya “Biarkan dia pergi, aku percaya padamu, sekarang duduklah disini, aku akan mengambilkan air untukmu” pinta Raman, dari kejauhan Ashok tersenyum senang, kemudian Ashok memberikan sejumlah uang pada dokter itu dan berterima kasih padanya “Sekarang, lebih baik anda pergi, tuan Ashok Khanna”, “Anda bisa menyimpan uang ini dan Shagun tidak perlu tahu tentang hal ini meskipun Ishita bersikeras menginginkannya” ujar Ashok sinis SINOPSIS MOHABBATEIN episode 302 by. Sally Diandra

Bagikan :