SINOPSIS MOHABBATEIN episode 250 by. Sally Diandra “ISHITA YANG LUGU”

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 250 by. Sally Diandra “ISHITA YANG LUGU” Di rumah keluarga Bhalla, Ishita sedang mengecek semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk pemujaan, Ishita mengikuti semua petunjuk yang ada dan berkata pada Romi “Romi, aku tidak bisa melakukannya  selama 9 hari” saat itu Simmi datang dan mereka merasa senang begitu melihat kedatangannya “Parmeet masih berada disana, masih menemani ayahnya tapi ayahnya sudah membaik sekarang, makanya aku pulang” ujar Simmi “Simmi, aku minta tolong, bantu aku yaa menyiapkan semua ini”, “Iyaa tentu saja, karena ibu tidak ada disini, kamu bisa melihat bagaimana posisimu di tempat kami” sindir Simmi, Romi bergegas membantu Ishita sambil berkata “Semuanya sudah sempurna, ibu pasti akan senang” kemudian Romi meminta Simmi untuk memotret mereka dan mengirimkannya pada ibu mereka, 

Tuan Bhalla memberikan lampu minyak diya untuk pemujaan, sedangkan Romi mencoba bergurau dengan mengatakan kalau mereka akan membersihkan semua dosa ini dalam 9 hari “Bagaimana dengan makanannya, Romi ?”, “Aku suka makanannya, kakak ipar” Romi menimpali ucapan Ishita, saat itu Raman datang dan melihat Ishita sedang melakukan semua persiapannya “Ibu seharusnya tidak merasa kecewa dengan apa yang sudah aku lakukan ini” kemudian Ishita menyusul Raman masuk ke dalam kamar mereka, Raman langsung meminta maaf “Aku minta maaf karena aku sudah membentakmu, aku marah karena melihat Ashok, aku tahu apa yang kamu katakan itu benar untuk Adi dan Ruhi, ini bukan salahmu”, “Kamu tidak perlu meminta maaf, aku tahu kenapa kamu marah, jangan meminta maaf, aku hanya khawatir dengan Shagun” sahut Ishita 

“Aku benar benar minta maaf” Ishita tersenyum dan berkata “Permintaan maaf dari Ravan Kumar” Ishita jadi teringat pada ucapan Mani yang mengatakan kalau tidak setiap orang mendapatkan kesempatan kedua “Apakah kehidupan ini memberikan kesempatan kedua ? Apakah Raman dan aku akan mendapatkan kesempatan kedua ?” bathin Ishita sambil teringat pada saat saat romantis mereka berdua 

Raman kemudian bertanya soal persiapan untuk pemujaan nanti “Aku sangat takut karena ini adalah hari Navratri pertamaku”, “Ibu biasanya berpuasa pada hari ini” sahut Raman “Aku juga akan melakukannya”, “Jadi maksudmu kamu juga akan berpuasa ?” tanya Raman heran, Ishita langsung mengangguk mengiyakan “Iyaaa, itu mudah” Raman langsung mendapat sebuah ide cemerlang untuk mengerjai Ishita “Apakah ibu pernah mengatakan tentang bagaimana melakukan puasa untuk hari ini ?” Ishita menggeleng “Biasanya, ibu itu berpuasa selama 9 hari, ibu tidak bicara sedikitpun pada apapun yang terjadi”, “Iyaa aku juga membacanya di internet tapi sepertinya tidak seperti itu” Ishita mencoba mengelak, 

Saat itu Romi datang “Nah itu ada Romi, coba kamu tanya padanya” Raman langsung memegang tangan Romi dan menyuruh Romi untuk mengatakannya dengan kodenya “Iyaaa, kakak ipar, biasanya ibu berpuasa selama 9 hari”, “Baiklah, itu sangat mudah dilakukan dirumah tapi kalau di klinik akan sangat sulit sekali” Raman langsung menyela “Kalau begitu lupakan saja, kamu pasti tidak bisa melakukannya”, “Tidak, tidak, tidak, aku akan melakukannya” kemudian Ishita berlalu dari sana, begitu Ishita pergi, Raman dan Romi tertawa geli melihat keluguan Ishita yang begitu mudahnya dikerjai mereka berdua “Paling tidak hidup ini akan terasa damai selama 9 hari ke depan” Romi tertawa geli membayangkannya dan berlalu dari sana “Jika semua ini berjalan baik, aku akan berpuasa selama 9 hari juga” ujar Raman kemudian 

Ashok dan Suraj sedang ngobrol berdua “Ashok, kenapa kamu membawa perempuan itu kesini ?”, “Aku tidak tahu kalau Shagun akan datang kesini” Ashok membela diri “Kamu akan terlibat dalam masalah, dia pasti akan meminta bagian dari kekayaanmu ini ! Tapi aku janji aku akan mengusir keluar perempuan itu dari hidupmu !” janji Suraj 

Raman dan Ishita sedang melakukan pemujaan, Raman mulai menyalakan Akhand iyot, selama pemujaan berlangsung Ishita hanya terdiam dan tidak bicara sama sekali, lalu memberikan persembahan pada semua orang, yang pertama meminta prasad atau bunga adalah Ruhi, Raman mulai mengerjai Ishita dengan menyuruhnya bicara pada Ruhi dengan penuh kasing sayang, namun Ishita hanya terdiam tidak berkata apapun “Dia memang tidak sopan” sindir Raman sambil menahan geli, kemudian mereka melakukan aarti, yang lainnya juga melakukan aarti setelah mereka, Neelu bertanya pada Ishita tentang Sabudana, Ishita hanya memberikan kode saja ke Neelu “Ishita, ada apa dengan lidahmu ?”, “Apakah gigi ibu Ishi sakit ?” Ruhi juga menimpali pertanyaan Simmi,

Ishita berusaha menjelaskan pada Ruhi dengan bahasa tubuhnya “Ada apa ini ?” tuan Bhalla juga ikut heran, Romi lalu menjelaskan kalau Raman sedang mengerjai Ishita, mereka semua tertawa “Ishita, mereka semua sedang mengerjai kamu, sudah tidak usah tutup mulut, ibu mertuamu sendiri tidak bisa diam bahkan untuk 9 menit” jelas tuan Bhalla, Ishita benar benar sangat kesal “Raman, kamu memang benar benar sangat menyebalkan ! Rasanya sangat sulit melakukan semua pemujaan dengan bungkam seperti itu” ujar Ishita geram “Ayah yang melakukan hal ini yaaa, sekarang antar aku ke rumah nenek, ibu Ishi”, “Pertama, kamu harus makan dulu baru pergi” pinta Ishita minimpali ucapan Ruhi, sedangkan Raman nampak puas bisa mengerjai Ishita SINOPSIS MOHABBATEIN episode 250 by. Sally Diandra “ISHITA YANG LUGU”
Bagikan :
Back To Top