SINOPSIS MOHABBATEIN episode 242 “ISHITA CEMBURU” by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 242 “ISHITA CEMBURU” by. Sally Diandra Ishita sedang berada di kamarnya sedang bercermin didepan kaca riasnya sambil senyum senyum sendiri, saat itu Raman memasuki kamar dan dilihatnya Ishita sudah berada didalam kamar, Raman segera menutup pintu kamar dan berjalan kearah Ishita sambil pura pura terbatuk batuk, Ishita menyadari keberadaan Raman yang tiba tiba bertanya padanya “Ishita, coba kamu jawab dengan jujur, kamu tadi cemburu ketika mendengar kalau aku ada hubungan dengan Sanjana (cewek yang ngaku sebagai kakaknya Mihir) kan ?” goda Raman, Ishita langsung berbalik menatap kearah Raman dan berkata “Hah ? Cemburu ? Tidak mungkin !”, “Sungguh ? Aku kenal banget siapa kamu, lihat kamu marah sejak kemarin dan merusak seleraku, ini pertanda cemburu, itu kenyataannya” Raman masih terus menggoda Ishita “Aku tidak merasa cemburu, tidak usah mikir yang macam macam”, “Baik, tapi kamu merasa tidak nyaman kan ketika Sanjana menceritakan padamu tentang aku ?” Ishita langsung menyangkal namun Raman tetap pada pendiriannya 

“Tidak, hal itu memang terjadi seperti itu, karena banyak gadis yang rela mati untukku, jika banyak yang mati maka salah satunya ada yang merasa cemburu, kamu pasti mengira kalau seseorang bisa saja mengambil tempatmu” Ishita menyela ucapan Raman “Aku tidak merasa kalau diriku ini tidak aman !” ujar Ishita ketus “Itulah masalah semua perempuan, mereka itu tidak menyadari perasaannya lalu ketika ada gadis yang lain yang datang, dia baru menyadari kalau dirinya mencintai pria tersebut, iya kan ?” ujar Raman sambil tersenyum nakal “Tidak ada cinta ! Apa yang kamu katakan ?” ujar Ishita sambil menunduk 

“Lalu kenapa kamu tidak melihat langsung kedua bola mataku ?” Ishita langsung menatap kedua bola mata Raman sambil melotot “Kamu itu salah paham, Raman”, “Baiklah” ujar Raman sambil tersenyum, ketika Ishita hendak pergi meninggalkan Raman tiba tiba Ishita berhenti dan berbalik menghadap ke Raman sambil berkata “Kamu tahu pembicaraanmu dengan Mihir tadi sungguh sangat menyentuh hatiku, aku benar benar terkesan”, “Kemudian aku harus mengatakan sesuatu padamu” ujar Raman sambil berjalan mendekat ke arah Ishita, Ishita berusaha mundur hingga akhirnya terhenti didepan lemari, sedangkan Raman terus mendekatinya sambil hendak membelai wajahnya, Ishita sudah was was dan perasaannya tidak karuan, apalagi jarak Raman sudah begitu dekat dengan dirinya, 

Sesaat Ishita menahan nafas sambil menutup matanya karena malu, Raman kemudian mendaratkan tangannya dikening Ishita sambil bertanya “Apakah kamu demam karena aku memujimu ?” goda Raman sambil tertawa geli “Ambil ini pujianmu ! Aku tidak ingin pujianmu !” ujar Ishita kesal sambil mendorong tubuh Raman menjauh dari dirinya, mereka berdua kemudian berdebat satu sama lain kemudian Ishita meninggalkan Raman sambil mengajaknya untuk makan, Raman tersenyum penuh arti 

Dirumah Ashok, Shagun sangat marah dengan semua yang terjadi, sementara itu dibawah Mihir datang kerumah Ashok dengan membawa lamaran Shagun sebagai saudara laki lakinya, saat itu Ashok dan Suraj sedang ngobrol berdua “Kamu tahu, Shagun itu mempunyai harapan yang tinggi, dia mungkin sedang menangis dikamarnya sekarang”, “Aku sudah bilang sama kamu kan, Ashok ,,, kalau aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan perempuan itu” ujar Suraj “Kamu memang telah bermain dengan baik dengan menggunakan artikel koran itu” puji Ashok senang “Aku kira ibunya Shagun yang akan datang dan Mihir tidak akan mendapatkan kesempatan”, “Tidak akan pernah !” sahut Suraj, Mihir datang menghampiri mereka dengan lamaran pernikahan Shagun untuk Shagun dan Ashok, Ashok dan Suraj terperangah tidak percaya melihat kedatangan Mihir “Apa yang kamu lakukan disini, Mihir ?”, “Aku datang kesini untuk membicarakan soal pernikahan Shagun, ini maharnya” Mihir menimpali ucapan Ashok 

“Shagun sedang berada di kamarnya” ujar Suraj, Ashok kemudian menerima nampan mahar yang dibawa oleh Mihir dan menyuruh pelayannya untuk memberitahu Shagun “Kakakku ingin menikah denganmu, Ashok ,,, jadi aku ingin bicara denganmu tentang pernikahan, apalagi kalian telah hidup bersama sejak 6 tahun yang lalu dan juga sudah bertunangan, aku datang ke sini untuk melakukan formalitas yang biasanya dilakukan oleh sebuah keluarga Saat itu Adi menemui Shagun dikamarnya dan bertanya “Ibu, kenapa ibu menangis ?”, “Tidak apa apa sayang” Shagun berusaha menutupinya dari Adi “Ayooo ibu, katakan padaku” tepat pada saat itu pelayan masuk ke kamarnya Shagun dan memberitahu Shagun kalau Mihir sudah datang dan ingin bertemu dengannya, Shagun kaget dan sangat senang “Adikku datang ,,, Adi, pamanmu sudah datang, ayooo” Shagun dan Adi bergegas keluar kamar menemui Mihir di bawah 

Begitu mereka sampai di bawah, Shagun melihat Mihir, Shagun segera memeluk Mihir dengan perasaan bahagia “Lihat ,,, adikku sudah datang dengan lamaranku, keluargaku, apakah kamu senang sekarang, Suraj ?” sindir Shagun “Iyaaa, tentu saja Suraj senang, Suraj juga keluarga, seperti sebuah gambaran keluarga yang bahagia” ujar Ashok, sedangkan Suraj hanya diam saja, kemudian Ashok meminta Suraj untuk menjabat tangan Mihir, Shagun juga menyuruh Adi untuk memeluk Mihir, pamannya “Senang bertemu denganmu, Adi” Mihir memeluk Adi 

“Ashok, sudah saatnya kamu membentuk sebuah keluarga dengan Shagun dan lupakan saja masa lalu”, “Iyaa, Ashok ,,, semuanya akan baik baik saja nanti, aku sangat senang” Shagun menimpali ucapan Mihir, Ashok hanya mengangguk saja “Aku akan bicara dengan pendeta untuk menetapkan tanggal pernikahannya” sahut Mihir, Ashok meminta Shagun untuk menjamu tamunya ini, Shagun segera mengajak Mihir masuk ke ruang tamu bersama Adi, sedangkan Ashok dan Suraj saling menatap satu sama lain SINOPSIS MOHABBATEIN episode “i love u Raman Kumar Bhalla” by. Sally Diandra

Bagikan :