SINOPSIS MOHABBATEIN episode 222 by. Sally Diandra “RUHI MENGUJI RAMAN”

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 222 by. Sally Diandra “RUHI MENGUJI RAMAN” Raman sedang meeting dengan kliennya, saat itu Raman sudah selesai memberikan presentasi didepan kliennya, dimana proyek tersebut juga diperebutkan oleh perusahaan Ashok, sehingga Ashok, Suraj dan Shagun juga ada disana, ketika Raman duduk di kursinya dilihatnya Ishita telah memiskolnya sebanyak 7 kali di ponselnya, kemudian Raman mendongak melihat ke depan melalui pintu kaca, dilihatnya Ishita dan Ruhi sedang berdiri disana menantinya, Ashok yang memperhatikan gerak gerik Raman, tersenyum sinis sambil berbisik ke Suraj “Hari ini kita pasti akan melihat sesuatu yang menyenangkan” bisik Ashok, sementara itu diluar ruang meeting, Ishita meminta Ruhi untuk duduk disana “Ruhi, ayah sedang ada meeting, Ruhi duduk disini dulu yaa, ibu Ishi mau beli milkshake dulu buat kamu” sesaat Ishita meninggalkan Ruhi disana sendirian sambil menunggu Raman, sedangkan Ishita bergegas pergi ke restorant di kantor itu untuk membeli milkshake untuk Ruhi 

Di ruang meeting, klien Raman dan Ashok menyukai presentasi Raman, namun tiba tiba dia menyodorkan artikel di koran yang memuat berita tentang Raman, Mihir yang saat itu ikut menemani Raman meeting langsung membela Raman “Kami datang kesini untuk bisnis, kenapa anda ingin membahas gosip seperti itu ?”, “Seperti sebuah proses kampanye maka hal seperti ini juga berlaku, kami ingin tuan Raman mengatakan yang sejujurya pada kami tentang hal ini” Raman langsung berdiri “Maaf, tuan ,,, putriku sedang menungguku diluar dan dia juga sangat penting untukku, saat ini dia sedang membutuhkan aku, aku tidak peduli jika anda tidak memberikan aku proyek ini, maaf ,,, aku harus pergi” Raman bergegas keluar dari ruang meeting tersebut, Ashok tersenyum senang melihat kepergian Raman namun Suraj mengingatkannya “Jangan senang dulu, Ashok ,,, kita tidak tahu apa maksud anak dan istrinya itu datang kesini, sesuatu yang salah bisa saja terjadi” bisik Suraj cemas 

Raman bergegas menemui Ruhi yang saat itu masih duduk sendirian disana “Ruhi, kenapa kamu kesini sayang ?”, “Ayah, apakah ayah mencintai aku ?” ujar Ruhi dengan wajahnya yang sedih “Iyaaa, tentu ,,, ayah sangat mencintai kamu”, “Aku datang kesini untuk memberikan test pada ayah karena aku sudah tahu apa yang ditulis di koran itu” Raman terkejut “Sayang, semua yang ditulis dikoran itu salah, kamu bisa bertanya pada ayah apa saja, ayah pasti akan lolos dalam setiap test mu itu” ujar Raman sambil menangis “Ayah tahu semua hal tentang aku ?” Raman mengangguk “Ayah tahu semuanya tentang kamu bahkan banyak hal yang ayah tahu tentang kamu” hibur Raman sambil menatap ke arah putrinya ini dengan perasaan sedih “Apa yang aku lakukan ketika aku bersedih ?”, “Kamu selalu memainkan kukumu sama seperti yang ayah lakukan saat ini” ujar Raman sambil menunjuk ke arah tangan Ruhi, 

Saat itu Ishita datang sambil membawakan milkshake untuk Ruhi “Bolehkah ibu Ishi bergabung disini ?”, “Hanya ayah saja” sahut Ruhi “Baiklah, ibu Ishi akan duduk disana ya” Ishita kemudian duduk disebrang Ruhi dan mendengarkan pembicaraan ayah dan anak ini, kemudian Ruhi kembali bertanya pada Raman “Apa yang aku lakukan kalau aku merasa senang ?”, “Kamu pasti akan mengecat kukumu” Ruhi kembali menanyakan pertanyaan yang lain dimana semuanya dijawab benar oleh Raman, Ruhi menangis sambil melihat ayahnya yang memberikan jawaban yang semuanya benar “Apa warna kesukaanku ?”, “Pink” ujar Raman sambil menunjuk kaos pink yang dikenakan Ruhi “Ice cream kesukaanku ?”, “Chocochips tapi sekarang kamu lebih suka yang rasa anggur seperti ibu Ishimu” ujar Raman sambil menunjuk ke arah Ishita 

“Sekarang pertanyaan yang paling penting, siapa idolaku ?” sesaat Raman terdiam kemudian menjawab “Ibu Ishi” Ruhi langsung menggeleng dan menatap ke arah Raman sambil menangis “Hmm Mutu ,,,” Ruhi kembali menggeleng dan berkata “Bukan ! Itu salah, ayah !”, “Ayah tidak tahu, ayah menyerah sayang, siapa idolamu ?” Ruhi langsung bangun dan berkata “Ayah adalah idolaku” Raman dan Ihsita menangis bahagia, begitu mendengar jawaban Ruhi yang polos, Raman segera memeluk Ruhi erat dan tanpa mereka sadari ternyata Ashok, Suraj, Shagun dan klien mereka sedang berdiri dibelakang mereka sambil mendengar dan memperhatikan Raman dan Ruhi, para klien terlihat semakin yakin, sedangkan Ashok seperti biasa berusaha mengejek Raman 

“Aku tidak percaya ini, drama keluarga mereka masih juga belum berakhir” Raman sangat marah mendengarnya namun Ishita segera berdiri dan menghadapi Ashok “Bagus juga kalian semua melihat hal ini, sekarang kalian semua tahu seberapa buruknya Raman sebagai seorang ayah ? seberapa banyak kalian tahu tentang anak kalian sendiri ? ini adalah Raman yang membenci putrinya, benar kan ?” Ashok and the gank hanya bisa terdiam mendengar teguran dari Ishita “Raman mungkin saja bisa meyakinkan kalian semua dengan mengajak kalian makan siang, tapi hal ini tidak dilakukannya karena pendapat Ruhi adalah masalah baginya, ini adalah tugas kalian untuk mengetahui cerita yang sebenarnya, jika kalian tertarik dengan pendapat seorang anak kecil, tanyakan padanya bagaimana ayahnya ?” ujar Ishita lantang, 

Ishita kemudian menoleh ke Ruhi “Ruhi, coba katakan pada mereka”, “Ayahku adalah ayah yang terbaik di dunia, aku tahu kalau ayah tidak akan pernah menyakiti aku” Raman menangis haru mendengar ucapan Ruhi “Ayah tahu segalanya tentang aku, ayah mencintai aku dari dasar lubuk hatinya yang paling dalam, ayah selalu memikirkan aku setiap waktu, ayah hanya memberikan satu jawaban yang salah, ayah adalah idolaku” Ruhi langsung memeluk Raman dengan perasaan senang “Aku rasa kalian tidak memerlukan bukti apapun lagi sekarang karena Ruhi telah mengatakan siapa yang lebih berharga untuk proyek ini” ujar Ishita tenang “Baiklah, kami akan membahasnya terlebih dulu” Ashok langsung menyela ucapan kliennya yang hendak masuk ke ruang meeting kembali “Tunggu !” namun klien mereka tetap masuk ke dalam ruang meeting SINOPSIS MOHABBATEIN episode 222 by. Sally Diandra

Bagikan :