SINOPSIS MOHABBATEIN episode 199 by. Sally Diandra "RAMAN BHALLA DAN KAIN SAREE"

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 199 by. Sally Diandra "RAMAN BHALLA DAN KAIN SAREE" Di tempat pesta tuan Sharma menyambut semua tamunya yang datang, Ashok datang bersama Shagun dan mulai berpose untuk diambil gambarnya oleh media, Ashok kemudian menemui tuan Murti “Tuan Murti, aku dengar kalau kamu tidak menyukai modelnya”, “Tuan Ashok, tim mu selalu mengirimkan model model yang berbeda, padahal sudah jelas kami katakan kalau kami ingin kecantikan seorang wanita India, yang cantik dan benar benar menampakkan wajah wanita India” ujar tuan Murti, saat itu Mihir dan Mihika memasuki ruang pesta, Ashok melihat Mihika mengenakan kain saree warna biru langit yang terlihat sangat sempurna sebagai seorang wanita India yang mempesona “Mihir, dimana Raman dan kak Ishita ?”, “Ini adalah pesta mereka berdua jadi kehadiran mereka pasti akan mengguncangkan pesta nanti” puji Mihir, 

Ashok kemudian memberitahu Murti kalau dirinya akan mendapatkan model seperti yang diinginkannya Tak lama kemudian tuan Sharma menyambut kedatangan Raman dan Ishita, Raman adalah presiden direktur terbaru asosiasi pengusaha New Delhi, Shagun merasa jengah berada dipesta tersebut “Ashok, kenapa kamu tidak bilang ke aku kalau pesta ini untuk merayakan penghargaan Raman ?” tanya Shagun kesal ”Kenapa mereka tidak menjadikan kamu sebagai presiden direkturnya ?” saat itu para awak media mulai mewawancara Raman tentang karirnya yang semakin tinggi “Apa yang kita pikirkan mungkin saja tidak akan terjadi dan apa yang terjadi tidak pernah kita pikirkan, simple saja kan ?” sahut Raman, 

Kemudian mereka bertanya tentang penghargaannya sebagai CEO terbaik dan sekarang sebagai presiden direktur “Bekerja keras itulah yang akan membuatmu mencapai posisi tertinggi” ujar Raman sambil melihat sekilas kearah Shagun yang juga ada disana “Ketika seseorang menunjukkan kelemahanmu, maka kamu akan berjuang mati matian semaksimal mungkin untuk membuktikan kalau dirimu bisa mencapai posisi tertinggi tersebut” Raman sengaja menyindir Shagun yang nampak kesal begitu mendengar ucapan Raman “Ketika kamu telah mencapai posisi tertinggi, rasanya menyenangkan melihat orang orang yang dulu menghina kamu saat ini hanya bisa melihatmu dengan perasaan cemburu” sahut Raman puas 

Pesta pun dimulai dengan pengumumman dari pembawa acara untuk menyambut presiden direktur yang baru “Pria yang sangat tampan dan sukses, tuan Raman Kumar Bhalla !” ujar pembawa acara, pesta spesial itu memang direncanakan untuk Raman dan sebuah kejutan untuknya, mereka meminta semua orang untuk berjalan di catwalk, Raman meminta Ishita untuk ikut “Aku ?” tanya Ishita canggung “Kamu harus berjalan dengan kakimu bukan dengan tangan kan ?” ujar Raman, seseorang Ishita untuk mengganti baju sambil menunjukkan Jalwa mereka, Shagun berkata “Aku harus menang, kamu seharusnya bangga dengan mengatakan pada semua orang, Ashok ,,, kalau aku adalah calon istrimu !”, “Iyaaa, tentu saja” timpal Ashok 

Ishita memberitahu Raman kalau dirinya akan ke kamar mandi dulu dan kembali lagi nanti, pembawa acara mengumumkan para jurinya yaitu adalah Sharma, Murti dan Ashok “Terima kasih, siapa yang akan menjadi juri yang paling baik dari pada aku ?” ujar Ashok sombong, Raman memberikan kode pada Ashok untuk pergi ke kursi juri sambil tersenyum, sementara itu Ishita sedang ngobrol sama Ruhi ditelfon dan memintanya untuk menikmati acaranya disana dan Ruhi mengirimkan begitu banyak foto ke Ishita “Ibu Ishi, juga harus mengirimkan foto ibu sama ayah”, “Baiklah, nanti ibu akan mengirimkan foto selfie kami” saat itu Raman menghampiri Ishita dan bertanya “Ishita, apa yang kamu lakukan ?” Ishita menunjukkan foto foto Ruhi pada Raman “Bagus juga, ayoo kita masuk lagi”, “Sebentar, Ruhi minta kita berfoto selfie” kemudian Raman  memotret mereka berdua “Sekarang kamu kirimkan dan ayooo kita masuk untuk berjalan di catwalk“ pinta Raman, 

Awak media kembali mendekati Raman dan bertanya padanya “Lalu apa langkah selanjutnya, tuan Raman ?” saat itu Raman melihat Parmeet dan Simmi datang juga ke pesta itu, Parmeet mengenalkan pada semua orang kalau Simmi adalah istrinya, Raman menghampiri mereka dan Parmeet nampak tersenyum malu malu, Raman mendorong Parmeet ke belakang dan mengajak Simmi menjauh lalu bertanya pada Simmi “Apa yang terjadi padamu ? Apakah kamu sudah gila dengan pergi bareng bajingan itu !”, “Memangnya kesalahan apa yang telah aku perbuat ? Aku datang ke pesta kakakku bersama suamiku” Raman berusaha mengendalikan amarahnya dan meminta Simmi untuk menghentikan sandiwaranya ini 

“Simmi, kamu tahu kan apa yang bisa aku lakukan, aku bisa menghajar bajingan ini dan tidak akan membiarkan kamu juga, cepat pergi dari sini !” bentak Raman kesal “Raman, katakan dengan lembut” pinta Parmeet “Tidak ada seorangpun yang bisa terima kalau istrinya dihina !” ujar Raman kesal “Raman, Simmi datang kesini sebagai istriku bukan sebagai adikmu !” Raman tertawa tergelak dan menyindirnya “Berterima kasihlah pada Tuhan karena adikku masih mencintai kamu ! Kalau tidak aku tidak akan terlambat untuk menggantungkan rangkaian bunga di depan fotomu” Raman bergegas berlalu dari sana dengan perasaan kesal “Kamu sungguh sangat beruntung, Simmi ,,, karena kakakmu dan suamimu sangat menyayangi kamu, ayooo kita masuk dan bertemu dengan teman teman lamaku, mereka harus kenal dengan istriku” ujar Parmeet 

Ishita sedang duduk ditangga karena sepatunya agak mengganggunya, saat itu Raman datang menghampiri Ishita dan tanpa sengaja menginjak kain saree yang dikenakan oleh Ishita, ketika Ishita bangun, kain saree Ishita terlepas, Ishita panik, Raman yang melihatnya segera mengajaknya untuk masuk ke dalam sebuah kamar, 

Sementara itu para wanita sedang berjalan di catwalk, nama Ishita dipanggil dan diminta untuk tampil ke depan, Parmeet menunggu kehadiran Ishita karena Parmeet ingin melihat penampilan Ishita dipesta ini, sedangkan Ishita sendiri saat itu sedang sibuk dengan kain sareenya dan Raman berusaha membantu Ishita merapikan kain saree Ishita “Raman, bukan seperti itu, sini biar aku saja membetulkannya” namun ternyata Ishita tetap saja tidak bisa merapikan kain sareenya karena hanya dengan satu tangan, 

Raman hanya terdiam melihatnya lalu berkata “Kamu ini keras kepala sekali ! Singkirkan tanganmu dan tetap berdiri disitu” Raman kemudian mengingat ingat apa yang telah Mihir ajarkan padanya “Ini salahmu juga karena kamu menginjaknya tadi”, “Sudah diam ! Kalau tidak aku akan lupa apa yang telah aku pelajari” Ishita tertegun “Pelajari ?”, “Iyaa, untuk membantu kamu” Ishita tersenyum manis melihat perhatian Raman padanya “Sudah diam saja !” ujar Raman sebelum Ishita berkata apa apa lagi “Biar aku yang melakukannya” Ishita tersenyum melihatnya, Raman kemudian mencoba merapikan kain saree Ishita dan membuat sebuah wiru yang sempurna pada kain sareenya 

Pada saat yang bersamaan, Shagun dan Mihika sedang berjalan di catwalk dan Mihika memberikan ciuman jauh untuk Mihir karena Mihir juga telah memberikan ciuman jauh untuk Mihika, Ashok yang melihatnya rupanya melakukan hal ini juga pada Mihika dengan memberikan ciuman jauh padanya, Parmeet tersenyum melihat Simmi yang juga berjalan di catwalk, sedangkan Ishita tidak mau berjalan disana “Aku tidak mau pergi, maaf”, “Apa yang terjadi lagi sekarang ?” tanya Raman heran “Kain sareenya lepas lagi, aku tidak akan pergi” Raman merasa kesal mendengar ucapan Ishita dan berkata “Ayooo bangun, katakan padaku apa yang harus aku lakukan ?”, “Kenapa kamu selalu marah ?” 

Saat itu pertunjukkan berjalan di catwalk sudah berakhir dan pemenangnya segera diumumkan karena Ashok berhasil meminta para juri yang lain untuk sependapat dengannya dan pemenangnya adalah Mihika, Shagun kaget dan tidak percaya, Mihir dan semua orang bertepuk tangan memberikan selamat pada Mihika, Mihika sangat senang, Shagun dongkol “Bagaimana dia bisa menang ?” ujar Shagun heran, sedangkan Parmeet tersenyum melihatnya, Ashok diminta untuk memberikan penghargaan untuk Mihika, dengan senang hati Ashok maju ke depan, Ashok kemudian memberikan piala penghargaan itu ke Mihika, Simmi dan Shagun nampak sangat kesal, kemudian Ashok sibuk berfoto selfie dengan Mihika sambil memegang bahu Mihika dari belakang, Shagun hanya bisa menatapnya saja 

Setelah acara selesai Mihika bertanya ke Mihir tentang Raman dan Ishita “Aku juga tidak tahu dimana mereka ? Ayooo kita cari mereka” pinta Mihir, saat itu Murti mencoba mengajak Mihika ngobrol “Nona Mihika ini adalah bagian dari perusahaan kami dan sangat berbakat” ujar Ashok sambil memegang bahu Mihika lagi dari belakang “Terima kasih, tuan” kemudian Mihika segera pergi bersama Mihir, ketika mereka sudah menjauh dari orang orang itu, Mihika berkata pada Mihir “Mihir, sungguh sangat aneh, aku menang ? Bagaimana bisa ?”, “Karena kamu ini sangat cantik, hot dan sexy dengan kain saree yang aku pilih ini, iya kan ?” goda Mihir “Pada kenyataannya ketika kamu memenangkan penghargaan ini, aku mulai berfikir untuk menikahi kamu malam ini juga”, “Sudahlah ! Sekarang kita cari dulu kak Ishita dan Raman, aku rasa mereka sedang menikmati perjalanan romantis mereka berdua” ujar Mihika “Iyaaa, dan kamu merusak kencan romantis kita” Mihir merasa kesal 

Saat itu Ishita meminta Raman untuk memperbaiki penjepit kain sareenya Raman segera mengambil pin itu dan mulai memperbaikinya sambil mengalihkan wajahnya, rupanya jemarinya terluka, Ishita buru buru hendak memasukkan jemari Raman yang berdarah ke dalam mulutnya namun Raman menolak “Jangan ! Darah jangan sampai mengenai mulut harimau betina”, “Maafkan aku, mana sini, ini terjadi karena aku !” Ishita tetap bersikeras hendak menghisap darah Raman, saat itu mereka melihat Mihika dan Mihir memperhatikan mereka sambil tersenyum senyum senang “Aku rasa kita datang pada saat yang tidak tepat, Mihika ,,, ayoo kita pergi saja” ujar Mihir, Ishita hanya bisa tersenyum SINOPSIS MOHABBATEIN episode 200 by. Sally Diandra

Bagikan :