SINOPSIS MOHABBATEIN episode 195 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 195 by. Sally Diandra Simmi berusaha pergi melarikan diri dan Raman mengikutinya, sementara itu Sarika dan Romi datang ke apartemen dengan bajaj, Sarika ingin bicara dengan Ishita, Ishita melihat kedatangan Sarika, namun tiba tiba dupattanya Sarika jatuh dan Sarika berusaha mengambil dupattanya yang jatuh sehingga belahan dadanya hampir terlihat, Romi bukannya membantu malah berusaha mengambil gambar Sarika dengan ponselnya, Ishita melihat semua ulah Romi, Ishita benar benar marah sama Romi, Sarika kemudian menghampiri Ishita, Ishita bergegas menghampiri Romi dan menampar pipinya, Romi kaget sedangkan Ishita memberikan peringatan pada Romi “Kamu ini tidak belajar dari pengalaman kesalahanmu yang dulu yang pernah kamu lakukan sama Mihika dengan video MMS itu, seluruh keluarga bersikap baik sama kamu karena kamu menyadari kesalahan kamu tapi kamu tetap saja tidak mengindahkan pelajaran itu !” bentak Ishita kesal 

Sementara itu Simmi sedang duduk di tangga sebuah kuil, Raman menghampirinya “Disinilah tempatmu kalau kamu sedang memikirkan sesuatu sejak kamu masih kecil dulu”, “Aku merasa sendirian seperti seorang janda bukan seperti seorang istri, aku harus membesarkan seorang anak tanpa ayahnya” Raman berusaha menjelaskan ke Simmi kalau Parmeet itu bukanlah laki laki yang baik tapi Simmi tetap menolak untuk mendengarkan pendapat Raman “Aku kira kakak akan mendukungku dan bukan pada istri kakak itu” Raman berusaha menjelaskan ke Simmi namun saat itu Ishita datang menghampiri mereka, Simmi langsung menyela “Istrimu ada disini jadi pergilah padanya” Simmi segera berlalu lagi dari sana, Raman hendak mengejarnya kembali namun Ishita mencegahnya, akhirnya Raman menuruti permintaan Ishita 

Malam harinya, Raman dan Ishita sedang ngobrol berdua membahas soal Simmi “Memang sangat sulit bagi mereka untuk melupakan cinta pertama mereka, ini memang benar benar sangat menyakitkan untuk melepaskan begitu saja” Ishita kemudian mencontohkan dirinya sendiri yang mempunyai pengalaman patah hati karena cinta pertamanya bersama Subbu “Untung saja keluargaku dengan cinta mereka bisa mengobati rasa sakitku saat itu” Raman nampak tidak suka ketika Ishita menceritakan tentang pengalaman patah hatinya karena Subbu “Param (Parmeet) adalah cinta pertamanya Simmi, Shagun juga cinta pertamamu kan ?” Raman terlihat kesal dan bergegas meninggalkan Ishita begitu saja, sementara itu Romi berusaha menelfon Sarika tapi sayangnya Sarika tidak mengangkat telfon dari Romi 

Keesokan harinya, Amma meminta televisinya dinyalakan, Amma mendapat telfon dari Toshi (nyonya Bhalla) kalau mesin cucinya rusak, Toshi meminta tolong pada Amma, awalnya Amma memberikan tips pada Toshi tapi kemudian buru buru mematikan telfonnya karena acara musik kesukaannya sudah main di televisi, Toshi benar benar merasa tidak berdaya karena dirinya telah merusak baju favourite suaminya, pada saat yang bersamaan Ishita sudah sampai di kliniknya, Sarika menyapanya “Selamat pagi, dokter Ishita”, “Sarika, apakah Romi menelfon kamu ?” tanya Ishita penasaran “Iyaa, Romi memang menelfon aku tapi aku tidak mengangkatnya, dok ,,, kami ini hanya berteman saja, tidak lebih” Sarika berusaha meyakinkan Ishita tentang posisinya “Oh iya, dokter Ishita ,,, ada pasien penting yang harus dirawat karena kolega anda sedang keluar kota untuk liburan sekeluarga” ujar Sarika lagi 

Raman sedang berada dikantor, saat itu Raman sedang merenung memikirkan ucapan Ishita tentang kisah cinta pertamanya, Raman berkata pada dirinya sendiri “Ishita tidak merasa bahagia” Raman kemudian mendapat telfon dari Ishita yang mengajaknya untuk makan siang dikantor Raman “Apakah kamu sedang tidak ada pekerjaan ?”, “Sebentar lagi akan selesai” sahut Ishita diujung sana “Aku juga ada meeting nanti, tapi kamu bisa datang kapan saja” ujar Raman kemudian, tak lama kemudian akhirnya Raman dan Ishita sedang menikmati makan siang mereka di kantor Raman “Raman, apakah semuanya baik baik saja ? Oh iya besok apa kamu bisa menjemput Ruhi disekolah ? Karena besok aku ada operasi penting, tapi kalau kamu tidak bisa nanti aku akan meminta tolong ayah saja untuk menjemputnya” ujar Ishita, 
Saat itu Romi hendak memasuki ruang kerja Raman, Romi melihat Raman dan Ishita sedang makan siang bersama “Kalau begitu Sarika saat ini pasti sendirian diklinik” Romi bergegas pergi meninggalkan tempat itu, kembali ke kantor Raman, Raman bertanya pada Ishita tentang perasaannya saat ini apakah Ishita merasa bahagia atau tidak ? Karena Raman memikirkan ucapan Ishita semalam “Raman, Subbu adalah masa laluku sedangkan kamu dan Ruhi adalah masaku saat ini dan masa depanku, Subbu telah keluar dari kehidupanku, aku tidak mempunyai perasaan apa apa lagi dengannya, aku merasa malu kalau memikirkan tentang hal itu sekarang” Ishita dan Raman akhirnya setuju kalau mereka tidak membahasnya lagi kemudian mereka melanjutkan makan siang berdua SINOPSIS MOHABBATEIN episode 196 by. Sally Diandra

Bagikan :