SINOPSIS MOHABBATEIN episode 173 bagian 1 by. Sally Diandra

SINOPSIS MOHABBATEIN episode 173 bagian 1 by. Sally Diandra Raman meninggalkan rumah Amma segera, sedangkan Ishita dan Mihika langsung menggoda Vandu yang baru saja mengabarkan kabar gembira kehamilannya ”Kamu juga tidak mengatakannya pada ibu juga, Vandu”, “Ibu, aku akan pergi ke klinik, selamat ya, kakak” Ishita bergegas pergi dari sana menuju ke klinik, Sarika menemui Ishita dan mengabarkan kalau ada seseorang yang menunggunya “Aku tidak ada pasien hari ini” ucapan Sarika membuat Ishita tertegun, begitu Ishita memasuki ruangannya, dilihatnya Ashok yang sedang menunggunya “Tuan Ashok Khanna”, “Aku harus membicarakan sesuatu yang pribadi denganmu” ujar Ashok “Kenapa kamu datang kesini ?”, “Aku harus membicarakan soal Raman dan Shagun” ujar Ashok lagi,


Saat itu Raman sedang ngobrol dengan Pathak dan Shagun “Di sana ada kamera CCTV yang merekam semua kejadian disana dan kasus ini sangat kritis, mereka pasti akan memeriksa kembali rekamannya”, “Kita tidak bisa mengambil kesempatan, ini tidak boleh terjadi” ujar Shagun cemas “Coba pikirkan”, “Berkas berkasnya akan berada di kantor polisi” Pathak menimpali ucapan Raman 

Di klinik Ishita, Ashok mencoba meyakinkan Ishita “Aku tahu kalau kamu tidak tertarik padaku tapi aku tidak suka dengan apa yang terjadi pada Shagun dan suamimu, aku sudah memperingatinya tapi dia malah tidak mengerti bahkan Raman juga tidak mundur” Ishita hanya terdiam “Katakan padanya kalau Shagun itu bukan istrinya lagi, ini sudah 6 tahun berlalu, tinggalkan dia”, “Aku tidak ingin mendengar apapun darimu yang menentang suamiku, kamu bisa pergi sekarang, tuan Ashok” pinta Ishita kesal “Aku harus mengatakannya padamu karena kamu sangat mempercayai Raman”, “Tidak ada salahnya kan kalau Raman bertemu dengan Shagun ? Mereka mempunyai anak dan mereka selalu menjaga hubungan ini, aku percaya padanya dan aku tidak perlu menunjukkannya padamu, lupakan saja atau aku akan memanggil seseorang” pinta Ishita “Percaya itu memang baik, dokter Ishita ,,, tapi percaya buta itu salah” Ashok bergegas meninggalkan ruangan Ishita dengan perasaan kesal 

Pathak masih bareng Raman dan Shagun “Jika kita tidak mempunyai bukti bukti itu, itu akan menjadi masalah tapi aku akan melakukan sesuatu” Raman menyela ucapan Pathak “Coba kamu suap inspektur polisi dan minta bukti buktinya ,,, Shagun, kamu tahu kalau aku telah berbohong pada semua orang, melakukan pekerjaan ilegal, apa yang kamu lakukan ?”, “Maafkan aku, Raman” ujar Shagun, saat itu Pathak menemui inspektur polisi yang bernama Balram dan bertanya padanya tentang rekaman CCTV yang diambil pada tanggal 10 Juni yang lalu ketika kecelakaan itu terjadi, Pathak lalu memberikan sejumlah uang padanya sebagai suap 

Ishita akhirnya pulang kerumah sambil memikirkan tentang Raman dan Shagun, Ishita bicara dengan dirinya sendiri “Cukup, Ishita ! Raman sudah mengatakan kalau itu hanya masalah Adi, aku seharusnya menunggu Raman, dia pasti akan mengatakannya padaku ketika saatnya tiba nanti, tapi kenapa sampai sekarang dia tidak mengatakannya padaku ? Coba percayalah, Ishita ,,, aku bisa menunggunya” ujar Ishita pada dirinya sendiri, saat itu Ruhi datang menemui Ishita dan bertanya “Ibu, bagaimana seorang bayi bisa datang ke rumah sakit”, “Dari Tuhan, sayang ,,, Tuhan memberikan seorang bayi dan mengirimkan mereka ke rumah sakit, kemudian orangtuanya membawa mereka dari rumah sakit, mereka menangis dan kemudian mulai menyesuaikan diri dengan keadaan disekitarnya dan tidak menangis lagi”, “Apakah dulu aku juga menangis ?” Ishita menatap kearahnya, 

Ruhi langsung menjewer telinganya sambil berkata “Aku minta maaf, waktu itu ibu Ishi tidak ada disana, yang ada hanya ibu Shagun, aku seharusnya mempunyai adik kecil, aku harus berdoa pada Tuhan agar Tuhan memberikan aku adik, aku mohon ,,, kemudian ayah dan ibu pergi ke rumah sakit untuk mengambilnya, iya kan ?” Ishita hanya bisa menangis lalu berkata “Tuhan telah memberikan seorang saudara yang baik untuk Ruhi yaitu kak Adi”, “Dia tidak mau bermain denganku, dia selalu memarahi aku disekolah” ujar Ruhi kesal “Ya sudah sekarang kita makan malam dulu” ajak Ishita 

Raman menelfon Shagun dan mengabarkan padanya “Tenang saja, Shagun ,,, tidak usaha cemas karena Pathak sudah membersihkan semua bukti bukti”, “Terima kasih, Tuhan ,,, Adi sangat ketakutan sekali” ujar Shagun cemas “Katakan padanya tidak usah cemas, aku bersama dirinya” ujar Raman, saat itu Shagun kaget ketika melihat Adi yang pulang kerumah dengan keadaan sakit, OB sekolah memberitahu Shagun “Tanyakan saja pada guru kelasnya, dia tadi muntah muntah”, “Baiklah, terima kasih, aku akan menelfon dokter” ujar Shagun SINOPSIS MOHABBATEIN episode 173 bagian 1 by. Sally Diandra

Bagikan :