SINOPSIS Yeh Hai Mohabbatein episode 01 by. Sally Diandra

SINOPSIS Yeh Hai Mohabbatein episode 01 by. Sally Diandra Di sebuah rumah, terdengar lagu lagu pujian yang sedang dinyanyikan, dimana terdapat patung Dewa Ganesha, di pagi yang cerah dan segar itu, nampak sebuah kuil dengan patung Dewi Kali, tiba tiba terlihat kilatan petir yang menyala ketika dokter Ishita menceritakan sebuah cerita tentang Krishna yang di wakilkan dengan sebuah gambar animasi, dokter Ishita sebuah cerita yang ditayangkan di tvnya, hal ini dilakukannya samabil mencabut gigi seorang anak laki laki kecil di pagi hari sekitar jam 5 pagi, ibu anak kecil itu berterima kasih pada dokter Ishita karena telah memberi mereka waktu sehingga gigi anaknya bisa dicabut, 


Sementara itu tuan Iyer melihat ada sampah yang dibuang diluar pintu oleh tetangganya, saat itu istrinya sedang berdoa melakukan puja, kemudian istri tuan Iyer membicarakan soal berita berita di surat kabar, dibacanya koran tersebut “Ishita pergi pagi pagi sekali jam 4 pagi untuk mencabut gigi seorang anak kecil” ujar tuan Iyer “Aku sudah meminta padanya untuk mematikan saja ponselnya dan tidur nyenyak tapi orang orang itu selalu saja mengganggunya” sahut nyonya Iyer Pada saat yang bersamaan, Ishita sedang ngobrol dengan anak laki laki kecil itu dengan lemah lembut “Kami akan menaruh gigimu di bawah bantalmu, maka dengan begitu seorang peri gigi akan datang padamu dan bertanya tentang apa keinginanmu” ujar dokter Ishita lembut “Kamu ini memang benar benar bisa mengatasi anak anak, berapa banyak anakmu ?” Ishita tersenyum 


“Sangat banyak ! Siapapun yang datang padaku, dia adalah anakku” tepat pada saat itu ibunya Ishita (Amma) menelfon, kemudian Ishita balik menelfon ke rumah “Ishita, apakah kamu lupa, kemana kita akan pergi hari ini ?” tanya Amma, Amma lalu membicarakan soal zodiak Ishita “Kamu akan bertemu dengan seseorang hari ini, orang yang akan memberikan kamu segalanya” ujar Amma lagi “Baik, Amma ,,, aku akan pulang segera” Ishita menutup telfonnya, tanpa sengaja Ishita bertabrakan dengan mobil seseorang, Ishita tegang, rupanya nyonya Bhalla yang keluar dari sana dan berkata “Berikan aku 16.000 rupee tunai !” dokter Ishita tertegun “Aku tidak punya uang tunai, apakah bisa menggunakan cek ?” saat itu Amma keluar dari rumahnya dan bertanya 

“Ada apa ini ?” nyonya Bhalla langsung menyahut “Anakmu ini menabrak mobilku dan merusaknya, lihat ini !” Amma segera menyuruh Ishita masuk ke dalam rumah, sementara Amma mencoba bicara dengan nyonya Bhalla “Nyonya Bhalla, coba lihat caramu memarkir mobilmu sendiri, ini area parkirmu tapi kamu tidak memarkirnya dengan benar” mereka berdua langsung saling beradu pendapat satu sama lain “Seharusnya kami yang meminta uang padamu, kalian semua ini taunya hanya makan ikan dan daging saja, sedangkan kami selalu melakukan Shuddikaran untuk seluiruh apartemen ini !” bentak Amma kesal, Ishita keluar dari rumahnya sambil membawa sebuah cek dan diberikannya ke nyonya Bhalla sambil berkata “Amma, kita harus segera bersiap siap” Ishita segera mengajak ibunya masuk ke dalam rumah, 

Begitu sampai di dalam rumah, Ishita memberikan susu Haldi untuk Amma “Ishita, jangan mengenakan warna yang terang hari ini, pilih saja saree yang warnanya cerah, ketika kamu berada dipanggung dengan mengenakan warna ini, maka kamu akan tampak cantik” Ishita tersenyum “Jika ada seseorang yang bertanya padamu sesuatu, jawablah dengan baik, bacalah doa Gayatri dan jangan gugup” Ishita menyela “Aku tidak gugup, Amma itu yang kelihatan gugup, ini bukan yang pertama kalinya aku pergi” saat itu tuan Iyer atau Appa sedang membicarakan tentang pentingnya kesabaran, Amma lalu meminta seluruh keluarganya untuk bersiap siap segera 

Tak lama kemudian, seseorang memencet bel rumah mereka, Appa sangat kesal dengan keluarga tuan Bhalla yang jadi tetangga mereka dan akhirnya keluarga tuan Iyer sampai juga di Parichay Sammolan, sebuah tempat untuk berlangsungnya sebuah event / acara, Ishita mulai melengkapi formulir pendaftaran, Ishita mengenakan pakaian tardisional India yaitu kain saree, Amma meminta Ishita pergi dan mereka akan menunggunya “Ishita benar, kita harus mengisi semuanya dengan benar, jangan sembunyikan apapun” tak lama kemudian pengumumman pun dimulai tentang pertemuan orang orang yang belum menikah melalui event tersebut kemudian ketika mereka merasa cocok, mereka bisa menikah, beberapa pria memberikan informasi tentang diri mereka di panggung, Ishita dan Amma melihat nyonya Bhalla juga ada di tempat tersebut, mereka berfikir muungkin dia datang kesini untuk dirinya sendiri, 

Amma dan Ishita kemudian bergosip tentang nyonya Bhalla “Aku pernah melihat suaminya tapi aku meragukan karakternya, lihat saja dia datang kesini mengenakan pakaian yang begitu berwarna warni dengan lipstiknya yang merah merona” Amma terus menerus menghina nyonya Bhalla, nyonya Bhalla kemudian pergi ke atas panggung dan menyapa semua orang yang berada disana, Ishita tertawa melihat penampilan nyonya Bhalla “Aku ingin seorang menantu untuk diriku sendiri” Amma terkejut mendengar ucapan nyonya Bhalla “Anak laki lakiku tinggal di Mumbai dan dia baru saja bercerai, dia akan pindah ke Delhi segera” nyonya Bhalla kemudian memberikan informasi tentang anaknya itu “Dia itu seorang pebisnis yang sukses, dia seorang CEO, eksekutif muda dan tentu saja anakku itu orangnya sangat tampan” nyonya Bhalla sangat memuji anak laki lakinya ini 

Sementara itu Raman Bhalla mulai terlihat ketika nyonya Bhalla sedang membicarakan tentang dirinya di atas panggung “Aku ingin mencari seorang gadis untuknya” secara tidak sengaja nyonya Bhalla menyindir Amma, hingga akhirnya tiba giliran Ishita mengenalkan diri, Amma dan Appa berharap yang terbaik untuk anaknya ini, Ishita memberikan informasi tentang dirinya diatas panggung “Aku ini seorang dokter gigi yang berasal dari keluarga kelas menengah, ayahku adalah seorang pensiun dan aku seorang pekerja keras, aku telah menulis semuanya di formulir pendaftaran” saat Ishita berada dipanggung, Amma melihat nyonya Bhalla sedang makan makanan yang non vegetarian alias daging 

“Amma, lihat anakmu itu” ujar Appa, salah seorang laki laki menemui Ishita dan mengajaknya bicara “Aku rasa kita mempunyai banyak kesamaan” Amma kemudian menyebutkan zodiak Ishita “Apakah kamu percaya pada cinta pada pandangan pertama ?” Ishita menggeleng “Tidak !” pria itu menyela “Tapi aku percaya setelah melihat kamu” Ishita tersenyum “Aku ingin mengatakan sesuatu padamu” Appa dan Amma tersenyum melihat kebersamaan mereka, apalagi Ishita terlihat sangat bahagia, saat itu Amma mendapat telfon kemudian mengatakan pada Ishita “Ishita, pria ini nampaknya menyukai kamu, tapi ,,, zodiak kalian berdua tidak cocok jadi nanti akan ada beberapa masalah kalau kalian berdua menikah” ujar Amma cemas “Aku memang tidak menulis zodiakku di formulir pendaftaran tapi aku mengatakan padanya tentang apa yang tidak tertulis di formulir itu” Amma terkejut mendengar pengakuan Ishita 

“Ada bagusnya kalau Ishita mengatakan yang sebenarnya” sela Appa “Aku rasa ini bukanlah suatu masalah” ujar Amma cemas “Ini bukan masalah yang sepele, Amma ,,, aku tidak akan pernah menjadi seorang ibu, tidak ada seorangpun yang bisa mengabaikannya, tidak ada seorangpun yang akan mencintai aku apa  adanya” ujar Ishita sedih “Dulu Subbu juga mencintai aku dan ibu juga bilang kalau kami berdua diciptakan untuk saling bersama melengkapi satu sama lain, tidak ada yang akan bisa memisahkan kami berdua tapi nyatanya dia tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya” Amma merasa sedih “Bagaimana bisa kita mengharapkan hal ini dari orang lain ? Aku pergi ke acara seperti ini semata mata untuk kebahagiaan Amma saja, Amma tahu kan hal itu dengan baik, lamaran seperti apa yang bisa kita dapatkan ? Aku bisa hidup sendirian, pernikahan itu tidak begitu penting bagiku, Amma ,,, jika Amma ingin, aku akan pergi ke tempat tempat seperti ini lagi” hibur Ishita 

Ishita sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, Ishita melihat ada seekor anjing yang kecil di tengah jalan dan melihat ada seorang anak perempuan kecil yang berusaha untuk menyelematkan anjing itu, Ishita berusaha untuk menghentikan gadis kecil itu “Heeiii, nak ,,, minggirlah !” saat itu Ishita melihat sebuah mobil yang datang ke arah gadis kecil tersebut, dengan sigap Ishita langsung menyelamatkan gadis itu bersama anjing kecilnya, beberapa orang akhirnya sampai disana, mereka memuji tindakan Ishita dan mengira kalau Ishita adalah ibu gadis kecil tersebut “Apakah kamu ibunya ?” Ishita hanya menatap kearah mereka sambil tersenyum, kedua bola matanya berkaca kaca teringat akan ucapan Amma dan berfikir kalau ucapan ibunya benar “Aku bertemu dengan seorang gadis kecil dan aku merasa jatuh hati pada gadis kecil ini” bathin Ishita SINOPSIS Yeh Hai Mohabbatein episode 02 by. Sally Diandra 

                                              RUHI 02

Bagikan :