SINOPSIS VEERA episode 660 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 660 by. Sally Diandra Di rumah Balwant, Bansuri sedang menunggu kedatangan Baldev, tak lama kemudian Baldev pulang ke rumah, Bansuri segera menyuruhnya untuk bergegas ke kamarnya, tak lama berselang Manjeet bertanya soal Baldev yang tidak kunjung pulang “Dia belum pulang, kak ,,, nanti aku akan meminta padanya untuk menemui kakak besok pagi” Manjeet terlihat kesal dengan ucapan Bansuri, saat itu Baldev memasuki kamarnya, Veera menyambutnya dengan senyum manisnya “Baldev, apakah kamu mau makan ? Biar aku hangatkan dulu makanannya” Baldev menggeleng “Tidak usah, aku sudah makan diluar tadi” Veera kemudian bergegas tidur di tempat tidur, Baldev menatap kearahnya sesaat lalu seperti biasa tertidur dilantai, ketika Baldev sudah tertidur, Veera membuka matanya lalu menatap suaminya itu dengan penuh cinta 


Keesokan harinya, Baldev melihat Veera masih tertidur pulas, Baldev lalu menghampirinya, tiba tiba tanpa sadar ketika Veera berbalik, tangan Baldev berada di bawah bahu Veerra, Baldev berusaha menggerakkan tangannya hingga membuat Veera terbangun, mereka berdua saling memandang satu sama lain “Baldev, apa sedang kamu cari ?” Baldev menatapnya dan berkata “Barbel !” Veera tersenyum “Angkat saja aku, aku rasa beratku ini sama dengan barbel” ujar Veera sambil mengajak Baldev bercanda “Aku tidak akan mengangkat kamu” Veera kemudian mendekati Baldev namun tiba tiba Veera terjatuh dan kakinya terluka “Ayoo bangun !” Baldev menyuruh Veera duduk “Dimana yang sakit ?” tanya Baldev cemas, kemudian Baldev berusaha merawat kaki Veera, Veera tersenyum senang “Aku akan bersiap siap dan aku tidak sarapan pagi nanti, tapi kamu harus sarapan pagi, kamu bahkan tidak makan sejak tadi malam” ujar Baldev kemudian berlalu ke kamar mandi 

“Aku harus memberikan obat pagi ini di susunya” bathin Veera kemudian bergegas membuatkan susu untuk Baldev, saat Veera keluar dari kamar dengan gaun tidurnya, Manjeet langsung menghentikan langkah Veera “Bibi, aku harus merebus susu di dapur” Veera mencoba membela diri “Bagaimana kamu bisa keluar dari kamarmu tanpa mandi terlebih dulu ? Kamu seharusnya bangun pagi pagi sekali !” Manjeet menegur Veera dengan keras, Bansuri hanya memperhatikan mereka dari kejauhan, Veera kemudian meminta maaf pada Manjeet “Kamu itu harus patuh, Veera !” bentak Manjeet, Bansuri menghampiri mereka dan ikut ikutan membentak Veera “Baiklah, aku minta maaf tapi nanti aku bisa terlambat” ujar Veera cemas “Veera, kamu ini tidak boleh meyela ucapan bibi Manjeet ! Biar ibu saja yang merebus susunya !” Bansuri kemudian berlalu dari sana 

Sementara itu di rumah Ratan, Ranvi kembali memberikan sebuah kejutan untuk Gunjan yaitu sebuah boneka beruang Teddy Bear, Gunjan tersenyum senang sambil melihat bunga mawar yang dibawa Ranvi “Apakah Ranvi tahu tentang kehamilanku ?” bathin Gunjan cemas “Ranvi, untuk apa semua kejutan ini ?” Ranvi tersenyum dan berkata “Tidak ada alasan untuk mencintai kamu tapi aku masih merasa selalu jatuh cinta padamu, Gunjan” Gunjan tersenyum “Meskipun dia sangat mencintai aku tapi aku tidak mengatakan apapun padanya” bathin Gunjan gusar “Kenapa tanganmu diperban seperti itu ?” Gunjan panik dan mencoba mencari cari alasan luka ditangannya agar Ranvi tidak curiga, 

Ranvi hanya tersenyum sambil menebak dalam hati “Dia pasti tidak akan mengatakannya saat ini” kemudian Ranvi berkata lagi “Gunjan, aku akan selalu ada buat kamu dan kamu tidak perlu menyembunyikan apapun dariku, kamu bisa mengatakan semuanya padaku, apapun yang ingin kamu katakan” Gunjan semakin gusar “Aku memang tidak boleh menyembunyikannya terus dari Ranvi, Ranvi pasti akan mendukung aku karena dia sangat mencintai aku” bathin Gunjan dalam hati “Ranvi, aku mau mengatakan sesuatu padamu” Ranvi sudah menduganya sambil tersenyum manis 

Di rumah Balwant, ketika Manjeet hendak pergi ke kamar Baldev, Bansuri langsung mencegatnya “Kak Manjeet, kamu mau pergi kemana ?” tanya Bansuri penuh selidik “Aku ingin menemui keponakanku, Baldev karena sebentar lagi dia pasti akan berangkat bekerja” Bansuri mengangguk “Iya, itu benar, ikutlah denganku, kita seharusnya juga saling bicara satu sama lain” kemudian Bansuri bertanya soal keluarga kakak iparnya ini dan anak laki lakinya yang bernama Sukhdev “Kamu tahu kan bagaimana keadaan anakku itu” Bansuri mengangguk 

“Iya, aku juga sangat mengkhawatirkan dirinya, lalu kamu meninggalkannya sendirian di rumah ? Kapan kamu akan pulang, kak ?” tanpa basa basi Bansuri langsung bertanya soal kepulangan Manjeet “Tidak, Bansuri ,,, aku tidak buru buru untuk pulang, memangnya kenapa ? Katakan padaku apakah kamu ada masalah kalau aku tinggal disini ?” Bansuri menggeleng “Oooh tidak, kak ,,, ini kan juga rumahmu” Manjeet mengangguk mengiyakan ucapan Bansuri, saat itu Baldev datang menemui mereka, Bansuri jadi tegang 

Di rumah Ratan, Gunjan mengatakan pada Ranvi kalau dirinya tidak pernah memberikan waktu untuk Ranvi untuk berduaan dengannya, Gunjan merasa menyesal, Ranvi sangat sedih mendengarnya karena Gunjan tidak mengatakan soal kehamilannya “Waktu berlalu begitu cepat, kadang kita tidak bisa mengendalikannya” sahut Ranvi “Aku sangat mencintai Ranvi dan aku tidak bisa mengatakan tentang kehamilanku, Ranvi pasti tidak akan bisa mengerti kenapa aku mengambil keputusan ini” bathin Gunjan dalam hati “Apakah cintaku masih kurang untuknya ? Sehingga dia masih ragu ragu untuk mengabarkan kabar baik ini ?” bathin Ranvi 

Di rumah Balwant, Manjeet sedang menyuapkan ladu ke Baldev dan menyayanginya seperti anaknya sendiri, Baldev sangat senang diperlakukan seperti itu dan memakan ladu tersebut sambil tertawa “Bibi, aku ini telah kuat sekarang, jadi bibi bisa memanjakan aku dengan cinta setiap hari karena bibi akan tinggal disini bersama kami” Manjeet merasa senang begitu bisa ketemu dengan Baldev “Iya, Baldev ,,, kita berdua berada disini” Manjeet tersenyum senang “Bibi punya sesuatu untukmu, Baldev” saat itu Bansuri dan Balwant bergabung bersama mereka sambil bertanya “Kalian berdua sedang membicarakan apa ?” tanya Bansuri penasaran 

“Bibi Manjeet membawakan banyak manisan untukku, ibu ,,, bibi memang selalu memanjakan aku” Manjeet tersenyum “Bukankah bibi juga punya hak untuk memanjakan kamu, Baldev” Balwant menyela “Kakak, kamu mempunyai hak penuh atas Baldev” Manjeet menatap Baldev ”Dia ini sudah seperti anakku saja” Balwant tersenyum “Iya, kakak ,,, kalian berdua bisa memanjakannya lalu suruh dia untuk datang padaku untuk beruba” Baldev tertawa tergelak mendengar ucapan ayahnya “Aku harus pergi sekarang, aku harus kerja” Manjeet meminta Baldev untuk berhati hati, 

Veera lalu memberikan kode ke Baldev untuk mendekat kearahnya, Baldev tersenyum dan mendekat kearah Veera sambil bertanya “Kenapa kamu memanggilku dengan bisik bisik seperti itu ?” tanya Baldev heran “Itu karena bibi Manjeet, aku takut padanya” Baldev tersenyum “Karena kamu tidak sarapan, lebih baik kamu meminum susu ini” Baldev menolak permintaan Veera “Bibi Manjeet telah membuat aku makan banyak manisan” Veera mengangguk “Baiklah, tapi susu tidak akan membuat perutmu penuh, minumlah” akhirnya dengan terpaksa Baldev meminum susu itu 

Sementara itu Manjeet bertanya pada Balwant “Balwant, bolehkah aku datang kesini ?” Balwant tertegun “Kakak, sebenarnya aku mencemaskan sesuatu, sepertinya ada sesuatu yang hendak kamu sampaikan pada kami” Manjeet mengangguk “Kamu benar, Balwant ,,, aku akan mengatakannya dengan jelas sekarang” ujar Manjeet sambil melirik kearah Bansuri, Bansuri semakin tegang SINOPSIS VEERA episode 661 by. Sally Diandra

Bagikan :