SINOPSIS VEERA episode 644 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 644 by. Sally Diandra Di Gurudwara, Bansuri meminta Baldev untuk menelfon Veera dan bertanya dimana dirinya saat ini ”Aku tidak peduli dengan dirinya, ibu” ujar Baldev datar “Ibu juga tidak tahu apakah dia peduli padamu atau tidak, ibu tadi sudah menyuruhnya untuk datang kesini, ibu tahu kalau dia tidak akan mengatakan tidak, ibu mengatakan ini untuk kamu, Baldev” Bansuri kembali memprovokasi Baldev untuk melawan Veera “Kamu tahu, Baldev ,,, perasaan khawatir itu datangnya dari hati, kita tidak bisa meminta siapapun untuk mengkhawatirkan kita” Baldev hanya terdiam lalu segera pergi dari sana 


Sementara Gunjan sedang berfikir untuk melakukan latihan lagi atau tidak, Gunjan teringat ucapan Dolly dan berkata dalam hati “Aku harus pergi kalau tidak nanti keluargaku akan mencurigai aku, aku harus pergi latihan sampai aku memutuskan untuk mempunyai seorang bayi atau tidak” Ranvi kemudian menghampiri Gunjan dan berkata “Gunjan, aku akan mengantar kamu” tak lama kemudian mereka pun pergi namun Gunjan merasa heran karena membawanya ke pasar “Ranvi, kenapa kamu membawa aku kesini ?” tanya Gunjan heran “Kamu kan sedang tidak enak badan jadi aku membawa kamu kesini untuk menghibur kamu, aku tidak ingat kapan kita terakhir kali kesini” Ranvi mencoba menghibur Gunjan “Ada apa, Gunjan ? Apa kamu tidak suka ?” Gunjan merasa cemas mendengar pertanyaan Ranvi 

“Tidak, aku suka, tadi kamu bicara tentang cinta membuat aku terharu” Gunjan mencoba ngeles “Baiklah, ayoo kita buat kamu lebih bahagia lagi” Ranvi kemudian menunjukkan sebuah toko dimana dia biasanya membeli gelang untuk Gunjan “Apakah kamu mau membeli jalebis ?” mereka berdua kemudian menikmati jalebis tersebut “Kenapa kita tidak mengenang masa lalu lagi ?” ujar Ranvi sambil menyuapkan jalebis ke mulut Gunjan “Ranvi sangat mencintai aku, sedangkan aku telah menyembunyikan sesuatu yang sangat besar darinya” bathin Gunjan dalam hati “Ayoo dimakan jalebisnya sampai habis ya, aku mau pergi dulu sebentar” Ranvi kemudian berlalu dari sana “Apakah aku harus mengatakannya pada Ranvi ? Tapi nanti dia pasti tidak akan mengijinkan aku untuk latihan menari maka karirku akan berakhir sampai disini” bathin Gunjan dalam hati, 

Saat itu Ranvi datang sambil membawa sebuah boneka untuk Gunjan dan berkata “Gunjan, kamu adalah bonekaku yang memberikan aku kebahagiaan ketika kamu memberikan aku sebuah boneka sungguhan yaitu anak kita maka kebahagiaan kita pasti akan bertambah” ujar Ranvi dengan senyum manisnya, kemudian Ranvi menceritakan tentang mimpinya mempunyai seorang anak perempuan, hal ini tentu saja membuat Gunjan marah, namun Gunjan mencoba mengendalikan dirinya sendiri dan berkata 

“Ranvi, kita sudah membicarakan hal ini sebelumnya kan ?” Gunjan merasa gusar “Iya, aku tahu, aku tidak memaksa kamu, aku hanya melihat sebuah impian bila memiliki anak, kamu pasti akan sangat terkejut kalau kamu benar benar hamil, aku akan bicara lagi soal ini kalau kamu hamil, oke ?” ujar Ranvi dengan senyumnya yang mengembang “Ranvi, setelah latihan nanti aku akan mampir ke rumah ibuku dulu, jadi aku terlambat pulang ke rumah” Ranvi mengangguk mengiyakan permintaan Gunjan 

Pada saat yang bersamaan, Veera akhirnya sampai juga di rumahnya dan dilihatnya Baldev sudah ada disana, Veera langsung meminta maaf pada Baldev karena tidak sampai di Gurudwara tepat waktu “Maafkan aku, Baldev ,,, karena aku tadi menengok keadaan kak Ranvi dulu dirumahnya” Baldev langsung menyela “Apakah aku bertanya padamu ? Aku tidak peduli kenapa kamu tidak datang atau kamu mengkhawatirkan aku atau tidak ? Hatiku tetap tidak akan berubah sekarang apapun yang kamu lakukan !” ujar Baldev sambil tertawa tergelak, saat itu Baldev melihat tangan Veera yang terluka “Huh drama baru apa lagi ini ? Kamu terluka dan menunjukkannya padaku ?” Veera menggeleng “Tidak, Baldev ,,, aku terluka ketika dalam perjalanan tadi” Baldev merasa cemas 

“Kalau begitu kamu harus pergi ke dokter, untuk mendapatkan pengobatan” Veera menyela “Kamu yang membawa aku kesana” Baldev langsung marah begitu mendengarnya “Kamu itu bisa berkeliling ke seluruh dunia sendirian, lalu apakah kamu tidak bisa pergi ke dokter sendirian ?” tanya Baldev heran “Tidak ! Aku tidak bisa pergi, aku membutuhkan kamu untuk hal ini, Baldev ,,, jika kamu tidak membawa aku, aku tidak akan mendapatkan pengobatan” pinta Veera penuh harap, Bansuri tersenyum mendengarnya sambil berkata “Sebentar lagi Veera pasti akan keluar dari rumah ini dan aku akan mendapatkan seorang menantu yang cantik untuk anakku” bathin Bansuri sambil senyum senyum sendiri

Saat itu Gunjan datang menemui Bansuri, mereka berdua kemudian ngobrol bersama di kamar Bansuri “Ibu, bagaimana ibu dulu memutuskan untuk menjadi seorang ibu ? Apakah ada sesuatu yang tiba tiba terbersit dalam benak ibu saat itu ?” ujar Gunjan gusar “Saat itu tidak bisa diputuskan Gunjan ,,, kalau generasi sekarang bisa memutuskan kapan mereka ingin menjadi ibu atau tidak, memangnya kenapa ? Kamu mempunyai kesempatan untuk menjadi seorang bintang, Gunjan ! Tidak usah berfikir untuk menjadi seorang ibu atau tidak untuk saat ini, hidupmu masih panjang” Gunjan jadi berfikir begitu mendengar ucapan Bansuri 

Di rumah Balwant, Veera sedang membuat makanan dengan tangannya yang terluka, Baldev menghampirinya dan mengambil pisau dari tangan Veera lalu mulai memotong motong bawang, membantu pekerjaan Veera didapur, Veera tersenyum melihatnya, ketika makanan sudah siap, Veera dan Baldev makan bersama di meja makan, tiba tiba ada sesuatu yang jatuh, mereka berdua mau mengambilnya namun kepala mereka berbenturan lalu saling memandang satu sama lain, Veera memegang lengan Baldev dan dengan sengaja mendekatkan kepalanya kearah Baldev, kepala mereka berbenturan kembali 

“Aku akan menghidangkan Rajma” ujar Veera namun tiba tiba makanan itu tumpah mengenai tangan Veera, Bansuri membawakan es batu dan meminta Veera untuk memberi es batu pada tangannya, Baldev terlihat khawatir melihat keadaan Veera “Veera, apakah kamu tetap tidak akan pergi ke dokter ?” tanya Baldev cemas “Aku akan pergi kalau kamu yang membawa aku, kalau tidak, tidak usah membahasnya lagi” Veera tetap bersikeras dengan pendiriannya 

Gunjan teringat dengan ucapan Bansuri sambil berfikir “Jika aku menggugurkan bayi ini maka ini pasti tidak akan adil bagi Ranvi tapi jika aku menjadi ibu saat ini, ini akan tidak adil bagiku, aku bisa menjadi seorang ibu setelah dua tiga tahun yang akan datang” kemudian Gunjan mencoba mencari praktek aborsi via internet, saat itu Dhingra, sang manajer menelfon Gunjan dan meminta Gunjan untuk datang untuk latihan “Baiklah, aku akan datang” ujar Gunjan cemas, 

Sementara itu di rumah Balwant, Baldev memasuki kamarnya untuk mengambil kurtanya, dilihatnya Veera sedang kesakitan, Baldev sangat khawatir dengan keadaan Veera, akhirnya Baldev setujuu membawa Veera ke dokter, kemudian Veera menelfon dokter “Dokter, aku tidak mengatakan hal ini pada suamiku, Baldev ,,, jadi dokter seharusnya melakukan pengobatan pada tanganku terlebih dulu untuk menunjukkan padanya baru setelah itu dokter bisa mengobatinya” dari luar Bansuri mendengar pembicaraan Veera dan dokter sambil berkata “Dia ini memang cerdas !” ujar Bansuri sinis, 

Tak lama kemudian Baldev dan Veera bersiap pergi ke dokter, Veera merasa kesakitan lagi ketika hendak duduk di dalam mobil jeep Baldev, Baldev merasa iba dan menariknya agar bisa duduk dengan nyaman, Veera dengan sengaja mendekat kearah Baldev, hingga mereka saling memandang dengan perasaan kikuk, tak lama kemudian mereka pun berangkat ke rumah sakit hingga akhirnya mereka sampai di rumah sakit, ketika mereka sampai disana, Baldev dan Veera melihat Bansuri yang ternyata sudah ada disana, mereka pun tertegun “Ibu, sedang apa ibu disini ?” tanya Baldev heran “Ibu datang kesini untuk mengungkap apa yang hendak Veera lakukan disini padamu, Baldev” Baldev terkejut mendengarnya SINOPSIS VEERA episode 645 by. Sally Diandra

Bagikan :