SINOPSIS VEERA episode 616 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 616 by. Sally Diandra Di rumah Ratan, saat itu Ratan sedang memperhatikan foto Nihal, Ranvi bisa melihat kesedihan yang terlukis di wajah ibunya, kemudian Ratan berlalu dari sana karena sedih, ketika Ranvi hendak mengikuti Ratan, bibi Chaiji segera mencegahnya sambil berkata “Ranvi, berikan ibumu waktu, dia bekerja lebih banyak hari ini untuk menghabiskan waktunya sendiri” Ranvi langsung menyela “Bibi, aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk mengurangi rasa sakit ibu” bibi Chaiji menggeleng “Beberapa luka hanya bisa disembuhkan oleh waktu, biarkan semuanya sesuai waktunya, ketika kamu punya anak nanti, ibumu pasti akan senang melihat cucunya dan dia pun punya alasan baru untuk bahagia” ucapan bibi Chaiji membuat Ranvi berfikir 


Sementara itu Veera sedang melihat lihat rempah rempah untuk masak dan berusaha mengenalinya, Bansuri datang menghampirinya “Baguslah akhirnya kamu datang juga ke dapur” sindir Bansuri “Aku datang untuk mulai memasak, ibu” ujar Veera gugup “Kalau begitu buatkan semuanya dengan baik, karena ini berhubungan dengan bisnis Baldev” Veera mengangguk “Iya ibu” Veera nampak cemas “Aku akan berdoa, Veera ,,, jadi kamu masak semuanya sendirian saja ya” dalam hati Bansuri berkata “Aku akan melihat bagaimana Veera memasak” bathinnya dalam hati, 

Tak lama kemudian Bansuri ngobrol dengan Balwant “Suamiku, aku kasihan pada Veera, karena Baldev mengundang teman-temannya untuk datang kesini untuk makan siang” Bansuri pura pura sedih “Kalau begitu bantulah Veera” Bansuri menggeleng “Aku tidak bisa membantu karena Baldev memintaku untuk tidak membantunya” Balwant nampak tidak suka “Ya sudahlah, lakukan saja apa yang ingin kamu lakukan, Bansuri” 

Malam harinya, Bansuri sedang menyiapkan makan malam untuk Baldev “Ayo kita lihat bagaimana masakan Veera mulai besok” Baldev langsung menyela dengan nada malas “Aku tidak lapar, ibu !” kemudian Baldev pergi meninggalkan ibunya, Baldev sedang memikirkan ucapan para preman yang sudah memukulinya bertubi tubi di penjara, Baldev lalu tidur di lantai dan menggigil sambil mengingat ucapan mereka dan merasa trauma, saat itu Veera datang ke kamar dan memegang Baldev, Baldev bangun lalu mendorong Veera dengan keras, 

Veera tercengang dengan sikap Baldev yang kasar padanya kemudian Veera kembali menangis “Baldev, apa yang kamu lakukan ? Apa yang terjadi padamu ? Kenapa kamu melakukan ini ?” Baldev hanya terdiam dan berbaring di lantai lagi, Veera meminta Baldev untuk tidur di atas kasur “Kamu pergi saja, tinggalkan aku sendiri !” bentak Baldev, dalam hati Veera berkata “Ini bukan kemarahan Baldev, sepertinya ada sesuatu yang lain, aku harus mencari tahu tentang hal ini” bathin Veera sedih kemudian Veera pergi dan menutup pintu kamar Baldev, begitu Veera pergi, Baldev bergegas membuka matanya dan berkata “Akhirnya dia sudah pergi” ujar Baldev dengan tatapannya yang sedih 

Di rumah Ratan, Gunjan sedang ngobrol dengan Ranvi “Ranvi, apakah kamu berubah pikiran karena Veera ? Kamu tidak mempedulikan Baldev meskipun dia kakakku ? Itu berarti aku ini memang tidak penting bagimu !” ujar Gunjan kesal, Gunjan benar benar merasa sedih “Aku tahu kalau kamu hanya mempedulikan Veera, bukan aku !” ujar Gunjan dengan nada kesal

Sementara itu Veera yang bingung dengan perubahan perilaku Baldev mencoba untuk menelfon dokter “Nyonya Veera, apakah tuan Baldev dipengaruhi oleh suatu kejadian besar ?” suara dokter terdengar di ujung sana “Iya, dok ! Salah satu kerabat kami meninggal dunia” jelas Veera via telfon “Pola pikirnya mungkin bisa saja berubah karena kejadian itu” Veera merasa cemas “Apakah suami saya bisa kembali membaik, dok ?” Veera semakin mengkhawatirkan kondisi Baldev “Saya tidak tahu, nyonya ,,, tapi ada baiknya anda harus lebih berhati-hati” Veera pun semakin cemas sambil berkata dalam hati “Kematian paman Nihal benar benar mempengaruhi perangai Baldev, bahkan Baldev di penjara karena ini, mungkin ini alasan perubahan perilaku Baldev yang tiba tiba jadi kasar” 

Veera melihat Baldev dan teringat kenangan masa lalu mereka yang begitu indah “Aku akan mencoba membantu Baldev, aku tidak akan menghancurkan undangan makan siang Baldev” Veera kemudian memulai memasak dengan mengikuti resep yang dibacanya, saat itu Baldev memasuki dapur dan tanpa sengaja susu yang dibawa oleh Veera tumpah ke wajah Baldev, Veera mulai tertawa namun Baldev memegang Veera secara kasar dan mendorong tubuhnya hingga ke dinding lalu membersihkan wajahnya dengan selendang yang dikenakan oleh Veera “Baldev, aku melakukan semua ini untukmu dan cintamu, kenapa kamu berperilaku seperti ini ? Kamu pernah bilang padaku kamu bahkan rela makan mie hangus, tapi apa yang terjadi sekarang ?” Baldev tersenyum sinis sambil menatap Veera tajam 

“Tidak ada yang terjadi padaku, aku tidak tahu kalau kamu akan membuktikan diri sebagai istri yang buruk” Balwant yang kebetulan melintas di dapur, mendengar perkataan Baldev dan langsung memarahinya “Baldev ! Kemarin Veera menggigil sepanjang malam di luar rumah ! Bahkan dia selalu mencoba untuk membuatmu bahagia, tapi kamu mengatakan kalau dia itu istri yang buruk ? Kamu yang telah membuat Veera tidak bahagia, memangnya kamu pikir kamu ini suami yang baik ?” Balwant mencoba membela Veera namun dengan santai Baldev berkata “Sudahlah ayah, ayah itu jangan ikut campur dalam urusan rumah tangga kami” Balwant pun semakin marah pada anaknya ini “Ayah, Baldev, kumohon jangan bertengkar” pinta Veera sambil menangis, 

Baldev pun segera pergi dari sana, Balwant yang tidak terima dengan perlakuan Baldev ke Veera berusaha memberikan nasehat ke menantu kesayangannya ini “Veera, kamu ini jangan diam saja, jika Baldev berperilaku kasar padamu, maka kamu bisa melawannya” Veera menggeleng “Ayah itu bukan solusi, Baldev punya alasan melakukan itu, aku yakin itu dan aku sedang mencoba mencari tahu, jadi aku mohon agar ayah bisa mengontrol kemarahan ayah untuk beberapa hari, jangan menentang Baldev, demi aku” Balwant benar benar sedih mendengar ucapan Veera lalu memberikan restunya untuk Veera dan pergi dari sana SINOPSIS VEERA episode 617 by. Sally Diandra

Bagikan :