SINOPSIS VEERA episode 608 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 608 by. Sally Diandra Di kantor polisi, Rajveer nampak sangat marah dan sedang memikirkan cara agar Baldev tetap berada dalam tahanan, Rajveer kemudian pergi untuk memprovokasi Baldev “Hei inspektur, kamu tidak akan bisa memukulku, karena aku tahu itu melawan aturan dan kode etik seorang polisi” sindir Baldev, namun Rajveer hanya tersenyum sinis dan berkata dalam hati “Tapi aku tahu caranya bagaimana memanipulasi aturan” bathinnya dalam hati, sementara itu di rumah Ratan, Ranvi sangat marah pada Gunjan dan berusaha menjelaskan pada istrinya itu “Gunjan, bagaimanapun juga Baldev itu sudah mengambil kebahagiaan ibuku” bentak Ranvi 


“Tapi kamu tidak melihat ketika kak Baldev membunuh paman Nihal kan, Ranvi ?” Ranvi tetap bersikeras “Kalau aku tiba disana lebih cepat, aku pasti akan menghentikan tindakan Baldev !” Gunjan menggeleng “Kak Baldev tidak melakukan itu, Ranvi” namun Ranvi tidak mau tahu “Aku bisa melihat kebahagiaan di mata ibu setelah bertahun-tahun lamanya, Gunjan ,,, tapi ibu tidak bisa bahagia satu hari saja, ini adalah kesalahanku, aku dulu seharusnya menyetujui hubungan ibu dan paman Nihal, paman Nihal pasti masih hidup sekarang dan selamat dari Baldev hari ini” ujar Ranvi sedih 

Pada saat yang bersamaan, Rajveer membawa beberapa preman dan menempatkan mereka dalam sel penjara Baldev secara sengaja, para preman ini mulai mengganggu Baldev “Aku mau pergi untuk minum teh dulu” ujar Rajveer santai lalu Rajveer juga meminta polisi yang lain untuk ikut minum teh bersamanya, Rajveer tersenyum sambil melirik ke arah Baldev dan segera berlalu dari sana, para preman memulai aksinya dengan memukuli Baldev di dalam penjara Sementara itu Ratan sedang menangis, Ranvi dan Veera juga ikut menangis melihat kondisi ibunya yang sangat sedih dan berduka “Semua baju dan gelang ini bukan takdir ibu, semua ini sudah menewaskan Nihal, saat ayah kalian datang untuk menemui ibu, dia meninggal dan saat Nihal akan menjadi bagian dari hidupku, dia juga meninggal” ujar Ratan sedih 

“Jangan berkata seperti itu, ibu” pinta Ranvi sedih “Tapi itulah fakta yang sebenarnya, Ranvi ,,, ibumu ini tidak beruntung untuk bisa merasakan kebahagiaan” saat itu tiba tiba Bansuri mendatangi mereka sambil berteriak lantang “Aku akan mengatakan apa yang sial, yang membuat kesialan itu adalah anak haram, Veera !!” semua orang terkejut dengan ucapan Bansuri, Gunjan juga meminta Bansuri untuk pergi dari rumah ibu mertuanya, namun bibi Chaiji segera menghentikan Bansuri “Bansuri, apa yang kamu katakan tadi ? Bagaimana bisa kamu menyebut Veera sial, semua ini terjadi karena kesalahan anakmu sendiri, Baldev !” bentak bibi Chaiji “Jangan mengatakan apa-apa tentang anakku ! Baldev tidak melakukan apa-apa, dia tidak bersalah, dan dulu kehidupan Ratan bahagia saat Veera tidak ada di sini, saat Veera datang, suami Ratan, Sampooran Singh, meninggal, dan sekarang keluargaku hancur saat Veera akan menjadi menantu kami” Ranvi langsung menyela 

“Cukup ibu Bansuri, jangan katakan apa-apa lagi tentang Veeraku” Bansuri pun menyahut “Aku ini belum siap menghadapi nasib sial Veera” bentak Bansuri, Veera yang sedari tadi juga ada disana hanya bisa menangis mendengar cemoohan dari calon ibu mertuanya “Ibu cukup !” sahut Gunjan kesal “Biarkan aku bicara, Gunjan ,,, Veera itu tidak mendukung Baldev” Ranvi pun menyela lagi ucapan Bansuri “Ibu Bansuri, coba pikirkan, apakah aku akan membiarkan adikku mendukung penjahat seperti Baldev ? Aku berharap Baldev berada di penjara selamanya, dia sudah membunuh Paman Nihal kami” Bansuri melotot “Ranvi ! Kamu ini adalah menantuku, apakah kamu juga akan mengambil kebahagiaan dari rumahku ?” Ranvi tidak bergeming dengan ucapan Bansuri “Aku tetap akan membuat Baldev dihukum !” Gunjan langsung menggeret Bansuri pergi dari sana, sedangkan Veera mengingat semua pembicaraan mereka sambil menangis 

Di kantor polisi, Rajveer yang baru pulang dari minum teh di kedai, pura pura heran dengan kondisi di dalam penjara “Sepertinya sedang terjadi sesuatu di dalam” Rajveer mendengar jeritan Baldev dan meminta polisi yang lain untuk minum teh, Rajveer kemudian mendengarkan musik sambil tersenyum, Rajveer dan polisi yang lain kembali ke kantor polisi. Mereka bertanya pada para preman “Kenapa kalian memukuli Baldev ?” para polisi itu heran, Rajveer hanya tersenyum dan meminta mereka untuk pergi “Biarkan Baldev sadar, pukul lagi saat dia sadar” perintah Rajveer “Ini baru permulaan Baldev, ayo kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya” bathin Rajveer dalam hati dengan senyum liciknya 

Pada saat yang bersamaan, di rumah Ratan, Veera sedang menangis melihat dekorasi pernikahan dan mandap (tempat pernikahan orang India, mengelilingi api suci), sedangkan di penjara, ketika Baldev sadar, Baldev menyebut nama Veera dengan lirih, saat itu Veera memikirkan semua ucapan semua orang sambil membasuh wajahnya, kembali ke penjara, para preman mengguyurkan air kei wajah Baldev, lalu mereka memukuli Baldev lagi hingga babak belur 

Di rumah Balwant, Bansuri hanya bisa menangis di rumahnya, Balwant sendiri sedang ngobrol dengan pengacara “Aku mencemaskan Baldev, Balwant ,,, aku merasa ada sesuatu yang buruk yang terjadi pada anakku” Bansuri lalu memeluk Balwant dan menangis, lagi lagi Bansuri meminta Balwant untuk membebaskan Baldev “Kita tidak bisa menemui Baldev karena Rajveer tidak akan mengijinkan kita, Bansuri” ujar Balwant sedih, sementara itu dirumah Ratan, Gunjan bertanya pada Veera, ketika Veera hendak pergi “Veera, kamu mau kemana ?” Veera kaget “Aku mau menemui Baldev, Gunjan” Gunjan mengangguk “Baiklah, pergilah sana” tiba tiba ketika Veera hendak melangkah keluar rumah, Ranvi datang dan mencegah Veera, Ranvi melarang Veera menemui Baldev SINOPSIS VEERA episode 609 by. Sally Diandra

Bagikan :