SINOPSIS VEERA episode 605 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 605 by. Sally Diandra Di rumah Balwant, Gunjan melakukan beberapa ritual untuk Baldev dan Baldev meminta hadiah pada Gunjan namun tiba tiba Baldev tertawa sambil berkata “Aku hanya bercanda, adikku” kemudian Baldev berlalu dari sana, tak lama kemudian para tamu yang datang di rumah Balwant mohon pamit dan berjanji nanti malam mereka akan datang lagi untuk ikut menyaksikan upacara ritual pernikahan Baldev dan Veera “Iya benar, kalian harus datang” pinta Bansuri sambil mengantarkan para tamu tersebut pulang hingga ke pitu depan rumahnya, sementara itu para preman bayaran Rajveer masih terus mencari Nihal, Nihal yang saat itu sedang bersembunyi di sebuah gudang langsung menelfon Baldev, namun ponsel Baldev dalam mode diam sehingga tidak bersuara apapun tapi tak lama berselang Baldev akhirnya menerima telepon dari Nihal 


“Paman Nihal dimana ? Aku ingin bertemu dan meminta maaf” ujar Baldev cemas ”Kita bisa membicarakan masalah itu nanti, Baldev ,,, sekarang hidupku dalam bahaya” Baldev kaget apalagi nada bicara Nihal nampak terburu buru “Apa ? Paman di mana sekarang ? Siapa yang melakukan hal ini pada paman ?” ketika Nihal hendak mengatakannya pada Baldev, saat itu Rajveer datang dan langsung membekap mulutnya, Nihal dan Rajveer pun berkelahi dan dengan cara yang sadis Rajveer membunuh Nihal dengan kunci roda milik mobil Baldev, kemudian Rajveer mengirim sms pada Baldev dari ponsel Nihal tentang alamat dimana Nihal berada yang saat itu sudah menjadi mayat, sms Rajveer berisi “Datanglah segera tanpa memberitahu siapa pun !” 

Pada saat yang bersamaan, di rumah Ratan, Ratan tiba tiba merasa cemas karena lampu dirumahnya tiba tiba padam dan gelang hadiah dari Nihal jatuh ke lantai, Ratan juga terluka karenanya “Pertanda apa ini ?” Ratan mulai gelisah, sementara itu di tempat mayat Nihal berada, Rajveer masih ada disana sambil memperhatikan mayat Nihal sambil berkata “Tuan Nihal, tidak bisa mengatakan fakta yang sebenarnya kepada siapa pun sekarang” ujar Rajveer sinis, saat itu Rajveer melihat kearah ponsel Nihal, rupanya sms balasan dari Baldev masuk “Paman, aku akan segera datang” Rajveer nampak tersenyum puas membacanya “Aku sudah mengirimkan sms ke Baldev untuk datang ke sini dan dia akan datang, datanglah Baldev, aku menunggu kamu di sini, kamu telah membuat masalahku mejadi sangat mudah” 

Kemudian Rajveer membersihkan sidik jari dari kunci roda yang digunakannya untuk memukul Nihal hingga mati “Terima kasih, tuan Nihaal” lalu Rajveer sengaja menelfon Ranvi “Ranvi, apakah semuanya baik-baik saja ?” Rajveer berpura pura bersikap baik “Iya semuanya baik, memangnya kenapa ?” tanya Ranvi heran “Aku melihat Baldev pergi ke luar dari desa Pritampura, aku pikir aku harus menelfon dan memberitahumu, aku kan sudah memperingatkanmu sebelumnya, Baldev itu melakukan sesuatu yang ilegal dalam bisnis transportasinya, aku akan ke sana, kamu juga harus datang kesana, Ranvi” Rajveer kembali memprovokasi Ranvi “Aku akan datang, Rajveer” setelah menutup telfonnya, Ranvi mulai berfikir “Kenapa Baldev pergi ke sana ? Aku akan menelfon rumah Gunjan, mungkin dia mengatakan sesuatu pada orang rumah” bathin Ranvi cemas 

Ranvi kemudian ngobrol dengan Bansuri di telfon dan bertanya tentang Baldev “Baldev tidak memberitahu aku kalau dia mau pergi keluar” ujar Bansuri cemas “Baiklah, aku akan mencarinya, ibu” dalam hati Ranvi berkata “Haruskah aku menelfon Baldev ? Tidak ! aku harus pergi ke sana dan melihat apa yang terjadi di sana” bathin Ranvi geram 

Saat itu Baldev sudah sampai di gudang yang disebutkan oleh Nihal dalam smsnya dan mulai mencari cari Nihal “Aku harap paman Nihal baik-baik saja” ujar Baldev cemas, Baldev lalu masuk ke dalam gudang, tanpa sengaja Baldev terjatuh dan jam tangannya juga terjatuh di sana, ketika Baldev hendak berdiri saat itulah Baldev terkejut begitu melihat Nihal sudah terbaring di sana dengan berlumuran darah, Baldev mencoba menyentuh darah tersebut dan berteriak sekencang mungkin “Paman Nihaaaaaal !!!” Baldev kemudian mencoba memeriksa denyut nadi Nihal dan berteriak meminta bantuan, 


Orang-orang yang berada di sekitar gudang yang mendengarnya segera datang ke sana, saat itu Ranvi juga sudah sampai disana, Baldev melihat kunci roda mobil jeep miliknya dan berkata dalam hati “Mereka sudah menyerang paman Nihal dengan ini” lalu Ranvi masuk ke dalam gudang, Ranvi terkejut kietika melihat Baldev memegang kunci roda dan Nihal sudah terbaring tidak berdaya, Ranvi menangis, sedangkan Baldev bergegas pergi dari sana 

Sementara itu di rumah Ratan, Gunjan sedang membantu Veera bersiap siap, Ratan menghampiri mereka “Ratan, kenapa kamu kelihatan begitu cemas ?” bibi Chaiji bisa melihat perubahan sikap dalam diri Ratan “Ibu akan selalu senang sekarang, aku akan menyiapkan gaun pengantin untuk ibu, karena ibu harus memakainya juga” sela Gunjan, mereka semua tersenyum, Gunjan juga menggoda bibi Chaiji “Veera, kenapa kamu belum siap juga sampai sekarang ?” Ratan mulai buka suara “Ibu, apakah paman Nihal sudah datang ? Kapan paman akan datang ? Apakah paman datang dari pihak Baldev ? Paman harus melakukan ritual kanyadaan (ritual penyerahan anak perempuan oleh ayahnya pada pengantin pria) untukku” bibi Chaiji langsung menyahut “Jangan khawatir, Veera ,,, paman itu pasti akan segera datang” namun Ratan merasa tegang 

Di gudang tempat mayat Nihal, ketika Baldev hendak pergi, Rajveer segera mencegahnya”Mau pergi kemana kamu, Baldev ?” Baldev langsung menyahut “Paman Nihal ada di dalam, inspektur” Rajveer lalu masuk ke dalam dan melihat Ranvi sedang menangisi Nihal “Paman Nihaaaaal” ujar Ranvi sambil menangis, Rajveer segera menghentikan Ranvi ketika Ranv hendak menyentuh Nihal “Jangan menyentuh mayat, Ranvi” Ranvi kaget “Mayat ?” Rajveer mengangguk “Aku bisa melihat kalau dia sudah tidak bernyawa” ujar Rajveer sambil mengambil senjata pembunuhan “Dia dibunuh oleh Baldev” Ranvi semakin terkejut 

Saat itu Veera sudah bersiap-siap dengan gaun pengantinnya dan terlihat cantik, Ratan menemuinya dan memuji kecantikaan Veera, Veera lalu memberikan baju untuk Ratan “ibu, aku ingin melihat kebahagiaan di wajah paman Nihal saat ibu memakai baju hadiah darinya, paman Nihal yang membeli baju ini, tapi dia tidak bisa memberikannya pada ibu, jadi aku yang memberikannya dan mengatakan pada ibu kalau aku yang membelinya” semua orang tersenyum kemudian bibi Chaiji meminta Ratan memakainya untuk menunjukkan pada Nihal dan memberitahunya kalau Ranvi sudah menyetujui hubungan mereka, Ratan pun setuju lalu memeluk Veera penuh haru 

Pada saat yang bersamaan, Ranvi masih menangis sambil memikrikan Nihal dan Ratan “Bagaimana ini bisa terjadi ? Apa yang harus aku katakan pada ibu dan Veera ? Veera ingin paman Nihal melakukan ritual Kanyadaan untuknya” Rajveer langsung menyahut “Iya, Ranvi ,,, bagaimana kamu akan mengatakan pada Veera kalau pernikahannya tidak bisa terjadi hari ini” ujar Rajveer sambil tersenyum, saat itu Baldev ditangkap, Baldev memberontak “Aku tidak melakukan apa-apa ! kenapa kamu menangkapku ?” tanya Baldev heran 

“Ranvi, aku harus melakukan tugas sebagai pengak hukum, aku harus menangkap Baldev atas tuduhan pembunuhan tuan Nihal” Baldev terkejut mendengarnya, Rajveer lalu menunjukkan senjata pembunuhan milik Baldev, Ranvi melihatnya dan sangat terkejut “Baldev, kamu berusaha kabur dari sini saat kami datang dan menangkap basah tindakan kamu tadi, apakah kamu masih akan berkata kalau kamu tidak melakukan apa-apa ?” Baldev menggelengkan kepalanya ke arah Ranvi, agar Ranvi percaya kalau bukan dia pelakunya SINOPSIS VEERA episode 606 by. Sally Diandra

Bagikan :