SINOPSIS PUTRI BIRU episode 04 by. Sally Diandra

SINOPSIS PUTRI BIRU episode 04 by. Sally Diandra Akhirnya Kalpana membawa Malay pulang ke rumahnya Malay yang mewah dan megah, saat itu suami Kumkum hanya bisa berdiri tercengang melihatnya, Kalpana berusaha membangunkan Malay dan meminta bantuan suami Kumkum untuk membantunya, mereka berdua kemudian meletakkan Malay di atas sofa yang ada disana, tak lama berselang seluruh keluarga Malay datang dan mengerumuni Malay dengan perasaan was was dan cemas “Panggil dokter segera !” perintah Nandita, 


Tak lama kemudian dokter pun datang dan segera memerika kondisi Malay “Malay menderita demam yang sangat tinggi” ujar sang dokter, saat itu Kalpana melihat tangan Malay yang terluka “Apu tidak tahu apa yang telah dia lakukan” bathin Kalpana dalam hati, Malay segera dibawa masuk ke dalam kamarnya sendiri “Tolong segera bookingkan tiket pesawat ke London untukku, suamiku dan anakku, aku tidak ingin mengulangi kesalahan dengan kembali kesini lagi” perintah Nandita ke suami Kumkum 

“Dan batalkan saja pestanya besok !” ucapan Nandita membuat Kalpana tegang dan cemas lalu berkata “Nandita, Malay itu hanya mabuk kendaraan setelah melakukan perjalanan jauh dan besok pagi dia pasti akan baik baik saja, jadi tidak perlu untuk membatalkan pestanya” Nandita langsung menyela “Aku tahu bagaimana caranya merawat anakku dan keluargaku, jadi lebih baik kamu pergi saja dari sini, Kalpana !” Kalpana akhirnya berjalan keluar dari rumah megah itu dan teringat pada sebuah kecelakaan yang terjadi beberapa tahun yang lalu 

Sesampainya di rumah, Kalpana melihat ke sebuah foto dimana ada foto dirinya dengan ibunya dan kedua anak perempuannya dan berkata dalam hati “Aku telah menunggu selama 10 tahun lamanya dan aku tidak akan membiarkan usahaku ini akan terbuang percuma dan sia sia belaka, aku tidak akan membiarkan mereka membatalkan pesta itu !” bathin Kalpana 

Keesokan harinya, Kumkum bertanya pada Nandita tentang kondisi Malay “Malay masih demam” ujar Nandita, saat itu mereka berdua melihat suami Kumkum sedang mengucapkan terima kasih di depan kamar Malay dan suami Kumkum juga memuji Kalpana disepanjang jalan, Kumkum dan Nandita sangat terkejut dan tidak percaya melihat hal ini, kemudian suami Kumkum berkata pada mereka “Kalpana membawakan teh herbal untuk Malay” Kumkum langsung menyela 

“Lalu kamu mengijinkan dia memberikan teh ini ?” Kalpana pun menyahut “Ini adalah ramu ramuan obat yang herbal dari tumbuh tumbuhan jadi tidak akan ada efek sampingnya” Nandita mulai buka suara “Dokter mengatakan untuk tidak memberikan apapun selain obat obatan darinya” jelas Nandita, namun Kalpana berusaha meyakinkan mereka untuk memberikannya pada Malay 

Tak lama kemudian, Malay turun ke bawah dan terlihat sehat dan bugar setelah memimun teh herbal Kalpana “Terima kasih, bibi ,,, untuk obatnya” Kalpana langsung menyahut “Kamu seharusnya berterima kasih pada Apu bukan padaku tapi karena hari ini pestanya di batalkan, bagaimana kalian bisa bertemu” Malay terkejut kemudiam meminta pada ibunya untuk tidak membatalkan pesta yang sudah mereka rencanakan, Nandita akhirnya setuju “Bibi, jangan lupa bawa juga Apu ke pesta nanti malam” Kalpana tersenyum sinis sambil melirik ke arah Nandita dan bergegas berlalu dari sana 

“Kakak, rasanya Kalpana tahu apa yang terjadi pada Malay, itulah mengapa dia membawakan obat obatan herbal itu” bisik Kumkum “Malay sembuh karena obat dari dokter dan Kalpana hanya berusaha untuk berteman dengan kita” ujar Nandita “Memangnya apa salah dengan hal ini ?” sela suami Kumkum, Kumkum segera membentaknya “Awas kamu yaa ! Jangan menatap ke arah Kalpana lagi dengan matamu yang jalang !” dalam hati suami Kumkum berkata “Aku akan tetap menatapnya dalam benakku saja” bathin suami Kumkum sambil tersenyum senang 

Ketika Kalpana sampai dirumahnya, Kalpana nampak tersenyum senang dan melihat ke arah Apu “Apu, apakah kamu benar benar ingin bertemu dengan Malay ?” Apu mengangguk dengan penuh semangat dan senang “Kamu akan bertemu dengannya malam ini di pesta yang diselenggarakan dirumahnya” ujar Kalpana dengan senyumnya yang mengembang “Aku harus bisa mendekatkan dan menyatukan Apu dengan Malay, bagaimanapun caranya !” bathin Kalpana dalam hati SINOPSIS PUTRI BIRU episode 05 by. Sally Diandra

                             putri biru 03           putri biru 05

Bagikan :