SINOPSIS VEERA episode 567 by.Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 567 by.Sally Diandra Ketika Veera sedang berada di alun alun desa, para preman tersebut mencoba menggoda Veera, pada saat yang bersamaan di rumah Balwant, Simran mencoba menjadi peri yang baik hati dengan menyarankan ke Baldev agar kembali lagi sama Veera dan melupakan kemarahannya selama ini, Baldev sangat terkejut “Bagaimana bisa kamu berkata demikian ? Padahal kedua ibu kita sedang membicarakan tentang hubungan kita berdua” Simran mengangguk “Iyaaa, aku tahu, tapi kamu mencintainya kan ? Aku hanya tidak ingin kamu menyesal sebelum kamu mencoba untuk mengembalikan Veera dalam kehidupan kamu lagi” Baldev terkesan dengan ucapan Simran yang begitu bijak, Amrit dan Bansuri yang juga ada disana hanya bisa menatap ke arah mereka dengan perasaan heran “Baldev, kalau kamu rasa Veera itu pantas untuk kamu, lebih baik kamu kembali padanya atau lupakan dia selama lamanya” Baldev mengangguk dan segera pergi untuk menemui Veera, 


Saat itu para preman itu masih mengganggu Veera “Biarkan aku pergi !’ ujar Veera sambil menangis, tak lama kemudian Rajveer sampai juga disana dan langsung menghajar para preman itu satu per satu karena telah berani menggoda Veera, Rajveer melihat Veera menangis sedih dan para preman itu lari tunggang langgang meninggalkan mereka “Veera, tidak apa apa, tidak akan ada yang terjadi padamu, aku ada disini, mari” hibur Rajveer “Tadi aku mendapat laporan kalau ada beberapa laki laki yang menggoda seorang gadis, jadi aku datang kesini” Veera langsung memeluk Rajveer sambil terus menangis sedih, tepat pada saat itu Baldev juga sampai disana dan melihat Veera bersama Rajveer saling berpelukkan “Aku akan selalu ada untukmu, Veera” Baldev sangat marah melihat kebersamaan mereka berdua 

Sementara itu di rumah Balwant, Bansuri langsung menegur Simran yang telah merusak rencananya “Aku tidak mau menjadikan Veera sebagai menantuku !” ujar Bansuri kesal “Tenang, tenang, bibi ,,, sabar, sabar ,,, lihat saja nanti hasilnya apa yang telah aku lakukan ini” hibur Simran santai, tepat pada saat itu Baldev pulang ke rumah dengan perasaan dongkol yang amat sangat dan berkata pada ibunya “Ibu ! Aku siap untuk menikah ! Nikahkan aku secepat mungkin ! Dengan siapapun yang ibu sukai” ketiga wanita itu pun tersenyum senang begitu mendengar ucapan Baldev “Simran, apa yang kamu katakan itu benar” bisik Bansuri senang “Kenapa ? Apakah aku ini berbohong ? Nikahkan aku dengan siapapun yang ibu inginkan” ujar Baldev kesal “Baldev, kamu ini telah memberikan ibu sejuta kebahagiaan !” puji Bansuri “Sudah cukup !” kemudian Baldev berlalu dari sana meninggalkan mereka 

“Aku benar benar bahagia, Amrit ! Semuanya menjadi baik sejak Simran datang ke rumah ini” Bansuri kemudian memeluk Amrit dan Simran dengan perasaan yang berbunga bunga “Bansuri, Bansuri ,,, kamu ini telah melakuukan apa yang kami inginkan” bathin Amrit “Simran, apa yang kamu lakukan sehingga Baldev membenci Veera seperti itu ?” Simran kemudian teringat ketika dirinya mengundang para preman tersebut lalu juga mengirimkan Rajveer ke sana 

Di tempat Veera, Rajveer mengajak Veera untuk pulang ke rumahnya “Veera, aku antar kamu pulang, ayoo” pinta Rajveer “Aku baik baik saja, jangan antar aku nanti orang lain akan mengetahui hal ini, aku akan pulang sendirian saja” tiba tiba saat itu Veera terpeleset, Rajveer segera memegangnya, Veera hanya bisa tersenyum sambil berkata “Kamu telah menolong aku yang kedua kalinya, biasanya aku menggunakan semprotan yang berisi larutan merica waktu di Delhi, kalau menangani preman seperti mereka, kamu seharusnya mencari tahu siapa preman preman itu, mereka itu seharusnya di masukkan ke dalam penjara” ujar Veera kesal 

“Jangan khawatir, itu sudah menjadi tanggung jawabku dan aku pastikan kalau hal tersebut tidak akan terjadi lagi di desa ini, jaga diri baik baik ya” ujar Rajveer, kemudian Veera bergegas pergi dari sana Sementara itu Gunjan sedang ngobrol dengan penjual perhiasan, Gunjan mengambil hutang lagi yang banyak dengan bunga yang cukup tinggi, Gunjan kemudian menandatangani surat dan mengambil uang tersebut, sedangkan Baldev dan Veera sedang saling memikirkan satu sama lain di tempat mereka masing masing 

Simran menemui Baldev “Apakah kamu masih memikirkan Veera setelah setuju untuk menikah denganku ?” Baldev menggeleng menutupi perasaannya “Tidak !” ujar Baldev gamang “Aku akan selalu menyukaimu, tadinya aku kira aku tidak diharapkan datang dalam kehidupanmu tapi sekarang ketika Veera sudah tidak ada dalam hidupmu, aku mempunyai hak untuk mencintai kamu bukan ?” ujar Simran sambil memegang tangan Baldev “Aku yakin kamu pasti tidak akan mengkhianati aku” Baldev hanya menatapnya dalam diam 

Di rumah Ratan, Veera berkata pada bibi gendutnya “Bibi, aku akan memulainya lagi” ujar Veera sambil menuliskan nama Veera dan Baldev di tumpukkan gandum “Bibi tidak mengerti” ujar bibi Chaiji “Aku akan meminta maaf pada Baldev” bibi Chaiji menyela “Tapi itu sulit, Veera” Veera menyahut “Apakah bibi meragukan aku ?” bibi Chaiji menggeleng “Tidak ! Tapi Baldev itu keras kepala, ibumu telah menelfonnya tapi dia tidak mau mengangkat telfonnya” Veera tersenyum “Cinta yang akan mengobati setiap luka yang ada, bibi ,,, aku akan menunjukkannya dengan melaluinya” bibi Chaiji memberikan restunya pada Veera 

“Terima kasih, bibi ,,, aku akan pergi sekarang” ujar Veera sambil hendak pergi “Apa yang akan kamu lakukan sekarang, Veera ?” Veera tersenyum “Aku akan pergi menemuinya melalui jendela seperti yang biasa aku lakukan dulu” bibi Chaiji tertawa “Kamu ini seperti monyet saja” Veera tertawa senang dan memeluk bibi gendutnya itu “Aku baik baik saja, bibi ,,, bibi, jangan khawatir” bibi Chaiji mengangguk “Jaga dirimu baik baik yaaa” Veera pun berlalu dari sana 

Bansuri dan Amrit sedang ngobrol dengan pendeta dan meminta pada pendeta itu untuk menetapkan tanggal pernikahan Baldev dan Simran dalam satu minggu ke depa, kemudian pendeta meminta horoskop mereka berdua “Dengan melihat horoskop calon pengantin, aku akan menetapkan tanggal yang tepat” kemudian mereka berdua memberikannya pada pendeta itu dan pendeta itupun pergi “Bansuri, bagaimana kita bisa menyiapkannya dalam kurun waktu satu minggu ?” tanya Amrit heran “Aku ada disini, Amrit ,,, aku akan mengurusi semuanya, aku hanya khawatir pada Baldev, semoga saja pikirannya tidak berubah” ujar Bansuri cemas “Aku merasa senang, Bansuri ,,, karena Simran akan menjadi menantumu, banyak hal yang akan kita lakukan, juga mengundang para tamu” Amrit sangat senang “Ayooo, kita undang nyonya Ratan dan keluarganya dulu” pinta Amrit 

Sementara itu Balwant menemui Baldev “Baldev, apa benar kamu setuju dengan pernikahanmu dengan Simran ? Apakah ini karena keinginanmu sendiri atau ibumu yang memaksamu ?” tanya Balwant heran “Tidak, ayah ,,, ini adalah keinginanku sendiri” Balwant tersenyum dan berkata “Ayah merasa bahagia karena ayah akan mendapatkan seorang menantu, ayah menyukai Simran, dia itu benar benar cantik, pintar memasak, berpendidikan, menghormati orangtua, apa lagi yang kita inginkan ? Tapi ini adalah pernikahanmu, Baldev ,,, kamu tahu kan mengapa suami dan istri di sebutnya sebagai pasangan hidup ?” kemudian Balwant mengambil sebuah foto dan menunjukkannya pada Baldev yaitu foto dirinya dan Bansuri pada saat 25 tahun yang lalu, bagaimana ketika mereka berdua bersama sama “Ketika ayah menikahi ibumu, ayah sangat yakin dengannya, jadi apakah kamu juga sudah yakin dengan Simran ?” Baldev mulai memikirkan kata kata ayahnya SINOPSIS VEERA episode 568 by.Sally Diandra

Bagikan :