Loading...

SINOPSIS VEERA episode 334 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 334 by. Sally Diandra Veera sedang berjalan memasuki hutan kembali dengan tatapan yang tidak percaya, saat itu Baldev sedang menunggu Veera dan merasa kesal karena banyak nyamuk yang menggigitnya, kemudian Veera melewatinya tanpa berkata apa apa, Baldev merasa heran dengan sikp Veera “Heei Veera, apakah kamu sudah menemukan kakakmu ?” Veera tidak menjawab pertanyaan Baldev hanya terus berjalan sambil melamun, Baldev merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Veera 


Di dekat sumur tua, Ranvi mengatakan pada Gunjan “Gunjan, aku sangat mencintai kamu, aku mungkin bukan pria yang kamu impikan selama ini dan aku tidak bisa mengajakmu keluar negeri tapi aku bisa memberikan kamu begitu banyak cinta dan kebahagiaan didesa ini” Gunjan hanya terdiam sambil terus menatap kearah Ranvi “Gunjan, apakah kamu menerima cintaku ?” belum juga Gunjan membalas ucapan Ranvi tiba tiba dari arah belakang terdengar teriakan Baldev yang memanggil namanya “Gunjaaaann !!!!” mereka berdua Gunjan dan Ranvi kaget melihat Baldev yang ternyata juga ada disana, Dengan perasaan marah Baldev berteriak ke arah adiknya ini dan ketika Baldev hendak mengangkat tangannya untuk menampar Gunjan, Ranvi segera menghentikannya “Baldev, akulah yang mengundang Gunjan kesini, dengarkan aku baik baik, tenang” namun Baldev sudah sangat marah pada mereka berdua “Baldev, segera menarik kerah baju Ranvi “Jika adikmu bicara dengan seorang pria tentang cinta, apakah kamu bisa tenang ? Sekarang pergilah !” Ranvi berusaha menjelaskan pada Baldev namun Baldev tidak memberikan kesempatan sedikitpun 

“Berani beraninya kamu menatap adiknya Baldev Singh ! Apakah kamu menyebut dirimu sendiri temannya ? Apakah ini sebuah pertemanan ?” Ranvi kembali mencoba untuk bicara dengan Baldev, sementara Gunjan hanya terdiam melihat pertengkaran mereka “Diam kamu Ranvi ! Lebih baik kamu pergi atau aku akan melemparkan kamu ke dalam sumur tua ini !” bentak Baldev lantang, Gunjan mencoba untuk menjelaskan tapi Baldev langsung menghardiknya “Diam kamu, Gunjan !” bentak Baldev “Baldev, dengarkan aku sekali saja, aku benar benar mencintai Gunjan” namun Baldev bersikeras pada pendapatnya “Ranvi, diam kamu ! Jika aku melihat kamu ada didekat Gunjan maka aku pasti akan membunuh kamu ! Dan kamu Gunjan, kamu tidak boleh keluar dari rumah ! Ayoo pulang !” Baldev segera menggeret lengan Gunjan dan pulang ke rumah mereka 

Sesampainya dirumah Baldev menceritakan semuanya tentang Gunjan dan Ranvi pada ibunya, Bansuri sangat marah “Bagaimana bisa kamu menghancurkan reputasi keluarga kita ? Apa yang terjadi dengan impianmu tentang pria Amerika, Canada yang ingin kamu nikahi ? Apakah kamu sudah melupakan semua ini ? Dan apakah Ranvi yang cuma berkerja diladang yang membuat kamu lupa dengan semua ini ?” bentak Bansuri marah “Ibu, aku tahu apa yang harus aku lakukan, kalian tidak perlu mengatakan apa yang harus aku lakukan !” Gunjan mencoba membela dirinya “Gunjan, sebelum ada pria yang mempunyai reputasi yang baik melamar kamu, maka kamu tidak boleh meninggalkan kamarmu ! Jika kamu mencoba keluar dari kamarmu ini maka ibu tidak akan segan segan mematahkan kakimu itu !” ancam Bansuri “Ayoo Baldev kita pergi !” ujar Bansuri, kemudian mereka berdua meninggalkan kamar Gunjan sambil berkata “Sekarang kamu akan tetap tinggal disini !” 

Dirumah Ranvi, Ratan sedang membuat ladu dan mitaai, Ratan kelihatan sangat bahagia, ketika Ranvi memasuki rumah, Veera langsung berteriak “Ibu, kakak datang” Ratan segera berlari menghampiri Ranvi dan menyuapkan mitaai padanya “Ada apa ini ?” Ranvi merasa bingung “Ibu telah menetapkan pernikahanmu Ranvi” Ranvi sangat terkejut “Iyaa, kami telah menemukan seorang gadis yang baik untuk kamu di Pritampura jadi kami akan berkunjung ke rumahnya hari ini juga” bibi Chaiji ikut menimpali “Kakak, apakah kita telah memilih gadis yang tepat untuk Ranvi atau tidak ?” goda Ratan “Dia itu satu satunya diantara 1 juta gadis yang ada” saat itu Ratan membawakan foto Gunjan untuk menunjukkannya ke Ranvi tapi kemudian tidak jadi diperlihatkan, Veera segera mengambil foto itu dan berkata “Dia itu seorang gadis yang cantik”  ujar Veera

Ranvi semakin bingung “Kakak, apakah kakak ingin melihat fotonya atau mungkin ada orang lain dalam kehidupan kakak yang ingin kakak katakan pada kami ? Jika kakak tidak ingin mengatakan apa apa maka kakak harus menikah dengan gadis ini” goda Veera lagi “Ibu, kapan kita akan berkunjung ke rumah gadis itu ?” Ranvi langsung menyela pembicaraan mereka dan berkata “Ibu, aku harus mengatakan padanya terlebih dulu” namun Ratan malah ngobrol dengan bibi Chaiji “Kita akan pergi ke rumahnya hari ini juga untuk melamarnya” Ratan segera mengajak bibi Chaiji pergi dari sana dan berkata “Kita harus menyiapkan semuanya, kakak” Ratan dan bibi Chaiji segera meninggalkan Ranvi yang terbengong bengong “Kakak, sekarang kakak akan mendapatkan banyak kebahagiaan ! Kakak seharusnya merasa senang” ujar Veera yang juga meninggalkan Ranvi sendirian 

Begitu sampai di kamar, Ratan, bibi Chaiji dan Veera tertawa senang bersama sama “Sssttt ! Jangan keras keras nanti kakakmu bisa dengar, Veera ,,, nanti dia bisa tahu yang sebenarnya” ujar bibi Chaiji “Kita seharusnya mengatakan yang sebenarnya pada Ranvi, karena kita telah cukup membuatnya bingung” pinta Ratan “Tidak ! Aku akan semakin membuat kakak bingung, kenapa kakak tidak menceritakannya pada kita ? Hal seperti ini bukanlah suatu hal yang harus disembunyikan dari keluarga, jika aku tidak mendengar apa yang kakak katakan kemarin di telfon, aku pasti tidak akan pernah tahu hal ini” ujar Veera “Aku sangat bahagia, aku akan mengajak seluruh warga desa untuk pergi dan berkunjung ke rumah Gunjan untuk melamarnya, aku ingin Ranvi bahagia” ujar Ratan senang 

“Semua ini terjadi begitu cepat, pertunangan Gunjan baru batal beberapa hari yang lalu, seharusnya kita bertanya pada tuan Bawant dulu” ujar bibi Chaiji “Tidak, bibi ,,, Gunjan telah benar benar melupakan pertunangannya yang gagal itu, dia telah memenuhi keinginan paman Balwant yang ingin menjadikan kak Ranvi sebagai menantunya” ujar Veera penuh semangat “Aku sudah tidak tahan lagi untuk menunggu pernikahan ini segera terjadi, sehingga Gunjan bisa menjadi kakak iparku dan dia akan datang ke rumah kita” Veera lalu menari dengan senangnya “Hooree horeee !! Salam Hifive (salam lima jari)” ujar Veera sambil menjulurkan lima jarinya ke arah Ratan, Ratan bingung, bibi Chaiji kemudian menjulurkan lima jarinya ke arah Veera tapi Ratan ternyata juga menjulurkan lima jarinya ke arah Veera, Veera tertawa senang 

Ranvi sedang menelfon Gunjan “Gunjan, bagaimana kabarmu ?” tanya Ranvi cemas “Aku baik baik saja, Ranvi ,,, kamu tidak usah khawatir tentang aku” ujar Gunjan “Gunjan, pembicaraan kita semalam belum selesai, aku ingin tahu bagaimana jawabanmu terhadap pengakuan perasaanku semalam ke kamu ?” tanya Ranvi penasaran “Ranvi, kita telah saling kenal sejak kita kecil dan kita ini benar benar sudah menjadi teman” Ranvi semakin penasaran dan ingin tahu tentang perasaan Gunjan padanya, namun Gunjan belum bisa mengatakan pada Ranvi, Ranvi sangat senang mendengarnya, tepat pada saat itu Baldev memasuki kamar Gunjan dan melihat Gunjan sedang menelfon dengan seseorang, Baldev langsung menyambar ponsel Gunjan dan mendengar suara Ranvi yang masih mengira sedang ngobrol dengan Gunjan “Sebelum aku bisa menyelesaikan ,,,” Baldev langsung membentak Ranvi “Heei Ranvi ! Aku sudah mengatakan padamu untuk menjauhi adikku !” Ranvi berusaha untuk menjelaskan pada Baldev namun Baldev tidak mau mendengarkan apapun “Sudah aku katakan padamu untuk menjauhi adiikku atau kamu akan mendapatkan masalah !” ujar Baldev sambil memutuskan sambungan telfon tersebut “Awas kamu ya, Gunjan !” ujar Baldev sambil memasukan ponsel Gunjan ke saku bajunya, Gunjan berusaha mengambil ponselnya tapi Baldev menolak dengan keras dan meninggalkan adiknya begitu saja 

Veera menemui Ranvi dan memintanya untuk turun ke bawah, Ranvi bingung “Memangnya ada apa, Veera ?” tanya Ranvi cemas “Sudah aayooo, kak ,,, kakak turun saja ke bawah” akhirnya Ranvi menuruti permintaan Veera, saat itu semua perempuan di desa Pritampura sudah datang ke rumah Ratan untuk ikut mengatur persiapan lamaran Ranvi, semua wanita itu sangat senang “Akhirnya pemuda tampan di desa kita, Ranvi akan mengadakan lamaran juga” ujar salah seorang tamu yang hadir di rumah mereka “Kami semua langsung lari ke sini begitu nyonya Ratan mengatakan lamaran Ranvi” ujar salah seorang tamu yang lain “Ibu, aku harus mengatatakan dulu padanya” pinta Ranvi cemas “Kalian berdua bisa ngobrol satu sama lain setelah hari ini, sekarang kita harus segera pergi karena ini lebih penting, ayoo kita harus segera pergi !” Ranvi berusaha protes, namun Veera bersikeras untuk meminta mereka pergi “Tidak tidak, kakak ,,, kita harus segera pergi sekarang juga ke rumah kakak ipar” goda Veera senang 

Dalam perjalanan ke rumah Gunjan (Ranvi belum tahu kalau mau ke rumah Gunjan) iring iringan pengantin yang berisi Ranvi sekeluarga dan para wanita desa bernyanyi bersama sama dengan perasaan senang, Ratan sangat senang karena akhirnya Ranvi akan menikah juga “Kakak, apakah baik baik saja kalau kita mengajukan lamaran ke rumah ini ?” Ranvi bingung ketika mereka sudah sampai di depan rumah Gunjan “Kakak, Veeramu ini sangat tahu bagaimana perasaanmu, bagaimana menurutmu, kakak ? Ayooolah kakak, katakanlah sesuatu” Ranvi hanya bisa tersenyum senang, begitu pula teman teman Ranvi, Dalbeer dan Jappi yang menyambut mereka di depan rumah Gunjan, 

Kemudian mereka semua masuk ke dalam rumah Gunjan, Bansuri dan Baldev kaget dan shock begitu melihat kedatangan mereka, Bansuri benar benar tidak suka dengan iring iringan pelamar tersebut, Ratan segera menghampiri Bansuri dan menunjukkan mahar yang dibawanya berupa kain saree, perhiasan dan gelang gelang yang warnanya senada semuanya, warna merah warna untuk pengantin “Aku akan bertanya pada Gunjan dulu, apakah dia mau menikah dengan Ranvi atau tidak ?” sindir Bansuri, sementara Baldev sangat marah melihat semua ini, Baldev segera melempar gendang yang dimainkan oleh salah seorang warga desa ke lantai, semua orang terkejut “Hentikan semua omong kosong ini ! Tidak ada lamaran apapun disini ! Hentikan semua ini !” bentak Baldev pada semua orang SINOPSIS VEERA episode 335 by. Sally Diandra

                SEBELUMNYA                                 SELANJUTNYA
Bagikan :
Back To Top