Loading...

SINOPSIS VEERA episode 189 by. Sally Diandra

SINOPSIS VEERA episode 189 by. Sally Diandra Baldev masih mengejek Ranvi dan Veera karena mereka tidak mempunyai seorang ayah “Kalian berdua cemburu kan sama aku ? Makanya kalian berdua ingin agar ayahku juga tidak menyayangi aku, iya kan ? Itulah mengapa kalian berdua suka mengeluh pada ayahku !” ejekan Baldev membuat Veera jengkel “Lalu kenapa kalau kami tidak punya ayah ? Kami punya paman Nihal yang sudah seperti ayah kami sendiri !” ujar Veera lantang, dari kejauhan Nihal masih memperhatikan mereka, sementara Baldev dan temannya mulai tertawa terbahak bahak begitu mendengar ucapan Veera “Apa paman Nihal ? Paman Nihal itu bukan seperti ayah kalian, dia itu hanya pembantu kalian yang bekerja di ladang !” Veera semakin marah begitu mendengar Baldev mengolok olok Nihal, Veera benar benar tidak terima, Veera berusaha untuk menyerang Baldev namun Ranvi mencegahnya dengan memeganginya erat, namun Veera tidak putus asa, dengan tatapannya yang marah, Veera terus mengutuk Baldev dengan caranya sendiri, Ranvi segera menggeret Veera dan pergi dari sana meninggalkan Baldev, Nihal hanya terdiam melihat ini semua 

Pada saat yang bersamaan, Bansuri menemui Kartar di rumahnya sambil membawakan ladu untuk Kartar, saat itu Kartar sedang bermalas malasan di kursi “Selamat Kartar ! Karena akhirnya kamu bisa membuat Gurpreet pergi meninggalkan kamu” awalnya Kartar mencoba untuk menolak ucapan selamat Bansuri, namun Bansuri langsung menyela “Sudahlah, Kartar ,,, aku ini tidaklah selugu orang lain, aku sudah mengetahui segalanya dan aku sangat mendukung kamu untuk mendapatkan Ratan tapi berhati hatilah pada Nihal” ujar Bansuri sambil berlalu dari sana, tapi tiba tiba langkahnya terhenti ketika Kartar bertanya padanya “Apa maksud kamu sebenarnya, Bansuri ?” Bansuri sedikit tertegun namun mencoba untuk bersikap biasa “Aku hanya ingin yang terbaik buat kamu dan Ratan, itu saja” ujar Bansuri kemudian berlalu dari sana 

Saat itu di rumah Ratan, Ratan dan Nihal sedang mengurusi masalah keuangan hasil panennya, mereka melihat Ranvi sedang menyemir sepatu Veera, sementara Veera menemaninya sambil ngobrol satu sama lain, tiba tiba Veera menggoda Ranvi dengan mengoleskan krim semir putih di hidung Ranvi, Veera tertawa senang melihat wajah Ranvi jadi lucu, Ranvi mulai mengejarnya, mereka berduapun saling kejar kejaran sambil tertawa senang, hal ini membuat bibi Moti dan Nihal tersenyum senang, begitu pula Ratan yang diam diam juga tersenyum melihat tingkah anak anaknya, sekilas bibi Moti melihat Ratan tersenyum, namun Ratan berusaha menyembunyikannya, 

Kemudian Veera dan Ranvi pergi ke lantai atas, saat itu Veera melihat sepatu yang ukurannya sangat besar yang terletak di depan rumah tetangga mereka, membuat Veera penasaran dan bertanya pada Ranvi tentang hal ini “Kakak, sepatu siapa itu, kak ?” tanya Veera penasaran “Mereka itu milik laki laki dewasa, Veera” Veera berharap dirinya juga mempunyai seorang ayah sehingga mereka bisa menaruh sepatu yang ukurannya besar di depan rumah mereka juga “Tenang saja, Veera ,,, nanti kalau aku sudah besar, kita bisa melakukan hal itu” hibur Ranvi, tapi hal ini tidak menghibur Veera karena Veera inginnya sekarang, Veera ingin sekali ibunya menikah lagi jadi dia bisa menaruh sepatu yang ukurannya besar di depan rumahnya, 

Sementara itu Ratan sedang memasuki kamarnya dan hendak memakai sindoor dikepalanya tapi tidak jadi begitu melihat foto Sampooran, Ratan kemudian terduduk di tepi ranjang dan mulai mengeluh lagi padanya kenapa Sampooran meninggalkan dirinya dan membuatnya harus bertanggung jawab pada semua pekerjaan dirumah, Ratan teringat ketika berpura pura menjadi Sampooran lengkap dengan sorban dan kumisnya dan mengajari Ranvi pelajaran, sementara itu Sampooran berpura pura menjadi dirinya dengan kerudung sambil membawakan minuman untuk mereka, mereka semua tertawa senang, mengingat semua kenangan manis itu Ratan tersenyum sambil menangis dan berkata “Saat itu aku bergurau menjadi kepala keluarga dirumah ini tapi sekarang aku benar benar menjadi kepala keluarga di rumah ini” ujar Ratan sedih 

Keesokan harinya disekolah, bu guru meminta anak anak kelas lima dan kelas diatasnya untuk mengumpulkan benda benda dari setiap rumah di desa mereka untuk diberikan pada anak anak yatim piatu, Ranvi merasa khawatir karena siapa nanti yang akan mengurusi Veera ketika dia pergi mengumpulkan benda benda itu, namun bu guru meyakinkan Ranvi kalau dia yang akan bertanggung jawab pada Veera, Ranvi merasa lega mendengarnya, saat itu Veera juga ingin ikut tapi Ranvi mengatakan kalau Veera masih kecil jadi tidak bisa ikut dengannya, akhirnya Baldev, Ranvi dan teman teman mereka yang lain mulai mengumpulkan benda benda itu dari tetangga mereka, sementara itu di kelas Veera, ketika bu guru ada keperluan sebentar di luar kelas, Veera segera menyuruh teman temannya untuk mengumpulkan barang barang mereka juga untuk anak anak yatim piatu, serempak seluruh murid murid di kelas Veera segera mengumpulkan benda benda yang hendak mereka sumbangkan seperti pensil, botol minuman, buku, dan lain sebagainya, sementara Veera memutuskan menyumbangkan pita merahnya yang selalu mengikat rambutnya 

Saat itu Ranvi sedang mengumpulkan benda benda dari toko gerabah, ketika Ranvi melihat sebuah celengan, Ranvi berharap dia bisa membelinya untuk Veera “Kamu bisa kembali lagi nanti, nak ,,, aku akan membuatkannya untuk kamu” ujar di tukang gerabah, ketika Ranvi berbalik hendak meninggalkan tempat itu dan melanjutkan pekerajaannya mengumpulkan benda benda, tiba tiba Ranvi berhenti dan memutuskan dirinya akan membuatnya sendiri celengan itu sekarang, teman Ranvi mencoba mengajaknya kembali ke sekolah tapi Ranvi berkilah dengan mengatakan kalau paman Nihal akan mengajarinya jadi dia tidak perlu khawatir karena Ranvi merasa kalau dirinya tidak bisa belajar banyak dari sekolah SINOPSIS VEERA episode 190 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top