Loading...

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 326 by. Sally Diandra

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 326 by. Sally Diandra Badshah Khan sangat bangga pad dirinya sendiri karena telah berhasil menangkap Pratap bahkan Yang Mulia Raja Akbar pun tidak bisa menangkapnya !” ujar Badshah Khan bangga “Musuhmu ini sangat berkuasa dan dia bisa memberikan aku seluruh daerah ini sebagai hadiah” Pratap sadar kalau Badshah Khan sedang membicarakan tentang Akbar, Pratap baru tahu kalau Badshah Khan yang telah membuat Akbar kalah beberapa kali dalam peperangan, Badshah Khan tidak tertarik dengan semua itu “Aku datang kesini untuk membalaskan dendamku padamu, Pratap ! Kamu telah membunuh ayahku ! Sekarang saatnya bagiku untuk membunuh kamu untuk membalaskan dendam kematian ayahku” ujar Badshah Khan geram “Kalau begitu sekarang bebaskan rakyat Bijolia ! Karena kamu telah mendapatkan aku” namun Badshah Khan malah menolak untuk melepaskan semuanya, tidak itu Bijolia, rakyat Bijolia atau juga Pratap, Badshah Khan tertawa terbahak bahak, dimana Pratap juga tersenyum penuh arti ”Kamu yang telah benar benar menyerahkan diri, bukan aku ! Kamu telah mengibarkan bendera putih di udara” ejek Pratap, 

Badshah Khan teringat semuanya dan kemudian terdiam, Pratap mengulangi ucapannya itu kalau Badshah Khan yang telah benar benar menyerahkan diri “Apa perlunya aku menyerahkan diri ketika aku mempunyai sepasukan prajurit yang aku sendiri telah mengajarinya bertarung dan rakyat Bojiliabisa melakukan apa saja berdasarkan perintah Bai ji lal !” ujar Pratap tenang “Apakah ak uini benar atau tidak ?” tanya Pratap pada prajurit Bijolia “Lihat para prajurit ini menatap kebawah bukan karena mereka takut padamu tapi karena mereka sedang menatap tanah air mereka dimana mereka akan mengorbankan nyawa mereka disana” ujar Pratap “Mereka sedang mengatakan pada tanah air mereka kalau inilah saatnya untuk membayar hutang mereka dengan darah mereka sendiri” kemudian Pratap memberikan motivasi kepada prajuritnya untuk bertarung dengan pasukan Afghanistan dengan berani dan menunjukkan kwalitas mereka, Ajabde dan Fatta saat itu berada di antara rakyat Bijolia, Ajabde dan Fatta memperhatikan dan mendengarkan semua pembicaraan mereka 

Sementara itu, Badshah Khan berkata pada para prajuritnya untuk meyakinkan orang orang Bijolia ini dan prajuritnya untuk menundukkan kepala mereka namun sayang hasilnya nihil, mereka gagal melakukan hal itu, salah satu orang Bijolia membunuh prajurit Afghanistan, mereka semua mulai memuji dan mengelu elukan tanah air mereka yang mengganggu dan membuat Badshah Khan marah, Fatta menyadari semua strategi Pratap “Aku tidak ingin membunuh kamu di tanahmu sendiri tapi kamu tidak memberikan pilihan lain untukku” ujar Badshah yang saat itu hendak menghajar Pratap dengan pedangnya namun Ratu Hansa Bai segera mencegahnya “Jangan !” Badshah Khan kemudian meminta Pratap untuk diam “Diam kamu ! Demi dirimu sendiri atau aku tidak akan mengampuni kamu !” namun Pratap tidak peduli , Pratap terus menerus memberikan semangat dan meningkatkan moral prajuritnya 

Sementara itu, Badshah Khan mulai menghitung sampai tiga, Ratu Hansa Bai meminta berhenti “Hentikan, Badshah Khan !” pinta Ratu Hansa Bai “Ibu, biarkan saja” ujar Pratap tenang, Badshah Khan kemudian mengejek hubungan antara mertua dan menantu ini dan kepedulian mereka satu sama lain, kemudian Badshah Khan memberikan sebuah penawaran ke Ratu Hansa Bai “Maharani Hansa Bai, katakan pada Pratap untuk tidak menghasut para prajuritnya untuk menentang prajuritku, yang kedua, kamu akan menundukkan kepalamu di depanku” dari kejauhan Fatta yang melihat hal ini merasa marah “Ibu ! Jangan lakukan itu !” pinta Pratap sengit namun Ratu Hansa Bai telah membulatkan tekadnya untuk menuruti permintaan Badshah Khan “Prajurit, letakkan senjata kalian sekarang juga !” perintah Pratap sambil berdiri tidak berdaya, 

Saat itu Ratu Hansa Bai sudah siap menuruti permintaan Bashah Khan, sementara Badshah Khan mulai melukai dada Pratap dengan pedangnya, Ajabde miris melihatnya dari arah belakang, lalu Ajabde menghentikan Fatta yang ingin maju ke depan karena Pratap tidak menginginkannya “Ibu ! Jangan lakukan itu, bu ! Aku bersumpah akan menghancurkan dia tapi ibu jangan bertekuk lutut didepan Badshah Khan !” namun Ratu Hansa Bai tidak tega melihat Pratap yang dilukai oleh Badshah Khan, Ratu Hansa Bai terus berjalan ke arah Badshah Khan, Badshah Khan tersenyum senang ketika Pratap berulang kali meminta Ratu Hansa Bai untuk berhenti “Ibu ! Aku mohon, ibu ! Jangan lakukan itu ! Jangan lakukan itu, bu !” dari jauh Ajabde hanya bisa menatapnya sedih, sedangkan Ratu Hansa Bai telah menggambarkan dengan jelas pada Badshah Khan kalau seorang ibu sudah siap menerima ujian apapun demi anaknya “Hal ini telah terjadi di Rajputana sejak tahun ini dan trend ini tidak akan pernah berubah ! Tapi untuk seorang Rajput tanah airnya lebih penting daripada ibunya sendiri, dia bisa melakukan apa saja untuk tanah airnya dan ibu ini telah siap untuk bertekuk lutut di depan kamu, anaknya !” Badshah Khan tertawa terbahak bahak, 

Sementara Ratu Hansa Bai mulai membungkuk untuk menyentuh kaki Badshah Khan, semua orang menangis melihatnya melakukan hal ini, sedangkan Pratap sudah tidak taha lagi dengan perlakuan Badshah Khan terhadap ibu mertuanya, dengan segala kekuatan yang dimilikinya Pratap mencoba untuk menghancurkan rantai yang membelenggu di sekitar tubuhnya dengan perasaan marah dan akhirnya rantai itupun lepas, Badshah Khan terkejut melihat Pratap yang berhasil melepaskan rantainya satu per satu sementara semua orang merasa senang, Pratap tidak membuang kesempatan ini, Pratap langsung menghajar Badshah Khan yang telah menghina ibu mertuanya dan tanah airnyam parjurit Bijolia dan rakyat Bijolia juga mulai bertarung dengan pasukan Afghanistan dengan penuh semangat dan keberanian yang tinggi 

Di lain sisi, Raja Udai Singh dan Rawat Ji masih memimpin pasukannya mendekat ke arah istana Bijolia, salah satu prajurit Badshah Khan mengabarkan padanya tentang adanya gerakan dari sekelompok pasukan yang mendekat ke arah mereka, Badshah Khan memintanya untuk membawa pasukan yang lebih banyak lagi untuk bertahan dan berencana untuk mengambil alih istana Bijolia secepat mungkin, perang pun terus berlangsung antara pasukan Afghanistan dan Bijolia, kemudian Badshah Khan berteriak kearah Pratap untuk segera mengangkat senjatanya untuk bersiap-siap memperjuangkan tanah airnya SINOPSIS MAHAPUTRA episode 326 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top