Loading...

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 325 (04 Desember 2014)

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 325 (04 Desember 2014) by. Sally Diandra Di tempat Pratap, Pratap sangat mengharapkan hal ini dari seorang ksatria sejati, sementara itu Badshah Khan mulai menyiksa rakyat Bijolia sambil tertawa senang dan berkata “Apakah kalian kira penolong kalian pangeran Pratap akan datang dan menyelamatkan kalian ?” ejek Badshah Khan, saat itu Fatta mulai mengikat tangan Pratap dengan tali “Ini benar benar rencana yang konyol, pangeran” ujar Ajabde “Kamu boleh mengira apa saja, tapi hanya ini pilihan terakhir” Ajabde masih belum bisa menerima ide gila Pratap “Kamu pikir dengan cara bunuh diri Pratap mantap “Siapa kamu yang berani memutuskan semuanya sendiri ? Kamu harus meminta ijin dariku, maksudku dari Bijolia” ujar Ajabde cemas “Aku adalah pangeran dari Mewar dan aku harus melakukan hal ini untuk Bijolia, bagian dari Mewar” namun Ajabde membantah semua ucapan Pratap, mereka berdua berdebat, Fatta hanya bisa terdiam dan melihat perang mulut diantara mereka berdua “Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu ?” Ajabde semakin cemas “Pangeran Pratap yang lain pasti akan datang, nyawaku tidak begitu penting dibanding negara ini”, “Hentikan !” Ajabde tidak kuasa mendengarkan ucapan Pratap “Hatiku bergetar, apakah aku bisa hidup tanpa dirimu ? Hatiku terluka ketika melihat sebuah luka kecil di tubuhmu dan kamu ingin menyerahkan dirimu pada mereka, bagaimana aku bisa melihat hal ini, pangeran ? Apakah aku ini batu ? Aku akan mati” 

Pratap tertegun mendengar ucapan Ajabde “Apakah kamu tidak bisa melihat kekhawatiranku ? Aku tidak bisa hidup tanpamu, pangeran ,,, kamu tahu ini kan ?” Pratap hanya terdiam mendengarkan ucapan istrinya “Kamu telah menyelamatkan nyawaku dan bahkan sekarang kamu merasa aku ini tidak mempunyai perasaan apapun padamu, aku tidak mempunyai perasaan dalam hatiku” Ajabde mulai menangis, Fatta hanya bisa melihat mereka berdua, kemudian meninggalkan mereka berdua sendirian “Aku telah mengatakan padamu sebelumnya, negaraku memegang prioritas utama bagiku” Pratap kemudian berlalu meninggalkan Ajabde, Fatta meminta Ajabde untuk menuruti semua perkataan Pratap “Aku akan selalu menjadi bayangannya, kak ,,, jangan khawatir, aku bahkan rela memberikan nyawaku untuk menyelamatkan suamimu” Fatta mencoba menenangkan perasaan Ajabde “Fatta, dia adalah harapan terakhirku, jaga dia baik baik” ujar Ajabde cemas, kemudian Pratap meminta Fatta untuk datang segera padanya, Fatta pun meninggalkan Ajabde 

Pada saat yang bersamaan, para prajurit Bijolia akhirnya menyerahkan senjata mereka dan di tangkap oleh Badshah Khan dan anak buahnya, Badshah Khan tertawa terbahak bahak “Apakah pangeran Pratap kalian akan menyelematkan kalian ?” tiba tiba Fatta datang kesana dan berteriak “Pangeran Pratap benar benar ingin menyelamatkan mereka ! Dan saat ini dia sudah siap untuk menyerahkan dirinya padamu !” ujar Fatta lantang “Sejak pangeran Pratap datang kesini, masalah selalu datang silih berganti jadi dia ingin menyerahkan dirinya padamu, jika kamu ingin bicara denganku maka biarkan aku datang !” ujar Fatta penuh percaya diri, Badshah Khan kemudian memberikan sinyal pada Fatta untuk datang sambil tersenyum “Tidak perlu senjata karena dia akan datang tanpa membawa senjata apapun” Ratu Hansa Bai merasa heran dengan ucapan Fatta “Fatta, apa yang kamu katakan ini ?”, “Maafkan aku Maharani Hansa Bai, aku tidak punya pilihan lain untuk menyelamatkan Bijolia” ujar Fatta sedih, 

Lalu Fatta kembali berkata pada Badshah Khan “Jika kamu siap untuk pergi meninggalkan Bijolia dengan seluruh pasukanmu maka pangeran Pratap akan menyerahkan dirinya padamu” ujar Fatta lantang “Itu masalah kecil buatku tapi kamu adalah seorang laki laki yang patriotik sejati, lalu kenapa kamu melakukan hal ini ?” Badshah Khan sedikit curiga pada Paratap “Pangeran Pratap telah membuat masalah dengan Bijolia dan hal ini bisa menjadi pertobatan terbaik dan hukuman baginya” semua orang mulai bergunjing tentang Pratap “Apa yang salah yang telah pangeran Pratap lakukan ? Jika dia memberikan satu musuhnya ke beberapa musuh yang lain, aku sudah muak padanya, aku telah mengorbankan diri, sekarang aku ingin hidup” semua orang menyebut Fatta sebagai seorang pengkhianat “Sekarang putuskan tuan Badshah Khan sebelum pangeran Pratap merubah keputusannya !” sejenak Badshah Khan terdiam “Baiklah, aku terima ! Hadirkan Pratap disini, aku akan mengambil kesepakatan damai dengan Pratap” ujar Badshah Khan sambil memberikan kode ke salah satu prajuritnya untuk mengibarkan bendera putih diudara, Badshah Khan meminta Pratap untuk datang sekarang juga, Badshah Khan sudah tidak sabar menunggunya lagi 

Dari atas bukit, Pratap dan Ajabde melihat kain putih mulai berkibar di udara di kejauhan “Sekarang saatnya aku harus pergi” tiba tiba meringkik keras “Chetak biarkan aku pergi tapi sebelum pergi, aku ingin mengatakan kalau kamu selalu mendukung dan menolong aku dan menjadi bagian dari diriku” ujar Pratap sambil membelai belai kepala Chetak “Aku harap kamu bisa memikirkannya lagi, pangeran” pinta Ajabde sedih “Kamu tahu, sejak aku mengenal kamu, aku masih sama seperti yang dulu, meskipun kita bertemu kembali setelah beberapa tahun lamanya, tapi apa yang aku lakukan tidaklah berbeda, ini adalah kehidupanku, aku pasti bisa mengatasi permasalahan ini dan aku yakin aku pasti akan menemukan menemukan diriku sendiri dalam masalah yang besar, jadi kenapa aku harus lari ? Aku seharusnya menghadapinya, aku tetap ingin seperti ini, aku tidak akan mengubahnya !” ujar Pratap mantap “Aku harap pikirkan lagi, pangeran” Ajabde masih terus berharap Pratap merubah keputusannya “Aku sudah cukup memikirkannya, jaga dirimu baik baik, Ajabde” ujar Pratap kemudian pergi meninggalkan Ajabde sendirian bersama Chetak, Ajabde tertegun begitu mendengar ucapan Pratap “Ajabde ! Kamu dengar, Chetak ,,, dia memanggilku Ajabde” ujar Ajabde senang sambil membelai belai kepala Chetak karena itu artinya satu sisi hati Pratap sudah menerimanya sebagai Ajabde lagi bukan Bai ji lal, Ajabde teringat pada kenangan terindahnya dengan Pratap 

Pada saat yang bersamaan, Raja Udai Singh dan Rawat Ji sedang berada dalam perjalanan menuju ke Bijolia dengan pasukan prajurit mereka, tiba tiba Raja Udai Singh menghentikan langkah prajuritnya dan berkata “Berikan aku daun sirih !” Rawat Ji merasa heran “Sampai saat ini aku tidak pernah melihat rasa ketagihan yang seperti itu, Maharana Udai Singh” Raja Udai Singh tiba tiba teringat pada Ratu Bhatyani yang selalu membuatnya ketagihan akan kinang (daun sirih) “Ini benar benar sangat aneh” ujar Rawat Ji lagi “Iyaa, aku bahkan juga merasakannya demikian, Rawat Ji” tiba tiba ketika Raja Udai Singh hendak memakannya, Raja Udai Singh berhenti “Aku rasa aku tidak memerlukannya sekarang, aku tidak akan pernah makan lagi sekarang, aku telah melihat satu hal, sejak perang, aku merasa kurang dalam hidupku dan aku menjadi kecanduan kinang” ujar Raja Udai Singh “Dan membuangnya” sela Rawat Ji “Kamu benar dan membuangnya” ujar Raja Udai Singh sambil membuang kinang tersebut “Jaya Mewar !” ujar mereka berdua kompak dan melanjutkan perjalanannya 

Sementara itu di kerajaan Bijolia, Pratap datang ke hadapan Badshah Khan, semua orang yang melihatnya terkejut, Badshah Khan tersenyum senang sambil berkata “Ini sebuah mimpi atau kenyataan, hal ini terjadi padaku dengan mudah” ujar Badshah Khan senang, semua orang yang ada disana menyuruh Pratap untuk pergi dan jangan menyerahkan dirinya, mereka meminta Pratap untuk kembali, namun Pratap tidak bergeming, Pratap terus berjalan kedepan ke arah Badshah Khan “Pangeran Pratap, kembali saja ! Jangan korbankan dirimu hanya untuk kami !” semua orang berteriak meminta Pratap untuk tidak menyerahkan dirinya “Hentikan ! Prajurit tangkap Pratap !” Badshah Khan menghentikan teriakan orang orang tersebut “Dia tidak membawa senjata apapun dan tangannya diikat” ujar salah prajurit “Dia itu pangeran Pratap, lakukan seperti yang aku katakan !” ujar Badshah Khan lantang, Fatta langsung mengeluarkan pedangnya dan menyembunyikannya di belakang begitu melihat Pratap berjalan ke arahnya “Sebelum kita bicara, aku ingin laki laki ini pergi ! Kamu tahu siapa dia ini, dia itu Fatta !” Fatta terkejut mendengarnya, Badsha Khan segera menyuruh prajurit untuk membawa Pratap pergi dari sana “Tidak ! Lepaskan aku !” ujar Fatta sambil digiring keluar oleh para prajurit “Pangeran Pratap, kamu tidak bisa melakukan hal ini padaku !” ujar Fatta sambil meninggalkan tempat itu “Aku tahu kalau Fatta ingin menyelamatkan aku, dia tidak bisa mengontrol kemarahannya, aku hanya ingin kamu aman, Fatta” bathin Pratap dalam hati

Fatta akhirnya ditendang keluar, begitu sampai di luar gerbang, Fatta bertemu dengan Ajabde yang kebetulan sedang menunggu di balik pintu gerbang dan segera mengatakan kalau ini adalah rencana Pratap “Dia telah menipu kita !”, “Kita harus mengambil senjata senjata kita untuk menyelamatkan pangeran Pratap” ujar Ajabde “Kenapa kamu membawa Chetak, kak ?” tanya Fatta heran “Dia ikut denganku” sementara itu Badshah Khan meminta prajuritnya untuk memborgol Pratap dengan rantai besi di lehernya dan mengikat tangannya “Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan sekarang padamu ?” tanya Badshah Khan sambil tersenyum senang SINOPSIS MAHAPUTRA episode 326 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top