Loading...

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 233 (30 Juni 2014)

SINOPSIS MAHAPUTRA episode 233 (30 Juni 2014) by: Vany Desky Di medan pertempuran, Maldev Ji dan Guru Ravendra mulai berteriak untuk menyerang pasukan Mewar, begitupula sebaliknya Pratap dan Udai singh ikut berteriak untuk menyerang. Perangpun dimulai antara Mewar dan Marwar. Akbar juga mulai menutup kepala nya agar tidak diketahui identitasnya oleh orang lain. Ribuan Tentara mereka saling bertarung satu sama lain sementara Maldev ji bertarung dengan Uday Singh. Pratap membunuh tentara yang mencoba untuk menyerangnya. Sedangkan Rawat ji bertarungan melawan Guru Raghvendra. Akbar (jalal) juga bergabung dan mulai membunuh tentara Mewar satu per satu. Akbar cekatan dalam pertarunganya dan membunuh banyak tentara. Salah satu tentara Marwar meminta dia untuk memperkenalkan dirinya. "Siapa kau, Saya belum melihatmu sebelumnya? Tanya tentara itu pada jalal. Jalal memperkenalkan dirinya sebagai Yamraj, jalal terus berjuang dari sisi Marwar. Sedangkan Pratap masih bertarung melawan pasukan Marwar, dan Pratap segera melompat dari kudanya dan mulai berkelahi dengan tentara Marwar. Jalal melakukan hal yang sama dan membunuh banyak tentara Mewar. Mereka berdua sangat dekat satu sama lain karena mereka terus berjuang melawan musuh mereka masing masing

Disisi lain, Raja Uday masih bertarung melawan Maldev Ji dari atas kuda mereka masing2. "Kau sudah membuat kesalahan yang sangat besar hari itu, ketika aku datang untuk meminta jalinan persahabatan lewat pernikahan Phool. Seharusnya aku membunuhmu." Ucap Maldev geram sambil menangkis pedang dari raja Uday. Giliran Uday Singh yang menyebut kesalahanya "Aku sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan buruk kita. Seharusnya aku mengerti kalau putri Anda tidak layak untuk anak saya." 

Di kerajaan Marwar, Sobhagyawati mengungkapkan dilema yang dialaminya pada ibu Phool. "siapa yang harus aku do'akan keselamatanya, untuk suamiku, suami adikku atau untuk ayahku? Setiap orang melwan satu sama lain. Siapa pun yang terluka maka Akulah yang akan menjadi orang yang berakhir sengsara!" Ucap Sobhagyawati sedih, saat itulah Uma Devi datang menghampiri mereka. "Tidak ada yang bisa lolos dari perbuatan mereka. Adik Anda adalah alasan untuk perang ini. Anda harus membunuhnya, ia sudah bersalah ketika ia lari dari masalahnya dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersembunyi sepanjang malam di paviliun Uday Singh." Sobhagyiawati kaget mendengar cerita dari Uma devi. " Tapi Anda menyalahkan semuanya pada takdir dan bertindak seperti gadis miskin yang malang.Ini tidak ada gunanya lagi meratapi nasibmu, Ikut aku ke kuil. Sekarang hanya dewa yang akan memutuskan siapa yang akan hidup dan siapa yang akan mati." Ucap Uma Devi, Sobhagyiawati terkejut mendengarnya. Dan Uma Devi langsung mengajak mereka untuk pergi ke kuil. 

Kembali kemedan perang, dimana Guru Raghvendra masih bertarung melawan Rawat ji, Guruji mendorong Rawat ji dari kudanya hingga terjatuh. "Serang aku, kenapa kau hanya menyelamatkan diri. Lupakan bahwa aku temanmu. Ini adalah perang dan aku adalah musuhmu. Cepat seranglah aku." Ucap Guru Ji lantang pada Rawat ji yang berada ditanah, dimana Rawat Ji masih berusaha menahan pedang Guruji. Kemudian rawat ji mendorong guruji dan Rawat ji juga bertanya hal yang sama yang dikatakan oleh Guruji tadi.. "Apa yang menghentikan Anda untuk menyerang saya? Anda telah menghentikan Pratap dari membunuh dirinya sendiri dan Anda tidak dapat menyakiti saya sampai sekarang?" Balas Rawat Ji atas ucapan Guru Ravendra tadi. "Aku tidak akan keberatan untuk menyakitinya jika dia datang di antara tujuannya." Ucap Guru Ravendra dan Rawat ji juga akan melakukan hal yang sama seperti Guruji katakan tadi. Perang masih terus berlanjut. Pratap tampak fokus menyerang tentara Marwar, dan Jalal mulai mendekati Pratap dari belakang tapi dia harus bertarung dengan beberapa tentara mewar dalam perjalananya menuju tempat Pratap. Pratap masih membunuh beberapa tentara dari Marwar, karena sudah berhasil membunuh beberapa tentara Pratap berlari menuju ke tentara yang lainya dan Jalal mengikutinya dari belakang. Hingga jarak mereka kini berdekatan, dengan menancapkan pedang ke prajurit Mewar Jalal mengucapkan, "Aku akan membunuh siapa saja yang akan datang menghalangi caraku membunuh Pratap." Jalal kembali mencabut pedangnya yang tertancap ditubuh Prajurit mewar. 

Disisi lain, Raja Maldev Singh masih bertarung dengan Raja Udai diatas kuda mereka masing2. Namun Pedang Uday Singh jatuh dari tangannya, Raja Uday segera turun untuk mengambil pedangnya tapi Maldev ji berdiri di depannya berusaha menghalangi Raja Uday untuk mengambil pedangnya yang berada ditanah. Ram Singh (ayah Phool) yang melihat Raja Uday tidak memiliki senjata memutuskan untuk membantu Uday Singh. Dia melempar pedangnya untuk Raja Uday, Raja Uday segera menangkap pedang Ram singh. Maldev Ji terkejut melihatnya. "ayah saya sampai saat ini tidak akan pernah menyerang pada siapa saja yang tidak memiliki senjata, hingga saya membantu Uday Singh ji." Ucap Ram Singh dengan lantang, kemudian Maldev Ji kembali menyerang Raja Uday. Suasana perang semakin memanas, banyak tentara yang tewas antara prajurit mewar dan marwar.. Saat Pratap tengah fokus menyerang satu orang prajurit, tiba2 saja pasukan tentara Marwar membuat lingkaran di sekitar Pratap, Pratap tampak terjebak. Suku Bheels melihat Pratap dikepung, Sardar mengatakan kepada Prema kalau ia khawatir dengan keselamatan Pratap. Prema pun memerintahkan anak buahnya untuk membantu Pratap karena ia adalah masa depan Mewar. Semua orang yang juga melihat Pratap terjebak tampak mengkhawatirnya. Prema mengatakan kepada anak buahnya untuk membawa pot penuh minyak untuk menolong Pratap. Jalal juga tampak mengawasi Pratap yang berada didekatnya. Pratap membunuh semua tentara. Salah satu pemimpin pasukan Marwar mengirimkan lebih banyak tentara untuk mengepung Pratap lagi. Pratap terjatuh saat melawan beberapa pasukan Marwar dan langsung disambut oleh ratusan tentara Marwar yang ingin menyerangnya, Pratap tampak khawatir melihat banyak pasukan Marwar yang hampir mendekatinya. 

Saat itulah Salah satu prajurit bheel yaitu Prema berjalan di depan tentara Marwar untuk menolong Pratap dan Prema meneteskan minyak kesekitar tentara Marwa dari pot yang ia bawa, kemudian Prema menyalakan Api disekitar tetesan minyak itu, hingga pasukan tentara Marwar mundur dari Api. Namun salah seorang pemimpin Marwar memerintahkan Prajuritnya untuk memanah Pratap, Prema berusaha membantu Pratap dari serangan anak panah, hingga Prema melihat satu anak panah melayang kearah Pratap, Prema segera turun dari kudanya dan berteriak menyuruh Pratap minggir, Prema berusaha melindungi Pratap, hingga premalah yang menjadi sasaran anak panah itu, Pratap marah dan langsung melayangkan tombak keprajurit yang memanah tadi hingga tewas.. Prajurit Bheels segera menghampiri Prema yang sudah terluka Parah, Pratap merasa sedih melihat Prema. Dengan suara lirih Prema memberi selogan dihadapan Pratap. "Hidup Mewar." Akhirnya Prema menghembuskan nafas terakhirnya, mata Pratap tampak berkaca2 melihat temanya tewas demi menyelamatkan nyawanya. 

Namun Pratap segera berdiri karena mengelak dari serangan Jalal yang tiba tiba saja menyerangnya dengan pedang. Pratap berusaha melawan Jalal,hingga Jalal melemparkan sebuah perisai kearah Pratap, untung saja Pratap bisa mengelak dari lemparan Jalal, Pratap kembali ingin menyerang Jalal, namun Prajurit jalal yang menyamar sebagai tentara Marwar berusaha melindungi Jalal. Jalal kembali menyerang Pratap hingga Pratap akhirnya dikepung oleh Prajurit dengan perisai ditangan mereka masing masing. Akbar yang berada diluar lingkaran mulai berjalan mengelilingi lingkaran, Pratap tampak kebingungan. Sedangkan Jalal mengingat bagaimana dia telah dikalahkan oleh Pratap ketika ia bertemu dengan Phool dulu, dimana Pratap dulunya telah memperingatkan Jalal kalau ia akan menjaga tanah airnya. 

Kembali ke medan perang, saat Pratap lengah melihat semua orang yang mengelilinginya Tiba-tiba saja Jalal datang kedalam barisan dan melukai kaki Pratap dengan pedangnya, Pratap merintih kesakitan akibat luka sayatan dari Jalal. Kemudian Para prajurit membuka jalan untuk Jalal, mereka membiarkan Jalal keluar kembali dari lingkaran dan menutup jalan itu kembali. Pratap bertanya-tanya siapa orang itu. Pratap ingat kejadian yang sama di mana ia dan Jalal bertengkar waktu melindungi Phool dulu, "Siapa kau." Pratap berteriak agar Jalal menunjukan dirinya, Namun lagi lagi Jalal berhasil melukai lengan dengan cara yang sama dari arah belakang, Jalal kembali keluar dari lingkaran dan prajurit mulai menutupi jalannya Akbar. Akhirnya Pratap bisa melihat Jalal (yang berjalan di luar lingkaran sambil menatap tajam Pratap). Tidak jauh dari sana, Jalim singh melihat Pratap dikepung, ia langsung memberitahukan kepada Ram singji bahwa Pratap tertangkap. Ram Singh ji memberitahu pada Jalim singh kalau tentara itu bukan tentara mereka dan tentara itu (Akbar) terlibat dalam perang untuk menyerang Pratap. "Saya telah berjanji pada Phool, saya akan memastikan tidak ada yang terjadi kepada Pratap. jadi, saya akan membantunya." Teriak Ram Singh ji ( ayah Phool) pada Jalim singh. 

Dari sisi lain Bairam Khan telah datang dalam perang ia juga ikut menyamar sebagai pasukan Marwar. Bhairam mengatakan kepada prajuritnya untuk mencari Jalal karena berbahaya bagi dia untuk tinggal ditempat pertempuran. Sedangkan Jalal mencoba untuk menyerang sekali lagi, tapi kali ini Pratap berhasil menyerang terlebih dulu. Hingga Jalal mendapat beberapa luka sayatan, di lengannya. Hingga Pratap berhasil mendorong Jalal jatuh ketanah. Pratap menantang Jalal yang masih dalam penyamaranya untuk berkelahi dengannya. Pasukan tentara lebih banyak lagi menuju ke arah Pratap untuk menyerangnya, tapi entah bagaimana Pratap berhasil untuk menahan serangan mereka dengan sekuat tenaganya menggunakan perisai yang ada ditanganya. Akbar menatap Pratap yang sedang dikepung SINOPSIS MAHAPUTRA episode 234
Bagikan :
Back To Top