Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 75 (10 April 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 75 (10 April 2014) by. Sally Diandra Di Mumbai, Barkath Villa, Zain dan Aaliya sudah bersiap hendak pergi mencari Barkath, sementara itu di dapur Gowhar sedang membuat jus jeruk untuk seluruh anggota keluarga, Gowhar mencoba menambahkan cairan yang diberikan oleh Bengali Baba kemarin kedalam salah satu gelas jus jeruk tersebut sambil berkata dalam hati “Dengan jus jeruk ini, Rizwan pasti akan menjadi milikku” bathinnya senang, saat itu Chandbibi datang dan menghampiri Gowhar dan bertanya “Kenapa kamu menyiapkan jus jeruk ?” Gowhar segera mengambil gelas yang untuk Rizwan kemudian menaruhnya bersama jus jeruk yang lain, Gowhar bersikeras untuk menyiapkan jus jeruk itu untuk semua orang dan bergegas mengambil nampan yang berisi jus jeruk itu dari tangan Chandbibi dan berlalu dari sana

Di ruang tamu, ketika Fahad sedang duduk sendirian di sofa, tiba tiba Shaziya muncul dan duduk disebelah Fahad sambil berkata “Fahad, kita juga harus menemukan Barkath bersama sama dengan Zain dan Aaliya” bekum juga Fahad menjawab tiba tiba istri pertamanya, Nafisa juga muncul dan duduk di sisi yang satunya dan mengiyakan ucapan Shaziya namun Fahad menolak “Terlalu banyak orang itu tidak baik ! Kita telah mendapatkan informasi dari ACP untuk menemukan Meer Khan” tepat pada saat itu Rizwan muncul diantara mereka dan berkata “Apa yang dikatakan oleh kakak ipar adalah benar !” pasangan suami istri itu terkejut mendengar ucapan Rizwan dan tak lama kemudian Gowhar menghampiri mereka dengan membawa nampan yang berisi jus jeruk, Gowhar mendekati Rizwan dan menyuruhnya untuk mengambil jus jeruk yang khusus dibuat untuk Rizwan “Rizwan, silahkan ambil jus jeruknya” tanpa rasa curiga Rizwan mengambil jus jeruk itu “Eiiit ! Bukan yang itu ! Yang sebelah kiri yang special buat kamu” ujar Gowhar sambil menunjuk gelas yang sebelah pojok kiri depan, Rizwan pun menurut mengambil gelas yang ditunjuk oleh Gowhar, Gowhar sangat senang karena Rizwan menuruti keinginannya “Dia pasti akan segera menjadi milikku” bathin Gowhar dalam hati, 

Namun belum juga Rizwan meminumnya, tiba tiba Aaliya dan Zain muncul sambil berdebat satu sama lain tentang bagaimana caranya menangkap Meer Khan sambil mengambil gelas jus jeruk yang dibawa oleh Rizwan dan jus jeruk yang ada di nampan yang dibawa oleh Gowhar kemudian di taruh di meja di depan Fahad, Shaziya dan Nafisa, Gowhar kaget karena itu artinya Rizwan tidak bisa meminum jus jeruk buatan Gowhar “Zain, kamu itu tidak melihat Meer Khan karena kamu berlari di depan Meer Khan” ujar Aaliya sambil ikut ikutan mengambil dua gelas jus jeruk yang lain, kemudian Zain juga mengambil lagi dua gelas jus jeruk yang lain untuk menjelaskan situasi yang terjadi pada saat itu dengan gelas gelas jus jeruk yang di geser gesernya diatas meja, sehingga membuat Gowhar jadi bingung yang mana gelas yang disiapkannya untuk Rizwan ? Setelah selesai, Shaziya meminta semua orang menikmati jus jeruk buatan Gowhar sebelum mereka pergi, Gowhar sangat bingung sementara semua orang menikmati jus jeruk buatannya, kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan itu tanpa ada reaksi apapun setelah meminum jus jeruk tersebut, tinggal Gowhar dan Rizwan, Rizwan meminta Gowhar untuk meminumnya, awalnya Gowhar tidak mau tapi Rizwan memaksa dengan menyorongkan gelas itu ke mulut Gowhar, Gowhar terpaksa meminumnya hingga habis kemudian bergegas berlari meninggalkan Rizwan 

Aaliya dan Zain sudah sampai di tempat pangkalan taxi dimana mereka terakhir kali melihat Meer Khan, saat itu mereka berdua menunjukkan sketsa wajah Meer Khan yang dibuat oleh seorang tukang gambar sketsa wajah pada semua sopir taxi yang mereka jumpai disana, namun mereka semua tidak mengenali wajah tersebut hingga akhirnya ada salah satu sopir taxi yang mengenali wajah Meer Khan “Pak, apakah anda mengenali wajah ini ?”, “Oh iya, salah satu temanku pernah mengantar orang ini” sopir itu mengenali wajah Meer Khan dan menunjukkan dimana dia telah mengantarnya 

Di Barkath Villa, Gowhar yang saat itu mulai mabuk karena ternyata meminum jus jeruk buatannya sendiri yang dibuat untuk Rizwan, mengirimkan sebuah sms ke Rizwan, Gowhar meminta Rizwan untuk datang ke kamarnya karena ada sesuatu yang penting yang ingin segera disampaikannya, tiba tiba Gowhar merasa pusing dan mabuk tidak karuan sambil berkata kalau dirinya sangat mencintai Rizwan, tepat pada saat itu Shaziya ada dibelakang Gowhar namun tiba tiba Gowhar terjatuh diatas tempat tidur, Shaziya kaget melihat kelakuan adiknya “Selama ini aku masih ragu ragu namun sekarang dugaanku benar kalau Gowhar mencintai Rizwan !” bathin Shaziya dalam hati, tak lama kemudian Rizwan masuk ke kamar Gowhar, Shaziya marah pada Rizwan karena ini semua adalah ulah Rizwan “Tapi kak, aku tidak mencintai Gowhar, Gowharlah yang mencintai aku, aku akan pergi dari rumah ini dan tidak akan menemuinya lagi sampai kapanpun !” ujar Rizwan kesal “Kalau kamu tidak mencintainya lalu kenapa kamu sangat dekat dengan dia ?” bentak Shaziya “Itu semua adalah kesalahanku, kak ,,, aku akan pergi dari sini karena hal itu akan terjadi lagi kalau aku tetap ada disini” ujar Rizwan sambil berlalu meninggalkan Shaziya 

Aaliya dan Zain akhirnya sampai di tempat yang ditunjukkan oleh sopir taxi, mereka menunjukkan sketsa wajah Meer Khan pada manajer kantor “Apakah kamu mengenali orang ini ?” pria itu menggelengkan kepalanya sambil berkata “Aku tidak mengetahui siapa orang itu, tapi mungkin bosku tuan Nasir Khan tahu tentang orang itu” ujarnya sambil menunjukkan sebuah foto seorang tua yang sedang berdoa yang tertempel di dinding, tak lama kemudian pria itu keluar dari kantornya dan menelfon bosnya, Nasir Khan dan mengabarkan kalau ada dua orang yang datang dan mencari Meer Khan, saat itu Zain dan Aaliya sedang duduk di sebuah bangku tepat dibelakang orang itu, mereka berdua langsung berdiri dan bertepuk tangan “Bagus ! Bagus ! Bagus ! Kamu telah melakukan sebuah sandiwara yang cukup bagus” pria itu kaget ketika melihat Aaliya dan Zain berjalan kearahnya “Sepertinya aku tidak mengatakan namanya adalah Meer Khan, lalu bagaimana kamu bisa tahu kalau nama orang yang aku cari itu adalah Meer Khan ?” Zain langsung menghajar manajer itu hingga pria itu tidak berdaya “Dengan siapa kamu bicara tadi ?” bentak Zain “Aku bicara dengan bosku, tuan Nasir Khan ,,, anak perempuan tuan Meer Khan akan menikah dengan tuan Nasir Khan hari ini” Aaliya dan Zain langsung terkejut mendengarnya “Dimana mereka akan menikah ?” manajer itu lalu memberikan alamatnya pada mereka, bergegas Aaliya dan Zain pergi ke tempat tersebut, sepeninggal Zain dan Aaliya, si manajer langsung memberitahukan sola Aaliya dan Zain pada Nasir Khan “Tuan maafkan aku, jika aku tidak mengatakan tentang pernikahan itu maka laki laki itu mungkin akan membunuhku” ujar si manajer 

Dalam perjalanan menuju ke tempat pernikahan Nasir Khan, Zain mengabarkan pada Fahad tentang hal tersebut, Fahad segera memberitahukan pada seluruh keluarganya, pada saat yang bersamaan, Zain dan Aaliya sudah sampai di tempat pernikahan, mereka melihat sebuah tulisan yang terpasang di papan yaitu “Pernikahan Masal” mereka berdua tertegun “Itu artinya Nasir Khan akan menikahi Barkath melalui pernikahan masal ini” ujar Aaliya, namun saat mereka berdua hendak masuk ke dalam tempat tersebut, penjaga langsung mencegat mereka “Tanpa tanda pengenal, kalian berdua dilarang masuk !” ujar penjaga kemudian berlalu meninggalkan mereka “Tenang Zain, jangan khawatir, kita pasti akan mendapatkan jalannya” tiba tiba dari belakang terdengar suara seorang perempuan yang memanggil mereka berdua “Apakah kamu Abdul dan Saira yang akan menikah hari ini ?” Zain dan Aaliya saling memandang satu sama lain “Saira Ayoo masuk, kamu ini sudah hampir terlambat !” Aaliya mendekati perempuan itu, ketika mereka berdua hendak masuk, Zain berteriak “Bagaimana dia bisa menikah kalau tidak ada pengantin prianya ?”, “Jadi kamu Abdul ? Kalau begitu ayoo kalian masuk semua ke dalam !” Zain memandang Aaliya dengan senyum manisnnya dan mengucapkan selamat untuk pernikahan mereka yang kedua kalinya. SINOPSIS BEINTEHAA episode 75 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top