Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 74 (09 April 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 74 (09 April 2014) by. Sally Diandra Di Mumbai, Barkath Villa, Zain tidak bisa tidur malam itu, Aaliya tahu bagaimana caranya membuat Zain agar bisa tidur, Aaliya segera naik ke atas tempat tidur dan duduk di tepi tempat tidur persis di belakang Zain yang duduk di lantai yang bersandar ke tempat tidur kemudian Aaliya mulai memijat mijat kepala Zain dengan minyak rambut sambil berkata “Aku juga kadang tidak bisa tidur tanpa ngobrol dulu dengan kamu” ujar Aaliya, Zain tersenyum senang, Zain sangat menikmati pijatan tangan Aaliya yang terasa nyaman di kepalanya 

Pada saat yang bersamaan, malam itu Aayath sedang sibuk menulis di kamarnya, tiba tiba ponselnya berbunyi, rupanya Rizwan menelfon Aayath, Aayath kesal pada Rizwan dan berniat menegurnya “Aayath, apakah kamu sedang memikirkan kakak iparmu, Zain ? Jika iya, maka telfonlah dia karena saat ini dia sedang membutuhkan perhatian adiknya” ujar Rizwan, sementara itu Zain sudah tertidur setelah mendapat pijatan kepala dari Aaliya, tiba tiba ponsel Zain berdering, rupanya Aayath yang menelfon, Aaliya segera mengangkat ponsel Zain “Aayath, mau apa kamu menelfon Zain malam malam begini ?”, “Apakah kak Zain baik baik saja, kak ?” suara Aayath terdengar cemas di ujung sana “Iyaa, dia baik baik saja, dia baru saja tidur, kenapa ?” Aayath merasa lega begitu mendengar kabar tentang Zain “Tadi Rizwan menelfon aku dan mengatakan kalau kak Zain membutuhkan adiknya” Aaliya tersenyum “Rizwan itu pria yang sangat baik” ujar Aaliya “Baiklah, kak ,,, aku akan menelfon kamu lagi nanti” Aayath segera menutup telfon, 

Setelah menutup telfon, Aaliya mendekati Zain dan merapikan selimutnya, tiba tiba tangan Zain memeluk tangan Aaliya sehingga tangan Aaliya tidak bisa bergerak, Aaliya nampak terharu ketika melihat Zain dan membiarkan tangannya di pegang oleh Zain, Aaliya tertidur disebelah Zain sambil terduduk Keesokan harinya, Zain bangun dan melihat dirinya sedang memegang tangan Aaliya, Zain segera melepaskan tangan Aaliya dan menatapnya dengan mesra, Zain sangat malu, kemudian Zain berusaha merubah posisi tidur Aaliya senyaman mungkin namun ternyata Aaliya terbangun dengan perasaan bingung “Zain, apa yang kamu lakukan ?”, “Aku hanya mengecek saja, apakah kamu masih bernafas atau tidak ?’ goda Zain “Oh iya ? Nasibmu tidak begitu baik rupanya” balas Aaliya “Jika kamu menyingkirkan tanganmu pasti aku akan bangun, tapi kamu memang suka melakukan hal itu, kamu memang gila” goda Zain lagi “Bahkan ketika kamu sedih sepanjang malam ketika kita pergi piknik kemarin, apakah saat itu aku juga gila ?” balas Aaliya lagi “Sudahlah, sekarang saatnya kita harus menemukan Barkath” ujar Aaliya 

Di ruang tengah Aaliya melihat Chandbibi keluar dari kamar Surayya sambil membawa kereta dorong yang berisi makanan “Bibi, kenapa bibi membawa kembali sarapan ibu ?”, “Nyonya Surayya bilang kalau dirinya tidak lapar” Aaliya langsung mengambil kereta dorong itu dari Chandbibi dan pergi ke kamar Surayya, saat itu Surayya masih asyik duduk di kursinya didalam kamar sambil memegangi foto Barkath dan dirinya, Aaliya memasuki kamar Surayya sambil menyapanya, Aaliya berusaha menghibur Surayya “Ibu, aku telah bicara dengan ayahku karena aku memiliki banyak pertanyaan dalam benakku” Surayya diam saja, sementara semua anggota keluarga tuan Usman memasuki kamar Surayya dan menghampiri mereka berdua “Kebencian ibu pada Bhopal dan orang orangnya memang benar, aku berusaha mencari tahu melalui ayahku tentang saudaranya yang bernama Meer Khan, selama ini ayah tidak pernah membicarakan tentang saudaranya atau menyimpan foto paman Meer Khan di dalam rumah karena ayah merasa sangat bersalah atas apa yang telah dilakukan oleh saudaranya” Surayya masih diam seribu bahasa “Aku akan mencoba untuk menyingkirkan kebencian ibu pada Bhopal dengan caraku dan aku juga berjanji, aku akan membawa Barkath kembali pada ibu” ujar Aaliya “Apa yang kamu pikirkan pada dirimu sendiri ? Aku dan Usman sudah mencari Barkath kemana mana dan kami tidak bisa menemukannya hingga 18 tahun ini” Surayya nampak semakin kesal dengan Aaliya “Tapi setelah 18 tahun, kita bisa menemukan paman Meer Khan, sepertinya Allah SWT menunjukkan Meer Khan pada kita, Allah selalu menunjukkan jalan yang benar dan hati kecilku juga mengatakan kalau kita akan mendapatkan Barkath kembali” Usman menghampiri Surayya dan berkata “Apa yang Aaliya katakan itu benar, Surayya ,,, setelah beberapa tahun akhirnya Meer keluar, insyaallah semuanya akan menjadi baik” bujuk Usman 

Nafisa dan Shaziya tampak merenung didepan pintu kamar mereka masing masing, Shaziya nampak menatap Nafisa tajam seraya berkata “Kalau sampai Aaliya membawa Barkath kembali kerumah ini, dia pasti akan menjadi putri kesayangan mami dan rumah ini akan dibagi lebih banyak lagi” Nafisa menoleh menatap Shaziya dan berkata “Jika Barkath kembali ke rumah ini, rumah ini pasti akan dibagi dengan dia juga lalu apa yang kita dapatkan ?”, “Menurut Babaji, kita seharusnya menemukan Barkath lebih dulu sebelum Aaliya” ujar Shaziya 

Sementara itu di kamar Zain dan Aaliya, Zain sebenarnya ragu dengan janji Aaliya yang akan menemukan Barkath “Aaliya, kamu telah membuat sebuah janji yang besar untuk menemukan Barkath, lalu apakah kamu punya rencana yang berhubungan dengan hal tersebut ?” tanya Zain penasaran “Zain, kita harus percaya pada Allah SWT, tapi apakah kamu membenci aku karena aku ini keponakan paman Meer Khan ?” Zain menggelengkan kepalanya “Aku bahkan tidak tahu tentang hal itu, jadi kenapa aku harus membenci kamu ?” Aaliya tersenyum “Kalau begitu kita harus pergi ke tempat dimana kita menemukan paman Meer Khan kemarin”, “Aaliya ,,,” tiba tiba Zain menghentikan Aaliya dan bertanya “Apakah kamu benar benar percaya pada Allah SWT ?” Aaliya tersenyum dan menganggukkan kepalanya “Ya, aku sangat percaya padaNya !” SINOPSIS BEINTEHAA episode 75 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top