Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 72 (07 April 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 72 (07 April 2014) by. Sally Diandra Di Mumbai, Barkath Villa, Zain dan Aaliya masih memikirkan si penelfon misterius yang menelfon ponsel Aaliya “Aaliya bagaimana kita bisa yakin jika penelfon itu mengatakan yang sebenarnya ?” tepat pada saat itu Usman datang dan meminta Zain untuk ikut dengannya, pada saat yang bersamaan Shaziya mengundang Bengali Baba untuk masuk ke dalam kamarnya dan memulai sandiwaranya yang penuh dengan kepura puraan, Fahad melihat Baba memasuki kamar dan bertanya pada istrinya “Shaziya, kenapa kamu mengundangnya ke dalam kamar kita ?” Bengali Baba dan Shaziya mulai pura pura bersandiwara “Ada sesuatu yang mempengaruhi dirimu, tuan” Fahad langsung mengangkatnya dan menendang Bengali Baba ke luar dari kamarnya, Fahad benar benar kesal pada Shaziya dari kejauhan Gowhar melihat Baba dan bertanya padanya “Apakah anda bisa membantuku untuk mendapat seseorang yang bisa aku kendalikan ?” Baba mengangguk dan bertanya pada Gowhar “Siapa namanya ?” kemudian Baba memberikan sesuatu pada Gowhar dan meminta Gowhar untuk memberikan benda itu pada orang tersebut, Gowhar sangat senang menerimanya dan bergegas memanggil Rizwan untuk diberikannya benda itu ke Rizwan 

Sementara itu, Usman sedang berada di rumah sakit bersama seorang dokter, dokter tersebut memuji Usman karena tindakannya yang membantu orang miskin, saat itu Usman melihat seseorang yang mencurigakan di rumah sakit, Usman langsung teringat akan masa lalunya dengan orang tersebut yang bernama Meer yang dulu menculik anaknya, Usman segera berlari mengejar orang tersebut, dari kejauhan Zain melihat Usman yang berlari dibelakang seorang pria, Zain segera mengikuti Usman dan bertanya “Ayah, siapa dia ?” tanpa menjawab pertanyaan Zain, Usman langsung berteriak “Zain, tangkap dia !” mereka berdua langsung mencari cari Meer, Meer yang tahu dirinya diikuti segera berlari keluar dari rumah sakit dan bersembunyi di balik sebuah mobil, Usman melihat keberadaan Meer dan segera memberitahu Zain, Zain langsung mengikuti Meer namun Zain kehilangan jejaknya tapi tiba tiba Meer datang dan mencengkram kerah baju Zain dan berkata “Zain, apakah kamu sudah bertanya pada Usman tentang rahasia Barkath ? Kamu tahu, Usman tidak akan mendapatkan Barkath, Zain !”, “Jadi kamu orangnya yang telah menelfon itu !” Meer melihat ada truk yang melintas di dekat mereka, Meer langsung mendorong Zain dan berusaha membunuh Zain di bawah truk tersebut tapi tepat pada saat itu Aaliya datang dan menyelamatkan Zain, Meer segera melarikan diri 

Di Bhopal, Aayath sedang mencari cari buku diarynya, Shabana menghampirinya dan Aayath segera bertanya tentang buku tersebut ke ibunya “Baguslah, kamu kehilangan benda itu, sekarang kamu jadi bisa menghabiskan waktumu dengan kedua orangtuamu” ujar Shabana marah dan segera meninggalkan Aayath “Apakah mungkin Rizwan yang mengambil buku diaryku ?” bathin Aayath dalam hati, Aayath segera menelfon Rizwan dan menanyakan dimana buku diarynya, saat itu Rizwan sedang memegang buku diary Aayath “Apakah buku diarymu itu bergambar kartun ? Aku melihatnya dikamarmu ketika aku datang kerumahmu” Aayath langsung menutup telfonnya, Rizwan minta maaf karena telah mencuri buku diary Aayath 

Di Mumbai, Barkath Villa, Usman, Zain dan Aaliya sudah sampai dirumah, Surayya yang melihat kedatangan suaminya dengan wajah marah mencoba bertanya pada Usman apa yang terjadi namun Usman tidak menggubris pertanyaan Surayya, saat itu Zain yang penasaran dengan ucapan Meer tadi segera menghampiri mereka dan bertanya pada ayahnya “Ayah, siapa itu Barkath ?” Surayya kaget mendengarnya “Meer ,,,” baru saja Usman hendak menerangkan Zain langsung memotong ucapan ayahnya “Meer tahu semua jadwal setiap orang yang ada disini dan dia mengetahui semuanya secara mendetail, ayah ,,, tadi dia bilang kalau ayah tidak akan mendapatkan Barkath kembali” Zain memperhatikan kedua orangtuanya dengan wajah penuh penasaran “Siapa Meer Khan itu, ayah ,,, ibu ,,, aku sudah besar sekarang dan aku ingin kalian berdua mengatakan yang sejujurnya padaku” pinta Zain, saat itu semua anggota berkumpul menghampiri mereka “Lalu pakaian dan mainan siapa yang ada di dekat sumur itu ? Apakah ada sebuah pembunuhan yang terjadi disini ?” Zain terus mendesak orang tuanya agar menceritakan semuanya, tiba tiba Surayya menangis dan berkata “Barkath adalah anakku dan dia masih hidup ?” semua orang terkejut mendengarnya “Meer tidak bisa membunuh anakku !” ujar Surayya sambil terus menangis, Usman berusaha menenangkan istrinya “Sudah sudah, Surayya ,,, tidak usah menangis, Barkath selamat” ujar Usman, kemudian Surayya menunjuk sebuah kursi dan berkata “Dulu, Barkath selalu bermain dan mendengarkan dongeng yang diceritakan oleh ayahmu di kursi ini, senyumnya dan semua ucapannya masih terus terngiang hingga bergema di telingaku” Usman berusaha menghibur Surayya, semua anggota keluarga mendekat dan memeluk mereka “Barkath adalah anak yang sangat manja dan nakal” ujar Usman yang teringat akan kenangan masa lalu tentang putrinya itu, saat itu Usman memanggil nama Barkath “Barkaaaattth !” semua orang sedih melihatnya SINOPSIS BEINTEHAA episode 73 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top