Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 71 (04 April 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 71 (04 April 2014) by. Sally Diandra Di Mumbai, Barkath Villa, Aaliya memberitahu pada Zain tentang apa yang dilihatnya barusan di dekat sumur tua, ternyata bayangan orang itu adalah Surayya, ibu kandung Zain, Zain terkejut “Kamu tidak bercanda kan, Aaliya ?”, “Aku tidak bergurau, Zain ,,, aku jelas jelas melihat ibu ada didekat sumur tua itu” Zain segera mengajak Aaliya untuk mendekat kearah jendela yang dilihat oleh Aaliya barusan, Zain menunjukkan ada Aaliya kalau tidak ada siapa siapa di sumur tua itu “Aku ingin mengeceknya kesana sendiri” ujar Aaliya “Aaliya, tidak ada seorangpun yang boleh kesana” namun Aaliya tetap bersikeras untuk pergi kesana “Baiklah, pergilah sendiri, aku tidak mau ikut !” ujar Zain, 

Malam itu Aaliya nekat mendekat kearah sumur tua tersebut yang tertutup pagar, Aaliya melihat pintu gerbangnya tidak terkunci, tiba tiba dari belakang Zain menghampiri Aaliya sambil memegang bahunya dari belakang, Aaliya sangat ketakutan dan berteriak “Sssttttt ! Jangan berteriak ! Ini aku, Zain”, “Kenapa kamu kesini ?” tanya Aaliya kesal “Aku datang kesini untuk menjelaskan pada kamu tentang kesalahpahaman diantara kita” ujar Zain sambil melongok ke dalam area sumur melalui pagar sambil memanggil ibunya, namun tidak ada seorangpun yang datang “Sudahlah, lebih baik kita pergi dari sini sebelum temanmu si Chudail datang” ejek Zain namun Aaliya terus bersikeras untuk masuk dan mendekat ke sumur tua itu sekali saja, Aaliya langsung membuka pintu itu dan meminta Zain untuk menemaninya, Zain akhirnya menyetujui permintaan Aaliya, mereka berdua mulai masuk kedalam area sumur tua itu dan mendekat kearah sumur tersebut, mereka melihat sumur tua itu telah kering dan mereka melihat sebuah peti di sebelah sumur tersebut, mereka berdua semakin penasaran, Zain segera membuka peti tersebut dan menemukan ada mainan dan baju anak kecil didalamnya, Zain mengambil pakaian anak kecil itu yang terdapat inisial “B” pada bahu kirinya, dilihatnya ada bercak darah di pakaian tersebut “Pakaian siapa ini ?”, “Mungkin disini ada rahasia yang tersembunyi dan lagi aku melihat ibu sedang bicara dengan seseorang disini” ujar Aaliya sambil mengambil boneka dan mainan yang terdapat disana 

Tepat pada saat itu, Usman juga memasuki area sumur itu dan menghampiri mereka dengan tatapan marah “Ayah, lihat ,,, aku menemukan pakaian yang bernoda darah dan mainan” Usman memintanya untuk memasukan kembali barang barang itu ke dalam peti dan menutupnya “Jangan sekali sekali kalian masuk kesini lagi !” ujar Usman marah “Aaliya ingin tahu apa yang ada disini, ayah ,,, jadi aku membawanya kesini” bela Zain “Aaliya, ayah sudah bilang sama kamu kan kalau tidak ada siapapun disini ! Lebih baik kalian berdua pergi dari sini” akhirnya mereka berdua pergi dari area sumur tua tersebut, Usman yang masih berdiam diri disana nampak sedih ketika melihat peti itu 

Di dalam kamar, Zain merasa bersalah karena telah berbohong pada Usman dan berkata pada Aaliya “Aku melakukan hal itu untuk melirikan diri dari ayah”, “Kita pasti akan menemukan kenyataan sebenarnya atau tidak tapi kita harus menemukannya, Zain” Aaliya ingin sekali lagi mengecek tempat tersebut “Kita akan mengeceknya besok pagi saja, Aaliya” ujar Zain namun Aaliya kembali bersikeras untuk pergi tapi tiba tiba kakinya terkilir, Zain segera mengangkat kaki Aaliya dan mencoba untuk mengoleskan balsem pada kaki Aaliya, namun Aaliya meminta balsem itu dan akan mengoleskannya sendiri “Aaliya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu, setelah menghabis waktu bersamamu, aku mulai ,,,” Zain tidak melanjutkan ucapannya, lidahnya terasa kelu, Aaliya mendengarkannya dengan seksama kemudian Zain memutar mutar kaki Aaliya dan berupaya untuk menyembuhkan keseleo di kaki Aaliya dan berkata “Beginilah caranya menyembuhkan keseleo” ujar Zain “Apakah perbuatanmu ini untuk mengalihkan perhatianku ?” tanya Aaliya penasaran “Apapun yang kamu pikirkan Mamu ki Bhanji (keponakan kesayangan) !” goda Zain kemudian berlalu meninggalkan Aaliya 

Di Bhopal, Aayath sedang termenung seorang diri dan teringat akan ucapan Rizwan kalau dia datang ke Bhopal untuk menemui dirinya dan dia tidak akan mengkhianatinya, tiba tiba Rizwan menelfon Aayath yang mengabarkan kalau dirinya telah sampai di Mumbai “Saat ini aku sedang memikirkan semua cara jika kamu bisa datang ke Mumbai dan mengejutkan aku seperti aku yang telah mengejutkan kamu” ujar Rizwan “Tapi maaf, Rizwan ,,, aku tidak bisa datang ke Mumbai karena aku telah mengkhianati keluargaku sekali maka aku tidak ingin mengkhianati mereka lagi, Mumbai telah menghinaku dua kali dan tidak akan lagi !” ujar Aayath sambil menutup telfonnya, Rizwan tertegun mendengar ucapan Aayath, tepat pada saat itu Gowhar menghampirinya dan memegang tangan Rizwan dari belakang “Rizwan, kapan kamu pulang ?”, “Aku pulang kemarin malam” Gowhar segera memborbardir Rizwan dengan beribu pertanyaan “Rizwan, apakah kamu ingin makan sesuatu atau minum sesuatu ?”, “Aku tidak lapar ataupun haus” ujar Rizwan kemudian berlalu dari sana “Aku harus memikirkan sesuatu agar bisa menguasai dia !” bathin Gowhar dalam hati

Malam itu, ketika Aaliya dan Zain sedang tidur bersebrangan, tiba tiba Aaliya dikejutkan oleh suara ponselnya yang berdering, ketika dilihatnya tidak ada nama yang tertera, Aaliya tidak tahu siapa yang menelfonnya “Siapa yang menelfon ini ?” tanya Aaliya “Apakah kamu ingin mengetahui rahasia sumur tua itu ?” ujar suara disebrang sana, Aaliya terkejut dan segera membangunkan Zain sambil memencet tombol speaker di ponselnya “Siapa ini yang menelfon ?” tanya Aaliya penasaran, saat itu Zain sudah terbangun dan ikut mendengarkan penelfon misterius tersebut “Ini bukan urusan kamu ! Kamu harus tahu rahasia sumur tua itu dan kamu harus pergi menemui ayah dan ibumu, Usman dan Surayya, tanyakan pada mereka rahasia di balik pakaian bernoda darah dan mainan itu, tanyakan pada mereka dimana Barkath ?” Zain dan Aaliya tertegun SINOPSIS BEINTEHAA episode 72 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top