Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 66 (28 Maret 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 66 (28 Maret 2014) by. Sally Diandra Di rumah tuan Usman, Barkath Villa, Surayya sangat senang mengetahui Aaliya telah pergi dari rumahnya “Aaliya telah mematuhi perintahku dan meninggalkan rumah ini, aku tidak akan membiarkannya kembali lagi ke rumah ini, tidak akan pernah !” bathin Surayya dalam hati, tak lama kemudian Usman datang dan menghampiri Surayya “Surayya, ada apa ? Kenapa tengah malam begini kamu belum tidur ?”, “Aaliya telah meninggalkan rumah kita, Usman” ujar Surayya sinis “Kenapa dia pergi ?” tanya Usman penasaran “Jika yang tua menunda untuk mengambil keputusan, anak anak akan mengambil semuanya dan inilah yang terjadi” ujar Surayya 

Di stasiun kereta api, Zain masih terus membujuk Aaliya “Apakah kamu akan berdiri disini sepanjang malam atau ikut denganku pulang ke rumah”, “Aku tidak ingin ikut pulang ke rumah” ujar Aaliya “Jadi kamu ingin menghancurkan semua janji kita yang kita buat pada saat kita menikah ?” Aaliya tertegun mendengar ucapan Zain “Kenapa kamu ingin aku kembali ke rumahmu ? Apakah perasaanmu sudah mulai berkembang untukku ?” tanya Aaliya penasaran, Zain segera mendorong Aaliya ke dinding stasiun dan mendekatkan wajahnya hingga sangat dekat dengan wajah Aaliya, mereka berdua saling berpandang pandangan satu sama lain “Aku mempunyai perasaan yang kuat untuk membawa kamu pulang ke rumah, kita berdua bisa saja bertengkar satu sama lain tapi tidak bisa terpisah satu sama lain dan aku minta padamu jangan pernah melarikan diri dariku, karena dengan begitu cerita kita tidak akan sempurna, aku ingin menyelesaikan cerita tentang kita berdua” ujar Zain lirih “Jika aku tetap tinggal disini, cerita kita akan berubah dan kita berdua tidak akan hidup bahagia selama lamanya” timpal Aaliya “Jadi apa keputusanmu, kamu ingin ikut denganku atau tidak ?”, “Aku ingin kamu berjanji padaku” pinta Aaliya “Aku tidak ingin memberikan janji yang berbunga bunga” ujar Zain “Aku ingin kamu tidak menyembunyikan apapun dariku seperti ketika aku menyembuyikan masalah kak Fahad dan kamu menyembunyikan masalah Aayath” Zain mengangguk “Baiklah, aku janji” ujar Zain “Deal ?” Aaliya meminta Zain untuk berjanji sambil mengulurkan tangannya dan Zain pun menyetujui permintaan Aaliya dengan menjabat tangan Aaliya 

Di rumah tuan Usman, Surayya mencoba meracuni pikiran Usman tentang Aaliya, saat itu semua anggota keluarga yang lain telah bangun dan berkumpul bersama mereka, seperti Fahad dan kedua istrinya, Nafisa dan Shaziya, juga ada Rizwan dan Gowhar “Usman, Aaliya telah merusak semua janjinya yang dia buat ketika dia menikah dengan Zain, dia juga telah menghancurkan harapanmu, dia itu tidak memiliki sopan santun untuk memberitahukan pada kita dan meninggalkan rumah ini seperti pencuri” kemudian Surayya menunjukkan telfon Aaliya “Lihat ini ! Aaliya telah meninggalkan ponselnya, dengan begitu kita tidak bisa menelfon dia” ujar Surayya “Mengapa Aaliya pergi begitu tiba tiba ?” Usman semakin penasaran dengan tingkah Aaliya “Hal ini sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu, Usman ,,, tempat tidur mereka itu di bagi begitu pula dengan kehidupan mereka” ujar Surayya sambil menunjukkan sebuah foto pada Usman, foto ketika Aaliya dan Zain tidur bersebrangan di tempat tidur “Aku sudah mengatakannya padamu sejak dulu tapi kamu tidak mau mendengarkan aku”, “Lalu dimana Zain ? Dia seharusnya membawa Aaliya kembali ke rumah ini” sela Usman “Zain adalah anakmu, dia mungkin sedang pergi mencari Aaliya” timpal Surayya “Surayya, jika apa yang kamu katakan itu benar, maka kita seharusnya tidak menyeret hubungan Zain dan Aaliya, sebenarnya aku berharap mereka berdua bisa hidup bersama sama tapi mereka berdua ingin hidup terpisah, kalau begitu, baiklah” Surayya nampak tersenyum senang mendengar ucapan suaminya itu 

Aaliya akhirnya setuju dan ikut Zain pulang ke rumah ke Barkath Villa, mereka berdua sedang berada di dalam mobil dalam perjalanan pulang ke rumah, tiba tiba Zain mendapatkan telfon dari Usman, Zain kaget “Ibu pasti telah menceritakan sesuatu pada ayah, aku harus melakukan sesuatu” ujar Zain sambil melihat tukang ice cream yang berada di depan mereka, akhirnya mereka sampai dirumah, Aaliya mencoba mengambil kopernya dari bagasi “Tinggalkan saja dulu kopernya disini” ujar Zain 

Di dalam rumah, Surayya masih terus memprovokasi suaminya “Usman, jika anak anak telah mengambil keputusan maka seharusnya kita menghormatinya, mereka mungkin telah mengambil langkah yang lebih keras” ujar Surayya, kemudian Surayya menyuruh Shaziya agar memesankan tiket untuknya dan Usman ke Bhopal “Kita akan pergi ke Bhopal dan menyelesaikan persoalan formalitas yang tersisa, mereka berdua adalah dua pribadi yang berbeda dan saling berlawanan dan kita mencoba untuk menyatukan mereka, mereka bahkan tidak bicara satu sama lain, bahkan tidak pernah minum teh bersama, lalu bagaimana mereka bisa hidup bersama ?” ujar Surayya yang terkejut ketika tiba tiba Zain datang dan berdiri di pintu, semua orang melihat ke arah Zain “Usman, lihat Zain sudah datang, kamu bisa tanya padanya secara langsung” belum juga Usman bertanya tiba tiba Aaliya muncul di belakang Zain, mereka berdua sama sama membawa ice cream, 

Surayya dan semua orang yang ada dirumah itu terperangah “Darimana saja kalian berdua ?” Usman memecah kesunyian diantara mereka “Aaliya ingin membeli ice cream dan dia ingin pergi sendirian jadi aku menemaninya, ayah”, “Surayya kamu ini ternyata hanya salah paham saja” Surayya benar benar tidak percaya ketika melihat Aaliya kembali ke rumahnya ini “Apa yang terjadi, ibu ?” Zain pura pura tidak tahu “Tadi ibu melihat kamu berlari keluar rumah dan ibu juga tidak menemukan koper Aaliya dan pakaiannya di kamarnya” ujar Surayya kikuk “Semuanya ada di kamarnya, ibu ,,, ibu bisa mengeceknya” tanpa menunggu lagi Surayya segera mengajak Usman dan anggota keluarga yang lain untuk mengecek lemari di kamar Aaliya dan Zain, ketika sampai disana dan membuka lemarinya, Surayya nampak kaget dan tidak habis fikir karena semua pakaian Aaliya sudah tergantung di lemari pakaian, 

Aaliya dan Zain saling tersenyum sambil berpandang pandangan, Aaliya teringat ketika mereka baru sampai rumah, Zain mengambil pakaian Aaliya kemudian memanjat jendela kamarnya dan menaruh semua pakaian Aaliya di lemari pakaian lalu kembali dan memberikan satu cup ice cream untuk Aaliya dan satu cup untuk dirinya sendiri, Aaliya heran kenapa malam malam makan ice cream tapi Zain tidak mempedulikannya malah menyuapkan ice cream itu ke Aaliya “Surayya, kamu ini telah salah paham tentang mereka” Surayya masih bersikeras kalau apa yang dikatakannya adalah benar, Surayya langsung meminta Shaziya untuk mengambilkan tasnya, 

Shaziya segera mengambilnya dan memberikan tas itu ke ibu mertuanya, Surayya menunjukkan surat Aaliya yang ditujukan untuk Zain dan meminta Usman untuk membacanya dengan keras, namun ketika Usman membacanya, Usman malah tertawa geli karena ternyata isinya bukan surat Aaliya melainkan daftar belanjaan, Surayya tidak percaya dan menyuruh Shaziya untuk membacanya, dengan nada takut Shaziya berkata kalau daftar itu dia yang membuatnya untuk ayahnya, Chakkiwala “Usman, Zain atau Aaliya pasti telah menukar suratnya !” ujar Surayya kesal namun Usman tidak mempedulikannya “Sudahlah Surayya, mereka berdua ini bahagia dan mereka berdua sedang menikmati ice cream di malam hari, itu saja ! Sudahlah sekarang kita pergi tidur lagi” ujar Usman kemudian keluar dari kamar Aaliya dan Zain, diikuti oleh anggota keluarga yang lain, sedangkan Surayya yang berada pada barisan paling belakang sejenak berhenti dan memperhatikan Aaliya dan Zain melalui jendela kamar mereka, saat itu Surayya melihat Zain dan Aaliya sedang saling menyuapkan ice cream satu sama lain sambil tertawa senang SINOPSIS BEINTEHAA episode 67 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top