Loading...

SINOPSIS BEINTEHAA episode 64 (26 Maret 2014)

SINOPSIS BEINTEHAA episode 64 (26 Maret 2014) by. Sally Diandra Di rumah tuan Usman, di Barkath Villa, Surayya menemukan kalender yang dibuang dari kamar Aaliya dan Zain, Surayya penasaran dengan kalender tersebut sambil memandang ke arah jendela kamar mereka, tiba tiba Shaziya menghampiri ibu mertuanya itu, Surayya memberitahu Shaziya kalau dirinya mempunyai sebuah kesempatan yang baik untuk mengeluarkan Aaliya keluar dari rumah ini, Shaziya sangat senang mendengarnya, 

Keesokan harinya, Surayya menghampiri Usman yang saat itu sedang duduk termenung di sofa “Ada apa Usman ?”, “Surayya, kamu tahu, salah satu pegawaiku telah mengancam aku jika dia tidak mendapatkan gajinya selama 1 tahun sebesar 12 lakhs (1,2 juta dollar) maka dia akan mengundurkan diri” Surayya tertegun mendengar ucapan suaminya itu “Dan kamu tahu siapa pegawaimu itu ? Dia adalah Zain Abdullah !” wajah Surayya semakin terperangah, apalagi ketika Zain tiba tiba muncul di hadapan mereka berdua dengan senyum di wajahny “Zain, mengapa kamu membutuhkan uang itu ?”, “Aku adalah pria yang sudah menikah dan aku membutuhkan uang, kalau tidak aku akan mengundurkan diri” ujar Zain sambil menyodorkan surat pengunduran dirinya pada Usman “Aku sangat menghargai pegawaiku dan memberikan dia 12 lakhs itu dalam bentuk cek dan meminta padanya untuk menuliskan namanya sendiri didalamnya” Surayya hanya terdiam mendengarkan ucapan Usman, sementara Zain tersenyum senang ketika menerima cek tersebut dan segera berlalu dari sana, sedangkan Surayya semakin tidak mengerti dengan tingkah bapak dan anak ini “Aku percaya pada Zain, dia pasti akan memanfaatkan uang itu dengan bijaksana” ujar Usman 

Gowhar melihat Rizwan sedang seorang diri di aera kolam renang, Gowhar langsung menghampirinya dan bertanya “Rizwan, kenapa kamu berdiri disini sendirian ?” Rizwan hanya diam saja “Sejak Aayath pergi seharusnya kita merayakan sesuatu, bukan begitu ?” dari kejauhan Nafisa melihat mereka dan mendengarkan semua percapakapan mereka, sementara Gowhar sangat sedih ketika Rizwan marah padanya karena ucapannya, Gowhar segera berlalu dari sana, sepeninggal Gowhar, Nafisa segera menghampiri adiknya itu dan menegurnya “Rizwan, kenapa kamu tidak membantunya ? Ayooo ,,, kamu harus minta maaf sama dia !” Rizwan hanya bisa pasrah dengan perintah kakaknya, 

Tak lama kemudian Rizwan segera menemui Gowhar yang saat itu sedang berdiam diri di jalan penghubung yang berada di lantai atas, Gowhar sedang menutup matanya ketika Rizwan berbisik di telinganya “Gowhar, aku minta maaf” Gowhar kaget dan baru menyadari kalau Rizwan ada di belakangnya, ketika Gowhar hendak berlalu meninggalkan Rizwan, Rizwan segera menyambar tangannya dan mendekatnya dirinya ke tubuh Gowhar dan bertanya “Apakah kamu memaafkan diriku atau tidak ?”, “Apakah aku mempunyai pilihan atau tidak ?” kemudian mereka tersenyum bahagia, keduanya saling memandang satu sama lain dengan mesra, 

Dari kejauhan Shaziya, kakak Gowhar melihat kebersamaan mereka berdua, Sahaziya sangat marah melihat adiknya berdua duaan dengan Rizwan, Gowhar yang sedang terlena menatap Rizwan sekilas melirik ke samping dan melihat ada kakaknya sedang berdiri disana dengan tatapan kesal, Gowhar jadi salah tingkah ketika Shaziya mendekat ke arah mereka “Rizwan, lebih baik kamu pergi sekarang juga, aku akan menemui kamu nanti !” Rizwan segera meninggalkan mereka berdua, kemudian Shaziya menatap adiknya dengan perasaan jengkel dan bertanya “Apa yang terjadi ? Apa yang kamu lakukan bersama Rizwan ?” kemudian Shaziya mengancam Gowhar untuk tidak berbaur dengan saudara musuhnya 

Sementara itu, Zain sedang menelfon Shabana “Bibi harus mempercayai aku layaknya anak kandung bibi sendiri”, “Baiklah, bibi percaya padamu, Zain” suara Shabana terdengar di ujung sana “Jadi kamu telah telah mentransfer 12 lakhs ke rekening bibi, dan itu adalah gajimu selama setahun” Zain mengiyakannya dan berkata “Bibi seharusnya menceritakan padaku tentang permasalahan bibi dan tolong katakan pada Aayath untuk tidak perlu cemas lagi” dari kejauhan Aaliya mendengarkan semua pembicaraan Zain, di lain sisi Surayya juga mendengarkannya dengan perasaan marah ke Zain, setelah selesai menelfon, Zain pun berlalu dari ruangan tersebut 

Aaliya sedang berada di kamar, dalam hati Aaliya memuji perbuatan Zain pada keluarganya yang telah memberikan gajinya selama satu tahun untuk mereka, tak lama kemudian Surayya menemuinya dan berkata “Aaliya, aku mendapat kalender ini dan aku kira kalender ini jatuh dari kamarmu”, “Iya, ibu ,,, itu kalender kamarku” ujar Aaliya tenang “Lalu siapa yang menandai hari hari di kalender ini ?”, “Zain yang melakukannya” Surayya tertegun “Kenapa dia menandai kelender ? Katakan pada ibu, Aaliya !” pinta Surayya “Zain menghitung hari yang tersisa untukku keluar dari rumah ini” Surayya langsung memuji Zain “Pengorbanannya itu sangat banyak, Aaliya ! Dia telah mengirimkan 12 lakhs ke orangtuamu, meskipun dia tidak bahagia dengan pernikahannya !” Aaliya hanya terdiam “Semua orang tahu itu, Aaliya ,,, hanya Zain yang mau berkorban demi kamu dan keluargamu ! Apakah kamu tidak berfikir kalau kamu seharusnya juga berkorban demi dia ?” ujar Surayya lantang “Apa yang bisa kamu lakukan ? Jika kamu bisa melakukannya, aku ingin tahu apa itu ? Dan aku akan memastikan kamu melakukan hal itu !” Aaliya masih terdiam “Kamu tahu, Zain sangat menyukai kebebasannya dan kamu telah mengambil kebebasannya itu ! Dia telah menolong adik kamu dan tidak peduli dengan nyawanya sendiri, aku hanya ingin melihat anakku bahagia, Aaliya ,,, bebaskan dia dari pernikahan ini !” Aaliya terperangah “Tanda tanda pada kalender ini menunjukkan kalau dia itu tidak bahagia ! Sifat aslinya tidak ingin memberitahukan pada siapapun tentang permasalahannya, dia tidak bisa menceritakan pada siapapun, tidak pada Usman ataupun Ghulam, ayahmu ! Aku mohon dengan sangat, Aaliya ,,, keluarlah dari kehidupan Zain !” ujar Surayya sambil memberikan foto Zain pada Aaliya kemudian keluar dari kamar Aaliya  dengan senyum liciknya, sedangkan Aaliya hanya bisa menatap nanar pada foto Zain yang berada di tangannya

Zain dan Rizwan sedang berjalan di anak tangga rumah sambil mengobrol satu sama lain dan berhenti d koridor, Zain memberitahukan pada Rizwan tentang gajinya yang 12 lakhs itu “Aku tidak bisa mendapatkan uang dari manapun, untuk itulah aku mengambil gaji itu”, “Rupanya kamu mencintai Aaliya, untuk itulah kamu melakukannya” sesaat Zain tertegun dan berkata “Aku melakukannya untuk bibiku, pamanku dan Aayath”, “Aku kira kamu melakukannya untuk Aaliya” ujar Rizwan “Dia itu seperti sebuah bhoot bagiku”, “Lalu kapan kamu akan mengembalikan Aaliya pulang ke Bhopal ?”, “Jika dia menginginkannya aku akan mengantarnya” 

Sementara itu dari kejauhan Aaliya yang juga ternyata sudah berada di koridor tersebut, mendengarkan semua pembicaraan mereka, Aaliya sangat sedih dan segera berlalu dari sana, namun Zain dan Rizwan masih bercakap cakap satu sama lain “Aku ingin Aaliya menghabiskan waktunya bersama kedua orangtuanya” ujar Zain lagi “Tapi paling tidak kamu telah menerima Aaliya sebagai istrimu, iya kan ?” ujar Rizwan 

Ketika Aaliya bertemu dengan Zain di jalan penghubung di lantai atas, Aaliya segera mencegat Zain sambil mencengkram tangannya dan bertanya “Zain, katakan padaku apakah kamu serius dengan apa yang kamu katakan ?” Zain bingung “Apa yang telah aku katakan ?”, “Kamu pernah mengatakan kalau kamu ingin agar aku pulang ke Bhopal” ujar Aaliya “Iyaa, itu benar !” ujar Zain sambil menyingkirkan tangan Aaliya dan pergi meninggalkan Aaliya, Aaliya merasa sangat terluka SINOPSIS BEINTEHAA episode 65 by. Sally Diandra
Bagikan :
Back To Top